I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 80



*Percakapan dalam group chat


"Besok udah presentasi nih guys. Uhuy, deg degan banget deh Aku😱." Tukas Alif.


"Kamu udah pelajari materi yang Aku kasih kan? Pelajari yang Aku tandai aja biar mudah, tapi kalau mau semua juga boleh." Balas Chia.


"Udah, kok Chi. Nih, Aku ulang-ulang bacanya😁." Balas Alif.


"Good job👍. Sion kamu gimana ada yang mau ditanyakan?" Balas Chia.


"Aku juga gugup😌. Udah, Aku udah pelajari yang kamu tandai kok😉." Balas Sion.


"Oh okey, good luck yah. Santai aja kalian berdua, ini hanya presentasi biasa aja kok." Balas Chia.


"Okey." Balas Sion dan Alif.


"Btw, si Kay diam-diam aja." Balas Alif lagi.


"Sepertinya dia sedang belajar juga." Balas Sion.


"Oh gitu, tapi ringkasan yang Chia buat ini mudah dipahami yah, jadi Aku rasa besok akan sangat mudah bagiku untuk menjelaskan. Iyakan Kay, punyamu tentang apa?" Balas Alif.


"Hmmm, kalian mah enak ada ringkasan Aku nggak ada tahu." Balas Kay.


"Loh, kok nggak ada? Chia nggak ngasih kamu yah?" Balas Sion.


"Hmm..." Balas Kay.


"@Chia ini gimana si Kay?" Tag Alif.


"Ya? Dia bisa sendiri tanpa bantuanku. Dia nggak suka Aku nolongin dia." Balas Chia.


"Oh, gitu. Ya udah kalau mau dia kayak gitu. Selamat mempelajari materi mu yah Kay." Balas Alif.


"Semangat, Kay." Balas Sion.


"😐." Balas Kay.


"Btw, Chi. Kamu hobby masak yah?" Balas Alif.


"Enggak juga, tapi setiap hari Aku bantuin Ibu masak sih. Why?" Balas Chia.


"Soalnya, masakan kamu enak deh yang waktu itu. Kamu juga suka desert yah?" Balas Kay.


"Oh ya? Tidak juga, biasa aja masakanku. Iya, i like dessert. Setiap hari Aku ngemil dessert malah."


"Benar deh, enak banget tahu. Kamu suka dessert apa aja?"


"Semua sih, tapi lebih suka yang ada buah-buahnya cause Aku juga suka buah."


"Wah, kalau kamu suka dessert berarti kamu juga suka buatnya kan?" Balas Alif.


"Yup, setiap hari Aku selalu stok dessert karena setiap malam kalau lagi begadang Aku sambil ngemil gitu. Yup, Aku juga suka buat dessert nih Aku lagi makan juga."



"Wah, enak tuh. Bagi-bagi dong."


"Kamu mau? Okey, besok Aku bawakan yah. Sion juga mau?"


"Iya, boleh." Balas Sion.


"Okey, besok Aku bawain yah."


"Loh, si Kay nggak?" Balas Alif.


"Dia nggak suka barang-barang pemberianku. Percuma, ntar di kasih ke orang." Balas Chia.


"Oh, kamu suka ngemil tapi badanmu nggak besar-besar deh. Aku aja hirup oksigen auto kek ikan buntal." Balas Alif.


"Tiap Sabtu dan Minggu Aku nge-gym dan zumba bareng Adek Aku." Balas Chia.


"Ohhhhhhj, pantas." Balas Alif.


"Eh, udah dulu yah Aku mau nonton anime dulu. Byeee sampai jumpa besok." Balas Chia.


*Obrolan Chat selesai


...----------------...


Esoknya dikampus, masing-masing sudah membentuk kelompok sesuai dengan pembagian. Chia dan kawan-kawannya kelompok 5. Mereka mendapatkan tempat paling pojok belakang. Chia tidak pernah duduk dibarisan belakang, baginya ini pertama kali dia duduk dibarisan belakang.


Masih kelompok satu yang maju presentasi, jadi Chia dan yang lain sedang mendengarkan kelompok yang sedang presentasi.


"Guys, nih Aku bawa dessert yang semalam Aku bilang." Ucap Chia.


"Wah, okey nih." Jawab Alif.


"Thank you." Sahut Sion.


"Tapi, jangan dulu dimakan. Nggak sopan makan saat sedang belajar nanti kalau ketahuan kalian bisa diusir loh." Ucap Chia.


"Santai aja, kami sudah terlatih sejak zaman sekolah dulu." Ucap Sion.


Alif dan Sion pun memakan dessert yang diberikan oleh Chia. Sementara, Kay hanya melihat mereka yang sedang makan dijam pelajaran berlangsung. Chia benar-benar tidak memberikan dessert kepada Kay.


"Eh, kamu benar nggak ngasih Kay?" Tanya Alif.


"Enggak, dia nggak suka apapun yang Aku berikan." Sahut Chia sinis.


"Oh, baguslah kalau gitu. Soalnya, kasihan kan kami makan terus kamu cuman lihatin doang." Ucap Alif.


"Ih, apaan sih tukang ngadu deh." Cicit Alif.


"Iya, apaan sih. Kalau kamu ngadu, Aku juga yang kena marah." Tutur Chia.


"Oh yah? Kalau gitu Aku aduin. Biar kalian bertiga dimarahin. Pak...." Tukas Kay.


