I Think I Love U

I Think I Love U
Episode 88



Adit bergegas menghampiri Chia yang sedang berkumpul bersama tim basketnya. Adit menarik tangan Chia sehingga Chia terhempas kedalam pelukan Adit. Adit memeluk Chia dengan erat, Chia pun terkejut tidak hanya Chia semua orang yang hadir saat itu pun melihat Adit yang memeluk Chia.


"Selamat, Queen!" Seru Adit.


"I..iya... Terimakasih." Jawab Chia.


Teman-teman Chia yang juga ikut turun pun saling pandang dan hanya bisa termangap.


"Wow, pemandangan apa ini?" Ujar Aris.


"Soswiet, pengen bertukar tempat sama Chia boleh nggak." Ucap Sari.


"Ntar pacar kamu marah." Tutur Aris.


"Mereka nggak punya hubungan kan? Tapi, kok kayak ada something deh." Ucap Sari.


"Sepertinya Kak Adit yang suka sama Chia. Hanya saja Chia yang belum memberikan kepastian deh." Ucap Cherly.


"Chia bodoh banget deh. Kalau Aku jadi dia, dikejar sama cowok tajir dan tampak kayak Kak Adit nggak perlu basa basi langsung Aku ajak nikah."Tutur Sari.


"Iya itu kamu, beda dengan apa yang Chia pikirkan." Ucap Naina.


Adit masih memeluk Chia dengan erat, Chia semakin sesak napas.


"Kak Adit, mau lepas sekarang atau ku patahkan kedua tangan Kak Adit." Ujar Chia.


"Iya... Iya... Galak amat jadi orang." Ucap Adit melepaskan pelukannya.


"Kan nanti jadi gosip lagi tuh." Oceh Chia.


"Maaf..." Tutur Adit mengelus kepala Chia.


"Btw Aku menang yah Kak." Ucap Chia.


"Iya kakak tahu." Sahut Adit.


"Nah, karena itu Kakak nggak perlu repot-repot nikah sama Aku." Ucap Chia.


"Pantas formasi seranganmu berubah drastis ternyata nggak mau kalah karena takut Aku nikahi." Ujar Adit.


"Oh jelas, siapa juga yang mau nikah sama kakak wleee..." Tutur Chia sembari mengeluarkan lidahnya mengejek Adit.


Adit menarik rambut Chia, hingga kepala Chia ikut kearah tarikan Adit. Chia yang tidak mau kalah pun menjambak rambut Adit. Mereka pun saling menjambak sehingga orang-orang disekitar terheran-heran.


"Mereka sedang apa?" Tanya Andi.


"Jambak deh." Jawab Bian.


"Perasaan tadi habis pelukan deh." Tutur Angga.


"Mungkin itu cara mereka mengekpresikan cinta." Ucap Sandi.


"Emangnya mereka punya hubungan apa?" Tanya Kay.


"Sepertinya yang pria deh yang suka sama Chia." Tutur Bian.


"Kalau Chia sama pria itu gila sih jadi pasangan sempurna kan." Tutur Yeni.


"Enggak juga, Chia sepertinya nggak suka sama pria itu." Ucap Alif.


"Iya benar." Jawab Kay.


"Lah, siapa tahu cinta nggak ada yang tahu kapan datangnya." Ucap Yeni.


"Kenapa jadi kalian yang ngatur urusa percintaan mereka?" Tanya Andi.


"Tahu tuh." Ucap Alif.


"Ayok kita kesana juga." Ucap Bian.


Mereka pun ikut turun untuk bergabung bersama teman-teman mereka yang lain.


Sementara itu, Chia dan Adit masih saling menjambak.


"Kak Adit lepas nggak?" Ucap Chia.


"Kamu dulu yang lepas." Ucap Adit.


"Nggak mau, kakak yang lepas duluan." Tutur Chia.


"Kalau gitu lepasnya barengan dalam hitungan 1 sampai 3." Ujar Adit.


"Okey. Aku yang hitung. 1, 2, 3..." Ucap Chia.


Dalam hitungan ketiga pun mereka sama-sama belum melepaskan tangan mereka dari rambut mereka.


"Kak Adit...." Teriak Chia.


"Nah, kamu juga nggak mau lepaskan." Ucap Adit.


Mereka masih dalam keadaan saling menjambak, kemudian dosen Chia datang menghampiri. Mereka pun bergegas saling melepaskan jambakan mereka.


"Kalian berdua kenapa?" Tanya Pak Dosen.


"Dia yang mulai duluan, Pak." Ucap Chia.


"Kamu yang duluan." Ujar Adit.


"Sudah-sudah jangan berantem lagi. Selamat yah Chia. Hari ini sangat seru nggak sia-sia bapak datang." Tutur Pak Dosen menyalami Chia.


