
Audrey tak bisa mengunjungi Tiara terlalu lama, karena takut Jasmin bangun dan melihatnya tidak ada, akan langsung menangis mencarinya. Maka nya dia tak bisa ngobrol lama dengan Tiara, tapi berjanji akan mengunjungi lagi ketika anak-anaknya bisa ditinggal.
Begitupun Tasya, ikut pulang karena harus bekerja, berjanji nanti malam akan mengunjungi lagi. Tadi dia sempat mengatakan keputusan Wyatt yang bersedia menarik tuntutannya, yang membuat wajah Tasya masam. Dia masih ada sedikit tidak ikhlas dengan keputusan Tiara, tapi belajar memaafkan dan memiliki hati yang lapang seperti sahabatnya itu.
Ketika melihat bermacam pakaian Audrey, ia hanya mengelus dada. Pasalnya selain harganya tidak ada di bawah sejuta, modelnya gamis semua, beruntung saja jilbabnya tidak dibeli yang bentuknya panjang, yang langsung pakai. Pokoknya lengkap, dari handsock, kaos kaki, aksesoris, ciput. Dirinya hanya bisa menarik napas sabar, melihat yang dibelikan Audrey, daikuinya selain mahal, model yang dipilihnya bagus semua. Dasar orang kaya. Beli tidak tanggung-tanggung, menghabiskan uang saja. Tidak tahu butik mana yang dibuka paksa olehnya, ingin protes, percuma saja, kalau melihat sifat arrogant suaminya itu.
Orang tuanya datang jam 8, menggantikan suaminya yang ada urusan yang harus dikerjakan. Ketiga adiknya belum bisa datang karena selain kerja, ada juga yang masih kuliah. Suaminya pergi membawa semua pakaian, jilbab dan ciput, miliknya untuk di loundry dulu, siang nanti baru diambil. Ia senang Bundanya membawa pakaian lama, beserta jilbabnya. Keadaannya yang dirawat, memang hanya kelurganya intinya yang tahu. Semua rekan kerja di kantornya dan keluarganya yang berada di luar kota tidak ada yang tahu, karena permintaan Wyatt, untuk merahasiakannya, begitupun juga statusnya yang sudah menikah, demi keselamatannya.
Dan mertuanya datang agak siangan, mereka sangat welcome padanya dan hangat. Mami mertuanya ternyata lebih cantik, seperti keturuan orang arab, dan kecantikannya itu diturunakan pada kedua anak perempuannya. Sedangkan Daddy mertuanya, tampan sekali, versi tua dari suaminya, cuma lebih ramah dan suka bercanda, sama kayak Ayahnya. Dan mereka langsung cocok, seperti sudah berteman lama.
“Nak,” seru Mami Ayu sambil menggengam tangannya. “Harap bersabar yah dalam menghadapi suamimu nanti, saat dia marah, kamu hanya perlu menemaninya, genggam tangannya, kalau perlu peluk, sampai emosinya turun. Kalau permintaannya gak kamu sukai, jangan ngegas menolaknya, ngomong pelan-pelan, bujuk dengan alasan bisa mengetuk hatinya.” Menepuk tangan menantunya lembut. “Anak Mami yang satu itu, orangnya sangat keras dan kejam. Hadapi dengan kelembutanmu, Mami yakin kamu bisa manjadi air yang memadamkan api di dalam hatinya yang sedang marah dan bisa mencairkan hatinya yang dingin.” Nasehatnya bijak.
Tiara mengangguk. “Iya, Mam.”
“Wyatt gak suka ada yang mengkhianatinya dan memiliki pasangan yang suka berbohong,” tersenyum melihat menantunya yang seperrti orangnya ngeri. Menepuk tangannya lagi menenangkan. “Jangan kuatir, kalau kamu membohonginya, paling dia hanya akan mendiamkanmu, sampai seminggu, itupun kita dulu harus bisa membujuk dan memenangkan hatinya agar kemarahannya itu hilang, kalau gak, kita sendirinya repot menghadapinya.” Menantap sayang padanya. “Jangan bingung gitu, nanti seiring berjalannya waktu, kamu pasti bisa tau, kapan saatnya dia marah, kapan saatnya gak mau diganggu, dan masih banyak lagi sifat-sifatnya yang menjengkelkan, yang akan membuntuhkan banyak stok kesabarannmu dalam menghadapinya.” Mengelus kepalanya dengan lembut dan mencium kepalanya. “Walaupun terlambat, Mami ucapkan ‘selamat datang’ dalam keluarga Knoxfeld.”
Tiara terharu melihat penerimaan dan kasih saying mertuanya itu, ia bersyukur mendapat mertua yang langsung bisa menyayanginya, seperti anaknya sendiri. “Makasih Mami,” hanya itu yang bisa diucapkannya dengan serak dan mata yang terharu, dan memeluk ibu keduanya itu dengan saying.
Kedua orang tuanya dan Daddy mertuanya, tersenyum bahagia melihatnya. Apalagi Bunda dan Ayah Tiara sudah bisa merasa lega dan bersyukur, anaknya diterima dengan mudah dalam keluarga suaminya, dan mertuanya terlihat begitu menyayanginya. Sehingga mereka bisa tenang, meninggalkan anaknya dalam pengawasan besannya itu.
“Daddy dan suamimu itu sifatnya sebelas dua belas, mirip. Bedanya Daddymu masih bisa diajak bercanda kalau suamimu susah. Kadang yah, kita sudah tertawa terbahak-bahak, dia hanya berwajah datar, dan sesekali tersenyum singkat menanggapinya. Itu pun harus dikasih tatapan tajam dulu baru senyuman itu muncul.” Terang Mami ayu menggerutu.