Chia bergegas menutup mulut Kay yang mencoba memanggil dosen.


"Apaan sih kamu. Kalau kamu manggil dosen bukan hanya kita bertiga yang dimarah tahu kamu juga ikutan diusir." Tutur Chia.


Kay memegang tangan Chia yang menutup mulutnya, dia mencoba untuk berbicara. Chia yang sadar langsung menarik tangannya.


"Okey, Aku nggak bakal aduin kalian tapi ada syaratnya." Ucap Kay.


"Apa?"


"Aku juga mau dessert."


"Ih, nggak ada lagi."


"Ya udah Aku teriak nih."


"Ih, apaan sih kamu. Lif, kamu berbagi gih dengan Kay."


"Aku nggak mau bekas Alif."


"Kalau gitu Sion."


"Aku juga nggak mau punya Sion."


"Lalu, kamu mau apa? Udah nggak ada Aku cuman bawa segitu doang. Lagian kamu kan nggak suka apapun yang Aku kasih, kok sekarang jadi ngeselin gini sih." Tukas Chia.


"Aku nggak mau tahu, Aku mau dessert itu sekarang."


"Iya iya bawel, Aku masih punya satu tapi sudah Aku comot-comot gini."


"Aku panggil dosen nih."


"Bacot lu, Kay. Nih, makan punyaku aja, Aku belum sentuh kok. Sini biar punya Chia Aku yang makan." Tutur Alif.


"Tapi, sudah Aku comot loh." Sahut Chia.


"Nggak papa, bekas kamu juga tidak masalah." Ucap Alif.


Alif pun mengambil kue yang diberikan Chia kepada Kay, sementara punya dia diletakkan didepan Kay. Saat mengambil, Kay cepat-cepat mengambil dessert itu dari tangan Alif dan mengembalikan dessert punya Alif.


"Ini punyaku kenapa, makan aja punyamu." Tukas Kay.


Alif dan Kay saling tatap-tatapan dengan wajah sangat memperebutkan dessert bekas Chia.


"Kalian berdua pada kenapa sih?" Ucap Chia.


"Tahu nih, tuh dosen lihat ke arah kita loh." Sambung Sion.


"Si Alif nih, main serobot milik orang." Jawab Kay.


"Punyamu darimana? Itu punya Chia, lagian kamu kan nggak suka bekas gigitan orang." Oceh Alif.


"Siapapun yang bilang, lagian ini kan diberikan kepadaku." Ucap Kay.


"Hey, udah tuh dosen kesini. (Plak plak)" Chia menabok Kay dan Alif.


Akhirnya, Alif mengikhlaskan dessert punya Chia kepada Kay. Mereka pun memakan dessert itu diam-diam.


...----------------...


Tiba giliran kelompok Chia yang maju, kali ini Sion yang akan menjadi moderator sementara Chia sebagai notulis, Kay dan Alif menjelaskan teori dan program.


Chia tidak banyak aktif, dia lebih memberikan ruang kepada Kay, Alif dan Sion untuk tampil lebih aktif dalam presentasi kali ini.


Setelah itu, masuk sesi tanya jawab, dimana semua pertanyaan bisa dijawab oleh Sion dan Alif. Tiba giliran pertanyaan dilontarkan kepada Kay.


Pertanyaan langsung oleh dosen yang memberikan materi. Kay begitu gugup, dosen memerintahnya untuk mengubah program dan menggunakan beberapa rumus yang dijelaskan oleh Sion.


Kay mencoba namun hasilnya error, keringat menetes dari dahinya. Kay orang yang mudah panik dalam pelajaran. Lima kau percobaan untuk satu rumus namun terus saja error.


"Bisa nggak?" Tanya dosen.


Chia yang sudah melihat Kay panik, bahkan tangannya saja sampai gemetar. Chia yang awalnya berdiri disamping Alif pun meminta untuk bertuka agar dia bisa berdiri didekat Kay.


Chia menarik kursi dan duduk disamping Kay, Kay menoleh melihat Chia yang sudah duduk disampingnya. Chia membalas menoleh ke arah Kay.


"Kamu terlalu gugup, karena itu konsentrasi kamu jadi buyar." Ucap Chia kepada Kay.


Kay menghela napas panjang, merenggangkan kedua tangan dan jemarinya. Kali ini dengan sedikit arahan dari Chia, kode program yang semula error kini bisa di 'run' atau jalankan. Semua rumus dicoba dan dengan bantuan penjelasan Chia, Kay dapat menunjukkan hasil dari semua rumus yang digunakan.


Semua bertepuk tanga untuk usaha Kay, begitu juga dengan Pak dosen yang menyukai penjelasan Chia dan hasil kode program yang dibuat oleh Kay.


"Lain kali kamu rolex aja, nggak usah gugup." Ucap Chia.


"Terimakasih." Jawab Kay tersenyum.


"Jangan salah paham yah, Aku cuman ingin membantu kelompok ini. Bukan untuk mendekatimu." Tutur Chia yang kemudian kembali berdiri disamping Alif.


Kay hanya melihat Chia yang betingkah datar kepadanya, padahal dia yang menyuruh Chia untuk menjauhinya. Tapi, entah kenapa setelah Chia menjauh seperti ada yang kosong dihati Kay.


Mereka pun selesai presentasi, mereka kembali ketempat masing-masing.