
Adit menghampiri Chia yang sedang nongkrong di kampus.
"Hai, semua." Sapa Adit.
Mereka menolehkan wajah mereka untuk melihat Adit.
"Hai juga." Balas Aris.
"Kak Adit ngapain disini?" Tanya Chia.
"Mau lihat kamu." Jawab Adit.
"Dih, kakak pikir kampus ini punya kakak apa? Keluar masuk seenaknya." Tutur Chia datar.
"Sorry kak, si Chia lagi PMS jadi hari ini lagi suka marah-marah gitu." Tutur Naina.
"Dia nggak PMS juga tetap suka marah-marah." Sindir Adit sembari tertawa.
"Apaan sih kak, Aku lagi nggak mau becanda yah." Tukas Chia.
"Hmm, oh iya kamu mau coklat nggak?" Tanya Adit.
"Enggak." Sahut Chia.
"Ice Cream?"
"Enggak."
"Permen? Boba? Ayam geprek? Salad buah?"
"Enggak, enggak, enggak semua."
"Kalau dia nggak mau kasih Aku aja kak." Tutur Aris.
"Dih kamu siapa? Ngapain Kak Adit ngasih kamu." Tukas Naina.
"Kalau semua nggak mau, kalau gitu Aku telpon Archi aja kali. Kalau dia tahu kamu kayak gini langsung otw terbang kesini deh." Ucap Adit.
"Ih, jangan. Jangan telpon Kak Archi, apalagi sampai dia kesini yah. Kak Archi tuh menyebalkan ditambah dengan kakak kota ini akan lebih menyebalkan tahu." Oceh Chia.
"Kalau gitu, kamu janji nggak bakal marah-marah selama Aku ada di kota ini. Janji?" Ujar Adit.
"Ih..."
"Ya udah kalau nggak mau, Aku telpon nih."
"Iya iya janji, dasar ular."
"Eits, aku telpon nih."
"Iya, Kak Adit. Maaf yah." Tutur Chia lembut.
Naina, Aris, Anton, Ria dan Cherly saling bertatapan.
"Wah, ancaman kak Adit mempan ges." Ucap Cherly.
"Akhirnya Kita selamat dari amukan Singa betina." Ucap Aris.
"Nah, sekarang mau nggak coklat?"
"Iya, iya, mau."
"Yang ikhlas dong jawabnya."
"Iya, Kak Adit. Aku mau."
"Gitu dong, Kalian juga mau?"
"Iya, kak mau." Jawab mereka kompak.
"Wait, yah." Ucap Adit.
Adit pun berjalan menjauh dari Chia dan lainnya, dia mengeluarkan telponnya dan menghubungi seseorang lewat teleponnya itu.
Setelah menelpon, Adit kembali bergabung dengan Chia dan yang lainnya.
"Udah, kalian tunggu yah. Ntar coklat dan ice creamnya datang." Tutur Adit.
...----------------...
Beberapa menit kemudian, dua orang datang dari arah pintu masuk kantin dengan membawa kardus besar dan ember. Mereka berjalan kearah Chia, Adit dan lainnya.
"Bos ini pesanannya." Ucap salah satu pria yang mengangkat kardus.
"Iya, taruh aja disini." Ucap Adit menunjuk tempat.
"Okey, bos."
Dua pria itu meletakkan 1 kardus besar dan ember ke tempat yang ditunjuk oleh Adit. Setelah, itu mereka pamit pulang.
"Nih, coklatnya udah datang kalian makan saja, sama yang itu ice cream." Ucap Adit.
"Kak Adit apa semua itu coklat? Trus yang diember itu ice cream?" Tanya Chia.
"Iya, sengaja beli banyak biar kalian puas makannya." Tutur Adit.
"Puas sih puas, tapi nggak gini juga. Yang ada kami obesitas." Tukas Chia.
"Kalau kebanyakan bagi-bagi aja ke orang. Bagus loh kalau lagi badmood gitu trus kamu keliling berbagi makanan keorang-orang mood kamu nanti jadi baik lagi." Ujar Adit.
"Wait, wait, wait. Kak ini bukan uang hasil korupsikan?" Tanya Chia polos.
"Astaga, otak kau yah selalu negatif thinking sama Aku." Bantah Adit.
"Enggak, Aku kan juga harus waspada gitu. Kakak buang-buang duit gini takutnya mau bersihin uang hasil korup lagi." Tukas Chia.
"Walaupun tampangku kayak berandalan tetapi hatiku bersih kayak salju yah. Pantang seorang Adit korupsi tahu. Lagian, Aku juga punya bisnis yah jadi ini semua hasil kerja kerasku." Oceh Adit.
"Iya deh, iya." Sahut Chia.
