
“Gimana, apa kamu suka kejutannya?” Tanya Wyatt pada Tiara, saat ia mendekatinya, sambil memeluk pinggangnya erat.
“Iya, makasih telah mewujudkan pernikahan impianku,” tersenyum tulus pada suaminya. “Hari ini, hari yang paling bahagia bagiku.” Yang dijawab dengan usapan lembut dipipinya oleh Wyatt.
“Ya ampun, pengantin baru bermesraannya nanti aja, kasihan yang masih jomblo donk,” goda Melden, sepupu Wyatt yang terkenal playboy tapi berhati baik.
“Dasar Playboy,” jawab Wyatt datar.
“Aduh, ucapanmu ini bisa membuat reputasiku rusak di depan iparku, Kerdes,” ucap Melden pura-pura terluka, dengan meletakkan tangannya di dadanya. Membuat yang lain tertawa geli melihat tingkahnya yang suka sekali menggoda Wyatt. Mereka berdua sering tak akur kalau ngobrol tapi kalau salah satu di antara mereka terkena masalah, akan selalu saling bantu.
Tiara hanya menanggapinya dengan tersenyum, sungguh senang hatinya bisa mengenal keluarga besar Wyatt, walaupun yang hadir ini belum semuanya, sisanya akan hadir pas acara yang akan diadakan lagi di Turki, buat memperkenalkan dirinya pada keluarga lainnya yang berhalangan hadir, tapi dari cerita mereka, kalau dirinya diterima baik dalam keluarga besar suaminya, walaupun ada juga yang menatap tak suka padanya, tapi tak pernah digrubisnya. Mereka semua berbicara menggunakan bahasa inggris, karena dirinya tak bisa bahasa Turki, jadi mengambil jalan tengah, bahasa yang bisa dipahami oleh dirinya maupun keluarganya.
“Ra, dari tadi Wyatt terus mencarimu, untung kamu datang. Kalau gak bisa merusak mood bahagianya hari ini,” goda salah satu sepupu Wyatt, Ariana. Yang sengaja datang utuk menghadiri repsepsi pernikahan mereka.
“Berisik,” ucap Wyatt datar.
“Ck, selalu bermuka datar gitu, hati-hati, nanti malah istrimu bosan menghadapinya,” goda lagi sepupu Wyatt yang lain, Hector.
“Satu lagi orang yang suka berisik,” gerutunya datar. Tak menggurbis tingkah keluarga besarnya yang sedang menggodanya, malah ia mempererat pelukan pinggangnya.
Digoda oleh keluarga besar Wyatt, membuat Tiara malu. Menghindar dan melirik ke sekelilingnya, melihat ketiga sahabatnya yang sedang bergurau dengan ketiga adiknya, membuat hatinya menghangat. Tiba-tiba entah kenapa matanya tertarik melihat ke atas, di jendela ujung kamar terteguk dan terkejut, mengedipkan matanya lalu apa yang dilihatnya tadi seolah hanya ilusi semata. Dirinya tadi sepertinya melihat Caira yang sedang tersenyum padanya. Menyakinkan hatinya sendiri ini mustahil, membuatnya menggeleng kepala.
“Kenapa?” bisik Wyatt heran melihat Tiara menggeleng kepala. “Pusing,” sambungnya datar tapi tersirat perasaan khawatir. Melihat arlojinya yang menunjukan jam 9 malam, acara yang dibuatnya dibuat 2 sesi, sesi pertama di lakukan siang sampai sore, mengulang akad dan penandatangan buku nikah. Sedangkan malamnya dikhususkan untuk repsepsi. Semuanya yang hadir juga hanya keluaga besar mereka berdua dan para sahabat terdekat saja. Maka nya ia khawatir, istrinya baru sembuh, akan kembali ngedrop kesehatannya.
“Gak ada,” memberikan senyuman menenangkan, menandakan ia baik-baik saja. Melihat reaksi suaminya tak percaya, ia menepuk-nepuk tangan Wyatt yang berada dipinggangnya, menyakinkan bahwa dirinya tak apa-apa.
Wyatt mengambil napas, melirik istrinya yang keras kepala ini. “Kalau kamu udah merasa lelah, ngomong aja. Biar kita bisa istirahat, aku gak mau acara ini membuatmu sakit lagi,” bisik lagi suaminya sambil menggenggam tangannya.
