I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 102



Weekend pun tiba, dimana Chia dan teman-temannya berencana liburan ke pantai. Mereka semua berkumpul dihalaman rumah Chia.


Chia bergegas keluar rumah, teman-temannya sudah menunggu.


"Weh, ini kenapa kita seperti mau demo didepan rumah Chia sih?" Bisik Cherly.


"Iya, perasaan anggota geng kita nggak sebanyak ini. Ini mah malah sekelas." Sahut Naina.


"Siapa sih yang pada ngajak mereka?" Tanya Cherly.


"Tahu ih, kan janjinya cuman Aku, kamu, Chia, Ria, Aris, Anton, Yeni, Sari dan Via." Jelas Naina.


"Sama Alif juga." Sahut Cherly.


"Eh iya, kalau Angga, Bian, dan tuh pacarnya Via kan emang karena pacar mereka se-geng dengan kita jadi tetap mereka ikut. Tapi, Sandi, Andi, Kay, dan mereka-mereka siapa yang ajak?" Ujar Naina.


"Entah. Udah nggak papa, semakin rame semakin seru kan." Sahut Cherly.


"Iya sih, btw nih si kunyuk mana nih? Orang sudah pada nunggu juga." Oceh Naina.


"Noh." Tunjuk Cherly.


Chia keluar rumah dengan santainya, hari ini Chia tampil dengan outfit yang feminim seperti cewek-cewek normal pada umumnya. Yah, bisa dibilang outfit sehari-hari Chia seperti abang-abangan dengan warna yang selalu gelap.


Chia pun berjalan keluar rumah, namun dia bertemu sapa dengan Ian diluar.


"Kamu mau kemana? Itu teman-teman kamu sudah nunggu dari tadi Aku perhatiin." Sapa Ian.


"Oh, iya kami mau ke pantai. Yah, hitung-hitung mau refreshing gitu." Jelas Chia.


"Oh, Aku boleh ikut nggak?" Tanya Ian.


"Boleh sih, tapi kamu yakin soalnya mereka teman-temanku semua. Ntar kamu nggak nyaman lagi." Tutur Chia.


"Nggak papa, Aku bisa menyesuaikan diri kok." Ucap Ian.


"Hmm, ya udah. Kamu ajak siapa lagi kek biar kamu tidak sendirian juga."


"Oh, iya deh Aku ajak teman Aku."


"Ya udah, ntar gabung aja yah. Aku kesana dulu. Lihat tuh wajah mereka sudah kesal nungguin Aku." Ucap Chia.


Chia pun bergegas pergi menuju teman-temannya.


"Nggak sekalian aja besok baru keluar rumah." Cerca Anton kepada Chia.


Chia hanya tertawa melihat Anton mengoceh panjang lebar.


"Btw, hari ini rame juga kalian seperti sedang melakukan aksi demontrasi didepan halaman rumahku." Ucap Chia sembari melihat sekeliling.


"Kami boleh ikut kan?" Tanya Sandi.


"Oh, boleh-boleh. Semakin banyak orang semakin rame dan semakin seru." Sahut Chia.


"Ya udah ayok jalan keburu siang nih." Tutur Aris.


Mereka pun bersiap-siap jalan, masing-masing dengan pasangan motornya. Tidak kelupaan Ian dan temannya bergabung dengan rombongan teman-teman Chia.


Sepanjang perjalanan Alif mencoba untuk mengobrol dengan Chia.


"Hari ini kamu beda banget." Ucap Alif.


"Ha... Kamu bilang apa?" Sahut Chia.


"Hari ini kamu beda banget." Ucap Alif kedua kalinya.


"Alif ngomong apa sih? Nggak kedengaran." Batin Chia.


"Oh, iya iya." Sahut Chia.


"Btw, yang itu mantan kamu kan?" Tanya Alif.


"Ha...(diam sejenak) oh iya sudah, tadi dirumah." Jawab Chia.


"Sudah apa?" Tanya Alif.


"Ya? Kamu bilang apa?" Tanya Chia balik.


Alif pun hanya diam dan tidak melanjutkan percakapan mereka.


Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun tiba dipantai yang sudah mereka rencanakan sebagai tujuan liburan mereka hari ini.


Setelah mereka memarkirkan motor, mereka pun dengan ekspresi bahagia berlari kepantai.


"Akhirnya setelah sekian lama, kita bisa lihat pantai lagi." Ucap Sari.


"Otw mandi..." Ucap Anton.


Mereka pun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing dipantai.


Sementara, Chia, Naina, Cherly, Ria, Ian, Alif dan Kay hanya berdiri memperhatikan teman-teman mereka yang terlihat seperti orang yang baru bebas dari penjara pendidikan.


"Weh." Bisik Ria sembari mencolek Naina dan Cherly.


"Apa?" Sahut Naina dan Cherly kompak.


