
"Hfftttttt.... Aku kenapa gini yah..." Gerutu Chia menatap langit-langit kamarnya.
"Wait wait, apa Aku suka sama dia? Anggap mungkin kan." Ucap Chia lagi.
Chia mengambil handphonenya untuk memastikan perasaannya beberapa hari ini sangat aneh.
"Penyebab jantung berdebar saat melihat orang, okay search..." Tutur Chia saat mengetik pencariannya di google.
"Ha? Yang benar? Masa sih Aku benaran suka sama Kay. Nggak-nggak ini salah. Aku nggak mungkin suka sama Kay." Jerit Chia.
Chia terus men-search banyak pencarian untuk memastikan apakah benar dia sedang menyukai Kay. Dicari berapa kali pun hasilnya tetap sama, ada yang berbeda namun akibat penyakit jantung, Chia nggak memiliki riwayat penyakit jantung.
Chia terus overthingking, tubuhnya begitu gelisah sampai terus menghentakkan kakinya di kasur, selain itu dia juga terus menjerit-jerit seperti orang yang kerasukan.
Ibunya tiba-tiba membuka pintu kamar Chia, menatap tajam Chia karena suara keributan yang dibuatnya.
"Sudah gila? Lihat ini jam berapa?" Oceh Ibunya.
"Hehehe, iya Bu." Sahut Chia.
Ibunya pun menutup pintu kembali. Chia menangkupkan wajahnya di bantal, setelahnya memegang wajahnya yang sudah mulai memerah karena malu.
"Apa benar Aku suka Kay? Tapi, kok bisa? Tunggu Aku sama Ian nggak gini pas awal-awal kok." Batin Chia.
"Arggg, nggak mungkin. Mungkin karena dia berlaku baik sama Aku kan. Tunggu tapi, Aku juga sering diperlakukan baik tapi perasaanku biasa saja. Kok bisa sama Kay jantung berdebar gini." Tutur Chia.
"Mungkin Aku suka sih, eh enggak ahh apa yang Aku suka dari dia sih." Lanjut Chia.
Chia terus overthingking dengan pikirannya. Berbicara sendiri, kadang tersenyum kadang juga berubah datar.
"Aaaaaaaa....... Pikiran ku kenapa sih....." Teriak Chia mengobrak abrik rambutnya.
"Chia....." Teriakan kompak dari Ibu dan juga saudara-saudaranya.
"Iya, maaf..." Sahut Chia.
Chia kembali mengambil ponselnya, dia ingin bertanya kepada teman-temannya. Namun, mengurungkan niatnya, dia takut diejek.
Dia memutuskan untuk tidur saja, namun tentu saja itu bukan hal yang mudah. Karena dikepalanya terus terbayang-bayang wajah Kay.
Pada akhirnya, dia tertidur dengan sendirinya namun dia sendiri tidak tahu jam berapa dia tertidur.
...----------------...
Chia dan teman-temannya sedang duduk dikantin. Karena kurang tidur mata Chia menghitam dan wajahnya sangat lelah.
"Kamu kenapa, Chi? Matamu sudah seperti panda." Ujar Ria.
"Apanya? Matamu lebih parah dariku." Sahut Chia.
"Mata Aku emang gini kali." Sungut Ria.
"Iya, tumben matamu sampai kayak gitu. Perasaan nggak ada tugas deh. Lagian kalau ada tugas pasti langsung dikerjakan sat set sat set doang nggak sampe begadang." Tutur Cherly.
"Ah tahu ahh, lagi pusing kepalaku." Sahut Chia meletakkan kepalanya diatas meja.
"Cup cup cup...." Ucap Aris sembari mengelus kepala Chia.
Chia menepis tangan Aris, dan memukulnya dengan buku yang dipegangnya.
"Kaya datang bulan..." Tutur Anton.
Entah kenapa tiba-tiba wajah Chia menjadi berubah.
"Tadi kamu bilang apa?" Tanya Chia.
"Bilang apa?" Jawab Anton.
"Itu Kay Kay, kamu nyebut nama Kay." Sahut Chia.
"Siapa yang ngomong Kay, orang bilang Kayanya.", Jawab Anton.
"Cieeeeeeee......" Teriak mereka kompak.
"Ih, apaan sih, Aku kan tanya kamu bilang Kay yah ternyata Aku salah dengar. Apaan cieeee...." Tutur Chia dengan wajahnya yang memerah.
"Kamu suka yah sama Kay?" Tanya Cherly.
"Enggak yah, gila kamu." Bantah Chia.
