I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 63



Rumor Kay menyukai Naina terus berterbangan. Naina dan Kay terus dilempar guyonan dan bulan-bulanan teman-teman mereka. Walaupun, Naina terus membantah dan menghajar orang-orang yang mengganggunya.


Setiap hari, Chia terus berkata kepada dirinya untuk menyerah saja pada perasaannya, namun hatinya terasa sakit. Padahal, dia sangat sulit menyukai orang lebih dulu. Mungkin, karena itu dia menjadi sulit untuk melupakan Kay. Padahal, belum juga dimiliki sudah harus melupakan. Tetapi, tidak mudah untuk menghilangkan perasaannya karena dalam seminggu mereka bisa bertemu enam kali karena mereka sekelas.


Chia terus menghindar jika berpapasan dengan Kay, bahkan saat dari kejauhan Chia melihat Kay, Chia cepat-cepat pergi, dia sangat tidak ingin bertemu dengan Kay.


----------------


Chia hari ini tidak ke kampus, tubuhnya terasa berat bahkan seharian dia hanya rebahan di kasur. Dia tidak bersemangat untuk melakukan apa-apa. Ayahnya bahkan terus mengecek dikamar ya, karena tidak biasa Chia bolos ke kampus. Chia anak yang ambisius bahkan jika itu hujan badai dia akan tetap bersemangat untuk menuntut ilmu. Namun, hari ini dia tampak bermalas-malasan. Dia bahkan tidak sakit, karena sejak tadi dia terus mengoceh tidak jelas dikamar. Keluarganya hanya bingung dengan anak perempuan mereka itu.


"Argghhhhhh, kenapa kisah percintaanku selalu seperti ini....." Batin Chia.


"Huffftttttt....." Chia menghela napas panjang.


"Aku pindah jurusan aja kali yah, atau pindah kampus aja. Arghhhhh...." Jerit Chia mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Aku nggak mau melihat Kay, Tuhannnn... Rasanya sesak." Batin Chia.


"Walaupun, Naina bilang nggak suka sama Kay. Tapi, Aku tetap aja masih merasakan sakit. Padahal, Kay juga bilang enggak. Orang-orang pada kenapa sih. Aku kan jadi kesal." Tutur Chia.


"Tapi, tingkahnya itu juga sangat ambigu tahu. Kan buat orang-orang jadi berspekulasi yang tidak-tidak." Oceh Chia.


"Tapi, walaupun dia tidak menyukai Naina tetap saja akan ada wanita yang lain yang menyukainya atau dia menyukai orang lain." Lanjut Chia.


"Kaaaaaaaaaay dasar menyebalkannnnnnn." Teriak Chia.


Pintu Chia tiba-tiba terbuka, Chia pun ikut kaget saat melihat pintu kamarnya terbuka.


"Ibu ngagetin aja."


"Kami yang kayak kesetanan teriak-teriak terus, sekarang kamu suka teriak-teriak nggak jelas yah. Mana tumben-tumbenan bolos ngampus." Oceh Ibu.


"Udah ah, Bu. Aku lagi stress dan pusing. Ibu tutup pintunya." Pinta Chia.


"Anak kurang ajar." Ucap Ibunya melemparkan serbet yang dipegangnya sejak tadi.


Ibunya masuk dan mencoba untuk memukulnya, Chia hanya tertawa dan bergegas berlari menjauh dari Ibunya.


"Daripada malas-malasan mending kamu bantu Ibu di dapur." Teriak Ibunya.


"Aih, Bu. Aku lagi mager. Hari ini Aku mau mogok beraktivitas." Sahut Chia.


"Cuci piring atau kepalamu Ibu pecahkan pake vas ini." Suruh Ibu yang tangannya sudah menjangkau vas bunga diatas meja rias.


"Iya iya iya..." Ucap Chia langsung bergegas keluar dari kamarnya.


----------------


Seharian Chia dirumah, selain membantu Ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, Chia hanya rebahan di kasur dan menonton anime.


Dartt, darrrt, darrrtt


Ponsel Chia terus berdering ada notif dan juga panggilan telpon dan vcall.


Chia meraih ponselnya yang terus diabaikan. Teman-temannya sudah mengirim spam chat kepadanya.


Mereka menanyakan keadaan Chia, karena tumben saja dia tidak ke kampus.


Baru juga ingin membalas chat, tiba-tiba ada panggilan Vcall yang terpampang dilayar hpnya. Chia pun mengangkat, namun tidak menampakkan wajahnya.


