I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 77



Setelah jam kuliah berakhir, Chia dan kawan-kawannya nongkrong ditempat biasanya. Chia benar-benar seperti buronan yang sedang diinvestasikan.


"Kamu benar-benar deh, nggak ngabarin tiba-tiba hilang gitu aja." Oceh Naina.


"Hehehehe, sorry-sorry. HP Aku ketinggalan sumpah." Sahut Chia.


"Bisa-bisanya kamu lupa bawa HP selama sebulan." Cicit Ria.


"Yah, gimana lagi. Aku ke negara S tuh buru-buru banget, Aku kan sakit pas itu jadi nggak pegang HP juga. Trus yang packing koper Aku tuh Ibu. Lupa Aku bilang ke Ibu masukin HP juga. Setelah dari negara S, Aku lanjut ke negara J jadi nggak sempat bawa HP juga." Jelas Chia.


"Tapi, kok kamu bisa ikut kompetisi sampai ke luar negeri gitu?" Tanya Sari.


"Aku iseng-iseng doang daftarnya, itu Aku daftar bareng si Uta. Jadi, Aku masukin dua proposal. Proposal pertama itu penelitian Aku sendiri, dan yang kedua bareng Uta." Lanjut Chia.


"Uta?" Tanya Ria.


"Iya, si Uta. Tapi, yang bareng si Uta nggak lolos seleksi tahap awal." Tutur Chia.


"Tapi, kok si Uta nggak cerita ke kita sih." Ucap Naina.


"Oh, Aku yang bilang. Soalnya, Aku nggak yakin bisa lolos takutnya malu kan kalau Aku sebar-sebarin eh ternyata nggak sampe final." Tutur Chia.


"Enak banget yah jalan-jalan ke luar negeri." Tutur Via.


"Mana ada, Aku loh nggak jalan-jalan karena saat itu Aku nggak fit. Lagian, Aku sudah tiga kali ke luar negeri, tapi bukan jalan-jalan hanya untuk pemulihan kesehatan doang." Ucap Chia.


"Oh, iya beberapa minggu yang lalu kami kerumahmu. Trus, Ibumu menceritakan soal temanmu." Tutur Sari.


"Teman? Siapa?" Tanya Chia penasaran.


"Ya...ng yang mati bunuh diri itu." Ucap Sari gugup.


Ekspresi Chia sedikit terkejut, diapun terdiam sejenak.


"Huffft, Aku nggak ingin mengingat kejadian itu lagi." Hela napas Chia.


"Iya, nggak papa kok. Kami hanya ingin memberitahukan kepadamu kalau Kami tidak sengaja mengetahui masa lalumu." Tutur Via.


"It's okay..." Jawab Chia.


Suasana tiba-tiba menjadi hening, tidak ada percakapan lagi.


"Eh, btw kamu di luar negeri ngomongnya pake bahasa apa?" Tanya Aris memecah keheningan.


"Bahasa Inggrislah yakali bahasa alien." Sahut Ria.


"Aku nanya Chia bukan kamu." Ujar Aris.


"Pake bahasa China, ya iyalah Aku pake bahasa Inggris." Tutur Chia.


"Emangnya kamu bisa speak Enggresssss?" Tanya Aris.


"Ha? Enggak Aku pake google translate." Jawab Chia.


"Apaan sih Aris, pertanyaannya nggak faedah banget deh." Sahut Sari.


"Eh, tapi benar kamu dibebaskan dua semester?" Tanya Via.


"Sebenarnya disuruh langsung nyusun skripsi, tapikan nggak enak juga sama dosen mata kuliah yang lain kan belum tentu Aku bisa disemua mata kuliah. Jadinya, Aku minta dua semester saja. Selebihnya Aku akan ikut sesuai alur." Tutur Chia.


"Ih, Aku kalau jadi kamu udah deh langsung skripsi." Tutur Aris.


"Yah, kalau gitu kamu jadi dia dulu baru kamu lakukan apa yang kamu mau." Ucap Sari.


"Apaan sih kalian kenapa pada sensi sih." Tutur Aris.


"Kamu sih banyak bacotnya." Ucap Sari.


"Udah-udah jangan barantem." Ucap Via.


"Eh, btw Cherly keman sih? Kok lama banget?" Tanya Sari.


"Iya nih, Aku dah lapar deh..." Ucap Via.


"Eh, Aku ke toilet dulu yah. Udah kebelet pipis nih. Ayok, Na." Ucap Chia.


"Ih, apaan. Pipis kok ngajak-ngajak Aku." Ucap Naina.