"Apaan sih, bilang aja kamu yang suka sama dia." Jawab Chia ketus.
"Loh, Kay...." Teriak Anton
Chia bergegas membalikkan tubuhnya melihat ke belakang. Namun, dia tidak melihat Kay sama sekali. Dia kembali menatap ke arah Anton. Namun, semua teman-temannya lebih dulu menatapnya dengan senyum sumringah mencurigai perilaku Chia yang beda.
Wajahnya semakin memerah, tangannya pun meraih buku didepannya dan menghajar Anton dan Aris.
"Cieee salting nieeee...." Ujar Naina.
"Berharap Kay datang yah..." Ucap Aris.
"Enggak yah, jangan ngomong sembarangan. Udah aah jangan menggodaku lagi." Pinta Chia.
"Nggak aah menjahilimu sangat seru, jarang-jarang melihatmu seperti ini." Tutur Cherly.
Gelak tawa mereka pun pecah, dan terus mengganggu Chia.
...----------------...
Chia sedang menunggu mata kuliah selanjutnya, mereka sedang duduk di depan prodi. Chia terus menatap ponselnya, karena Ia sedang menonton serial anime kesukaannya. Sementara teman-teman lainnya sedang berbincang, bercanda dan bergurau bersama Pak Arga dosen muda yang memang sangat dekat dengan mahasiswa.
Chia tidak terlalu nyaman berbicara dengan dosen walaupun dalam keadaan santai atau diluar mata kuliah. Karena itu, dia sangat cuek dan lebih menyibukkan dirinya sendiri.
Chia memeluk tasnya dan bersilang kaki dilantai, kursi telah terisi penuh oleh mahasiswa lain yang juga sedang nongkrong didepan prodi.
Chia sangat asyik nonton, dia tidak menyadari bahwa Kay juga ikut menonton bersamanya. Kay meletakkan kedua tangannya dinding tempat Chia duduk dan bersandar. Chia yang duduk dibawah sementara Kay berdiri.
Chia mengangkat wajahnya, tatapannya bertemu dengan Kay. Mereka pun saling pandang-pandangan.
"Anime apa yang sedang kamu nonton?" Tanya Kay.
"Hmmmm, Detective Conan." Jawab Chia tanpa berpaling dari tatapannya Kay.
"Wow, kamu masih mengikuti DC?" Sahut Kay.
"Uhm..." Chia pun mengangguk.
"Ya udah lanjut nonton gih..." Suruh Chia sembari mengelus kepala Chia dan dia pun berlalu pergi.
Chia pun senyam-senyum, jantungnya lagi-lagi berdebar. Chia menangkupkan wajahnya dikedua kakinya. Menutup wajahnya yang terus tersenyum sumringah.
Chia kembali mengangkat kepalanya dan melihat kembali Kay yang sedang bercerita dengan teman-temannya.
Chia terus menatap Kay, tanpa dia sadari bahwa ada beberapa pasang mata yang melihat tingkahnya.
Saat Chia tersadar, wajahnya pun tiba-tiba berubah jadi datar. Namun, hatinya masih terus bersorak begitu juga dengan jantungnya yang masih bersorak gembira.
...----------------...
Dart... dart
Notif WhatsApp Chia bergetar
Chia melihat pesan itu dari Archi, sejak kembali dari kota M. Ini pesan pertama yang dikirim Archi. Archi mengomentari status Chia yang dipasang beberapa menit yang lalu.
"Siapa yang nyakitin kamu?" Ucap Archi.
"Eh, nyakitin nggak ada kok kak." Balas Chia.
"Ini kamu tulis 'My heart it's okay'." Balas Archi.
"Ih, enggak kak. Aku asal tulis aja. Nggak ada yang nyakitin Aku kok. Justru Aku lagi bahagia." Balas Chia.
"Bahagia karena apa?"
"Something, kakak kepo deh."
"Enggak yah. Yah udah kalau fine-fine aja. Tapi, kalau ada apa-apa bilang ke Aku." Balas Archi.
"Siap, Kak. Hehehe..." Balas Chia.
Tidak hanya Archi yang mengkomentari statusnya, bahkan Zaid, Faris, Adit, Kevin juga mengomentari statusnya. Selain mereka, teman-temannya juga mengomentari statusnya itu.
"Apa status berlebihan yah? Ah hapus ah alay deh kayaknya." Batin Chia.
Chia pun menghapus statusnya itu, agar orang-orang tidak penasaran lagi dengan maksud statusnya itu.