
Hari ini Aku dan Tante menghabiskan waktu berdua dirumah saja. Adam dan Nana sedang berada disekolah mereka masing-masing. Kak Archi dan Om sedang bekerja. Tinggalah Aku dan Tante. Tante sedang asik menonton sinetron bollywoodnya alias sinetron India yang sering ditayangkan oleh salah satu chanel stasiun TV yakni ANTV. Aku pikir hanya Ibuku saja yang menyukai sinetron India ternyata semua ibu-ibu menyukai sinetron India. Cara mereka mengekspresikan diri saat menonton pun sama, kadang mereka senyum-senyum kegirangan, kemudian tertawa hingga terbahak-bahak setelah itu mereka mengomel panjang lebar dan mencaci maki pemain dalam sinetron tersebut. Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Ibu-ibu negaraku ini.
Walaupun demikian, terkadang Aku juga ikut bergabung menikmati siaran tersebut jika aku sedang gabut. Rumah Tante saat siang hari sangat ramai, dipenuhi ibu-ibu para tetangga. Apalagi yang mereka lakukan kalau bukan nobar sinetron India, pemain sinetron itupun tidak lepas dari gunjingan para ibu-ibu ini. Mereka sebenarnya memiliki TV masing-masing dirumah. Namun, mereka lebih senang jika nonton bersama. Kata mereka lebih seru jika nontonnya ramai-ramai suasana akan lebih menyenangkan.
Sementara, Tante sedang nonton. Aku pun rebahan dikamar. Aku lagi tidak mood untuk bergabung dengan para Tante tersebut. Sudah lama Aku tidak memegang ponselku. Hari ini aku ingin bermalas-malasan dan memainkan ponselku.
Ponsel sudah berada ditangan, Aku mengatifkan fitur data internet. Baru juga Aku aktifkan, ponselku sudah seperti manusia yang kerasukan. Terus bergetar dengan ribuan notifikasi. Ada puluhan panggilan tak terjawab baik telpon biasa maupun telpon WhatsApp. Tidak hanya itu ada juga panggilan video call. Serta ribuan chat dan pesan masuk. Kira-kira sudah berapa Minggu Aku tidak memegang ponselku ini. Hingga bisa mendapatkan notif sebanyak ini.
Aku cek satu persatu, untungnya tidak ada panggilan dari keluargaku. Aku dan keluargaku memang tidak terlalu sering berkomunikasi, tetapi bukan karena kami marahan atau sebagainya. Karena Aku memang memiliki sikap yang dingin terhadap satu sama lainnya. Kami akan saling berkomunikasi jika ada hal penting saja. Tapi, mereka tahu Aku sedang berlibur jadi tidak terlalu mengkhawatirkan Aku. Palingan juga kak Archi yang sering menginfokan ke mereka jika aku baik-baik saja. Karena Kak Archi yang sering berkomunikasi dengan keluargaku, baik dengan Ibu ataupun kakak dan adikku.
Omelan, sindiran dan ocehan yang kudapat dari chat yang masuk. Yah, itu dari sahabat-sahabatku. Pesan mereka membuatku tertawa sendiri. Aku pun membalas chat mereka dan mengirimkan stiker tertawa digroup kami.