Chia yang melihat mereka saling bisik pun ikut mendekat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Kalian rasa nggak kalau sekarang kita dalam posisi yang akwdrs gitu." Ucap Ria.


"Akwdrs itu apa?" Tanya Cherly.


"Coba kalian perhatikan." Pinta Ria dengan melirikkan matanya.


Chia, Naina dan Cherly pun mengikuti mata Ria. Cherly dan Naina langsung paham sementara Chia masih bingung apa yang Ria maksud.


"Oh, yeah I know." Jawab Cherly.


"Noh, lihat ada mantan, crush dan gebetan disatu tempat yang sama." Ucap Naina.


Chia pun langsung melihat disekelilingnya, benar ternyata dia sedang dikelilingi oleh Ian, Kay dan juga Alif.


"Kalian bertiga kenapa masih disini?" Ucap Chia kepada Ian, Kay dan juga Alif.


"Memangnya harus dimana?" Tanya Alif.


"Lah, terserah kalian. Tuh, yang lain pada main pasir, mandi, nyari makan. Kenapa kalian malah berdiri disini kayak orang kurang kerjaan." Ucap Chia.


"Kalian berempat juga sama." Sahut Ian.


"Oh, iya yah. Ya udah kita juga pergi yuk." Ajak Chia.


"Ayok, kita beli bakso yuk." Ajak Ria.


"Hadeh, bakso mulu." Oceh Naina.


"Trus apa dong?" Tanya Ria.


"Ya udah bakso aja." Ucap Naina.


Mereka pun berjalan dan mencari jajanan bakso yang dijual dipantai.


Setelah memesan bakso yang mereka inginkan, mereka pun menunggu di tempat yang sudah disediakan.


Chia menompang dagunya dengan kedua tangannya sembari menatap kedepannya.


"Kalian bertiga pada kenapa sih?" Tanya Chia.


"Kenapa?" Tanya Alif.


"Yah, kenapa kalian malah ikutin kami." Oceh Chia.


"Bukannya kamu yang ngajak?" Tanya Alif.


"Kapan? Aku ngajak mereka bukan kalian." Tutur Chia.


"Aku memang mau makan bakso yah." Ucap Kay.


"Ya udah kalau mau makan kalian duduk ditempat lain, noh mereka mau duduk dimana?" Ucap Chia.


"Ya elah, Chi. Kamu kayak nggak tahu aja mereka mau makan sama kamu." Tutur Cherly.


"Iya, tuh. Kamu nggak peka amat. Udah kita duduk disana aja." Ucap Ria.


Naina, Ria dan Cherly pun menuju kursi yang lain.


"Teman-teman pengkhianat nggak setia kawan." Teriak Chia.


Chia pun tetap ditempatnya dan menunggu bakso pesanannya datang.


"Teman kamu kemana?" Tanya Chia kepada Ian.


"Mandi." Jawab Ian singkat.


"Kenapa kamu nggak mandi?" Tanya Chia.


"Nggak pengen aja." Jawab Ian.


"Hmm." Ucap Chia.


"Trus kalian berdua kenapa nggak gabung sama teman-teman kalian?" Tanya Chia kepada Alif dan Kay.


"Mereka ada sibuk masing-masing." Jawab Kay.


"Di kos sudah ketemu mereka, masa disini juga ketemu mereka lagi. Bosan lah, Aku mau jalan sama kamu." Jawab Alif jujur.


Chia diam sejenak, dia bingung harus membahas apa lagi. Mereka berdiam diri sampai pesanan bakso mereka tiba.


Alif mengambilkan sebotol kecap dan saos untuk Chia.


"Chia lebih suka kuah baksonya nggak terlalu pekat, perbandingan kecap dan saosnya 1:1, dia lebih suka banyak air jeruknya." Jelas Ian spontan.


Chia, Alif dan Kay sontak menatap ke arah Ian.


"Terimakasih sudah memberikan informasi yang bagus. Oh iya kamu mau sambal nggak?" Sahut Alif.


"Chia nggak bisa makan terlalu banyak sambal, cukup setengah sendok teh garam itupun kalau sambelnya nggak terlalu pedas." Jelas Ian.


"Oh gitu yah." Sahut Alif lagi.


Chia diam tak bergeming, begitu pun dengan Kay yang sama seperti Chia hanya melihat Ian dan Alif.


Pelayan datang lagi dan menanyakan minuman yang akan mereka pesan.


"Air mineralnya dua, dan segelas air jeruk tanpa gula serta hangat satu." Ucap Ian.


"Aku es teh yah Mas." Ucap Alif.


"Aku air mineral aja." Ucap Kay.


Setelah mencatat pesanan air minum mereka, pelayan pun pergi.


"Lah, Chia kamu belum pesan kan?" Tanya Alif.


"Udah." Jawab Chia.


"Kapan?" Tanya Alif.


"Tadi si Ian yang pesan." Ucap Chia.


"Oh." Jawab Alif.


Mereka pun bergegas menyantap makanan mereka masing-masing.