
"Kamu gimana cara mainnya, Aku coba kok susah yah." Tanya Chia.
"Hmmm, gimana yah. Kan cuman gerakin ini trus ambil dapat deh." Jawab Kay.
"Masa gitu doang?" Sahut Chia.
"Gini deh, sini aku ajarin. Kamu mau boneka yang mana?" Tanya Kay.
"Hmm, Grizzly aja."
"Okey, sini tangan kamu."
Chia memberikan tangannya kepada Kay, Kay meletakkan tangan Chia di pegangan untuk mencapit boneka. Kay berdiri dibelakang Chia dan menggerakkan tangan Chia dengan tangannya.
"Arahkan capitnya ke boneka yang kamu mau." Suruh Kay.
"Okey, kesinikan. Udah nih." Ujar Chia.
"Nah, biar Aku yang pencet tombolnya. Langsung kamu geser yah." Suruh Kay.
"Siap." Jawab Kay.
Seperti arahan Kay, Chia menggeserkan capit saat capit sudah menjepit kepala boneka. Dan mereka pun mendapatkan boneka itu.
"Yeayyyyy..." Sorak Chia girang.
Chia mengambil boneka yang telah didapatkannya itu, dengan spontan dia memeluk Kay. Kay hanya terdiam namun tetap membiarkan Chia memeluknya.
"Mampus apa yang Aku lakukan? Parah, gimana nih ah pasti Kay marah Aku memeluknya." Batin Chia yang tersadar dia telah memeluk Kay.
Chia menutup matanya karena malu dan bingung bagaimana sikapnya nanti saat melepaskan pelukannya.
Adit dengan cepat menarik Chia, Chia pun melepaskan pelukannya.
"Udah puas meluknya?" Tanya Adit.
"Eh, maaf Aku terlalu senang." Ucap Chia.
"It's okay." Jawab Kay.
"What? Ini benaran Kay kan? Kok dia nggak ilfil sama Aku? Kan tadi Aku udah meluk dia?" Batin Chia.
"Kamu mau coba lagi? Tuh masih ada Ice Bear, biar sepaket loh." Ucap Kay.
"Biar Aku yang coba." Ucap Adit.
Adit pun kembali mencoba mencapit boneka. Dia hanya terdiam memandang mesin capit itu sementara Chia dan Kay terus menunggunya.
"Kak kok cuman dilihatin doang?" Tanya Chia.
"Aku tunggu Harry Potter mengajariku." Ucap Adit.
"Pftttt, Aku pikir Kakak udah tahu triknya." Ucap Chia.
Kay pun memberikan arahan kepada Adit namun tidak seperti memberikan arahan kepada Chia yang mana Kay memegang tangan Chia untuk menggerakkan capit.
Sesuai arahan, Adit pun mulai mencapit boneka yang ditunjuk Chia. Akhirnya, Adit pun mendapatkan boneka itu.
"Dapat kak, Yeay..." Sorak Chia.
"Kan Aku juga jago sini peluk Aku." Tukas Adit.
"Dih, kupatahkan tangan kakak yah kalau meluk Aku." Ucap Chia.
"Ih, galak amat jadi orang. Masa cuman dia doang yang kamu peluk." Cicit Adit.
"I...tu..itukan Aku reflek. Apaan sih udah jangan bacot deh." Ucap Chia salting.
Adit menjitak kepala Chia, Chia yang meresakan sakit pun menendang kaki Adit. Seperti biasa mereka akan berantem lagi.
"Kalian sedang apa?" Tanya Nadin menghampiri Kay, Adit dan Chia.
"Nyobain mesin capit." Jawab Kay.
"Mereka kenapa berantem?" Tanya Nadin.
"Entah." Jawab Kay.
"Btw, Aku juga mau dong bonekanya." Pinta Nadin.
"Iya main aja?" Ucap Kay.
"Tapi, Aku nggak bisa." Ucap Nadin manja.
Chia yang mendengar suara manja Nadin seketika berhenti berkelahi dengan Adit.
"Kak udah dulu, ntar lagi baru dilanjutkan." Ucap Chia.
"Okey." Jawab Adit.
"Nih, cewek hobby ngerusak suasana aja sih." Batin Chia.
"Kamu mau boneka yang mana?" Tanya Kay.
"Hmmm, panda deh." Ucap Nadin.
"Nggak boleh." Teriak Chia.
