
"Telpon Farah sama Zilia yuk," ajak Aisha
Azmi mengangguk saja mengikuti keinginan Aisha, dengan senang hati perempuan itu meraih ponselnya hendak menelpon kedua sepupunya
"Eh, panjang umur tuh dua sepupu baru aja mau di telpon udah nelpon duluan," Aisha terkekeh begitu membaca nama yang tertera di layar ponsel
Ia menggeser layar tersebut hingga menampilkan wajah dua orang tersebut dan juga dirinya
Pembicaraan mengalir begitu saja bersama keluarga Aisha
"Far, tau nggak? Kak Azma punya pasangan,"
"Hah?! Kok aku nggak tahu?"
"Ya mana bisa tahu kalau nggak pernah nelpon."
"Iya-iya aku salah."
"Btw. Sama siapa tuh?" tanya Zilia
"Sama Kak Anna." jawab Aisha sembari menilik Azma yang tengah sibuk dengan dunianya sendiri
Padahal Azma tak sibuk-sibuk amat ia hanya menyibukkan diri agar terhindar dari ocehan-ocehan unfaedah adik-adiknya
"Wah, Abang kulkas kita udah punya mau punya pasangan nih," kata Zilia penuh semangat
"Tinggal deh jomblo akut yang belum punya pasangan, hahaha!" lanjutnya
"Eh, maksud Lo siapa?!" tanya Farah yang mengerti maksud perkataan Lia
"Ya Lo sama lah!" jawab Lia
"Bodo amatlah! Mau gue jomblo mau single yang jelas gue happy! Dari pada Lo punya pasangan nggak happy! Puas Lo!" semprot Farah ia kesal dengan Zilia
Farah yang mendengar itu memasang muka penuh kekesalan jika mereka sedang berhadapan sekarang sudah bisa dipastikan Zilia habis di tangannya sekarang
Menyebalkan sekali punya sepupu seperti dia, bawel, cerewet, nyebelin!
"Udah! Nggak usah berantem aku nelpon kalian mau ngasih kabar! Kalau kayak gini ceritanya mending aku matiin deh!" kesal Aisha menatap mereka berdua
"Eh jangan!!" ucap mereka berbarengan
Telat. Aisha sudah terlanjur kesak dengan keduanya dengan sekali tekan panggilan itu pun terputus seketika
Aisha menatap layar ponsel itu dengan kesal, ia malas mendengar keributan antara Farah dan Lia. Entah masalah apa yang membuat mereka tidak pernah akur. Entahlah Aisha bingung memikirkannya
"Bunda sama Ayah undur diri dulu ya, kalian ngobrol aja." kata Layla membuat mereka semua mengangguk
"Aku juga udah ngantuk mau bobo cantik, bye Aisha. Good night auntie niece." ucap Azmi lalu pergi dari sana
Aisha yang sedang sebal bertambah cemberut karena ia belum puas kumpul dengan keluarganya, mereka malah meninggalkannya sekarang hanya tersisa Azma, Aisha dan Naufal di ruangan itu
Naufal yang mengetahuinya menatap lamat wajah yang tengah cemberut lalu membisikkan sesuatu
"Mau tempat yang indah nggak sekalian lihat bintang nggak?"
Aisha mendongak menatap Naufal dengan mata berbinar, "Serius?!" tanya Aisha semangat
Azma menoleh begitu melihat binar di mata Aisha, "Ada apa?" tanya Azma
"Nggak ada apa-apa, kak Azma kalau mau tidur pergi aja." kata Aisha lebih tepatnya mengusir
"Ngusir ceritanya?" tanya Azma
"Iya. Aku mau berduaan sama My Husband." kata Aisha ia terkikik geli mendengar pernyataan yang ia lontarkan sendiri
Azma menggerling malas, ia bangkit dari duduknya lalu pergi ke kamarnya
"Ayo." ajak Aisha dan Naufal mengangguk
Naufal mengajak Aisha keluar dari rumah tapi sebelumnya ia menyuruh Aisha menggunakan jaketnya
"Kita mau kemana emang?" tanya Aisha saat ini mereka berada di mobil yang di bawa Naufal
Aisha menatap jalanan yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan, ini masih jam 9 kurang ya jelaslah masih banyak kendaraan yang hilir mudik
"Ke tempat yang pernah aku singgahi." ucap Naufal masih fokus dengan jalanan
Aisha semakin penasaran dengan tempat yang ingin Naufal tunjukkan padanya
***
Mereka sampai di sebuah tempat yang bisa Aisha lihat ini adalah sebuah restoran, tapi yang membuatnya bingung adalah bukankah Naufal bilang ia ingin menunjukkan tempat yang indah untuk melihat bintang?
