
Beberapa hari berlalu, kini tepat malam Minggu dimana Chia menepati janjinya menemani Adit jalan-jalan sebelum besok Adit berangkat.
Chia sudah siap-siap sejak tadi, tinggal menunggu Adit datang menjemput saja.
Tidak lama kemudian Adit tiba, Chia pun bergegas menghampiri Chia.
"Kamu sudah bilang sama orang rumah belum kalau mau keluar?" Tanya Adit.
"Udah, Kak. Aku udah bilang sama Ibu kok." Jawab Chia.
"Bilangnya bagaimana?" Tanya Adit lagi.
"Yah bilang mau keluar sama Kak Adit gitu doang." Sahut Chia.
"Terus Ibu bilang apa?" Tanya Adit.
"Okey." Jawab Chia.
"Ya udah, naik gih." Timpal Adit.
Chia pun bergegas naik, Adit pun menyalakan mesin motornya.
"Kemana dulu nih?" Tanya Adit.
"Terserah." Jawab Chia.
"Kok terserah sih." Ucap Adit.
"Yah, terserah. Emang kakak mau kemana?" Tanya Chia balik.
"Nggak tahu, Kakak ikut kamu saja." Timpal Adit.
"Tapikan yang bawa motornya kakak." Ujar Chia.
"Kamu kan bisa arahin gitu." Tutur Adit.
"Ya udah kakak maunya kemana?"
"Nggak tahu, bagusnya kemana?"
"Nggak tahu."
"Astaga."
Adit pun menepikan motornya dan berhenti sejenak.
"Masa kamu nggak tahu mau kemana?"Tanya Adit.
"Yah, Aku ikut kakak aja. Kakak mau kemana?" Tanya Chia balik.
"Lah, kan ini kotamu harusnya kamu yang tunjukkin jalan." Ujar Adit.
"Iya, makanya Aku tanya kakak mau kemana?" Ucap Chia.
Adit terdiam sejenak, Chia pun ikut terdiam. Hingga beberapa menit tidak ada percakapan sama sekali.
Mereka masing-masing sibuk dalam pikiran mereka.
"Kita makan aja dulu, gimana?" Tanya Adit.
"Boleh." Jawab Chia.
"Oke, mau makan dimana?" Tanya Adit.
"Terserah." Sahut Chia.
"Ya Allah, Chiiaaa..."
"Iya Kak Adittt? Emangnya Kak Adit mau makan apa?" Tanya Chia balik.
"Salmon gimana?" Tanya Adit.
"Ha? Salmon? Dimana itu jualnya?" Tanya Chia balik.
"Disini ada Japanese Food nggak?" Tanya Adit.
"Kurang tahu yah Kak. Soalnya, Aku dan teman-teman biasanya makan di warung doang, sama di KFC. Nggak ada tuh makan-makan salmon." Tutur Chia.
"Kakak becanda doang, ya udah makan diwarung mana?" Tanya Adit.
"Hmmm, di dermaga aja kak. Kalau malam gini rame loh trus pemandangannya juga indah, tapi nggak ada yang jual salmon, cuman nasi goreng, mie goreng, ayam lalapan dll pokoknya makanan Indonesia kak." Oceh Chia.
"Ya udah kita kesana aja, tunjukkan jalannya. Eh, tunggu gimana kalau kamu aja yang bawa motor?" Tanya Adit.
"Ha?"
"Kamu tahu bawa motor kan?"
"Iya tahu. Tapi..."
"Ya udah, nih kamu yang bawa." Adit bergegas turun dari motor.
"Trus kak Adit sama siapa?"
"Sama kamu lah."
"Ha, maksudnya? Aku boncengin Kakak gitu?"
"Iya."
"Nggak salah kak?"
"Tidak, udah ayok jalan." Ucap Adit bergegas duduk dikursi penumpang.
"Ih, Kak Adit. Kak Adit awas yah jangan peluk Aku. Jangan nyentuh pinggang Aku, pokoknya Kak Adit jangan dempet-dempet yah." Oceh Chia.
"Iya, udah jalan tuh."
Chia pun menjalankan perintah Adit, dengan kecepatan sedang Chia mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di dermaga tempat yang dikatakan oleh Chia.
Setelah memarkirkan motor, Chia dan Adit pun berjalan bersama mencari tempat untuk mereka tempati.
"Rame juga, nggak ada yang kosong nih." Ujar Adit.
"Emang rame tempat ini." Tutur Chia.
Mereka pun bergegas ketempat itu, setelah menempati tempat yang mereka pilih, Adit pun langsung memesan makanan.
"Kamu mau makan apa?"
"Aku salad buah sama air mineral aja." Sahut Chia.
