I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 101



"Si Chia hari ini nggak kuliah yah?" Tanya Cherly.


"Tadi barengan kok, cuman dia ada urusan nggak tahu mau urus apa?" Jawab Naina.


"Gimana dia udah jawab belum?" Tanya Cherly.


"Jawab apa?" Tanya Naina.


"Itu si Alif." Bisik Cherly.


"Entah, tadi aja dia hanya diam-diam diatas motor gitu." Sahut Naina.


Alif, Kay dan Sandi menghampiri Naina dan Cherly yang sedang mengobrol.


"Hay." Sapa Alif.


"Tumben berdua doang." Timpal Kay.


"Iya, gitu deh." Jawab Cherly.


"Aris sama Anton kemana?" Tanya Sandi.


"Entah, main game kali." Jawab Cherly.


"Trus, si Chia kemana?" Tanya Alif.


"Ada urusan direktorat tapi nggak tahu urusan apa. Kenapa?" Tanya Naina.


"Enggak nanya doang." Sahut Alif.


Dari kejauhan tampak Chia sedang turun dari motor.


"Itu dia." Ucap Kay yang melihat Chia lebih dulu.


Chia berjalan menghampiri teman-temannya, dan duduk disamping Naina.


"Huftt, lelah sekali. Na, minta minum dong." Ucap Chia.


"Dih, datang-datang langsung minta minum. Kamu pikir Aku pacarmu gitu." Cicit Naina.


"Apa hubungannya minum sama pacar. Dah cepatan haus nih ntar Aku mati kehausan." Oceh Chia.


"Nih, belum Aku buka segelnya kok." Ucap Kay. menyodorkan sebotol air.


Chia hanya menatap botol yang disodorkan oleh Kay. Namun, dia memalingkan wajahnya dan mengambil botol milik Naina.


Chia lalu meneguk minumannya hingga tersisa setengah.


"Haus yah, Bund?" Tanya Cherly.


"Alhamdulillah, sangat." Ucap Chia.


"Emangnya kamu ngapain aja disana?" Tanya Naina.


"Ngurus berkas-berkas, eh tapi malah disuruh. Tahu saya malah disuruh beli makanan, disuruh bantu print." Oceh Chia.


"Parah sih." Sahut Naina.


Chia kembali meneguk air minum yang digenggamnya.


"Pelan-pelan minumnya." Ucap Alif.


Chia menoleh ke sumber suara. Matanya terbelalak, dia memuntahkan air yang sudah mencapai mulutnya.


"Uhuk, uhuukk...." Suara Chia tersedak.


"Baru juga dibilang." Ucap Alif.


"Kamu sejak kapan ada disini?" Tanya Chia.


"Sudah lama, sebelum kamu datang Aku sudah disini lebih dulu." Jawab Alif.


Chia menoleh ke arah Cherly dan Naina, dengan hanya saling menatap mereka bisa saling berbicara.


"Duh, gimana nih Aku belum punya jawaban lagi." Batin Chia.


"Oh, iya Chia. Gimana?" Tanya Alif.


"Mampus, baru juga ngebatin udah di tanya aja." Batin Chia.


"Chia, ditanya tuh." Tukas Cherly.


"Oh, iya. Hmmm...." Ucap Chia gugup.


Chia terdiam sejenak, lalu dia menarik tangan Alif menjauh dari teman-temannya.


"Sini, Lif. Ikut Aku, Aku mau ngomong." Ucap Chia.


Alif pun mengikuti langkah kaki Chia hingga agak jauh dari keramaian.


Setelah sampai ditempat yang menurut Chia pas untuk berbincang dengan Alif, Chia pun melepaskan tangan Alif.


...----------------...


Setelah beberapa saat, Chia dan Alif kembali bersama, dan kembali bergabung dengan teman-temannya.


"Kalian ngomongin apa? Lama benar?" Ucap Sandi.


"Ada deh." Jawab Chia.


"Oh, iya Aku ke kantin dulu yah. Bye Chia ..." Ucap Alif.


"Chia doang?" Tanya Cherly.


"Oh, iya bye kalian berdua." Ucap Alif sembari melangkah pergi.


Sandi dan Kay pun turut mengikuti Alif, dengan wajah penuh penasaran.


"Kamu ngomong apa ke Alif?" Tanya Naina.


"Ada deh." Jawab Chia.


"Oh, iya yah gitu. Oke." Sahut Naina.


Chia pun menceritakan semua yang dia obrolkan dengan Alif kepada Naina dan Cherly.


"Jadi, gitu. Kalian nggak boleh kasih tahu siapa-siapa yah. Pokoknya rahasia." Tukas Chia.


