
"Kamu mau makan apa?" Tanya Kay.
"Hmm, dicoba semua aja kali yah. Gimana?" Tanya Chia balik.
"Kamu sanggup habisin nggak? Ntar kalau dibuang kan mubasir." Sahut Kay.
"Enggak, kita beli porsinya dikit aja jadi bisa deh dicoba dan dihabisin, nggak mubasir kan." Ujar Chia.
"Ya udah kalau gitu, kamu mau beli yang mana saja?"
"Hmm, Aku beli rujak, gado-gado, sate, bakso, kamu beli minuman sama terserah mau beli apa lagi. Tapi, bilang porsinya dikit aja." Jelas Chia.
"Oke deh." Jawab Kay.
"Ya udah jalannya mencar aja, Aku kesana kamu kesana. Oke let's go." Ucap Chia.
"Kenapa nggak sama-sama aja?" Tanya Kay.
"Biar cepat tahu. Udah ayok buruan." Tukas Chia.
Chia dan Kay pun berpencar, mereka membeli jajanan yang dijual disekitar pantai itu. Chia sangat bersemangat karena dia juga sudah sangat lapar.
Beberapa menit kemudian, Kay sudah membeli apa yang dia mau beli. Sementara, Chia masih sibuk mengantri rujak yang antriannya sangat panjang. Setelah menunggu agak lama akhirnya pesanan Chia sudah jadi.
Chia pun bergegas mengambil pesanannya itu. Setelah itu, Chia berjalan mendekati gerobak penjual bakso untuk memesan bakso.
Selagi menunggu pesanan baksonya dibuat, Chia menunggu di bangku yang telah disediakan.
"Hay, sendiri yah?" Sapa seorang pria.
Chia hanya mengangguk dan tersenyum ramah.
"Pesan bakso juga?" Tanya Pria itu lagi.
Lagi-lagi Chia hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan pria itu.
"Btw, boleh kenalan? Namaku Jo, Jonathan lebih tepatnya." Ucap pria yang bernama Jo itu yang menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chia.
Chia melihat tangan Jo yang sudah berada didepannya. Chia menatapnya sementara namun dengan ramah menjabat tangan Jo itu.
"Chia." Ucap Chia.
"Oh Chia, namanya cantik persis dengan orangnya." Ucap Jo.
Mereka pun saling bercakap-cakap hingga pesanan bakso Chia siap.
Chia pun berdiri untuk pergi, namun dicegat oleh Jo.
"Kamu bisa bawa itu, sepertinya tangan kamu sudah full mau Aku bantu?" Tanya Jo.
"Oh, boleh kalau tidak merepotkan." Ucap Chia.
Jo pun membantu membawa beberapa jajanan milik Chia.
Kay sedang menunggu Chia sembari melihat-lihat gambar yang ada di kameranya. Melihat Chia dari kejauhan berjalan bersama seorang pria. Kay pun langsung menghampiri Chia.
"Kamu beli apa saja? Kok lama?" Tanya Kay.
"Aku beli ini, ini, ini trus itu itu itu." Jawab Chia menunjuk jajannya.
"Dia siapa?" Tanya Jo.
"Oh, dia Kay. Tadi kamu tanya Aku sama siapa kesinikan? Ini dia orangnya yang datang bersama denganku." Ucap Chia.
"Oh." Ucap Jo.
Kay pun meminta jajanan yang dibawa oleh Jo agar diserahkan kepadanya. Setelah itu, dia mengungkapkan terimakasih karena sudah membantu Chia.
"Terimakasih yah." Ucap Chia.
Kay pun menarik Chia dan meninggalkan Jo yang masih berdiam diri ditempatnya.
"Kamu kenal pria itu?" Tanya Kay.
"Iya." Jawab Chia.
"Temanmu? Teman sekolah? Atau Teman komplek?" Tanya Kay.
"Enggak, Aku baru kenalan tadi pas beli bakso." Jawab Chia.
"Baru kenal? Lain kali nggak boleh kayak gitu. Kalau dia punya niat jahat sama kamu gimana?" Tanya Kay.
"Oh, nggak boleh yah?"
"Iya nggak boleh, kamu tuh cewek tahu."
"Oh, ya udah lain kali enggak lagi deh." Ucap Chia tersenyum.
"Tadi pas kamu bicara sama pria bernama Jo tadi, kamu senyum juga nggak?" Tanya Kay.
"Iya."
"Lain kali jangan senyum sama orang lain, apalagi sama pria."
"Oh yah? Kenapa?"
