
Setelah Chia pergi, postingan keberangkatan Chia pun dipasang oleh teman-temannya yang mengantarnya. Sebelumnya, Chia meminta untuk tidak mengumbar kepergiannya sebelum dia benar-benar pergi dari kota kelahirannya itu.
"Si Chia berangkat yah?" Tanya Andi.
"Masa?" Tanya Angga.
"Nih, statusnya Sari, Via juga." Ucap Andi.
"Eh, iya nih Aris dan Anton juga." Sahut Sandi.
"Pantas si Alif pagi-pagi udah keluar, ternyata nganter si Chia yah." Ucap Bian.
Tiba-tiba Alif datang dengan wajah lesunya.
"Lah, itu si Alif." Ucap Angga.
"Eh, si Chia kemana tuh?" Tanya Bian.
"Pindah kampus." Jawab Alif lesu.
"Ha? Pindah kampus?" Tanya Andi ulang.
"Iya." Jawab Alif.
Alif pun masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia membuka ponsel miliknya. Mengecek kembali pesan WhatsApp yang dia kirimkan ke Chia apa sudah mendapatkan atau belum.
"Yah belum di read." Ucap Alif.
Alif kembali meletakkan ponselnya dan memejamkan matanya hingga dia tertidur.
...----------------...
Beberapa saat setelah bangun, diluar kamar sangat berisik. Teman-temannya masih berkumpul diluar. Alif pun bangun dan menuju ke dapur. Saat berjalan keluar, teman-temannya melihat Alif.
"Alif kenapa? Tumben biasa dia yang paling ribut." Tanya Kay.
"Iyalah, pujaan hatinya pindah kampus gitu." Jawab Angga.
"Siapa?" Tanya Kay.
"Siapa lagi kalau bukan si Chia." Ucap Angga.
"Chia pindah kampus? Kok Aku nggak tahu. Ucap Kay.
"Lah, kami aja baru tahu tadi. Noh, lihat status teman-temannya. Ketahuan nih nggak buka hp pasti." Sambung Bian.
Alif kembali berjalan menuju kamarnya, dengan membawa segelas air.
Tiba-tiba saja terdengar suara gelas pecah, Angga, Kay, Andi, Bian dan Sandi pun terkejut dan saling menatap.
"Kalian dengar?" Tanya Bian.
"Dengarlah ***, dari kamar Alif kan." Ucap Angga.
Mereka pun bergegas masuk ke kamar Alif dan melihat apa yang terjadi.
Alif duduk diatas kasurnya sembari memegang ponselnya. Sementara, pecahan gelas kaca berserakan.
"What the f***." Ucap Bian yang melihat pecahan gelas kaca itu.
"Ada apa woy." Tanya Sandi.
"Kalian mau tahu nggak jawaban Chia apa saat Aku nembak dia?" Tutur Alif.
"Yah diterimakan." Jawab Angga.
"Enggak, dia nolak Aku." Ucap Alif.
Alif menatap ke arah Kay dengan tatapan yang sangat intimidasi.
"Gimana Kay menurut kamu? Kamu senangkan Aku ditolak sama Chia?" Lanjut Alif.
"Hah? Kok jadi nyalahin Aku." Ucap Kay.
"Heh, nggak usah pura-pura yah Kay. Kamu juga suka kan sama Chia. Aku tahu kamu suka sama si Chia." Oceh Alif.
"Udah guys nggak usah berantem mari ngobrol dengan kepala dingin." Ajak Bian.
"Iya, jadi alasan Chia nolak kamu gara-gara si Kay?" Tanya Sandi.
Flashback On
Chia menarik tangan Alif menjauh dari teman-teman mereka. Setelah merasa sudah aman Chia pun melepaskan genggaman tangannya.
"Maaf, Lif. Sebenarnya, Aku belum memiliki jawaban. Namun, Aku juga tidak ingin kamu menunggu. Maaf, Aku tidak bisa menerima perasaanmu. Mungkin sangat sakit bagi kamu, tapi akan lebih sakit jika Aku menerimamu hanya karena kasihan. Sementara, dihatiku sudah ada seseorang yang kusukai."Tutur Chia.
"Kamu suka Kay kan." Ucap Alif.
"Iya, Aku sangat menyukainya. Tetapi, Aku juga sangat membencinya. Aku bisa saja menolak mu secara langsung, namun saat melihat Kay tersenyum saat kamu menyatakan perasaanmu kepadaku membuat Aku sangat sedih bercampur marah. Karena itu, Aku meminta sedikit waktu untuk mempertimbangkan semua. Tapi, setelah pikir-pikir Aku benar-benar tidak bisa menerimamu. Maaf."
" Kalau begitu pura-pura saja menerimaku." Pinta Alif.
"Ha? Maksud kamu apa?" Tanya Chia.
"Pura-pura menerimaku, Aku akan membantumu melihat perasaan Kay sebenarnya terhadapmu." Tutur Alif.
"Kau gila, Aku tidak mau seperti itu. Bahkan, jika kita melakukan hal itu. Kamu yang akan lebih merasakan sakit." Ucap Chia.
"Kalau begitu biarkan Aku terus mengejar mu." Tukas Alif.
Chia terdiam sejenak, dia bingung apa yang harus dikatakan.
"Baiklah, Aku memberikan kamu waktu sebulan untuk dekat denganku. Jika, kamu bosan kamu bisa langsung pergi. Tetapi, jika kamu benar-benar menyukaiku. Maka, kamu harus tetap tahu bahwa Aku tidak mungkin menerima." Tutur Chia.
"Tidak masalah, bahkan sebulan pun Aku sudah puas walaupun hanya berpura-pura."
"Tetapi jangan salahkan Aku jika nantinya kamu yang tersakiti." Ucap Chia.
