I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 78



"Yang ini harus dibuat bagaimana, Chi?" Tanya Ria.


"Kalian mau masak apa emang?" Chia balik bertanya.


"Ayam crispy aja kali yah?" Ria bertanya sembari melihat Naina.


"Terserah kamu aja, kan kalian yang punya." Tutur Naina.


Chia dan Naina tiba-tiba saja repot didapur kos milik Bian. Setelah dipaksa singgah sejenak di kos Bian untuk merayakan ulang tahun Alif. Chia juga di paksa membantu untuk menyiapkan makanan untuk menambah kemeriahan perayaan ulang tahun Alif. Sementara, semua bahan yang diperlukan disiapkan sendiri oleh Alif.


"Kalian mau menunya apa saja?" Tanya Chia.


"Sesuai bahan yang ada aja." Ucap Yeni.


"Trus bahan yang ada apa?" Tanya Naina.


"Hmmm, ayam, kangkung itu doang." Jawab Ria.


Chia dan Naina saling bertatapan, Chia pun menutup wajahnya dengan suara tawa yang menakutkan.


"Udah nggak bisa berkata-kata lagi deh Aku." Ucap Chia.


"Nggak papa simple aja, kalau makan bersama tetap nikmat kok." Ucap Ria.


"Yaudah, kangkung itu ditumis seperti biasa aja. Trus, ayamnya dipotong kita buat ayam geprek aja. Sama biar lebih istimewa masak lagi nasi kuning." Jelas Chia.


"Nasi kuning? Tapi, kami nggak tahu masak nasi kuning." Tutur Ria.


"YouTube." Jawab Naina.


"Aku yang masak nasinya. Naina urus ayamnya, trus Ria kangkung dan Yeni sambalnya."


"Okey." Jawab mereka kompak.


"Ini ayamnya mau potong berapa bagian?" Tanya Naina.


"Ada berapa ekor?"


"3 doang."


"8 potong aja biar puas."


"Tolong bilang yang cowok dong."


Yeni pun bergegas memanggil Alif untuk membantu mereka memotong Ayam.


"Tuh, harusnya yang punya acara yang repot." Oceh Yeni.


"Iya-iya bawel." Tukas Alif.


Alif pun membantu memotong ayam dengan arahan Chia.


"Chia kamu buat nasi kuning yah?" Tanya Alif.


"Iya."


"Wah, harumnya. Ih, Chia mah baek banget deh. Ulang tahunku kali ini sungguh istimewa yah." Oceh Alif.


"Idih, nasi kuning doang. Lebay deh..."


Mereka pun melanjutkan proses masak-masak dengan Chia sebagai instruktur masaknya. Dua jam mereka menghabiskan waktu untuk memasak, dengan ocehan dan gosip yang menjadi penambah waktu lamanya mereka masak.


Selepas makanan sudah siap disajikan, mereka menata diruang tamu.


"Yeay, makan..." Teriak Bian.


"Ih, ada nasi kuning. Wahhh...." Ucap Sandi.


"Siapa yang masak?" Tanya Andi.


"Chia dong." Jawab Yeni.


Mereka pun bersiap untuk makan, namun Naina dan Chia pamit pulang lebih dulu sebelum mereka ikut menyantap makanan bersama. Karena, hari sudah mulai gelap.


"Kalian nggak mau makan dulu?" Tanya Alif.


"Tidak kalian makan aja!" Suruh Chia.


"Kalau gitu bungkus deh, atau mau kue juga biar Aku potong?" Tukas Alif.


"Enggak, enggak papa kalian makan saja. Kami buru-buru soalnya." Ucap Chia.


"Yaudah kalau gitu, terimakasih yah udah repot-repot membantu." Ucap Alif.


Naina dan Chia pun bergegas pergi, Yeni dan Ria mengantar Chia dan Naina ke parkiran kemudian kembali untuk menyantap makanan bersama para cowok.


...****************...


Beberapa hari kemudian dikampus. Dosen tidak masuk, namun memberikan tugas kepada mahasiswanya. Tugas yang diberikan selalu berkelompok.


"Semua sudah dapat kelompok kan?" Tanya Andi.


"Udah." Jawab mereka semua.


"Ndi, kelompok kami kurang satu loh." Ujar Alif.


Kali ini pembagian kelompok terdiri dari 8 kelompok masing-masing berisi empat anggota. Jumlah mahasiswa siswa angkatan 17 ditambah beberapa angkatan yang mengulang dan mengontrak ke atas ada 32 mahasiswa, jumlah mereka genap namun Chia sudah mendapatkan golden tiket untuk lulus matkul ini jadi berkurang satu orang. Walaupun, Chia sudah mendapatkan golden tiket namun dia masih ke kampus untuk mempelajari materi yang diajarkan.


"Chia kamu bisa gabung dikelompoknya Alif nggak?" Tanya Andi.


"Saya?" Tanya Chia balik.


"Iya."


"Iya, boleh." Ucap Chia.


Chia pun menyetujui permintaan Alif untuk bergabung dengan kelompoknya.


...----------------...


Setelah jam kuliah selesai, Alif mengajak untuk membahas materi yang akan dipresentasikan minggu depan itu.


Semua sudah berkumpul, Alif, Chia, Kay dan Sion. Pantas saja Alif mengajak Chia join, jika mereka bertiga sendiri entah apa yang akan terjadi dengan tugas mereka nanti.