"Nah, baru muncul nih anak." Balas Ria
"Iya nih, menghilang entah kemana" Balas Uta
"Kenapa kalian rindu yah padaku." Balasku
"Rindu pala kau🙄. Kamu yah nggak ngabarin kami. Kami kira kau sudah beda alam tahu😤. Mana berangkatnya pas lagi patah hati lagi😑. Kan kami pikirnya aneh-aneh 😒." Balas Naina
"Hahahaha, iya iya sorry. Aku kemarin ke desa, di desa nggak ada jaringan internet jadi Aku nggak bisa deh ngabarin kalian." Balasku
"Healingnya nggak bilang-bilang lagi." Balas Ria
"Aku bilang kok ke Naina, trus sempat juga ngajak Uta." Balasku
"Iya kamu emang bilang mau berangkat, tapi nggak bilang waktunya kapan." Balas Naina
"Iya benar tuh. Kan kami bisa ngantarin kamu ke pelabuhan." Balas Uta
"Kamu naik kapal yah? Kenapa nggak pesawat aja?" Balas Ria
"Biar healingnya lebih kerasa sih. Biar bisa lihat lumba-lumba yang kawai ditengah laut🤭. Lagian, kalau pesawat Aku kan sudah pernah jadi pengen cobain naik kapal." Balasku
"Ih, nggak ngajak Aku😏." Balas Ria
"Jadi ini perdana kamu naik kapal dan healing sendiri yah... Wah, seru sekali." Balas Uta
"Iya dong... Aku dah dewasa bisa berangkat sendiri😌." Balasku
"Trus, kamu berangkat jam berapa diantar siapa?" Balas Naina
"Aku berangkat jam 7 pagi, 8 jam deh diatas kapal. Coba tebak siapa yang antar Aku?🤣"
"Siapa?" Balas Ria dan Uta
"Jangan bilang Ian." Balas Naina
"Anda tidak pernah salah, detektif Naina😌." Balasku
"Hah, kok bisa? Padahal, kamu berangkat karena dia🙄." Balas Ria
"Yah, gitulah. Ibu Aku yang minta dia antarin Aku. Aku nggak mau tapi mau bagaimana lagi. Diantar sama dia juga Aku nahan kesal loh. Kek wah pengen ngejambak banget tuh orang😤." Balasku
"Mana dia pake nanya kenapa kamu berangkat? Dengar ucapannya itu pengen deh aku teriak, yah karena malas lihat mukamu lah😑." Balasku lagi.
"Gila yah tuh orang." Balas Ria
"Trus tahu nggak, masa diatas kapal dia ngomong mau kembali bersamaku😌."
"Hah, yang benar. Is jijik amat tuh orang." Balas Ria
"Trus kamu jawab apa? Awas yah kalau kamu bilang Iya. Ku jitak kepala kau🙄." Balas Naina
"Baguslah kalau gitu." Balas Naina
Aku pun menghabiskan waktu untuk membalas pesan chat satu persatu, sembari membalas pesan sahabat-sahabat ku yang terus mengomeliku, membully dan juga tidak lupa dengan gosip terbaru yang sudah mereka ingin ceritakan kepadaku.
Aku men-scroll perlahan mencari chat dari satu nama yang pasti sudah bisa ditebak yakni chat dari Ian. Namun, dia sama sekali tidak mengirimkan pesan untukku. Bukannya Aku berharap dia mengirimkan Aku pesan namun setelah mengatakan ingin kembali kepadaku saat dikapal, aku pikir dia akan menghubungi lagi untuk memastikan jawabanku namun ternyata tidak. Dia hanya mengatakan sesaat perasaannya. Dasar laki-laki buaya rawa. Untung saja perasaanku benar-benar sudah sirna. Untung saja Aku belum terlalu dalam menyimpan perasaan padanya.
Setelah menghabiskan waktu di WhatsApp, Aku pun berpindah ke aplikasi Instagram. Sudah lama Aku tidak melihat video-video lucu disana.
Saat Aku membuka aplikasi Instagram. Notifikasi juga banyak yang masuk. Ada beberapa permintaan pertemanan dari teman-teman kuliahku, bahkan ada teman SMA juga. Aku mengkonfirmasi satu persatu. Banyak permintaan dari cowok teman kelasku. Jika, Aku masih bersama Ian. Mungkin dia akan cemburu jika aku menerima permintaan pertemanan ini. Namun, Aku sudah tidak bersama dia. Dan aku juga tidak mungkin menghapus permintaan tersebut.
"Oke, konfirmasi yup sudah terakhir tinggal oh Sandi juga ada oke konfirmasi, beres deh." Ucapku meng-klik semua notif permintaan pertemanan.
