
Setelah menikmati bakso yang sudah mereka pesan. Chia pun berjalan mendekati Naina, Ria dan Cherly. Masih dengan adegan yang sama dimana Kay, Alif dan Ian mengikuti Chia. Bahkan, Chia sudah pasrah dan membiarkan mereka bertiga mengikutinya.
"Bodyguardnya tiga yah Bund." Sapa Ria.
"Dahlah, capek Aku tegur. Mau kemana lagi nih?" Tanya Chia.
"Keliling-keliling aja yuk." Sahut Ria.
Mereka pun kompak menganggukkan kepala. Mereka akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar pantai.
Berjalan menyusuri tepi pantai, menikmati pemandangan. Tidak lupa dengan aktivitas selfie dan foto-foto untuk mengabadikan diri.
"Haus yah." Ucap Naina.
"Iya nih." Sahut Ria.
"Duh, males lagi beli air disana, muter lagi deh." Oceh Cherly.
"Chi." Panggil Naina.
"Iya?"
"Kamu haus nggak?" Tanya Naina.
"Hmm, kenapa emang?" Tanya Chia balik.
"Kamu haus nggak, jawab aja iya atau enggak." Cicit Naina.
"Iya lumayan. Kenapa?" Tanya Chia.
"Wah, kebetulan karena kita sama-sama haus. Minta bodyguardmu tolong beliin minum dong." Tutur Naina.
"Ih, enggak mau. Kalian bilang aja sendiri." Bantah Chia.
"Enggak maksudnya kami nitip uang mereka beliin gitu." Jelas Cherly.
"Iya tahu, tapi kenapa harus Aku yang bilang, kalian sendiri ajalah yang bilang." Tutur Chia.
"Kalau kamu yang minta pasti mereka nggak bakal mau." Ucap Ria.
"Tapi, bilangnya gimana?" Tanya Chia.
"Bilang aja tolong beliin minum dong." Tutur Ria.
"Ih, enggak enak tahu. Kenapa tidak kalian beli sendiri aja." Ujar Chia.
"Capek loh balik lagi." Tutur Cherly.
Chia pun menoleh melihat ketiga teman cowoknya itu. Kembali menatap teman-temannya dengan ekspresi lemah tak berdaya.
"Duh, ha....us yah..." Ucap Chia terbata-bata.
Naina, Cherly dan Ria menahan tawanya saat Chia memberikan kode.
"Kamu haus yah, Aku beliin minum mau?" Ucap Alif yang merespon dengan cepat.
"Duh, nggak usah repot-repot. Nanti Aku sama mereka yang kesana aja." Ucap Chia basa-basi.
"Kalian mau minum apa? Kebetulan Aku juga mau beli sesuatu." Ujar Ian.
"Oh yaudah kami nitip yah." Jawab Cherly cepat.
"Iya, boleh." Sahut Ian.
Mereka pun menyebutkan pesanan mereka masing-masing.
"Kamu bisa bawain semua gitu nggak? Mau Aku bantuin?" Tanya Chia.
"Nggak usah kamu tunggu saja disini, nanti Aku yang bantuin." Tawar Alif.
"Oh, yaudah kalau gitu. Terimakasih yah." Ucap Chia.
Ian dan Alif pun pergi meninggalkan Chia dan yang lainnya.
"Kita ke sana dulu yuk, sekalian nunggu mereka." Ucap Ria.
Ria, Naina dan Cherly pun pergi ketempat yang Ria tunjuk. Sementara, Chia masih mencari kerang yang dia kumpulkan sejak menyusuri pantai tadi. Kay juga terus mengikuti Chia mencari kerang.
"Kalian lihat nih Aku nemuin Spongebob loh." Ucap Chia girang.
Namun, saat berbalik teman-temannya sudah tidak ada.
"Lah, mereka kemana?" Tanya Chia bingung.
"Sana tuh." Jawab Kay.
"Sejak kapan mereka pergi?" Tanya Chia.
"Sejak kamu sibuk mencari kerang." Jawab Kay.
"Trus, kamu kenapa masih disini." Tanya Chia lagi.
"Terserah Aku dong." Jawab Kay.
"Dih, Aku cuman nanya doang nge-gas amat jawabnya." Oceh Chia.
Chia kembali mencari kerang, dan memasukkan ke plastik yang dia tenteng sejak tadi.
"Nih, Aku dapat rumah Jinny versi kecil loh." Ucap Kay.
