
Tiga hari berlalu, Chia menghampiri teman-temannya yang sedang duduk di kantin menikmati makanan yang mereka pesan.
"Holla..." Sapa Chia.
"Dari mana kamu?" Tanya Aris.
"Dari rumah lah." Jawab Chia.
"Nggak ke kampus tiga hari kayak yang punya univ aja." Ucap Aris.
"Oh iya dong. Ini kampus kan punya moyangku." Sahut Chia.
"Heleh...." Cicit Aris.
"Oh, iya Chi. Kemarin ada kating yang nyariin kamu." Tukas Ria.
"Siapa?" Tanya Chia.
"Duh, Aku lupa namanya. Pokoknya kating 2016." Sahut Ria.
"Siapa, Na?" Tanya Chia menoleh ke Naina.
"Aku juga nggak tahu, orang Aku nggak sama dia kemarin." Sahut Naina.
"Duh, nanti aja deh. Ntar dia nyari kamu lagi."Ucap Ria.
Chia pun ikut memesan makanan dan menyantap bersama teman-temannya. Hari ini jadwal kuliah mereka di jam 1, mereka memiliki banyak waktu untuk bersantai.
Saat makan, beberapa orang datang menghampiri Chia dan teman-temannya.
"Eh, Chi Chi... Kakak yang itu loh. Yang kemarin nyari kamu."Tutur Ria.
"Oh.... Kak Yuri." Tukas Chia.
"Kamu kenal?"
"Iya, kenal dia ketua tim basket cewek waktu SMA. Naina juga tahu kok." Sahut Chia.
"Iya, dia dulu terkenal banget, cewek tomboy cool tapi cantik juga. Jadi cowok bisa jadi cewek bisa." Sahut Naina.
"Shutt, orangnya datang." Tukas Ria.
"Hai, Chia." Sapa Yuri.
"Iya, Kak." Jawab Chia ramah.
"Kamu lagi sibuk yah?"
"Ehmm, nggak kak cuman lagi makan doang."
"Oh gitu. Oh iya Chia kakak mau minta tolong boleh."
"Minta tolong apa yah kak?"
"Gini ada pertandingan basket putri tingkat fakultas. Tapi, di jurusan kita yang putri nggak banyak yang tahu main basket. Rata-rata futsal dan badminton doang. Jadi, tim putri basket kurang, inipun yang gabung hanya 3 orang yang tahu main yang satunya cuman ikutan saja. Jadi, kakak mau ajak kamu gabung mau nggak?" Tanya Yuri.
"Aku? Tapi, Aku udah lama nggak main basket kak. Takutnya jadi beban tim." Jawab Chia.
"Ah, nggak papa. Ikuta ramekan suasana aja, nggak menang juga nggak papa. Yang penting kamu ada dasar-dasar main basketnya. Gimana? Biar kakak langsung nyatet nama kamu nih." Jelas Yuri.
"Hmm, gimana yah? Boleh deh, Kak. Tapi, maaf yah jika nanti main Aku nggak bisa imbang dengan kakak."Tukas Chia.
"Iya, nggak papa. Jadi, deal yah kamu main. Kakak nyatat nih namanya."
"Iya, Kak."
"Oke, kalau gitu. Thanks yah. Kakak udah catat. Kalau gitu kami pergi dulu yah. Bye Chia, bye Naina..." Ucap Yuri.
"Bye kak Yuri." Jawab Naina.
Yuri pun pergi bersama dengan teman-temannya setelah mencatat nama Chia untuk mengikuti pertandingan basket.
"Kamu bisa main basket juga?" Tanya Aris.
"Hmm, nggak jago-jago amat. Cuman tahu dasarnya doang." Tukas Chia.
"Trus, kenapa Naina nggak diajak?" Tanya Aris.
"Si Chia waktu SMA ikut ekskul basket juga. Kalau Aku cuman komputer doang. Aku cuman temani dia latihan, tapi dia mah jarang latihan sebulan cuman 2 kali doang." Tukas Naina.
"Oh, emangnya kamu ikut berapa ekskul?" Tanya Aris.
"Hmm, berapa yah. Semua Aku ikut kayaknya deh." Jawab Chia.
"Weh, badanmu nggak remuk apa?" Tanya Ria.
"Ehm, Aku kan cuman ikut-ikutan nggak full amat." Jawab Chia.
"Iya, dia semua diikuti jadi dia tuh sesuai mood hari ini mau latihan apa yah dia datangin. Pernah loh, ekskul karate dan voli barengan jadwalnya, dia mah ikut jadwal voli. Padahal, mereka latihan barengan satu lapangan. Gila sih, Aku yang temani dia latihan aja kayak rasa. Nih, anak kek selingkuh gitu. Tahukan we, dia latihan trus dilihat sama pelatihnya tuh kek tatapan pantas nggak ikut latihan, ternyata lagi main voli." Oceh Naina.