Tiara menggangguk kepala, untung keluarga yang berada mengelilingnya sedang sibuk bercerita dan bergurau, sehingga tak memperhatikan obrolan mereka. Tiba-tiba hatinya merasa tak enak dan gelisah, seperti ada yang mengawasinya dengan tajam. Bulu kuduknya merinding, untuk menenangkan hatinya itu, ia mengambil gelas yang berisikan minuman juice mango float, sambil menatap ke ujung gedung yang gelap tak jauh darinya, yang di sebelahnya terdepan pohon besar. Entah kenapa matanya tertarik ke sana, ketika minuman sedang berada di depan mulutnya, matanya melihat sesosok wanita cantik berpakaian ala bangsawan, menggunakan cadar tapi dengan mata semerah darah menatapnya marah. Seketika ia terkejut, menjatuhkan minumannya dan berdiri mundur, gemetar tapi matanya tetap menatap ke arah sosok itu, yang sekarang menghilang, yang hanya terlihat mata merahnya saja yang masih tetap menatapnya.
Prang
Bunyi gelas yang dijatuhkan Tiara mengagetkan semua orang, dan membuat keluarganya mendekat dan merasa khawatir.
“Kamu kenapa, Canim?” Tanya Wyatt tanpa sadar memanggil Tiara dengan panggilan sayang untuknya, ikut berdiri dan memegang tangan istrinya yang gemetar. Menatap raut ketakutan di wajahnya, dan mengikuti arah pandangan istrinya itu. Tapi tak menemukan apa pun, mencari ke sekelilingnya juga sama, tak melihat apapun.
Lalu ditariknya dalam pelukkannya, merasakan tubuh istrinya yang gemetaran. Mengelus-ngelus punggungnya lembut dan mengucap kata-kata menenangkannya. Sehingga perlahan tubuh Tiara kembali tenang, masih dalam pelukannya. Ia merasakan sesuatu yang bergetar di dadanya dan sedikit nyeri seperti kepala kita tanpa sengaja terantuk pintu. Entah kenapa hatinya langsung berpikir tentang kalung warisan keluarganya, yang memang sejak mereka menikah selalu dipakai istrinya itu. Dirinya yakin, tadi kalung itu yang bergetar, entah apa maksudnya.
Wusshh
Sekilas angin yang begitu cepat menyentuh kaki Wyatt, membuatnya menatap ke bawah, dan terkejut, ketika tumpahan juice mango float istrinya itu yang jatuh di rumputan, menjadi hitam.
Wusshh
Semiliran angin kembali datang menampar wajahnya halus, membuatnya menoleh kearah, ke ujung lorong yang mendekati taman dan gerbang. Firasatnya mengatakan ada yang mau mencelakai istrinya, dengan perasaan takut dan marah, ia semakin memeluk istrinya, takut kehilangannya.
“Leon,” panggil Wyatt tajam. Lalu Leon mendekat, dan ia membisikan sesuatu di telinga asistennya itu, memberi perintah yang harus dilakukannya.
“Ra, lo kenapa?” Tanya ketiga sahabatnya cemas.
“Nak, kamu gak apa-apa?” Tanya Bunda dan Ayahnya serempak dengan cemas.
“Mba, lo kenapa?” Tanya ketiga adiknya khawatir.
“Nak, ada apa denganmu?” Tanya kedua mertuanya ikut cemas.
“Tiara gak apa-apa, mungkin hanya kecapean, sehingga tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya,” jawab Wyatt tenang sambil memeluk istrinya posesif dan mencium kepalanya sayang, lalu mengelus punggungnya. “Kalian tenang aja, Istriku baik-baik saja, hanya kelelahan.”
“Mungkin juga, Tiara kan baru aja sembuh,” timpal iparnya Wyatt, Stuart. Melihat gerakan Wyatt yang seketika memeluk posesif dan memeluk istrinya itu, firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tak beres. Apalagi setelah berbisik dengan Leon, asistennya itu langsung pergi membawa beberapa bodyguardnya secara diam-diam. “Kamu ajak istrimu istirahat dulu ke dalam, kesehatannya lebih penting daripada menemani kami sampai selesai.”
“Ya udah, kalau gitu. Nak, kamu bawa istrimu istirahat,” perintah Mommy Wyatt tegas pada anaknya.
“Aku baik aja, Mom,” tolaknya halus dan tersenyum.
