
"Hoammm..." Suara kantuk Cherly.
"Besar amat Bu." Ucap Ria.
"Ngantuk banget deh, udah ke kampus pagi-pagi eh malah hari ini dosen pada rapat. Mana nggak ada tugas lagi." Oceh Cherly.
"Ya ampun deh, ada tugas ngeluh nggak ada tugas ngeluh." Timpal Naina.
"Hehehe, tapi bingung mau ngapain. Pulang juga bosan dikos." Cicit Cherly.
"Kita nonton film aja gimana? Siapa yang ada film horor?" Tanya Anton.
"Ih, jangan film horor dong." Sahut Ria.
"Aku ada nih, tapi drakor." Sahut Naina.
"Aih, yang lain." Timpal Aris.
"Drakor juga bagus tahu, oh iya kita nonton yang zombie-zombie aja seru." Tukas Naina.
"Iya, putar aja. Yang penting kita ada aktivitas yang tidak membosankan." Ucap Cherly.
Naina pun segera mengambil laptop di dalam tasnya, kemudian menekan tombol power.
Setelah itu, mencari file yang akan di putarnya dan dinonton bersama teman-temannya.
Mereka pun serius menonton film yang diputar oleh Naina di laptopnya.
Beberapa saat kemudian, Uta datang menghampiri Chia dan kawan-kawannya.
"Hey, kalian pada ngapain?" Sapa Uta.
"Eh, Uta. Kita lagi nonton nih, baru kelihatan nih si Uta." Sahut Anton.
"Oh, Nonton apa? Iya nih, Aku sibuk banget di fakultas Aku. Mana sering bantu-bantu dosen lagi." Ujar Uta.
"Drakor zombie zombie." Jawab Anton.
"Cie yang jadi asdos nih..." Ejek Naina.
"Lumayanlah dapat jatah." Ucap Uta.
"Traktir dong." Ucap Ria.
"Lain kali yah, soalnya uangnya sudah aku pake buat beli pen tablet buat aku gambar. Oh, iya. Chia kamu kemarin ke pantai yah?" Tanya Uta.
Chia yang sedang fokus dengan ponselnya dan mengutak atik game pun menoleh setelah Uta menyebut namanya.
"Kapan?" Tanya Chia balik.
"Hari Minggu, soalnya Adik Aku yang bilang. Keluargaku hari Minggu ke pantai juga, jadi dia bilang lihat kamu gitu." Ucap Uta.
"Cih, ke pantai nggak ngajak-ngajak yah." Tukas Ria.
"Eh, sabar dulu. Adik kamu salah lihat kali." Bantah Chia.
"Masa sih, Adik Aku ada foto loh. Awalnya dia juga ragu, tapi pas dia kirim ke aku yah aku bilang itu kamu. Tapi, nggak tahu kamu perginya sama siapa?" Jelas Uta.
"Coba mana fotonya?" Tanya Anton.
"Wait, Aku masih ada nggak yah. Aku cari dulu." Tukas Uta.
"Oh My God, semoga fotonya nggak ada. Jangan sampai ketahuan kalau Aku pergi kepantai berdua sama Kay. Bisa-bisa mereka bacotnya luar biasa." Batin Chia.
"Duh, dimana yah. Udah ke hapus kali yah." Tutur Uta.
"Oh, mungkin waktu Aku jalan sama Kak Adit kali." Ucap Chia.
"Oh, mungkin sih." Ujar Uta.
"Sama Kak Adit, bukannya Kak Adit berangkatnya hari Minggu?" Sahut Cherly.
"Iya, Aku lihat statusnya Kak Adit juga, kalau tidak salah siang deh berangkatnya." Sahut Anton.
"Kamu ada nomornya Kak Adit?" Tanya Chia.
"Ada, kita semua ada kok." Jawab Anton.
"Eh iya, Aku baru ingat. Adik Aku lihat kamunya sore gitu sekitar jam 4 lewat deh." Sahut Uta.
"Duh, si Uta ini apa Aku harus lakban mulutnya." Batin Chia.
"Oh, ini Aku dapat fotonya." Ucap Uta.
Semua melihat foto yang ditunjukkan Uta, dengan saksama mereka memperhatikan foto itu.
"Loh, itu bukannya si Kay yah?" Tanya Ria.
"Mana ada nggak yah." Bantah Chia.
"Oh, iya aku juga lihat kok postingannya kemarin di IG, dia juga upload foto pemandangan." Tutur Cherly.
Tiba-tiba semua mata tertuju pada Chia, dan memandang dengan penuh semangat dan memberikan tatapan intimidasi kepada Chia.