"Astaga, random memang nih anak. Kadang-kadang nih anak otaknya." Tukas Ria.
"Enggak, tim inti aja yang ikut. Aku mah enggak." Jawab Chia.
"Jadi, kepo deh. Gimana Chia main basketnya. Aku mau nonton deh." Tukas Aris.
"Okey, pokoknya kalian wajib jadi pemandu sorak timku yah." Tutur Chia.
"Okey. Ntar Aku ajak teman-teman yang lain juga." Ujar Ria.
...----------------...
Beberapa hari kemudian, pertandingan basket dimulai. Chia bersama tim tampil urutan pertama. Naina, Ria, Aris, Anton, Cherly, Angga, Via dan Sari datang melihat pertandingannya basket yang diikuti oleh Chia.
Awalnya, pertandingan biasa saja karena tim Chia kecolongan oleh tim lawan. Sementara, Chia jarang mendapatkan bola karena sering dikuasai oleh Yuri dan dua anak lainya yang memang anak basket sesungguhnya.
Ruang gerak Chia terbatas, dia hanya mengover bola ke Yuri dan jarang menyentuh bola.
"Chia benaran bisa main nggak sih?" Oceh Anton.
"Diakan bilang nggak jago-jago amat cuman tahu dasarnya doang." Tukas Ria.
"Oh, pantas aja dia kek nggak guna gitu." Ucap Anton.
"Weh, jangan gitu. Yang penting dia sudah berusaha." Tutur Via.
"Iya nih si Anton, kayak bisa main basket aja main komentar gitu." Tukas Cherly.
"Chia kamu ngapain oyyyy.... Rebut bolanya...." Teriak Anton.
"Iya go Chia go Chia gooo..." Teriak Aris.
Chia menoleh ke arah teriakan itu dengan nafas terengah-engah.
"Bapak Kau rebut." Sarkas Chia sinis.
Permainan terus berlanjut hingga pada menit-menit terakhir. Skor 2:1 antar tim Chia satu dan tim lawan 2.
"Aih, kalah dah baru juga main." Oceh Anton.
"Nggak seru yah..." Timpal Aris.
"Hushhh kalian diam." Sambung Sari.
Chia dan tim terus menyerang balik namun dihadang oleh tim lawan.
Bola saat ini berada ditangan Chia, Chia bimbang disaat ingin memberikan bola kepada Yuri atau kedua temannya. Karena ruang gerak mereka lebih sempit dari Chia. Mungkin karena ketiga temannya lebih sering menyerang ketimbang Chia dan Niken yang hanya bisa merebut bola dan menyerahkan kepada ketiga pemain inti itu.
"Duh, lempar ke siapa nih? Maaf Kak Yuri kali ini aAku sedikit egois." Batin Chia.
Chia memberikan bola kepada Niken yang ruang geraknya lebih luas. Niken menerima bola kemudian Chia berlari mendekati ring basket.
"Niken lempar padaku..." Teriak Chia.
Niken pun tanpa berpikir panjang langsung melempar balik bola kepada Chia. Chia dengan santainya melompat dan memasukkan bola ke ring basket. Bersamaan dengan itu, pluit berbunyi tanda permainan berakhir.
Mereka masih bengong melihat aksi Chia dimenit-menit terakhir. Namun, tersadar dengan bunyi pluit waktu berakhir.
"Masuk, Chia masukin bola ges...." Teriak Cherly.
"Berapa skornya?" Tanya Aris.
"Seri cok." Jawab Anton.
"Lalu, siapa yang menang?" Tanya Sari.
"Entah. Kayaknya nanti tanding ulang." Tutur Anton.
Pertandingan selesai namun hasil seri, kedua tim sama-sama maju ke babak selanjutnya.
"Nice, Chia." Ungkap Yuri.
"Maaf kak, Aku inisiatif sendiri." Ucap Chia.
"Nggak papa santai aja, lagian ini juga just pertandingan persahabatan doang dengan fakultas lain." Tutur Yuri.
Chia pun bergegas keluar lapangan, bergabung dengan teman-temannya.
"Ahh, nggak jago no Chia." Tutur Anton.
"Siapa bilang Aku jago." Sahut Chia.
"Eh, tapi yang terakhir tadi lumayan keren sih." Yu tur Angga.
"Iya, setidaknya kamu penyelesaian." Tukas Aris.
"Dahlah, bacot kalian. Ayok pulang Aku capek banget." Ucap Chia.
Mereka pun membereskan barang-barang kemudian keluar dari arena pertandingan.