Setelah itu, Aku melihat group yang kami buat di Instagram untuk saling mengirim video-video receh. Beberapa minggu ini mereka terus mengirim banyak video yang lucu-lucu, selain itu video masakan tidak luput mereka kirim.
Saat sedang menonton video yang sahabat-sahabatku kirim, tiba-tiba ada notifikasi permintaan pertemanan lagi. 'Kayyan Husain' nama yang tertera diberanda notifikasi permintaan pertemanan. Sebelum mengklik konfirmasi Aku pun mengecek feed miliknya. Dia sudah meng-upload banyak foto miliknya. Aku melihat satu persatu. Sepertinya dia sedang liburan di kota E. Aku pun kembali mengkonfirmasi permintaannya. Setelah itu, Aku terus men-scroll beranda feed miliknya. Aku tidak tahu kenapa Aku melakukan itu, padahal yang lain Aku hanya mengkonfirmasi tanpa melihat beranda milik mereka.
"Kay, di kota E yah. Kata orang barang-barang di kota E murah-murah yah. Gimana kalau Aku nitip aja di dia. Kebetulan ada barang yang Aku inginkan." Ucapku.
"Tapi, kalau Aku tiba-tiba ngomong mau nitip kan nggak enak." Ocehku lagi.
Waktu itu Aku sempat menjaga jarak dari Kay, karena Ian yang sangat pencemburu. Jadi, akan sangat canggung jika Aku tiba-tiba sok akrab dengannya.
"Nggak papa, Aku kan cuman mau nitip. Toh, Aku kan ganti uang dan juga ngasih lebih uang kan." Batinku
"Tapi, masa Aku chat duluan sih. Aku nggak pernah ngirim pesan ke orang duluan. Haiss, kenapa Aku begitu menyebalkan sih." Ocehku
Akhirnya Aku mengurungkan niat untuk mengirim pesan ke Kay. Aku melanjutkan men-scroll feed instagram milikku.
Tiba-tiba saja ada yang mengirimkan feed instagram kepadaku. Tidak menyangka pesan itu dari orang yang sejak tadi ingin ku 'dm'. Yang benar saja, apakah Tuhan sedang membantuku. Coba deh Aku lihat apa yang dikirim. Video kucing yang imut. Tunggu-tunggu dia juga mengirim pesan kalimat kepadaku. Wah, apakah Tuhan sedang membuktikan kebesaranNya kepadaku.
"Cie, baru online. Lama nggak ada kabar yah."
"Hehehe, iya. Aku lagi di luar kota." Balasku
"Liburan yah, pantas jarang lihat kamu dengan teman-temanmu." Balas Kay
"Iya, kamu juga kan liburan. Itu aku lihat kamu di kota E yah?" Balasku
"Iya. Kami liburan sama siapa? Sama Ian yah?" Balas Kay
"Mmm, Aku sendiri. Aku dan Ian sudah tidak bertunangan lagi. Kami sudah lepas ikatan." Balasku
"😯😬😞, Sorry Aku nggak tahu. Kenapa sampai bisa gitu?" Balas Kay
"Ada sedikit masalah, jadi yah intinya sudah tidak bisa bersama lagi." Balasku
"Oh, gitu. Oke oke." Balas Kay
"Mmmm, Kay. Aku boleh minta tolong nggak?" Balasku
"Minta tolong apa?" Balas Kay
"Kamu kan lagi di kota E yah? Aku bisa minta tolong cariin Aku barang. Aku nitip nanti kalau balik ke kota A, Aku ganti deh uangmu." Balasku
"Oh, okey kalau Aku ke toko trus lihat apa yang kamu pesan Aku belikan deh." Balas Kay
"Wah, makasih." Balasku
"Iya." Balas Kay
Aku dan Kay saling nge-Dm hingga waktu berlalu dan sekarang sudah sore. Aku pun meletakkan ponselku, dan bersiap untuk membersihkan badan.