"Iya, Pak. Terimakasih sudah mau meluangkan waktu hadir dalam pertandingan ini." Ucap Chia menyambut tangan Pak Dosen.


Tidak hanya Pak Dosen, Chia juga memberikan rasa hormat kepada beberapa dosen yang hadir dipertandingannya kali ini.


Setelah menyapa para dosen, Chia langsung menyambut teman-temannya yang sudah lama berdiri memperhatikannya.


"Selamat yah Chi, yuk foto bareng." Ucap Via.


Mereka pun mengambil gambar bersama. Mulai dengan para dosen, teman-teman hingga para sporter yang datang mendukung mereka. Setelah itu, Chia kembali bergabung dengan timnya dan saling memeluk satu sama lain.


Setelah berpamitan dengan timnya, Chia pun bersama teman-temannya keluar dari lapangan.


"Kamu mau makan?" Tanya Adit.


"Kenapa kakak mau traktir yah?" Sahut Chia.


"Iya, dengan senang hati." Jawab Adit.


"Kalau gitu teman-temanku juga boleh ikut kan?" Tanya Chia.


"Boleh saja tapi ada syaratnya?" Ucap Adit.


"Apa?"


"Hari Minggu Aku udah mau berangkat. Jadi, kamu harus malming bersama Aku. Gimana syaratnya mudah kan?"


"Hmmm, okelah."


"Benar yah, deal yah. Tapi, cuman berdua yah."


"Oke, kalau gitu Aku ngomong sama teman-teman Aku dulu. Wait yah." Ucap Chia.


Chia menghampiri teman-temannya dan mengajak mereka makan bersama.


......................


Mereka sudah tiba di KFC, Adit dan Chia langsung mengantri dikasir untuk mendapatkan pesanan mereka.


"Pesanan untuk berapa orang?"


"Ada berapa orang, Chi?"


"Hmm, wait. Aku, Kak Adit, Naina, Ria, Cherly, Aris, Anton, Sari, Via, Gio, Bian, Yeni, Angga, Sandi, Andi, Kay, Alif, Nadin ada 18 deh kak."


"Mau beli paket aja?"


"Gimana Chia mau beli paket?"


"Terserah kakak aja."


"Nggak usah deh, kalau paket ayamnya kecil-kecil nggak puas."


"Ya udah terserah kakak aja."


"Mbak, mbak pesan 18 porsi yah sama 2 paket ayam tanpa nasi."


"Itu kebanyakan kak."


"Udah nggak papa."


"Baik, Mas. Ditunggu yah."


"Kakak ada uang nggak? Ini Aku punya biar patungan aja." Bisik Chia.


"Nggak usah, uang kakak banyak." Ucap Adit.


"Yakin nih kak?"


"Iya yakin."


"Yaudah."


"Kamu duduk aja, nanti kakak yang tungguin pesanannya."


"Oke, kalau udah Kakak panggil yah."


Chia pun kembali bergabung bersama teman-temannya. Sementara Adit masih mengantri untuk membawa pesanan.


Beberapa menit kemudian, pesanan sudah dibuat.


"Kalian yang cowok bantu Kak Adit tuh." Ujar Yeni.


"Iya, udah ditraktir belagak kayak bos." Tutur Cherly.


Tanpa berdebat semua pria yang ada pun berjalan membantu mengambil pesanan.


Kay pun ikut berdiri, namun Chia menghalanginya untuk membantu.


"Kamu nggak usah." Ucap Chia.


"Why?" Tanya Kay.


"Why apanya, lihat tuh kaki kamu masih sakit." Ucap Chia.


"Nggak papa kok, sudah sembuh nggak sakit-sakit amat." Sahut Kay.


"Udah biarin aja, Chi." Tutur Naina.


Chia pun menghindar agar Kay bisa lewat. Kay pun berjalan melewati Chia.


"Ya elah, dia cuman mau bantu ngambil pesanan Chi nggak bakal mati. Nggak usah memberikan ekspresi khawatir gitu." Oceh Naina.


"Bukan gitu, kakinya belum sembuh loh kalau terjadi sesuatu kita yah disalahkan." Sahut Chia.


"Kalau gitu, kenapa kamu ngajak dia. Biarkan dia pulang beristirahat dirumah." Tutur Cherly.


"Aku nggak ngajak kok, mereka yang minta ikut. Aku kan cuman ngajak kalian." Cicit Chia.


"Udah-udah, kalian kok jadi ribut tuh mereka udah datang." Tutur Yeni.


Para pria itu kembali membawa pesanan kemudian mereka meletakkan diatas meja. Karena meja hanya muat untuk 4 orang mereka menggabungkan 3 meja masing-masing dibagi 2 group, 1 group berisi 9 orang. Setelah membuat dua group mereka pun mulai menyantap makanan mereka.