"Iya, tenang saja."
"Oke, sepakat."
Flashback off
Alif hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Bian.
"Aku pergi dulu." Ucap Kay seketika buru-buru pergi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Sandi.
Namun, Kay langsung menyalakan mesin motornya dan pergi menjauh.
...----------------...
Kay tiba di depan kos Ria, entah kenapa tempat pertama yang dituju olehnya adalah kos milik Ria.
Beruntungnya Kay, karena Ria dan lainnya sedang berkumpul dihalaman kos Ria. Kay lalu menghampiri mereka.
"Na." Ucap Kay saat tiba.
"Hm." Jawab Naina yang terkejut melihat Kay.
"Aku boleh pinjam ponsel kamu nggak?" Tanya Kay.
"Ha? Ngapain?" Tanya Naina.
"Aku, aku mau chat Chia." Jawab Kay gugup.
"He? Kenapa nggak chat pake hp kamu aja." Sahut Cherly.
"Dia nge-blok Aku." Ucap Kay.
"Pftttt, kok bisa?" Tawa Anton.
"Entah, sudah seminggu Aku di bloknya. Gimana, Na bisa? Atau pinjam punya kalian deh." Pinta Kay.
"Kamu mau ngomong apa emang?" Tanya Ria.
"Ngomong sesuatu pokoknya." Ucap Kay.
"Kamu kan diblok cuman di WA, kenapa nggak DM di IG atau inbox di Messenger? atau SMS biasa aja?" Pertanyaan beruntun Naina.
"Sudah, semuanya diblok juga. Please, Aku mohon bantuan kalian." Pinta Kay.
Mereka saling menatap dan berbicara dengan bahasa isyarat mata mereka.
"Aku mohon please." Pinta Kay lirih.
"Udah, nih pake HP Aku aja." Ucap Anton.
"Kenapa kamu kasih, kamu nggak ingat sikap dia ke Chia gimana, tuh gara-gara dia Chia nangis mulu." Oceh Naina.
"Udahlah, setiap orang punya kesalahan masing-masing. Lagian, mereka juga nggak bakal ketemu lagi." Tutur Aris.
"Terimakasih." Kay mengambil ponsel milik Anton.
Dengan cepat dia mencari nomor Chia, lalu menekan tombol memanggil.
"Hey, chat aja. Mungkin dia udah di pesawat tuh." Ucap Ria.
Namun, Kay masih kekeuh menelpon Chia dengan ekspresi wajahnya yang gugup. Panggilan itu pun diangkat oleh Chia.
"Iya, halo. Kenapa?" Tanya Chia.
"Chia, dengarkan Aku. Aku minta maaf atas semua tingkah laku yang membuat kamu sakit hati, dan Aku juga mau bilang..."
Tiba-tiba didalam pesawat, Chia mendapatkan teguran untuk mematikan ponselnya.
"Oh, iya maaf, akan saya matikan." Ucap Chia kepada pramugari.
"Anton nanti dulu yah, Aku harus mode pesawat nih."
"Chia, ini Aku Kay. Tolong dengarkan sebentar saja. Aku, Aku suka sama kamu." Ucap Kay.
Tiba-tiba sambungan telepon mereka terputus. Naina, Ria, Anton, Aris dan juga Cherly yang mendengar pernyataan Kay membuat mereka saling pandang dengan mata yang melotot.
"Aku nggak salah dengar kan?" Tanya Anton.
"Enggak kami juga dengar kok." Ucap Ria.
"Apakah kiamat sudah dekat? Kutub Utara benar-benar mencair." Ucap Cherly.
"Wait, Chia tadi dengar nggak?" Tanya Aris.
"Sepertinya panggilan telpon mereka terputus deh." Jawab Ria.
"Kalau Chia dengar kira-kira ekspresinya seperti apa?" Tanya Cherly.
"Yah, mungkin dia akan loncat dari pesawat saking senangnya." Jawab Anton.
Kay pun mengembalikan ponsel milik Anton.
"Makasih yah." Ucap Anton.
"Chia udah dengar." Tanya Aris.
"Sepertinya, tidak." Jawab Kay lesu.
"Yah, kalau kamu benar-benar suka sama dia, tunjukkan dong effort kamu. Noh, si Chia aja effort ke kamu udah kayak gunung." Oceh Naina.
"Iya Aku mohon bantuan kalian, Aku akan mengejar Chia. Aku mohon bimbingan dari kalian. Btw, yang Aku ucapkan tadi tolong jangan bilang ke siapa-siapa yah." Tutur Kay.
"Yah, dilihat dulu effort kamu kayak gimana, kalau bagus yah mungkin bisa kami bantu." Ucap Cherly.
"Baiklah. Aku akan berusaha sebaik mungkin." Ucap Kay.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAY, SEMUA TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL INI HINGGA PADA EPISODE TERAKHIR YAH🙏. DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA NOVEL "I THINK I LOVE U" TELAH BERAKHIR 😊.
MAAF JIKA SELAMA PENULISAN NOVEL BERLANGSUNG, SAYA SELALU LAMBAT UNTUK UPDATE EPISODE TERBARU HEHEHE(人 •͈ᴗ•͈).
TERIMAKASIH YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI NOVEL INI, BERIKAN KOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR. BAIK SARAN MAUPUN KRITIKAN KALIAN AGAR DAPAT MEMBANTU SAYA LEBIH BAIK DALAM MEMBUAT NOVEL SELANJUTNYA 🥰.
OH, IYA GUYS. NOVEL "I THINK I LOVE SEASON 2" AKAN HADIR KEMBALI. JADI, TETAP JADI PEMBACA SETIA NOVEL INI YAH, TERIMAKASIH SEMUA🙏.