Bahkan, saat melihat anggota kelompok itu Chia menghela napas panjang, karena dia harus bekerja keras untuk membantu mereka bertiga.


Alif menjadi ketua kelompok, sebenarnya mereka menunjuk Chia. Namun, Chia menolak karena dia akan memberikan kesempatan kepada mereka bertiga untuk lebih banyak tampil dan menjelaskan. Karena itu, Chia hanya mengambil beberapa penjelasan singkat. Serta, dia yang nantinya akan menyiapkan jawaban untuk mereka jawab jika banyak pertanyaan yang diajukan.


"Eh, ini udah benar belom yah Chi?" Tanya Alif.


Chia pun beranjak dari kursi tempatnya duduk berjalan ke arah Alif untuk memastikan pekerjaan yang ditanyakan Alif tadi.


"Hmm... Iyap, sudah baik. Hanya saja yang ini perlu kamu perbaiki yah! Yang ini letakkan disini." Jelas Chia.


Chia pun memberikan arahan agar Alif memperbaiki kesalahan. Sementara, Chia menjelaskan panjang lebar Alif hanya mendongak dagunya diatas telapak tangannya sembari menatap wajah Chia yang sedang fokus menjelaskan metode pengerjaan yang benar.


Disisi lain, Kay terus memperhatikan Alif yang menatap Chia. Sesekali dia juga melirik ke arah Chia. Dia merasa ada sesuatu yang aneh terjadi dan sesuatu yang hilang.


"Jadi seperti itu. Pahamkan?" Tukas Chia.


"Oh iya iya." Jawab Alif sembari tersenyum.


Tidak hanya Alif, Sion juga sering bertanya kepada Chia. Sion anak yang kalem walaupun dia sulit memahami materi namun dia berusaha dengan keras untuk mempelajari materi. Yah, antara dia segan dengan Chia atau memang dia ingin memperbaiki nilainya.


Chia pun memberikan penjelasan kepada Sion, penjelasan Chia sangat sederhana karena itu Sion cepat merespon.


Hanya saja Chia seperti melupakan satu orang, atau memang dia sengaja mengabaikan. Namun, sejak tadi dia hanya fokus ke Alif dan Sion.


"Yang ini siapa yang kerjakan?" Tunjuk Chia pada layar laptopnya.


"Saya." Jawab Kay.


"Oh, tolong diperbaiki baris ke 5 dan 7. Masih salah. Selain itu, syntax yang ditampilkan masih kurang rapi tolong dirapikan." Ucap Chia tanpa menoleh sedikit pun ke arah Kay.


"Oh, iya ini kenapa error?" Tanya Chia.


"Oh, iya Aku nggak tahu yang itu, Aku sudah masukan syntax tapi masih salah." Ucap Kay.


"Oh, coba perbaiki syntax yang benar." Ucap Chia.


Kay hanya diam melihat respon Chia yang datar saja.


"Chi, punyaku yang ini nggak bisa muncul." Tukas Alif sembari berjalan ke arah Chia.


"Hmm, ini tandanya kamu lupa loh Lif." Sahut Chia.


"Eh, iya sorry-sorry." Jawab Alif.


Sion dan Alif bergantian bertanya kepada Chia, namun Chia selalu merespon baik mereka berdua. Bahkan, setiap mereka menunjukkan hasil kerja mereka Chia selalu memberikan pujian walaupun ada kesalahan namun Chia tetap senang mereka bekerja keras untuk tugas mereka.


"Oke, punyaku finish." Ucap Alif.


"Aku juga." Sahut Sion.


"Jangan lupa filenya langsung dikirim." Ucap Chia.


"Oke." Jawab mereka kompak.


Kini mereka menunggu file dari Kay, yang sejak tadi belum beres.


"Oh, iya Chia mau cemilan atau minum apa? Biar Aku belikan." Tanya Alif.


"Apa aja asal tidak merepotkan." Jawab Chia.


"Ya udah, ayok Sion. Temani Aku." Ujar Alif.


Alif dan Sion pun pergi, tersisa Chia dan Kay. Chia sibuk merapikan file-file yang sudah diserahkan oleh Alif dan Sion. Sementara, Kay berusaha memperbaiki syntaxnya error.


Tidak ada percakapan hingga terasa hening saat ini. Kay terus melirik ke arah Chia.


"Sepertinya ini akan lama, bisa tidak saya selesaikan dirumah saja?" Tukas Kay.


"Ya, terserah saja." Jawab Chia datar.


"Besok atau lusa Aku usahakan sudah beres." Ucap Kay lagi.


"Ehm..." Sahut Chia.


Kay terdiam sejenak, Chia begitu mengabaikan dia. Suasana kembali hening, Kay bingung harus melakukan apalagi. Sementara dia sudah tidak fokus mengerjakan tugas bagiannya.


Mereka masih saja diam hingga Alif dan Sion datang. Setelah beristirahat sebentar dan ngemil mereka pun pulang. Mereka akan melanjutkan pembahasan di group chat.


"Kamu pulang sama siapa?"Tanya Alif.


"Ojek" Jawab Chia.


"Aku antar yah." Ajak Alif.


Chia hanya mengangguk dan tersenyum kepada Alif. Chia pun menebeng di motor Alif, Alif mengantar Chia hingga dirumahnya.