"Mana?" Chia menoleh dengan cepat.
"Nih." Ucap Kay menunjukkan kerang yang dia temukan.
"Wah, iya. Buat Aku boleh?" Tanya Chia.
"Iya, nih." Ucap Kay.
Chia pun memasukan kerang itu kedalam plastik lagi.
"Nanya apa?"
"Kamu dan Alif benaran udah jadian?"
"Menurut kamu?"
"Nggak tahu, makanya Aku tanya."
"Kelihatannya Aku dan dia seperti apa?"
"Hmm, sepertinya kamu tidak menolak dia."
"Yah, kalau kamu pikirnya seperti itu, yaudah sesuai pikiran kamu."
"Ha? Maksudnya?"
"Dahlah, Aku mau nyari kerang lagi." Ucap Chia membalikkan badan.
Kay dengan cepat menarik tangan Chia, hingga Chia kembali menghadap Kay.
"Kamu belum jawab pertanyaanku." Ucap Kay.
"Kamu mau Aku jawab seperti apa?" Tanya Chia balik.
"Kenapa kamu terima?" Tanya Kay.
"Suka-suka Aku dong, mau terima atau enggak." Ucap Chia.
"Benarkah? Apakah kamu suka membuat baper semua pria, setelah itu kamu mencari yang lain lagi?" Tanya Kay.
"Kamu ngomong apa sih?" Ucap Chia.
Tiba-tiba saja Ian dan Alif datang menghampiri mereka.
"Cuman kalian berdua? Yang lain kemana?" Tanya Alif.
"Tuh, disana jawab Chia."
"Terus kalian berdua ngapain?" Tanya Ian.
"Oh, kita lagi bahas kerang. Mana minumanku, yang ini yah? Makasih yah." Ucap Chia sembari mengambil minumnya dan pergi ke arah teman-temannya.
Alif, Ian dan Kay mengikuti Chia dari belakang.
...----------------...
Setelah menyusuri pantai, mereka kembali berkumpul dengan teman-teman mereka yang tadinya sibuk kesana kemari dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Kalian darimana?" Tanya Yeni.
"Jalan-jalan aja." Jawab Alif.
"Eh, pesanan apa kek. Aku lapar nih." Ucap Sari.
"Pesan sate aja biar dapat nasinya." Ucap Via.
"Gado-gado juga enak deh." Jawab Sari.
"Udah, pesan semua aja trus kita makan bareng-bareng, saling icip-icip gitu." Ucap Anton.
"Iya, kalian yang cowok tolong dong."
Mereka pun bergegas memesan makanan dan minuman untuk menghilangkan rasa lapar dan haus mereka.
"Chia?" Panggil Alif.
"Iya." Jawab Chia.
Alif pun menarik tangan Chia, dan menjauh dari teman-teman mereka.
"Aku mau jalan berdua dengan kamu aja." Ucap Alif.
"Oh." Jawab Chia.
Alif dan Chia pun jalan bersama, Alif mengajak Chia mencoba makanan yang ada.
Sementara itu, teman-temannya menyadari bahwa Chia dan Alif tidak bersama mereka.
"Chia kemana?" Tanya Yeni.
"Perasaan tadi ada disini." Jawab Anton.
"Oh, tadi Aku lihat dia ditarik sama Alif kesana." Jawab Via.
"Wah, si Alif gercep yah." Sahut Andi.
"Biasa pasangan baru." Ucap Bian disambut gelak tawa mereka.
...----------------...
Setelah menikmati waktu mereka dipantai hingga matahari mulai terbenam. Mereka dengan cepat mengabadikan diri dengan sunset yang sudah mereka nanti sejak tadi.
Masing-masing sibuk selfie dan juga foto bersama dibawa naungan awan jingga itu.
Setelah merasa puas mereka pun bersiap untuk pulang.
"Kapan-kapan lagi yah kita kayak gini." Ucap Yeni.
"Yah, tergantung kalau kita ada waktu." Sahut Anton.
"Iya, selain tugas menumpuk kita sudah masuk semester dimana kita akan semakin stress." Sahut Sari.
"Nah, itu dia." Sambung Aris.
"Udah berdoa aja semoga kita bisa kayak gini lagi." Ucap Sari.
Mereka pun masing-masing menuju motor meraka. Setelah membayar parkir, mereka pun bergegas pergi. Dan saling berpisah ditengah jalan karena tempat tinggal mereka yang berbeda jalur dan juga arah.