"Hey, ini dia nih anak. Kenapa nggak ke kampus tadi." Oceh Aris.


"Siapa?" Sahut Chia.


"Setan, Kamulah." Jawab Aris.


"Mager...." Ucap Chia datar.


"Dia bilang apa?" Tanya Anton.


"Malas sepertinya." Jawab Cherly


"Apakah dia adalah Chia?" Tanya Aris.


"Parah sih..." Sahut Ria.


"Jangan-jangan kamu sakit yah." Tanya Naina.


"Iya, mau dijenguk." Sahut Cherly.


"Benar tuh, udah gitu nggak bawa apa-apa malah minta makan di orang yang lagi sakit." Oceh Naina.


"Iya tuh, kalian kalau jenguk orang yang sekarat mungkin orang itu bisa langsung mati kali yah. Kalian meresahkan soalnya." Ujar Chia


"Siapa bilang? Buktinya setelah jenguk Naina, dia langsung sembuh tuh." Sahut Aris.


" Mana ada, hampir Aku serangan jantung karena kalian." Ucap Naina.


"Hahahaha...." Tawa mereka pecah.


Mereka pun mengobrol panjang lebar, sampai mereka lelah dan memutuskan sambungan.


----------------


Chia melihat status WhatsApp, sudah dia duga teman-temannya akan memasang status wajah-wajah mereka yang sedang buluk-buluknya. Untung saja Chia tidak menunjukkan wajahnya. Namun, yang membuat Chia speechless adalah kata-kata yang disematkan pada status.


'Cepat sembuh Chai😌.' Tulis Aris.


'Gws Mak lampir 🤣'' Tulis Anton.


'Dunia sedang tidak baik-baik saja karena singa betina tidak menghadiri kuliah hari ini.😢🤣' Tulis Cherly


'Gws emak🥰...' Tulis Ria.


Hanya Naina yang tidak memposting apa pun. Chia membalas status teman-temannya itu dengan cacian karena dia memang tidak sedang sakit. Teman-temannya memang sering membuatnya naik darah. Ocehan serta umpatan yang dikeluarkan Chia saat membalas pesan dari teman-temannya itu. Namun, tentu saja teman-teman sangat suka menjahilinya karena suka melihatnya marah-marah.


----------------


Esoknya, Chia ke kampus. Memang terasa aneh bagi Chia. Dia hanya tidak masuk satu hari namun berasa sudah seperti setahun.


Kay muncul didepan Chia, namun kali ini Chia tidak menghindar dan mencoba untuk bersikap seperti biasa. Walaupun, saat Kay menyapanya jantungnya masih saja berdebar-debar. Namun, dia terus menepis pikirannya agar tidak baper.


Kemana saja Chia pergi, dia terus berpapasan dengan Kay. Mambuatnya semakin stress dan wajah Kay terus terbayang-bayang dipikirannya.


"Hufftttttt...." Helaan Nafas Chia.


"Kenapa?" Tanya Naina.


"Enggak." Sahut Chia.


"Aku punya coklat, mau?" Ucap Naina.


"Mau......" Ucap Chia dengan manja.


"Sekali lagi suaramu kayak gitu Aku tampol nih." Sahut Naina.


Chia pun hanya tersenyum dan mengambil coklat yang disodorkan oleh Naina.


"Jadi kamu kenapa?" Tanya Naina lagi.


"Apanya?" Tanya Chia balik.


"Kamu tuh sudah narik napas sebanyak 20 kali hari ini. Nggak mungkin nggak ada apa-apa." Oceh Naina.


"Oh, uhmm.... Entahlah...." Sahut Chia.


"Hadehhhh...." Ucap Naina.


"Kamu benar nggak suka sama Kay?" Tanya Chia.


"Enggaklah..." Jawab Naina.


"Benar? Kenapa kamu nggak suka sama dia?" Tanya Chia.


"Aku ada type kalau Aku suka Aku like, kalau enggak Aku swipe. Kenapa? Tenang Aku nggak bakal sebut crush teman sendiri." Jawab Naina.


"Ih, apaan sih siapa yang nge-crush sama dia." Bantah Chia.


"Ya siapa tahu...." Cerca Naina.


"Jangan suka ngomong sembarangan yah." Ucap Chia.


"Iya iya, nggak usah ngegas juga dong. Biasa aja santuy..." Tutur Naina.


Tiba-tiba menjadi hening, mereka sibuk masing-masing dengan hp mereka.


****************