"Eh, maksud Aku kamu yang hello kitty aja atau nggak tuh yang lain aja jangan panda nggak cocok sama kamu yang feminim." Jelas Chia.
"Benarkah? Tapi, Aku maunya Panda kalau nggak Beruang Kutub itu aja." Ucap Nadin manja.
"Jangan, nggak cocok loh." Sahut Chia.
"Kenapa kamu yang ngatur-ngatur dia? Kan suka-suka dia mau boneka apa." Tutur Adit.
Chia mencubit Adit diam-diam memberikan isyarat agar Adit diam saja.
"Jadi yang mana?" Tanya Kay.
"Panda aja." Ucap Nadin.
"Okey." Jawab Kay.
Ekspresi Chia berubah masam, dia benar-benar kesal.
"Nih, buat kamu saja." Ucap Chia memberikan boneka Panda miliknya.
"Nih, sekalian kamu bawa juga Grizzly dan Ice Bearnya." Tukas Chia meletakkan boneka-boneka itu ditangan Nadin.
Setelah memberikan boneka-boneka itu, Chia pun pergi begitu saja.
"Dia kenapa sih." Ucap Nadin.
Adit yang melihat Chia pergi pun bergegas mengejarnya.
"Chia... Chia... Kamu mau kemana?" Teriak Adit.
Chia pun keluar dari game center. Dia benar-benar kesal.
Adit berlari hingga dapat menahan Chia, Chia pun berhenti karena tangannya ditarik Adit.
"Kamu mau kemana?" Tanya Adit.
"Mau ke toilet Kak." Ucap Chia menengok tanda toilet.
"Oh, sorry-sorry. Kamu sih nggak bilang-bilang. Oke deh Aku tunggu disini." Ucap Adit.
Chia pun bergegas masuk ke toilet, wajahnya masih nampak kesal.
"Oke, oke apanya yang oke. Aku kan nggak mau samaan dengan cewek itu." Oceh Chia.
Chia bersandar di dinding, menenangkan dirinya.
"Dia nggak bisa yah lihat Aku punya kesempatan untuk dekat dengan Kay." Tutur Chia.
"Kenapa nggak ngomong aja langsung." Ucap seseorang yang tiba-tiba keluar dari toilet.
"Astaga, Aku pikir nggak ada orang." Tukas Chia terkejut.
Ternyata Naina yang berada didalam toilet itu.
"Kamu kok disini, Aku pikir kamu sedang bermain." Ucap Chia.
"Aku kebelet boker tahu. Lagian, kamu nggak lihat Aku karena asik main dengan crushmu kan." Tutur Naina.
"Crush apanya, dia bahkan nggak peka. Kalaupun harus Aku katakan pun dia pasti bakal ilfil sama Aku." Ucap Chia.
"Yaudah lagian kamu, ada loh yang lebih baik dari dia tapi kamu cuekkin." Ujar Naina.
"Lebih baik dari dia? Who?" Tanya Chia.
"Tuh, Kak Adit."
"Haish, Kak Adit tuh udah Aku anggap kakak Aku sendiri. Lagian dia tuh punya banyak gebetan tahu." Ucap Chia.
"Terus kamu maunya apa? Kay aja nggak peduli sama kamu." Ucap Naina.
Chia duduk berjongkok, memegang kepalanya yang rasanya mau pecah. Dia sangat bingung dengan perasaannya yang mencoba untuk membenci Kay namun tidak bisa.
"Udahlah, kalau dia nggak suka sama kamu, kamu masih bisa sama yang lain. Lagian kamu tuh dilihat dari segala arah pun perfek banget loh, ngapain harus mengejar satu pria yang tidak menghargaimu." Tutur Naina.
"Hmmm...."
"Kamu coba deh cuekkin dia, kalau dia punya rasa sama kamu. Pasti dia akan merasa terganggu kalau kamu sudah tidak mendekatinya lagi."
"Benarkah?"
"Iya kamu coba deh."
"Baiklah kalau gitu." Ucap Chia.
"Ya udah ayok keluar."
"Okey."
Chia dan Naina pun keluar dari toilet bersama. Sementara, Adit yang sudah menunggu pun langsung menghampiri mereka saat keluar dari toilet.
"Cie yang ditungguin." Cicit Naina.
"Apaan sih." Sahut Chia.
Chia, Naina dan Adit pun kembali ke game center dan menikmati waktu mereka untuk menghabiskan koin mereka.