"Ayok dong, Na. Udah nggak tahan nih."


"Ke toilet ngajak, ke luar negeri sembunyi-sembunyi." Tutur Aris.


"Iya tuh." Sahut Naina.


"Duh, jangan becanda lagi. Ayok..." Ucap Chia menarik paksa Naina.


Naina dan Chia pun bergegas ke toilet bersama.


...----------------...


Beberapa menit ditoilet, akhirnya Chia dan Naina pun keluar dan ingin kembali berkumpul dengan teman-teman mereka. Namun, mereka berpapasan dengan Kay dan Angga.


"Kepo deh." Jawab Naina.


"Oh iya, tolong bilang ke Ria yah. Aku mau ke kos Bian dulu. Kalau dia mau nyusul, nyusul aja." Tutur Angga.


"Oke." Jawab Naina.


Chia dan Naina pun beranjak pergi, namun dihentikan oleh Kay.


"Chi, tunggu." Ucap Kay.


Chia dan Naina membalikkan badan bersamaan.


"Ini Aku mau kembalikan mantelmu." Ucap Kay.


Chia mengamati mantel yang diberikan oleh Kay. Dia tersadar pernah memberikan mantel itu secara diam-diam ke Kay hingga membuat Naina protes.


"Oh, okey." Ucap Chia mengambil mantel itu.


Chia pun membalikkan badan dan melangkah pergi.


"Terimakasih." Teriak Kay.


Chia tidak menoleh hanya memberikan isyarat dengan jarinya yang diangkat tinggi seperti mengatakan tidak masalah kepada Kay.


Kay masih memperhatikan Chia pergi hingga punggungnya tidak terlihat lagi.


"Orangnya sudah pergi." Ucap Angga menyadarkan Kay yang diam tidak bergerak.


"Yah, tadi tuh..." Ucap Kay gelagapan.


"Udah ayok jalan." Ucap Angga.


...----------------...


Setelah beberapa jam bercerita dan bergosip bersama teman-temannya, mereka pun masing-masing beranjak pulang. Ria meminta Chia dan Naina mengantarnya ke kos Bian.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun tiba kosnya Bian.


"Kalian nggak mau mampir dulu." Tanya Ria.


"Cielah, kayak kos punya dia saja." Ucap Naina.


"Iya dong, ayok masuk dulu." Ucap Ria.


"Nggak ah, itu kos cowok semua." Ucap Naina.


"Ih, ada Aku cewek nih, trus ada Yeni juga." Sahut Ria.


"Enggak ah..." Ucap Naina.


"Eh, ada Kay juga loh." Ucap Ria melirik ke arah Chia.


"Yah terus?" Sahut Chia.


"Yakin, nggak mau lihat dia dulu." Tanya Ria.


"Enggak." Jawab Chia tegas.


"Aish, ayolah. Kita makan kue yuk, hari ini ulang tahun Alif dia punya banyak kue." Tutur Ria.


"Apaan sih... Maksa deh." Tukas Chia.


Sandi dan Bian yang datang dari arah pintu masuk disusul Andi dan pacar pun melihat Ria, Chia dan Naina.


"Hey, kalian bertiga ngapain? Kenapa nggak masuk?" Tanya Bian.


"Enggak kita mau pulang, cuman nganterin si Ria." Jawab Naina.


"Udah masuk aja dulu, kita lagi banyak makanan loh." Ucap Andi.


Alif, Kay dan Angga yang berada didalam kos pun ikut keluar.


"Eh, ada si Chia dan Naina. Kalian nggak masuk."


Chia dan Naina menggelengkan kepala.


"Masuk aja dulu, Aku ultah loh. Ayolah ramekan ultahku." Pinta Alif.


"Iya, masuk dong sekali-kali napa." Ucap Ria.


Chia dan Naina saling bertatapan, mereka memberikan isyarat satu sama lain.


"Eh, ayang-ayang Aku." Jerit Yeni yang keluar dari kos.


Yeni berlari ke arah Naina dan Chia, dia memeluk erat keduanya tidak lupa Ia mencubit pipi kedua temannya itu. Kebiasaan Yeni yakni gemas dengan orang-orang disekitarnya.


"Ayok, masuk." Ucap Yeni menarik tangan Naina dan Chia.


Naina dan Chia tidak bisa membantah Yeni, karena Yeni orang yang sangat susah untuk dibantah. Akhirnya, Naina dan Chia ikut mereka masuk ke kos Bian untuk merayakan ulang tahun Alif.