
Hari-hari terus berlanjut, Chia semakin bertekad untuk mendapatkan hati Kay. Kay sudah tidak menghindar dari Chia, namun dia juga merespon Chia biasa saja.
"Kay, ini ringkasan catatan materi algoritma. Aku buatkan untuk kamu." Ucap Chia tersenyum.
"Hm? Tidak perlu, terimakasih." Ujar Kay.
"Udah nggak usah malu, ambil aja nih." Chia menaruh paksa catatan di tangan Kay.
"Ya udah Aku pergi dulu yah, Kay. Byeeee...." Lanjut Chia kemudian melangkah pergi.
----------------
Saat jam pelajaran, Chia selalu membantu Kay. Saat presentasi, Chia selalu pro kepada kelompok Kay. Tidak hanya itu, Chia juga selalu menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Kay, bahkan teman-teman sekelasnya sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
Chia secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dia sedang menyukai Kay dengan tindakannya.
"Coba jelaskan perbedaan dari If tunggal dan If ganda." Tanya Bian.
"Yah, silahkan kelompok 7 langsung saja dijawab!" Pinta dosen.
"Terimakasih, baik akan Saya jawab. Perbedaan If tunggal dan If ganda yakni If tunggal digunakan jika pemilihan hanya memberikan satu pilihan yang dilaksanakan bila kondisi dipenuhi atau bernilai benar, dan tidak memberikan pilihan lain yang disalahkan bila kondisi bernilai salah. Kalau, if ganda hanya memberikan pilihan lain jika kondisi bernilai salah. Seperti itu, apa bisa diterima jawaban saya?" Jelas Kay.
"Bagaimana Bian? Bisa diterima?" Tanya dosen.
"Iya, Pak. Bisa." Sahut Bian.
"Okey, ada lagi yang mau bertanya?" Tanya dosen.
"Saya, Pak." Pinta Angga.
"Silahkan!"
"Berdasarkan pertanyaan Bian tadi coba jelaskan analogi dari kedua if itu!" Suruh Angga.
"Okey, kelompok 7 silahkan dijawab." Suruh Dosen.
Kelompok 7 tidak langsung menjawab dan saling menunjukan untuk menjawab. Hingga 2 menit berlalu mereka belum memberikan jawaban.
"Bagaimana kelompok 7, bisa dijawab?" Tanya dosen.
Mereka tidak merespon pertanyaan dosen, dan terus berdebat didepan untuk menyediakan jawaban. Namun, belum juga mendapatkan jawabannya.
"Ayok cepat, jangan buang-buang waktu, masih ada 2 kelompok lagi yang belum maju." Desak dosen.
"Oke, Saya akan menjawab. Kalau menurut Saya untuk if tunggal itu dia hanya merespon satu perintah, sementara if ganda dia bisa merespon lebih banyak perintah." Jawab Kay.
"Iya, analogi seperti apa? Yang ditanya Angga tadi analogi kan?" Sahut Dosen.
Lagi-lagi kelompok Kay terdiam, sementara Sandi dan beberapa teman-temannya sedang menertawakan Kay yang sudah keringat dingin didepan.
"Permisi, Pak. Bisa Saya membantu melengkapi jawaban Kay." Chia mengacungkan tangannya.
"Kenapa harus kamu terus yang menjawab, itukan tugas mereka." Sahut Andi.
"Kenapa emangnya, lagian mereka sebenarnya bisa menjawab hanya saja bingung untuk menjelaskannya. Jika mereka tidak menjelaskan, maka pernyataan ini akan terkubur. Padahal, ini adalah pertanyaan yang bagus dan wajib diberikan jawaban yang tepat, agar semua dapat memahami suatu algoritma. Benar kan Pak?" Ujar Chia.
"Iya, benar. Silahkan kalau kamu bisa jawab." Sahut Dosen.
"Terimakasih, Pak. Analogi dari If ganda dan If tunggal itu simple saja. Kita menggunakan pemisalan. Misalkan, Saya mendatangi ruang dosen, Saya bertemu dengan Pak Arga, Saya menanyakan kepada Pak Arga apakah ada Ibu Dina atau tidak? Jika Ada maka Saya akan masuk ke ruangan itu. Jika, tidak ada maka Saya tidak melakukan tindakan. Itu buat If tunggal. Sementara, IF ganda contoh yang sama Saya ke ruang dosen, bertemu dengan Pak Arga, bertanya apakah Ibu Dina ada atau tidak? Jika ada maka Saya akan masuk, jika tidak ada maka Saya akan pergi. Jadi, perbedaannya adalah If tunggal hanya akan melakukan tindakan sementara if ganda akan melakukan beberapa tindakan baik itu bernilai salah maupun benar." Jelas Chia.
