I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 68



"Ihhhh, sok cantik banget jadi cewek." Oceh Ria.


"Dia lagi ngomongin siapa?" Bisik Uta kepada Naina.


"Siapa?" Tanya Naina.


"Tuh, Nadin lihat tuh apaan ih jijik deh. Sok lemah lembut amat." Tutur Ria.


"Tapi, emang dia lemah lembut." Sahut Chia.


"Apanya? Alah, sok-sok an tuh. Ganjen banget sama cowok-cowok." Ujar Ria.


"Gibah ih, nggak boleh." Sahut Uta.


"Nggak gitu, Ta. Dia tuh udah tahu si cowok ini punya pacar, ih malah chat-chatan manggil sayang-sayangan lagi. Kalau bukan ganjen trus disebut apa tuh cewek itu." Jelas Ria.


"Mereka kan emang berteman satu geng gitu semua." Sahut Chia.


"Tapi, nggak gitu juga dong jaga dong perasaan pacar si cowok juga tahu." Oceh Ria.


"Tapi, emang tuh si Cewek itu. Semua cowok didekati. Maunya dia diperhatiin doang sama cowok-cowok dikelas." Sambung Naina.


"Nah, kan apa Aku bilang. Semua cowok di kelas tuh kalau dia mau pulang wajib dijemput dan diantar. Gila nggak tuh." Cicit Ria.


"Udahlah, biarkan saja. Itu urusan dia, kalau dia sukanya kayak gitu ya udah. Jangan cuman salahkan dia bilang tuh sama pacar kamu juga." Ujar Chia.


"Iya, udah ih nggak usah ngomongin orang lain. Dah, dulu yah Aku mau balik ke kelasku. Byeeee...." Ucap Uta.


Setelah Uta pamit pergi, Naina, Chia dan Ria juga balik ke kelas. Hari ini mereka presentasi materi kelompok mereka. Di prodi mereka memang sering melakukan tugas secara berkelompok dan juga wajib dipresentasikan hal ini agar melatih kerja sama mahasiswa agar saat turun lapangan mereka dapat bekerja dengan rekan-rekan mereka. Adapun, sesi presentasi untuk melatih kemampuan komunikasi mahasiswa.


----------------


Saat ini kelompok yang maju adalah kelompoknya Anton disana juga ada Kay.


"Demikian penjelasan kami, jika ada yang ingin bertanya silahkan!" Ucap Anton.


Semua terdiam, mereka sudah pastikan kelompok ini susah untuk diserang karena mereka punya bekingan jenius dibelakang mereka. Yah, siapa lagi kalau bukan Chia. Dikelas ini persaingan mengejar nilai terbilang cukup tinggi. Oleh karena itu, diharuskan lebih banyak bertanya. Apabila kelompok yang ditanya tidak bisa menjawab maka nilai mereka akan dipotong dengan kelompok yang bertanya. Sistem pengambilan nilai seperti itu, karena itu banyak mahasiswa yang berlomba-lomba untuk bertanya dan memberikan pertanyaan yang bahkan diluar nalar otak.


Kay sangat beruntung karena Chia selalu membantu menjawab pertanyaan kelompoknya, seharusnya dia yang mendapatkan nilai tersebut namun dia tidak ingin mengambil nilai itu dan tetap diberikan kepada kelompoknya Kay.


Kay yang sering dibantu pun, membuat mahasiswa lain malas bertanya ada kelompoknya. Kecuali mahasiswa yang populer dan terkenal pintar selain Chia ya g berani memberi pertanyaan, seperti Andi, Angga, Sandi, Bian dan juga Nadin.


----------------


Sesi tanya jawab berlangsung, kelompok Kay kali ini diserang banyak pertanyaan oleh Andi, Sandi, Angga dan juga Bian. Mereka memang sudah rencana untuk bertanya apabila Kay yang presentasi. Mereka memang sering menggodanya karena Chia yang terus mengejar-ngejarnya. Namun, kali ini Chia bahkan tidak merespon dan hanya diam memperhatikan mereka saling berdebat. Anton yang sudah melirik Chia, berharap Chia segera membantu mereka. Namun, harapan mereka nihil karena Chia bahkan tidak menoleh kearah mereka dan sibuk dengan diri sendiri dikursinya.


"Sepertinya ada yang aneh." Bisik Aris.


"Aneh kenapa?" Sahut Cherly.


"Tumben Chia nggak ikut berdebat? Apalagi ini Kay loh." Ujar Aris.


"Sepertinya, bukan Aku saja yang merasa aneh. Tuh, anak-anak sejak tadi melirik Chia. Tapi, dia belum juga mengacungkan tangan untuk membantu." Tutur Aris.


"Nggak tahu juga, coba tanya si Naina." Suruh Cherly.


Aris mencolek Naina yang duduk didepannya. Aris memang pria yang sangat kepo. Dia tidak bakal tenang sebelum apa yang dia ingin tahu bisa dia ketahui.


"Na, uuy Na...." Bisik Aris.


"Apa?" Sahut Naina.


"Chia kenapa? Kok dia diam mulu." Tanya Aris.


"Entah, tapi iya sih." Jawab Naina.


"Kan tumben dia nggak belain pujaan hatinya. Mereka dibarisan sebelah pun bertanya-tanya." Ucap Aris.


"Ada apa?" Tanya Ria yang mendengar percakapan Naina dan Aris.


"Tuh si Chia, mereka bertanya kenapa nggak seperti biasanya kalau crush dia presentasi biasa dia yang sangat excited."


"Iya juga. Jangan-jangan...." Ucap Ria sembari bertukar pandangan dengan Naina.


"Apakah kamu berpikir sama dengan apa yang Aku pikirkan?" Tanya Chia.


"Yah, sepertinya dia sudah move on." Jawab Ria.


"Kalau benar seperti itu, baguslah." Jawab Naina.


"Iya, dia mah terlalu perhatian sama Kay, tapi dibalas acuh oleh Kay. Syukurlah kalau sudah lupa " Sahut Ria.


----------------


Sesi tanya jawab masih berlangsung, mahasiswa yang bahkan tidak pernah bertanya tiba-tiba saja bertanya. Bukan hanya satu dua orang bahkan hampir seisi kelas mengacungkan tangan mereka.


"Maaf, sebagian pertanyaan teman-teman belum bisa kami jawab, karena kami kekurangan ilmu untuk memberikan penjelasan." Ucap Kay.


"Lah, itu kan materi kalian seharusnya kalian kuasai dong." Sahut Andi.


"Iya, maaf kami kurang memperdalam materi kami." Jawab Kay.


"Barangkali teman-teman ada yang bisa menjawab silahkan bisa bantu kami menjawab! Chia bagaimana?" Ucap Anton.


Nama Chia yang ternotice membuatnya menoleh, namun dia hanya menggelengkan kepala.


Semua yang melihat respon Chia pun terkejut, bahkan Naina dan Ria pun langsung melotot.


Dalam benak mereka Chia yang bucinnya akut menolak untuk membantu menjelaskan pertanyaan yang sulit dijawab oleh kelompoknya Kay.


Karena tidak ada yang bisa menjawab, akhirnya Bu dosen yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Kelompok Kay pun mengakhiri presentasi mereka.