“Baik dari mana, mukamu pucak gitu,” cerca Bundanya cemas, ingin memeluk anaknya tapi dirinya menahannya, karena merasa menantunya itu lebih bisa menenangkan anaknya itu. Ia sadar, ketika anak perempuannya menikah, bearti bukan milik dan tanggung jawab orang tuanya lagi, tapi suaminya.
“Bunda,” rengeknya menolak manja.
“Gak usah banyak protes, turuti keinginan kami ini, Nak.” Timpal Ayahnya lembut. “Sisa acara ini, biar Ayah dan Bunda yang menggantikan kalian berdua.” Mengelus lembut puncak kepala anaknya sayang.
“Makasih, Yah, Bund.” Ucap Wyatt tulus, melihat senyuman sayang mertuanya pada dirinya.
“Antara anak dan Ayah, gak perlu ada ucapan makasih segala, Wyatt,” ucap Dimas pada menantunya itu. “Kamu bawa aja istrimu itu istrihat di kamarnya, biarlah sisa acara ini , kami sebagai orang tua yang mewakilinya. Ayah juga merasa keluarga kita yang hadir juga pada mengerti,” sambungya menatap ke sekelilingnya yang mana para keluarga dan kerabat mereka pada menatap khawatir dengan keadaan Tiara, jadi mereka mengerti dengan kondisi anaknya yang tiba-tiba kelelahan.
“Ayah,” protes Tiara manja.
“Ikuti aja mau suamimu itu, jangan keras kepala kamu, Nak,” gerutu Ayahnya geleng-geleng kepala, dengan sikap anaknya yang tetap bersikeras menolak untuk meninggalkan pestanya ini. “Kesehatanmu lebih penting, jangan buat kami menjadi sedih dengan kesehatanmu, nak.” Sambungnya lembut, menatap anaknya dengan sayang.
“Iya, Yah.” Jawabnya pasrah dan setuju.
“Bawa istrimu sekarang, yang di sini biar Daddy yang ngehandle, Wyatt,” ucap Daddy nya tegas, terdapat pesan tersirat, kalau apa yang terjadi tadi, biar Daddy yang menyelesaikannya.
“Makasih, Dad.” Jawabnya tulus.
Daddynya menepuk pundaknya sayang dan dengan anggukan kepalanya, menyuruh membawa Tiara ke kamarnya. Tadi ketika mendekati anak dan menantunya, entah kenapa matanya langsung menatap ke bawah, dan terkejut, bekas tumpahan juice Tiara di rerumputan menjadi hitam. Itu bertanda, minuman yang akan diminum menantunya sudah dikasih racun. Ia merasa sangat marah dan kecolongan, untung saja minuman itu terjatuh, kalau tidak. Tak bisa dibayangkan olehnya nasib menantunya itu saat ini, bisa memuncul sisi kejam anaknya, karena kehilangan istri yang baru dicintainya itu. Ia akui, dirinya termasuk orang kejam dalam dunia bisnis, pada orang-orang yang akan menghancurkan keluarganya, tapi anaknya Wyatt bahkan bisa lebih kejam darinya. Bahkan banyak mengenal ketua mafia dan bekerja sama dengan mereka, tapi kerja sama dalam bisnis yang legal, seperti perhotelan, tempat wisata, resort, masih banyak lagi. Bukan bisnis yang bisa menghancurkan reputasi dan kehidupan mereka, seperti penjualan senjata dan narkoba. Dirinya memang melarang tegas Wyatt berkecimpungan dalam bisnis haram itu, jadi tak heran anaknya itu banyak dikenal dan ditakuti dikalangan bisnis dunia.
👏👏👏
😇Assalamu alaikum, met pagi readers🤗
🤗Senang bisa update lagi, maaf baru bisa
update sekarang, semoga aja readers gak
kebosanan nunggu update terbaru sy,hehe😉
😇Makasih yang masih setia membaca cerita ini
🙏 sebelum itu,berhubung lebaran udah
lewat,tapi sy belum minta maaf,maaf yah
readers kalau selama penulisan/isi cerita ada
yang kurang berkenang dihati kalian🙏
😊Kalau suka jangan lupa klik👉Like👉Vote👉
Favorite👉komen👉kritik👉saran tuk
membangun kemajuan penulisan cerita sy ini
😉
👋See you on next 👉 chapter👌😉