"Bapak rasa penjelasan Chia ini cukup jelas dan mudah dipahami yah." Sahut Pak Dosen.
"Bagaimana Angga apa bisa diterima?" Tanya Kay.
"Iya, bisa."
Mereka pun melanjutkan diskusi mereka hingga jam mata kuliah usai.
----------------
"Mumet sekali kepalaku, hari ini kok kuliahnya padat yah..." Oceh Naina.
"Aku bahkan tidak menangkap satu pun materi." Sahut Ria.
Chia, Naina, Cherly, Ria, Aris dan juga Anton sedang nongkrong di kantin. Setelah, keluar masuk ruangan karena kuliah yang padat.
Kay, Sandi, dan Angga datang menghampiri mereka yang sedang mengobrol dan bergosip. Chia yang melihat Kay datang pun tersenyum lebar.
"Heeee, bukankah terlalu jelas tingkah lakumu." Ujar Naina kepada Chia.
"Emangnya tingkahku kenapa?" Tanya Chia.
"Sedang falling in love." Sahut Naina.
"Enggak, ih... Perasaan mu saja." Ujar Chia.
Chia merogoh coklat didalam tasnya, dia pun menghampiri Kay secara terang-terangan.
"Kay ini buat kamu." Ucap Chia menyodorkan coklat kepada Kay.
"Cieeee...." Ucap Angga dan Sandi kompak.
Chia tidak memperdulikan mereka dan hanya berfokus menatap Kay dengan semburat senyum diwajahnya.
"Tidak terima kasih." Tutur Kay.
"Yah, kenapa? Ambil aja, nggak papa." Cicit Chia.
"Udah ambil aja, Kay. Nggak usah malu-malu kucing gitu." Teriak Angga menoel Kay.
Kay mengambil coklat yang diberikan Chia, namun dia langsung melemparkannya kepada Angga.
"Ambil nih." Ucap Kay terus melangkah pergi setelah membayar pesanan makanannya.
"Loh?" Angga bingung.
Chia menatap Kay yang melangkah pergi, Angga dan Sandi merasa tidak enak atas perilaku yang diberikan oleh Kay. Mereka melihat ke arah Chia, namun anehnya wajah Chia tersenyum dan pipinya memerah.
Angga dan Sandi saling menatap, mereka pikir Chia akan sedih namun ekspektasi mereka berbeda.
"Ini coklatmu." Ucap Angga mengembalikan coklat yang dilemparkan Kay tadi.
"Ambil aja." Ucap Chia.
Chia pun kembali ke tempat nongkrongnya, sementara teman-temannya juga ikut menggoda Chia.
"Oh, jadi gitu yah. Tadi kami minta nggak dikasih, giliran si Doi mah langsung dikasih." Oceh Aris.
"Haish namanya juga orang lagi jatuh cinta." Ucap Naina.
"Ih, apaan sih siapa yang lagi jatuh cinta." Sahut Chia.
"Tapi, si Kay nolak tuh coklatnya." Ucap Ria.
"Iya, kasihan yang sabar yah. Cup Cup Cup...." Ucap Aris mengelus kepala Chia.
"Enggak papa, lama-lama juga dia akan luluh sama perjuanganku." Tutur Chia tersenyum.
"Kalau tidak diterima?" Tanya Anton.
"Yah, pokoknya harus diterima. Aku pantang menyerah." Ucap Chia penuh tekad.
"Astaga, segitunya. Kenapa kamu bisa suka sama Kay?" Tanya Cherly.
"Iya, dia tidak lebih baik dari Ian. Malah, Ian aja kamu acuhkan. Apa bagusnya Kay?" Sahut Aris.
"Hmmmm, mungkin karena dia sering nolak Aku. Jadi, Aku tertarik." Jawab Chia.
"Sepertinya kamu tipe suka sama orang yang tidak suka sama kamu yah." Ungkap Ria.
"Yah, bisa jadi." Sahut Chia.
Teman-teman Chia hanya memaklumi apa yang dilakukan oleh Chia, bahkan mereka membantu Chia untuk dekat dengan Kay. Walaupun, Kay masih tidak memperhatikan Chia dan bersikap datar ke Chia.