“Tapi masih tampanan Daddy daripada suamimu kan,” gurau Daddy Viktor sambil mengedipkan matanya.
“Ck,” decaknya sinis melihat tingkah suaminya itu. “ Iyakan aja, Nak. Kalau Daddymu ngambek, bisa-bisa Mami yang repot,” candanya dengan wajah pura-pura ngelangasa.
“Duh sayang, gak usah gitu donk. Kalau Daddy jelek, Mami gak mungkin cinta mati Daddy," tertawa melihat dengusan geram dari istri tercintaya itu. "Jangan menjelekkan Daddy di depan menantu kesayanganmu ini, Yang” gerurutnya pura-pura geram dan manja. “Biasanya juga suka direpotkan, malah minta lebih,” sambungnya jahil.
“Apaan sih Dad, nanti Tiara salah tangkap pula dengan omongan gandamu itu,” gerutu istrinya sebal. “Gak usah dengarin mertua sablengmu ini.”
“Sayang..” protes suaminya, langsung terdiam melihat tatapan tajam dari istrinya.
Tiara dan kedua orang tuanya tertawa melihat perdebatan itu, ia bisa melihat pancaran cinta yang begitu dalam di mata Daddy Viktor terhadap istrinya, dan sepertinya bucin juga sih. Memang diakuinya mertuanya ini suka bercanda, beda dengan suaminya. Dan bisa ditebak, candaannya itu kadang membuat suaminya kesal. Dirinya harus berguru dari Mami Ayu dalam menghadapi Daddy, biar dirinya bisa lebih memahami sifat suaminya itu.
*****
Sepanjang sisa hari itu, banyak yang datang mengunjungi. Dari ketiga adiknya dan sahabatnya. Beruntung suaminya sibuk, dan belum datang. Bisa canggung ketiga sahabatnya itu mau ngoborol bebas kalau ada dirinya. Dan dari informasi yang didapat dari Daddy mertuanya, suaminya itu sibuk menyelidiki siapa orang yang berani menghianatinya. Dan dari sifatnya itu bisa ditebak, kalau penghianat itu pasti tak akan selamat, dirinya merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Tiara hanya menghela napas panjang, saat suaminya datang dan ngomong kalau jam kunjung istrinya hanya sampai jam 10, jadi semua yang mengunjunginya harus pulang, termasuk keluarganya. Keluarganya hanya bisa menggeleng mendengarnya, dan para sahabatnya menggerutu dengan kearoganan Wyatt.
Tapi ketika suaminya bilang, mereka semua pasti capek setelah beraktivitas seharian, jadi sudah waktunya mengistirahatkan tubuh. Dengan pasrah mengikuti keinginannya, padahal dalam hati mereka tahu kok, kalau Wyatt hanya ingin berduaan saja dengan Tiara dan tak mau diganggu, karena seharian berada di luar, bisa dipastikan dia sudah rindu dengan istrinya itu.
Sayup-sayup mendengar suara orang yang sedang ngobrol. Ia menajamkan pendengarnya, dan mengenali suara itu. Suaminya sedang ngobrol dengan siapa pada jam begini, melihat kearah jam dinding yang menunjukkan jam 1 lewat. Dengan susah payah ia bergerak menuju kursi roda yang memang diletkakan di sampingnya, mendudukinya. Walaupun kakinya tidak patah, tapi kepala sering pusing jika dirinya banyak bergerak. Perlahan ia medorong kursi roda itu, tak ingin ketahuan dan membuat suaminya marah. mendekati pintu kamarnya ia mendengar pembicaraanya yang sarat amarah.
“Jadi apa alasannya sampai berani menghianatiku, Stuart” ucap Wyatt dingin.
“Dari penyelidikanku, dia membutuhkkan biaya banyak untuk operasi transplantasi ginjal istrinya yang membutuhkan banyak biaya. Kedua ginjal istrinya sudah lama bermasalah, ditambah kondisinya yang baru sebulan melahirkan, membuatnya langsung drop, dan dokter menyarankan harus mengganti ginjalnya dengan yang baru,” terang Stuart.
“Jadi demi uang dia berani bermain-main dengan nyawa istriku," ujar Wyatt sinis dan tajam. "Info apa yang kamu dapat darinya?” tanyanya datar.
“Awalnya dia tidak mau bicara tapi kuancam dengan kondisi anak dan istrinya, akhirnya mau mengaku.”
Tiara terkesiap mendengar obrolan suaminya dengan pria yang diketahuinya sebagai suami Audrey itu. Hatinya sedih dan terketuk mendengar pengorbanan yang dilakukan orang yang didugala telah mengkhianati suaminya itu, demi kesembuhan istrinya.
“Siapa?”
“Dia hanya bertemu dengan anak buahnya saja, bukan bos nya langsung. Dan mereka mafia dikenal dengan nama Death Angel.”
👋Met Pagi Readers🤗
🤗Ketemu dengan cerita Tiara & Wyatt in👈
👏Kalau suka, tinggalkan jejak👉👍👉 rare 👉
vote🙇biar jadi penyemangat hati ini buat
menulis😉
🤗Ditunggu jejak komen, kritik dan sarannya
yah😉
😇Maaf kalau belum bisa membalas komen
kalian🙏Makasih sudah setia membaca cerita
ini🙇
🤗See you on next👉chapter👋