Adit menatap Chia dengan saksama, membuat Chia menjadi bingung.
"Kenapa Kak? Ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Chia.
"Enggak debat dulu nih pilih makannya?" Tanya Adit.
"Aku suka salad yang jual disini, hehe..." Sahut Chia.
"Kamu makan salad saja? Nggak nasi?"
"Hmm, Aku ngemil-ngemil aja kak. Soalnya Aku sudah makan dirumah tadi masih kenyang." Ucap Chia.
"Ya udah tambah lagi cemilannya, salad aja nggak kenyang loh."
"Hmm, enggak deh. Salad aja, tapi saladnya yang jumbo yah." Ucap Chia.
"Mas, pesan salad buahnya yang jumbo, air mineral 2 sama ayam lalapannya 1 dan es teh 1." Titah Adit.
"Baik, Mas."
Sembari menunggu pesanan mereka datang, Adit mengajak Chia untuk mengobrol.
"Habis makan mau keman lagi?" Tanya Adit.
"Ters..."
"Jangan jawab terserah atau ikut doang yah." Timpal Adit.
"Bioskop aja gimana?" Sahut Chia.
"Oke, kalau gitu. Aku booking dulu deh tiketnya." Ujar Adit.
Adit pun membeli tiket secara online, namun dia bingung mau memesan tiket film apa.
"Kamu mau nonton apa?"
"Memangnya ada film apa aja?"
"Hmm, kebanyakan sih horor tapi ada juga nih yang romantis."
"Kakak sukanya film apa?"
"Film action."
"Emang ada di list?"
"Nggak ada, film actionnya bulan depan baru banyak."
"Ya udah horor aja yang ada actionnya." Tukas Chia.
"Kamu nggak takut kan sama yang horor-horor gini." Tanya Adit.
"Enggak." Sahut Chia.
"Oh iya lupa, kamu lebih kejam daripada setannya sih. Ya udah ini aja."
Setelah memutuskan film apa yang akan dinonton, Adit pun memesan dua tiket.
Makanan mereka pun tiba tetap waktu. Mereka mulai menyantap makanan mareka.
Setelah makan, mereka pun melanjutkan perjalanan untuk ke bioskop.
Sesampainya di bioskop, Adit bergegas mengambil tiket yang sudah dipesannya itu.
"Masih 30 menit lagi nih filmnya baru mulai." Ucap Adit.
"Ya udah kita tunggu dulu."
"Pesan makanannya dulu ayok."
Tiba-tiba ponsel Adit berdering, Adit pun bergegas menjawab telpon itu.
Wajah Adit berubah saat berbicara dengan orang yang menelponnya itu.
"Oke tunggu Aku kesitu." Ucap Adit kemudian mengakhiri telponnya.
"Kenapa Kak?" Tanya Chia.
"Teman kakak nggak sengaja nabrak mobil orang." Ucap Adit.
"Kok bisa?"
"Entahlah. Jadi, Kakak mau kesana dulu. Kamu bisakan tunggu kakak." Ucap Adit.
"Aku ikut kakak aja." Timpal Chia.
"Jangan takutnya ada apa-apa kamu kena sasaran juga. Kamu tunggu disini aja, kakak janji kakak balik secepatnya. Oh, iya kalau filmnya sudah mulai kamu nonton duluan aj."
"Tapi, kak Adit janji yah balik lagi." Ucap Chia.
"Iya." Ucap Adit mengelus kepala Chia.
Sebelum pergi, Adit membelikan beberapa cemilan untuk Chia. Setelah itu, dia bergegas pergi.
...----------------...
5 menit lagi film yang akan Chia dan Adit nonton dimulai. Namun, Adit tak kunjung datang. Chia terus menatap layar ponselnya menunggu pesan atau call dari Adit. Tetapi, belum juga ada pesan yang masuk.
Setelah 5 menit berlalu, Chia masih menunggu diruang tunggu.
"Filmnya sudah mulai, Kak Adit belum datang juga. Apa Aku masuk duluan aja?" Batin Chia.
Beberapa saat, pesan masuk terlihat dilayar ponsel Chia. Pesan yang sejak tadi ditunggu olehnya.
"Chia, maaf yah sepertinya kakak tidak bisa menemani kamu nonton. Masalah disini semakin panas karena mobil yang ditabrak teman kakak, mobil pejabat kota ini. Jadi, kakak masih mau bereskan masalah dulu disini. Kamu nggak papakan nonton sendiri. Maaf yah." Pesan Adit.
Chia pun membalas dengan memberikan semangat kepada Adit, dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dan akan melanjutkan untuk menonton film yang sudah dibooking Adit.