
Aku keluar dari toilet dengan perasaan benar-benar lega. Badanku terasa ringan, perutku yang tadinya melilit kini menjadi kian membaik.
Aku tidak kembali kekamar tetapi langsung menuju dapur. Karena ini sudah pagi, semua orang juga sepertinya sudah ada didapur. Bagaimana Aku tahu bahwa orang semua ada didapur? Yah, karena aku mendengar suara gelak tawa.
Aku tiba didapur, semua orang kemudian menoleh kearahku dan tiba-tiba saja melanjutkan tawanya.
"Chia, nggak papa?" Tanya Tante yang melihat kedatanganku.
"Nggak papa kok, Tan." Jawabku
"Minta maaf sana sama Kak, Chia!" Titah Tante kepada Bombom
"Kak Chia, maaf. Bombom nggak sengaj." Tutur Bombom dengan wajah unyu dan polos miliknya.
"Iya, nggak papa." Jawabku
"Uhhh, makanya diet dong Bom!" Teriak Nana
"Iya nih, minum es terus sampe badannya sudah kelewatan lebih dari lebar pintu. Jajan terus yah kamu. Nanti nggak bisa keluar lewat pintu." Ujar Tante sembari menjewer telinga BomBom.
Sementara, Tante menceramahi BomBom. Faris terus saja cekikikan melihat ponselnya.
"Ma, lihat wajah Chia." Menunjukkan ponselnya kepada Tante.
Nana dan BomBom yang juga penasaran pun bergegas melihat foto yang ditunjukkan.
"Wajahnya menjadi merah kek tomat yah." Seru Faris yang kemudian melihatku dan menertawakan diriku.
Tante yang berdiri disampingnya tiba-tiba menghantam kepala Faris dengan centong nasi yang sejak tadi beliau pegang.
"Bom...." Suara tubrukan antara centong nasi dan kepala Faris
"Mamaa..." Teriak Faris
Aku, Nana, dan Bombom seketika tertawa melihat kejadian tersebut. Faris kemudian mengelus kepalanya yang diketok itu.
"Kamu yah, nggak langsung tolongin malah difoto dan videoin." Ujar Tante.
"Tahu tuh, orang lagi kesakitan juga. Noh, rasakan bleeee..." Ucapku yang kemudian menjulurkan lidah kepada Faris
"Sudah kalian sarapan dulu." Lanjut Tante
Kami pun duduk dikursi masing-masing dan menikmati makanan yang dihidangkan diatas meja. Kebiasaan warga dikota ini adalah sarapan menggunakan kue-kue tradisional, bubur kacang ijo, nasi goreng ataupun nasi kuning. Aku sangat senang menikmati kue tradisional karena dikotaku pun aku sarapan kue tradisional yang Ibu beli dikios dekat rumah. Jadi kangen rumah deh, ucapku dalam benak.
"Ma, tahukan menantunya Tante Lia?" Tanya Faris
"Tahu, si Winda kan." Jawab Tante
"Iya, dia. Semalam katanya dia melahirkan tetapi bayinya langsung meninggal."
"Inalillahi." Ucap Tante
"Truskan Ma, anaknya itu pas dikeluarkan katanya nggak punya kepala. Bagian kepalanya tuh kosong loh, Ma."
"Astaghfirullah, kenapa bisa seperti itu."
"Kata orang-orang itu karena suaminya yang bunuh kucing pas si Winda lagi hamil." Tutur Faris.
"Yah, memang kalau istri lagi hamil tuh nggak boleh sembarangan. Banyak pamalinya kata orang tua dulu. Duh, kasihan sekali si Winda." Ucap Tante
"Memang si Farhan itu, sudah diperingati sama Mamanya pun tidak didengar. Kucing juga mau dibunuh, karmakan." Lanjut Faris
Aku yang mendengar percakapan itu sedikit berpikir bahwa perkataan orang dikota sangat benar terkait kepercayaan orang-orang yang ada didesa terkait mitos yang beredar. Tidak hanya didesa banyak juga orang-orang yang dikota masih membawa mitos itu.
"Oh iya, mendengar cerita ini. Aku teringat satu kasus yang pernah guru SMA aku jelaskan. Bahwasanya, ada beberapa Ibu yang melahirkan anak-anak dalam keadaan cacat, salah satunya adalah cacat anencephaly." Tuturku yang mulai mengikuti percakapan antar Faris dan Tante.
