I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 69



"Sumpah semalam Aku tuh nggak belajar sama sekali." Ujar Anton.


"Gimana rasanya?" Tanya Naina.


"Wah, tekanan batin. Emang sengaja nggak belajar materi, karena Aku pikir ntar Chia bakalan bantuin soalnya kan ada Kay." Tutur Anton.


"Iya, tumben nih si Chia. Diam aja tadi. Biasa dia yang paling menggebu-gebu." Sahut Aris.


"Mungkin dia sudah nggak suka sama Kay." Ucap Cherly.


"Wah, yang benar? Bilang dong, biar malam Aku belajar." Sahut Anton.


"Yang benar nih Chi kamu udah nggak ngejar-ngejar Kay lagi." Tanya Aris.


"Kamu pikir Aku angsa suka ngejar-ngejar orang." Sahut Chia sinis.


"Lah, terus tumben kamu nggak bantu." Tanya Aris.


"Nggak papa sih kalau Chia udah nggak suka lagi sama Kay. Kay juga terlalu sok kecakepan dih. Dia aja pernah bilang Chia wanita murahan." Sahut Naina.


"Ah, yang benar?" Sahut Anton dan Aris.


"Iya loh, malah dia ngomong didepan orang banyak. Aku jadi Chia pasti malu banget deh."Ucap Ria.


"Parah sih. Jadi sekarang kamu nggak suka sama Kay lagi?" Tanya Aris.


"Siapa bilang? Malah cintaku nggak berkurang sedikit pun." Jawab Chia.


Naina dan Ria yang sedang minum memuncratkan minumannya.


"Astaga, Aku pikir udah move on." Ucap Naina.


"Lah, kok bisa?" Tanya Ria.


"Trus kenapa tadi kamu nggak bantuin dia?" Tanya Cherly.


"Hmmm, karena dia nggak minta kan. Dia sendiri yang bilang nggak suka dikejar. Setelah Aku pikir-pikir, Kay tipe cowok yang nggak suka direndahkan. Jadi, jika dia suka maka dia akan berinisiatif sendiri. Karena itu, Aku menunggunya yang meminta langsung kepadaku." Tutur Chia.


"Kamu bahkan sudah dihina dan dicaci loh, masih saja suka. Gila sih...." Ujar Ria.


"Nggak papa, suatu saat dia juga akan melihat kearahku." Jawab Chia percaya diri.


"Terserah kamu dah. Capek nasihat orang yang sedang jatuh cinta." Ucap Naina.


...----------------...


Seperti kata Chia bahwa dia akan memberikan perhatian kepada Kay, namun secara sembunyi-sembunyi. Karena Kay tidak suka cara Chia yang terang-benderang. Apapun yang Kay lakukan tidak lepas dari jangkauan penglihatan Chia.


"Ton, ini algoritma untuk soal nomor 3. Kamu kasih ke Kay yah! Kamu juga bisa lihat. Tapi, jangan bilang dari Aku yah." Chat Chia kepada Anton.


"Okay." Balas Anton.


Saat ini sedang praktek di lab komputer. Mereka diberikan quis membuat algoritma dan pemrograman. Yang lain sudah keluar, Chia keluar pertama setelah itu dia memperhatikan Kay dibalik pintu.


Chia sudah memberikan arahan kepada Anton untuk duduk didekat Kay. Dengan demikian, Chia lebih leluasa membantu Kay tanpa sepengetahuan dari Kay sendiri.


"Nomor berapa lagi yang Kau belum kerjakan?"


"Nomor 5, membuat flowchart." Balas Anton.


"Itu gampang saja, Aku kirim gambarnya tapi sedikit kalian modifikasi yah." Balas Chia.


Anton dan Chia terus saling berkomunikasi sampai Kay selesai menjawab semua quis. Chia merasa lega saat Kay mengumpulkan kertasnya.


...----------------...


Tidak hanya itu, disetiap mata kuliah. Chia akan memohon kepada Aris atau Anton agar duduk dekat dengan Kay. Dengan begitu Chia dapat lebih mudah membantu Kay. Anton dan Aris secara bergantian duduk dekat dengan Kay.


Jika ada pelajaran yang sulit dipahami. Maka, Aris dan Anton segera memberitahukan kepada Chia. Setelahnya, Chia akan membantu melalui perantaranya Aris dan Anton.


Chia terus melakukan hal itu sampai dua tahun berturut-turut. Chia tidak masalah jika Kay tidak mengetahui betapa besarnya effort yang diberikan Chia untuk mendapatkan hatinya Kay. Namun, Chia tidak mau Kay mendekatinya hanya karena kasihan atau iba.