
Naufal tertawa ia mengacak-acak rambut Aisha dengan gemas, "Tetaplah menjadi seperti ini okay?" kata Naufal
Aisha hanya tersenyum menjawab pertanyaan Naufal kemudian ia kembali menatap kedua bayinya
"Sini satu bayinya biar aku adzani dulu," ucap Naufal kemudian meraih salah satunya ia mulai melantunkan adzan
Naufal selesai mengadzani kedua anaknya, sementara di atas brankar, Aisha menatap Naufal dengan tatapan yang sulit di artikan
Setelahnya Naufal menyerahkan salah satunya untuk di susui Aisha terlebih dahulu
"Assalamualaikum anak ayah," ucap Naufal pada salah satu anaknya
"Sehat-sehat terus ya sayang," ucap Naufal dengan tersenyum
"Jadi anak yang sholeh ya nak," kata Naufal lagiĀ
"Aduhh ponakan Aunty ucul banget sih," ucap Azmi sudah menoel-noel pipi salah satu bayi itu
Azma memutar mata malas, "Mulai! Bertingkah lagi nih anak." kata Azma membuat Azmi menatapnya garang
"Apa lihat-lihat?!" Azma balik menatapnya garang
Terjadilah perang dingin antara Azma dan Azmi, silat mata itu berakhir dengan Azmi yang memutar mata malas kemudian ia kembali menatap bayi itu
"Ya ampun nggak nyangka aja, ponakan aunty nambah lagi," kata Azmi dengan gemasnya ia ingin sekali mencubit pipi anak itu tapi ia urungkan kasihan nanti bayinya
"Tinggal kamu Azmi, kapan mau nyusul ngasih Ayah cucu?" tanya Radit membuat Azmi menatap Ayahnya dengan sebal. Sebal karena membahas tentang pernikahannya
"Ih ayah, aku nikahnya nanti Yah tunggu Aisha anakan lagi," kata Azmi sambil terkekeh
"Anakan matamu mbak!" kesal Aisha "Di kira Aish apa, di bilang anakan," gerutunya
"Eits jangan marah," Azmi terkekeh pelan
Naufal menatap kedua anaknya yang sedang di oper sana sini oleh keluarganya
Naufal melihat Aisha yang tampak murung hal itu membuat Naufal bedgerak mendekati Aisha
"Kamu kenapa?" tanya Naufal
"Nggak kenapa-napa mas, cuma capek aja, pengen istirahat," kata Aisha
"Yaudah kamu istirahat ya Sha," kata Naufal ia mengusap puncak kepala Aisha
***
Hari ini Aisha sudah di izinkan pulang ia di bantu oleh Naufal yang mendorong kursi rodanya dan Aisha menggendong kedua bayinya
Sedangkan keluarga mereka yang lain sudah pulang tadi malam
"Mas, mereka mirip banget ya sama kamu," kata Aisha ketika menyadari bahwa wajah anak-anaknya sangat mirip dengan Naufal
"Berarti gen aku lebih kuat," kata Naufal dengan percaya diri
"Nggak adil dong, masa aku yang capek-capek hamil terus ngelahirin mereka malah mirip sama kamu sih," kata Aisha kesal
"Tapi cantiknya turun dari kamu kok," kata Naufal membesarkan hati Aisha, namun itu tak berlaku pada Aisha
Ibu muda itu hanya menatap kedua bayinya dengan seulas senyum tipis yang meneduhkan
"Mas mereka lucu ya," Aisha berseru ketika melihat betapa menggemaskannya anak-anak nya itu
"Iya lucu, mereka kan masih bayi makanya lucu," Naufal terus mendorong kursi roda itu hingga sampai di mobilnya yang terparkir disana bersiap untuk pulang
Setibanya di rumah seluruh anggota keluarga menyambut kehadiran dua anggota baru dalam keluarga mereka, terlihat semuanya begitu menyayangi dua anak Aisha
Aisha tersenyum melihat keluarganya begitu menyayangi anaknya, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sendu, Naufal menyadari perubahan itu lantas dia mendekat
"Kamu kenapa hei?" tanya Naufal membuat Aisha tersentak pelan
"Nggak papa, cuma nggak nyangka aja aku udah punya dua anak aja," Naufal terkekeh mendengarnya
Naufal berjongkok kemudian ia meraih kedua tangan Aisha, dan mengecupnya lembut, "Kalau begitu terimakasih sudah berjuang melahirkan si kecil ke dunia ya,"
Aisha menatap Naufal, "Sama-sama mas, itu udah jadi tugas aku dan kewajiban aku,"
Naufal tersenyum ia mengusap pelan kepala Aisah sebelum akhirnya kembali mendorong kursi roda Aisha
"Mas, waktu itu kalau nggak salah kamu pengen kasih nama siapa sih? Aku lupa," kata Aisha terkekeh
"Eumn siapa ya, bentar mas ingat-ingat dulu," kata Naufal ia terlihat berpikir keras, mendadak ingatannya hilang tentang nama si bayi
"Ah iya, waktu itu mas pengennya namanya Aqil, tapi karena mereka kembar jadi di ganti aja deh namanya,"
"Hai anak Bunda," panggil Aisha sambil tersenyum pada kedua anaknya
"Sehat-sehat terus ya nak, Bunda janji bakal selalu jaga kalian dan rawat kalian dengan penuh kasih sayang," kata Aisha tersenyum lebar
Dia yang paling excited dengan kehadiran si kembar, dari mulai masa kehamilan Aisha, Naufal lah yang selalu posesif dan juga yang selalu bawel jika Aisha melakukan hal-hal yang membuatnya meringis sendiri
Senyuman terbit di bibir manisnya, rasanya Aisha tak ingin melepaskan momen ini begitu saja terlalu indah untuk di lepas dan di lupakan
Aisha kembali menatap baby twins, lantas ia mengecup kedua pipi bayinya dengan sangat penuh kasih sayang
"Selamat datang di dunia, bunda janji akan ajak kalian jalan-jalan melihat betapa indahnya dunia," ujar sang Bunda, Aisha Fatimaturra'syi
"Selamat juga untuk kamu," ucap Naufal
"Selamat untuk apa?" tanya Aisha heran ia masih terus mengunyel-unyel pipi anak-anaknya
Naufal tersenyum melihat kelakuan Aisha, masih sama menggemaskan, lantas ia juga berbisik pada Aisha
"Selamat menjadi seorang Bunda, sayang." bisiknya lembut, seketika Aisha membeku
***
Beberapa hari sudah terlewati dengan kehadiran si kembar, Aisha juga semakin membaik dan kembali sehat
"Mas, boleh minta tolong?" tanya Aisha yang sednag menyusui salah satu bayinya
"Apa?"