"Iya, iya Aku jujur. Iya itu Aku sama Kay ke pantai berdua doang. Puas." Tutur Chia.
"Kok bisa ceritanya gimana?" Tanya Aris yang sejak tadi fokus ke ponselnya dan mulai kepo dengan cerita Chia.
"Jadi tuh, pas pertandingan basket. Dia bilang kalau Aku menang dia bakal traktir Aku. Trus malam minggunya Aku kan janjian sama Kak Adit, tapi Kak Aditnya tiba-tiba ada urusan mendadak, eh Aku malah ditinggal di cinema...."
"Jadi, Kak Adit tinggalin kamu di cinema sendir?" Tanya Aris.
"Iya."
"Trus gimana lagi kelanjutannya?" Tanya Anton.
"Ih, kalian berdua diam dulu. Biar dia cerita sampai selesai." Oceh Cherly.
"Lanjut, Chi." Ucap Ria.
"Iya, pas Aku mau pulang ketemu deh sama Kay. Karena takut mubasir tuh tiket jadi Aku nonton berdua sama Kay. Setelah itu, dia ngatarin Aku pulang. Pas pulangnya dia ngomong kalau mau penuhi janji nya untuk traktir Aku. Udah deh, habis ngantarin Kak Adit kami langsung otw ke pantai. Jadi, gitu deh ceritanya." Jelas Chia panjang lebar.
"Cieeee...." Kompak ejekan teman-temannya Chia.
"Trus, trus?" Tanya Aris.
"Ya udah gitu aja." Jawab Chia.
"Pantas hari ini tuh wajahmu bersinar mulu, ternyata udah sempat jalan berdua sama crush yah." Ucap Ria.
"Jadi, udah sampai tahap apa? Gila sih kalau sampai jadian, perjuanganmu nggak sia-sia bro..." Cicit Aris yang memukul pundak Chia.
"Tahap apanya, bro udelmu. Nggak deh masih jauh." Sahut Chia.
"Taruhan deh, kalau si Kay sudah mulai kepincut sama Chia." Ucap Anton.
"Eh, jangan gitu. Kita lihat saja nanti, ntar ada yang terlalu berharap eh tahunya nggak jadi, nangis dong dia." Ucap Naina.
"Iya nih, tahu ah si betina dua ini." Sahut Chia.
"Berasa lihat kisah cinta Sakura dan Sasuke yah." Ucap Uta.
"Apaan sih, btw adek kamu ngapain ke pantai?" Tanya Chia.
"Refreshinglah, sama mama dan bapak Aku juga. sebenarnya Aku diajak, cuman banyak banget tugasku." Oceh Uta.
"Oh..."
Mereka pun melanjutkan cerita dan selebihnya menonton drakor yang sudah mereka putar sejak tadi.
...----------------...
Tiba-tiba ponsel Ria berdering, Ria pun bergegas mengangkat telpon itu. Setelah berbicara, Ria pun mematikan sambungan telponnya.
"Siapa?" Tanya Naina.
"Si Angga, suruh Aku ke kosnya Bian karena mereka dikasih makanan sama Ibu kos yang habis hajatan. Dia ajak kalian juga." Ucap Ria.
"Makanan gratis? Wah, gas deh. Kami anak kos sangat suka makanan gratis." Ucap Anton.
"Aku nggak ikut yah, soalnya Aku ada kelas lagi." Jawab Uta.
"Iya, nggak papa. Kalian gimana?" Jawab Ria.
Naina dan Chia saling menatap satu sama lain.
"Aku dari Naina saja, Aku kan cuman nebeng di dia doang." Ucap Chia.
"Lah, Aku ikut kamu aja." Sahut Naina.
" Nggak deh." Jawab Chia.
"Ayolah, walaupun kamu bukan anak kos tapi menikmati makanan gratis itu impian semua orang." Tutur Aris.
"Iya, ada Kay juga loh." Ucap Ria.
"Apaan sih, emangnya kalau ada dia. Aku harus kesana gitu?" Ucap Chia sinis.
"Ayolah ges. Kalau nggak antarin Aku saja deh." Pinta Ria.
"Ya udah ayok, tapi cuman ngatarin kamu aja yah setelah itu Aku langsung pulang." Jawab Naina.
"Iya iya, ayok." Ucap Ria menarik manja lengan Naina.
Uta pamit kembali ke fakultasnya, sementara Chia, Naina, Ria, Cherly, Aris dan Anton menuju kos milik Bian dan beberapa teman-temannya.