
Memasuki semester baru, Aku pun lebih fokus dengan kuliahku. Tidak memikirkan hal lain apapun, yah Aku harus mengejar target untuk wisuda tepat waktu atau lebih cepat lebih baik. Hal ini agar Aku dapat lebih cepat bekerja dan membantu kedua Kakakku menopang keluarga.
Kakak pertama perempuanku sudah menikah, namun Ia dan suaminya masih memberikan tanggung jawab untuk menghidupi keluarga kami. Kakak perempuan keduaku masih lajang dan bekerja sebagai karyawan di perusahaan x.
Aku anak selanjutnya, tidak lama lagi kakak kedua perempuanku juga akan menikah. Tinggalah Aku yang harus menggantikan kedua kakakku bertanggung jawab untuk keluarga.
Hari-hari berjalan seperti adanya. Aku yang ambisius selalu bersaing dan mengejar nilai terbaik.
Hubungan pertemananku pun baik-baik saja, walaupun Aku dan Yeni belum berbaikan. Namun, dengan teman yang lain masih bergaul seperti biasa.
Hubunganku dan Ian pun berjalan sangat baik. Mungkin setelah Aku lulus dan bekerja selama 2 tahun, barulah Aku siap untuk menikah dengan Ian. Agar tidak mengulangi kesalahanku, setiap hal Aku akan bertanya kepada sahabat-sahabatku mencoba untuk membenah diri. Namun, terkadang Aku kebablasan melakukan hal yang sama lagi. Mau bagaimana lagi sifat seseorang sulit untuk dirubah dengan instan butuh proses yang panjang.
Tahun ke tahun Aku berlatih untuk memberikan ekspresi yang berbeda seperti tidak berwajah datar dan bersikap dingin. Aku semakin terbuka, mulai untuk tersenyum dan sering menyapa. Menahan emosi yang suka meledup-ledup. Memang susah rasanya dan Aku sering mengeluh untuk tidak melakukan hal yang bagiku sangat sulit itu.
Tetapi, karena dukungan sahabat-sahabat ku Aku bisa melakukan dengan baik.
Sifat tambahan yang Aku dapatkan saat ini adalah sering bercanda dan melawak. Aku sudah lebih aktif tertawa seperti orang tanpa beban. Karena itulah, Aku sekarang banyak memiliki teman dan bergaul lebih mudah. Mungkinkah inilah yang disebut perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.
Aku berharap saat menjalani kehidupan yang semakin dewasa ini, Aku bisa menjalani dengan penuh semangat. Walaupun, banyak masalah yang menghadang Aku yakin Aku pasti bisa mengatasi semua itu.
Dan Aku berharap Aku bisa mempercayai Ian sebagai tunanganku yang mungkin nanti akan menjadi suamiku kelak dimasa depan. Selain itu, Aku harap dia tidak pernah menghianatiku. Apapun itu Aku juga akan berubah lebih baik dan menyelaraskan pandanganku sama dengannya.