"Anencephaly itu apa?" Tanya Nana
"Anencephaly itu merupakan kasus yang sering ditemukan dan bersifat letal atau mematikan dengan kondisi kelainan tidak terbentuknya tempurung kepala sejak dari dalam kandungan. Kasus ini sama seperti bayi yang diceritakan Faris tadi. Bayi yang lahir itu tidak memiliki tempurung kepala. Hal ini terjadi akibat tidak terbentuknya absence dari batok kepala atau kranium dan struktur diatas level dari tulang kepala dan bola mata atau orbita. Bayi akan terlihat seperti katak. Coba deh perhatikan mayat bayi tersebut, mata dan hidungnya berdekatan seperti struktur wajah katak." Ucapku menjelaskan kasus yang sama dengan kematian bayi yang diceritakan Faris.
"Hal ini karena ada faktor yang mempengaruhi, setelah diteliti oleh para ahli diketahuilah bahwa penyebab kelainan anencephaly ini karena kekurangan asam folat dimana asam folat ini sangat penting untuk proses terjadinya pada selubung saraf sejak janin dalam kandungan. Tidak hanya itu, penyebab lain seperti makronutrien, atau sang Ibu adalah pecandu alkohol, rokok, atau memiliki penyakit semacam obesitas, infeksi, penyakit gula juga dapat mempengaruhi rentan terjadi anencephaly pada janin. Prognosis dari anencephaly 100 persen letal dalam kehidupan pertama, dan satu hari dalam kehidupan pertama akan berakhir kematian. Dan hingga saat ini tidak ada standar terapi untuk kasus anencephaly karena memang sangat fatal." Lanjutku
"Karena itu, bayi bisa saja langsung menghembuskan nafas terakhirnya baik masih dalam kandungan, atau saat pertama kelahiran. Namun, ada kasus yang pernah terjadi bahwa ada bayi anencephaly yang hidup lebih lama namun kemudian meninggal pada usia tertentu, hal itu merupakan kasus langkah dan hanya satu dari seribu bayi pengidap anencephaly yang bisa hidup lebih dari seminggu." Ucapku lagi.
"Jadi, tidak ada hubungannya antara membunuh kucing dengan bayi yang terlahir cacat. Bisa dibilang itu hanya mitos dari sudut pandang penjelasan ilmiah. Akan tetapi, memang karma Tuhan itu berlaku pada setiap makhluk yang menyakiti makhluk lain. Mungkin juga itu adalah peringatan Tuhan kepada suami istri tersebut untuk saling mencintai makhluk ciptaan Tuhan." Jawabku yang membantah mitos namun tetap mempertahankan akhlak.
Semua yang ada didunia ini memiliki sebab dan akibat. Budaya yang turun temurun seperti mempercayai mitos memang sangat fatal jika tidak dijelaskan dengan ilmu. Namun, ilmu tidak harus digunakan untuk menghancurkan budaya secara langsung.
"Karena itulah, sebaiknya saat mengandung. Wajib bagi Ibu hamil untuk senantiasa rutin memeriksakan kandungannya. USG kandungan bukan hanya untuk melihat jenis kelamin bayi. Tetapi, juga untuk memperhatikan perkembangan bayi dari janin hingga menjadi manusia. Apabila ditengah-tengah perkembangan janin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka dokter akan memberitahukan kepada Ibu si calon bayi. Untuk mengambil langkah pencegahan." Lanjutku
"Kak Chia, keren deh. Sudah kayak dokter saja." Ucah Nana
"Tidak juga, kebetulan saja Kakak pernah mendengar kasus ini. Jadi, Kakak bisa menjelaskan seperti tadi. Kasihan juga kalau menjadi Ibu dari bayi tersebut, dia sudah sangat terpukul kehilangan anaknya dan anaknya juga dalam keadaan tidak normal seperti bayi lainnya. Jika, mitos tersebut terdengar olehnya maka akan mempengaruhi mental si Ibu. Ada baiknya menjaga kewarasan seseorang." Lanjutku.
"Iya, benar juga." Ucap Tante
Budaya adalah hal yang harus dipertahankan oleh suatu negara. Namun, budaya yang dapat mempengaruhi orang lain dan dapat merusak sebaiknya dihindari namun dijelaskan secara detail dan dibekali dengan ilmu agar orang-orang juga dapat memahami bahwa terkadang ada mitos yang tidak harus benar-benar dipercayai. Yah, walaupun sebagian besar mitos sebenarnya tidak benar. Tetapi, kita tidak bisa memaksakan kebenaran kepada orang-orang yang masih mempertahankan tradisi tersebut. Jelaskanlah secara perlahan dan dengan kelembutan seperti itulah pendapatku untuk mengatasi mitos yang sangat merugikan.