"Aku pengen minum, haus." ucap Aisha, Naufal mengangguk ia segera pergi ke dapur mengambilkan air untuk Aisha
"Nih," Naufal menyerahkan segelas air yang langsung di teguk hingga habis oleh Aisha
Suara bel rumah yang berbunyi membuat Naufal dan Aisha saling pandang, Aisha baru saja akan berdiri namun Naufal menyuruhnya untuk diam saja
"Biar aku aja."
Lantas pria itu segera berjalan menuju pintu, saat pintu itu terbuka Naufal malah terkejut dan membeku di tempatnya
"Sjapa yang bertamu mas?" tanya Aisha akhirnya karena Naufal berdiri di pintu lama sekali membuat ia penasaran hingga akhirnya memeutuskan untuk menghampiri suaminya
Mata Aisha bertemu dengan netra biru itu, "Azizah?" bukan. Bukan Aisha yang bersuara melainkan Naufal
"Azizah? Ya ampun udah lama banget aku nggak lihat kamu." Aisha bersikap layaknya seorang sahabat yang sedang merindukan kehadiran temannya
Azizah hanya tersenyum menanggapi keduanya, "Boleh aku bertamu?" tanya Azizah dengan suara khasnya lembut dan anggun
"Boleh bangett! Justru aku senang kamu mau ke sini," ucap Aisha tersenyum ia melirik Naufal yang masih terdiam tak mengeluarkan suara sedikitpun
"Ayo masuk." ucap Aisha kemudian mereka bertiga masuk
"Masya Allah kamu udah punya anak Sha?" tanya Azizah saat melihat kedua anak Aisha yang lucu
"Iya Zah, kamu apa kabar?" tanya Aisha membuat Azizah menoleh pada Aisha
"Baik, aku baik banget," ucap Azizah menjawab pertanyaan Aisha
Naufal sejak tadi hanya diam di salah satu sofa tanpa berniat mengeluarkan suara sedikitpun
"Saking lamanya nggak ketemu, tau-tau kamu udah punya anak aja Sha," kata Azizah kini ia terkekeh membuat Aisha ikut terkekeh
"Iya makanya kamu kemana aja? Malah ngilang, padahal aku kan kangen kamu," ucap Aisha lagi
Azizah tidak menjawab ia hanya tersenyum menanggapinya
Setelah berbincang bincang cukup lama, hanya Azizah dan Aisha tidak dengan Naufal laki-laki itu memilih bungkam tanpa suara
"Jadi apa yang membawamu kemari?" tanya Aisha penasaran karena setelah sekian lama menghilang akhirnya Azizah menampakkan dirinya dan sekarang bertamu ke rumahnya
"Aku ke sini mah silaturahmi sama kamu sekalian mau ngasih undangan," ucap Azizah
"Wahh kamu mau nikah ya?" tanya Aisha membuat Azizah mengangguk
"Wahh selamat yaa!" Aisha terlihat antusias dengan pernikahan Azizah
"Makasih Sha, aku harap kamu bisa datang ya," kata Azizah sambil tersenyum
"Pasti aku bakal datang," ucap Aisha lagi
"Kalau gitu aku harus pulang, kasihan yang di rumah ntar nyariin, soalnya biasalah lagi di pingit kalau kata orang tua mah," Azizah terkekeh pelan
Aisha tergelak mendengarnya, ia mengantar Azizah hingga ke depan rumah
"Sampai ketemu lagi Zah," ucap Aisha membuat Azizah mengangguk sambil tersenyum manis
Aisha kembali masuk ke rumah mendapati Naufal yang tidak ada di sofa, ia meninggalkan kedua anaknya di sana
Aisha tersenyum miring, "Malam dan siang tidak akan bisa bersatu, senja hanya singgah." gumam Aisha
"Malamnya kamu, siangnya aku dan senjanya Azizah, siang dan malam itu bisa bersatu suatu hari, dan itu terjadi sekarang." batinnya kembali berbicara