I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 8



"Akhirnya, hari ini hari terakhir ujian. Lelah banget. Duh, lebih lagi menanti nilai."Cicit Yeni


"Bacot ah. Masih pagi nggak usah bahas-bahas nilai deh."sahut Anton


"Jih, apaansih. Mulut punyaku terserah, Aku dong mau ngomong apa."cerca Yeni dengan kesal


"Chi, tugas proyekmu sudah kau serahkan ke dosen?"tanya Andi kepadaku


"Belum."jawabku


"Ayok, kita kasih filenya barengan saja."ajak Andi


"Okey, Ges nitip tasku yah."Aku pun mengikuti Andi ke ruang dosen


"Tumben si Chia dan Andi akrab. Chia kan benci banget sama Andi."


"Jodoh kali."sambung Naina


"Trus, nasib Ian gimana?"tanya Ria


"Tanyakan pada rumput yang bergoyang."cerca Naina


Mereka pun berjalan menuju kantin. Karena ujian sudah selesai, tidak ada jadwal kuliah lagi. Sekarang, hanya menantikan hasil dari jerih payah masing-masing yakni nilai.


Aku pun menghampiri kawan-kawanku. Tidak lupa juga Aku memesan makanan dan minuman.


"Guys, nilai sudah keluar coba cek deh diportal akademik."seru salah satu mahasiswa angkatan kami.


"Iya, sudah ada empat nilai mata kuliah."sahut mahasiswa yang lain.


"Aku ada B loh."ungkap Sari


"Matkul apa?"tanya Anton


"Matematika."jawab Sari


Semua yang melihat hasil 2 Minggu ujian mereka memberikan banyak ekspresi, ada yang senang dan ada juga yang kesal.


Aku belum melihat nilaiku, tetapi Aku yakin nilaiku sempurna. Karena, Aku tidak melakukan kesalahan apapun dalam ujian, tugas atau pun yang lainnya.


"Chi, Sistem Digital kamu dapat nilai apa?"tanya Sandi dan Angga


"Nggak, tanya saja."jawab mereka berdua


"Nilai Sidigku B."ucap Kay


"Duh, kamu malu-maluin saja. Masa bapakmu dosen trus anaknya kek gini sih."cerca Angga


"Kay, bapakmu dosen?"tanyaku


"Iya, profesor lagi."jawab Angga


"Becanda apa benaran?"tanyaku sedikit penasaran.


"Benaran, Profesor Pratama."jawab Sandi


"Profesor Pratama? Yang lulusan S2 di Jepang?"tanyaku lagi


"Iya."


"Hah??? Yang benar? Kok bisa, itu dosen idola Aku tahu."ungkapku dengan mata berbinar.


"Aku pernah berjumpa dengannya sekali. Beliau orang yang sangat hebat loh. Kok bisa beliau ayahnya Kay."Ujarku


"Hah, bacot lu."respon Kay yang kesal


"Kasihan sekali, pasti Kay beban keluarga kan."


Sontak semua tertawa mendengar penuturanku. Kay pun menjitak kepalaku, tidak keras namun lumayan perih.


"Ih, Kay sakit tahu. Dengar yah kamu tuh harus lebih giat belajar lagi. Jangan sampe malu-maluin dosen idolaku."omelku


"Iya, iya..."jawab Kay mengusap kepalaku.


Kami pun kembali sibuk mengecek nilai-nilai kami yang sudah dibagikan. Seperti dugaanku, nilaiku aman bisa dibilang sempurna. Semester ini pun berakhir.


Sementara teman-temanku yang lain, dengan banyak ekspresi karena nilai mereka seperti nano-nano yakni ada yang asem, manis, pedas. Maksudnya, nilai mereka ada yang A, A-, B, B- dan seterusnya. Sangat berkesan respon mereka untuk mengungkapkan rasa senang dan sedih saat melihat nilai yang mereka dapatkan.


Teman-temanku walaupun tidak semua mendapatkan nilai sempurna, namun mereka juga tidak mendapatkan nilai yang buruk. Nilainya sangat aman dan tidak perlu untuk mengulang kelas lagi.


Walaupun, masih saja ada yang tidak terima jika nilai mereka tidak sempurna karena mereka yakin sudah berusaha pada semester ini. Yah, mungkin Aku juga akan protes jika usahaku tidak diberikan yang sempurna. Namun, tetap saja usaha bukanlah usaha sembarangan harus benar juga kan.