"Pokoknya tidak boleh, kamu seperti menggoda mereka dengan senyummu tahu."
"Oh yah? Ya ampun gitu yah jadi Aku kalau senyum seperti wanita penggoda?"
"Hmm, berarti kamu keren deh. Soalnya nggak tergoda sama senyumanku. Jadi, aku harus berjuang keras deh buat kamu jatuh hati." Ucap Chia sembari meletakkan makanan yang dibawahnya.
Kay hanya terpaku terdiam mendengar apa yang Chia ucapkan.
"Kamu kenapa masih berdiri? Ayok kita makan Aku sudah lapar tahu. Kamu beli apa aja?" Tanya Chia.
Kay pun tersadar dan bergegas duduk disamping Chia.
"Nih, Aku beli air mineral, es kelapa muda, es buah, ice cream, jagung bakar, sosis bakar dan pentol." Jawab Kay.
"Banyak banget, kata kamu jangan mubasir."
"Iya, Aku juga cuman beli masing-masing satu doang. Trus porsinya juga Aku bilang penjualnya kurangi aja. Karena kamu cuman mau icip doang."
"Oh iya? Ih, soswiet deh. Kalau kamu kayak gini Aku sampai mikir kamu udah jadi milik Aku tahu. Oh, mau makan yang mana dulu?"
"Hmmm, terserah kamu aja."
"Ice Cream dulu kali yah, takutnya mencair."
"Ya udah, nih." Ucap Kay.
Mereka pun menikmati makanan yang sudah mereka beli.
Chia melirik sekeliling jajanan yang ada dengan mulutnya yang penuh. Sangat terlihat karena pipinya mengembang. Dia seperti mencari sesuatu didalam perkumpulan jajanan yang ada didepan mata.
"Kamu nyari apa?" Tanya Kay.
Chia cepat-cepat menelan makanan yang ada didalam mulutnya, lalu menjawab pertanyaan Kay.
"Kamu hanya beli air mineral 1?" Tanya Chia.
"Iya, Aku kan bilang tadi cuman beli masing-masing satu." Ucap Kay.
Chia menatap wajah Kay dengan tatapan keheranan.
"Tapi, nggak air mineralnya satu juga. Itu adalah penyelamat kita saat keselek dan paling penting dalam proses makan." Oceh Chia.
"Ya tahu, tapi apa hubungannya dengan cuman satu."
"Ada hubungannya, inikan cuman satu. Pertanyaannya air itu punya kamu atau Aku?"
"Ya elah, kalau mau minum, minum aja."
"Terus kamu gimana?"
"Yah tinggal minum, eh oh iya yah."
"Kan baru nyadar. Nah, kamu mau beli lagi atau kita berbagi bersama nih. Berbagi bersama pun tidak masalah Aku yang sangat diuntungkan." Ucap Chia.
"Hmmm..." Sahut Kay.
Kay pun membuka tutup botol air mineral itu dan memberikan kepada Chia.
Mereka melanjutkan makannya, sembari Chia terus menggoda Kay dengan ucapannya.
Setelah makan, mereka bermain sejenak hingga matahari terbenam.
Setelah puas bermain dipantau mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
"Kita kemana lagi?" Tanya Kay.
"Enggak tahu, kan kata kamu mau ajak Aku jadi Aku ikut kamu kemana saja kamu pergi." Ucap Chia.
"Ya udah nyari cemilan di mall aja gimana?"
"Okey, siap."
Kay dan Chia melanjutkan perjalanan ke mall. Disana Kay dan Chia membeli beberapa macam snack.
"Eh, ada boneka panda tuh." Ucap Kay.
"Oh iya." Jawab Chia.
"Gitu doang jawabnya?"
"Lah, terus Aku harus jawab apa?"
"Kamu kan suka boneka panda."
"Itu dulu, sekarang udah enggak. Soalnya, Pacarmu Nadin sudah merebutnya dariku." Sarkas Chia.
"Siapa yang pacaran sama Nadin."
"Pokoknya, Aku dah trauma sama boneka titik."
"Iya iya."
Mereka pun membeli semua yang mereka inginkan. Sudah puas berbelanja mereka pun menyudahi jalan-jalan mereka dan pulang.
Kay mengantar Chia pulang kerumahnya. Setelah turun Chia tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Kay, karena hari ini dia sangat bahagia sekali.
"Sampai jumpa dikampus besok." Ucap Chia melambaikan tangan.
Kay pun tersenyum dan kemudian pergi setelah memberikan salam kepada Chia.