"Okey." Jawab Naina dan Cherly kompak.


Setelah berbincang panjang lebar, Chia, Naina dan juga Cherly kembali ke kelas karena sudah masuk jadwal kuliah selanjutnya.


...----------------...


Seperti biasa Chia duduk dibangku paling depan, Alif yang baru saja masuk tiba-tiba duduk disamping Chia. Padahal, Alif merupakan penghuni setia barisan bangku belakang.


"Aku duduk disini yah?" Ucap Alif.


"Iya boleh." Jawab Chia tersenyum.


Semua mata memandang, dan melihat tingkah aneh Alif.


"Si Alif tumben duduk didepan? Dia habis nabrak apa sampai otaknya tiba-tiba jadi normal? Apa dia nggak takut sama dosen lagi, dia kan sering tidur saat dosen menjelaskan." Ujar Bian.


"Mungkin dia mau dekat sama si Chia kali." Jawab Andri.


"Oh, iya yah. Kan dia habis nembak Chia yah." Sahut Bian.


"Memangnya Chia udah kasih jawaban?" Tanya Yeyen.


"Entah, tapi dilihat dari tingkahnya si Alif sepertinya sudah." Jawab Bian.


"Cieeeeee, terbit pasangan baru dikelas kita ini." Tutur Yeyen.


Semua yang mendengar penuturan Yeyen pun ikut terkejut dan langsung memberikan selamat kepada Alif dan Chia. Sementara, Alif dan Chia hanya tersenyum, Alif pun ikut meramaikan candaan teman-temannya.


"Lif, udah enak dong tugasnya bakal dibantu kerjakan." Ucap Alif.


"Oh, iya dong." Balas Alif.


Mereka terus bergurau sampai dosen pun tiba dikelas.


"Aku pikir si Chia suka sama Kay." Bisik Bian.


"Tapi, nggak mungkin kan si Alif dengan percaya diri duduk disamping Chia, mana kursi terdepan lagi. Mereka pasti sudah jadian tuh." Timpal Yeyen.


"Bisa jadi sih, kenapa Kay tumben diam aja." Tanya Bian.


"Nggak papa." Ucap Kay.


Mereka pun kembali fokus mendengar penjelasan dosen.


...****************...


Chia dan teman-temannya sedang nongkrong dikantin. Namun, hari ini mereka bertambah satu personil baru yakni si Alif. Sekarang, Alif sering nongkrong bersama dengan Chia serta teman-temannya.


"Kalian benar-benar udah jadian yah?" Tanya Anton.


Chia dan Alif saling menatap satu sama lain, kemudian mereka tersenyum dan tertawa.


"Apaan sih orang nanya serius tahu." Ucap Anton.


"Menurut kamu?" Tanya Chia.


"Yah, nggak tahu makanya Aku nanya." Jawab Anton.


"Suka-suka kamu deh mau nebak apa." Tutur Chia.


"Hmmm, trus sih itu gimana?" Tanya Aris.


"Itu siapa?" Tanya Alif.


"Ah bukan siapa-siapa." Tutur Aris.


"Hari Minggu kita jalan yuk, udah lama nih nggak jalan." Ucap Ria.


"Ayok." Jawab Naina


"Tapi, kemana?" Tanya Cherly.


"Ke pantai aja gimana?" Tutur Ria.


"Aku mah gas gas aja." Jawab Anton.


"Kalian gimana?" Tanya Ria.


"Terserah aja." Jawab yang lain kompak.


"Oke, deh kalau gitu. Aku ajak Sari, Via dan Yeyen juga deh." Ucap Ria.


"Aku juga ikut kan?" Tanya Alif.


"Iya boleh." Jawab Ria.


"Kalau gitu, Chi. Aku jemput kamu yah." Ucap Alif.


Chia pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Alif.


"Kalau gitu hari ini juga Aku yang antar kamu pulang yah." Ucap Alif.


"Boleh saja, tapi izin dulu sama Naina." Ucap Chia.


"Na, gimana?" Tanya Alif.


"Wah, Alhamdulillah lagi deh. Malah bagus beban Aku berkurang. Thanks yah Lif." Ucap Naina.


"Oh, gitu yah. Jadi, Aku ini kamu anggap beban."


"Jelas dong." Sahut Aris.


"Diam kamu." Ucap Chia.


"Aku sih ikhlas bila perlu kamu setiap hari antar jemput aja. Biar semakin mengenal kan." Tutur Naina.


"Sip sip. Okey besok Aku bakal menggantikan tugasmu komandan." Ucap Alif disambut tawa mereka bersama.