"Nih, ice creamnya nggak langsung dimakan aja? Ntar cair loh?" Tanya Naina.
"Mana ada nggak habis, nih dua perut karung goni bakal ludesin semuanya." Tutur Ria.
"Makannya jangan kebanyakan nggak baik bagi tubuh loh." Jelas Chia.
Mereka bergegas membuka kardus yang berisi coklat silverqueen, masing-masing mengambil bagian mereka, ice cream pun mereka mengambil sesuai kemampuan perut mereka. Setelah itu, mereka berjalan keliling fakultas untuk berbagi kepada orang-orang yang mereka temui.
Karena Adit ada urusan lain, dia pamit untuk pulang dan tidak ikut berbagi bersama Chia dan teman-temannya.
...----------------...
"Ice creamnya masih banyak loh, udah mulai mencair lagi. Gimana nih?" Tanya Ria.
"Lagian, Kak Adit belinya triple jumbo gini deh." Tukas Chia.
"Eh, itu ada Sandi kayaknya sama yang lainnya juga. Mereka belum kebagian kan. Kita ngasih mereka aja." Ucap Aris.
"Ehemmm..." Ucap Naina sembari memberikan isyarat mata menunjuk Chia.
Mereka pun paham apa yang dimaksud oleh Naina, Chia baru saja berantem dengan salah satu anggota mereka.
"Gimana, Chi?" Tanya Aris.
"Terserah." Jawab Chia datar.
Anton dan Aris pun membawa ice cream itu untuk berbagi kepada Sandi dan kawan-kawannya. Sementara, Chia menunggu dari kejauhan.
"Guys, kalian mau ice cream nggak?" Tanya Aris.
"Mana?" Tanya Bian.
"Nih, ice cream seember, tapi kami sudah bagi-bagi ke orang-orang disekitar fakultas." Tutur Cherly.
"Itu punya siapa?" Tanya Andi.
"Tadi kami ditraktir sama Kak Adit, cuman kami nggak sanggup habisin jadi kami bagi-bagi deh. Selain, ice cream ada juga coklat. Cuman udah habis diambil tadi sama orang-orang." Jelas Cherly.
"Kalian mau nggak? Kalau enggak kita bawa lagi ni." Ucap Anton.
"Mau mau, kalau nggak habis bawa ke kos deh." Ucap Alif.
"Ya udah nih, kalian ambil semua aja." Ucap Aris.
"Yang benar?"
"Iya."
"Wah, asyik makan sampai brojol ini mah. Sini." Ucap Alif kemudian menerima ember berisi ice cream itu.
"Thanks yah." Ucap Sandi.
Cherly, Anton dan Aris pun kembali berkumpul dengan Chia, Naina dan Ria yang menunggu dikejauhan.
"Udah?" Tanya Naina.
"Udah beres dong. Mereka ambil tuh dengan embernya." Ucap Cherly.
"Okey, ayok jalan." Ucap Ria.
Mereka kembali ke ruang kelas karena dua jam lagi akan ada mata kuliah selanjutnya. Mereka sudah terlalu mager untuk nongkrong diluar, mereka kembali kekelas agar bisa bersantai menunggu hingga masuk jam kuliah selanjutnya.
...----------------...
"Enak yah, kamu diskors 3 hari." Tutur Aris.
"Plak..." Suara tabokan.
Naina menabok Aris dengan buku catatan miliknya.
"Naina, sakit tahu." Jerit Aris.
"Makanya mulut Kau tuh jangan ngoceh sembarang." Tukas Ria.
"Yah, kan enak 3 hari dirumah." Ucap Aris.
"Tapi, walaupun diskors nilaina tetap aman, kan semester ini dia bebas, hari ini dia tidak ke kampus pun tidak masalah." Jelas Anton.
"Hidupmu enak kali ye..." Ujar Aris.
"Oh jelas enak, kamu mau?" Tanya Chia.
"Maulah. Bisa rebahan dirumah." Jawab Aris.
"Kalau gitu kamu pukul aja orang, siapa tahu kamu bisa diskors." Tutur Chia.
"Iya, kalau diskors kalau langsung diDO gimana?" Ujar Anton.
"Lebih bagus sih itu." Tutur Chia.
"Amit amit kamu yah doanya jelek amat." Ucap Aris.
"Dih, kamu yang duluan." Jawab Chia.
"Btw, kamu kok bisa kayak gitu sama Nadin? Ada masalah apa kiranya wahai temanku?" Tanya Anton.
"Kamu mau tahu?"
"Enggak juga sih."
"Ya udah."
"Iya iya mau banget."
"Dih, kepooo deh."
"Asem..."
"Eh, eh mereka datang." Tutur Ria.
Mereka melihat kedatangan Nadin dan rombongan, langsung mengalihkan topik pembicaraan mereka.