"Ayo turun." ajak Naufal
"Kemana?"
"Udah ikut aja."
Aisha menurut ia turun dari mobil itu, Naufal membawanya ke gedung berlantai tiga yang berada di sebelah restoran itu
Ia lalu menurunkan Aisha, "Jadi kak Naufal tadi niat bawa aku ke sini?" tanya Aisha
Naufal mengangguk, "Tempat ini dulu sering aku datangin, pemandangannya yang selalu bikin aku-"
Aisha menoleh saat Naufal tak menyelesaikan kalimatnya, "Bikin apa?"
"Bikin nyaman, dan tenang." lirih Naufal
Aisha menatap Naufal yang tengah menatap lurus ke depan, "Kak."
"Hm? Eh lihat deh itu di langit banyak banget bintangnya tau." kata Naufal jari telunjuknya menunjuk langit yang di hiasi bintang
Aisha yang memang penyuka bintang langsung saja menatap arah jari Naufal, "Indah kan?"
Aisha mengangguk, "Banget. Aku suka."
Perempuan itu tersenyum sambil memeluk Naufal, "Makasih."
Naufal ikut memeluk perempuan di hadapannya ia mengusap kepala itu, "Sama-sama. Aku suka lihat kamu senyum."
"Aisha sayang Kak Naufal." ucap Aisha masih dengan memeluk Naufal
"Aku juga Sha, aku sayang banget sama kamu." Naufal membalas ucapan Aisha
Aisha melepasnya lalu menatap Naufal, senyuman itu tak pernah pudar dari bibirnya, selama mata itu masih tetap bercahaya Aisha akan tetap tersenyum seperti itu
"Sini deh, kak."
Aisha yang berjalan ke depan menuju ujung rooftop itu, membuat Naufal mengikutinya
"Aku mau cerita sama Kakak,"
Naufal mengerutkan dahinya, cerita apa yang belum ia ketahui?
"Mau ceria apa?" tanya Naufal
"Cerita masa lalu aku sebelum kenal sama Kak Naufal, juga pas udah kenal kakak."
Naufal tertarik dengan topik pembicaraan Aisha, mungkin memang Naufal tak pernah membahas masa lalu Aisha tapi menurut Aisha ini penting untuk di kasih tahu karena Naufal suaminya
"Memangnya ada apa?"
Aisha belum memulai ceritanya ia malah duduk di ujung rooftop itu tanpa rasa takut sedikitpun, begitupun dengan Naufal yang ikut mendudukkan dirinya di sebelah Aisha
"Waktu itu aku pernah bilang kan, kalau aku pernah di tinggalin sama teman aku." kata Aisha memulai ceritanya
Seketika Naufal langsung teringat dengan kalimat-kalimat itu
"Emang dia kemana? Nggak balik lagi?" tanya Naufal kepo
"Emang kalau dia balik kakak sanggup aku ngehabisin waktu sama dia? Jujur aku sih berharap dia balik lagi bawa pasangannya." kata Aisha menyengir kuda
"Kenapa harus ga sanggup? Selagi dia nggak bikin aku marah karena terlalu sering bersama kamu." kata Naufal santai
"Kalau menurut aku sih kakak nggak akan sanggup, emang kakak tau siapa orang yang aku maksud?" tanya Aisha menantang
"Emang siapa? Cowok? Cewek?" tanya Naufal masih santai
"Cowok." seketika mata Naufal berubah jadi tajam membuat Aisha meringis melihatnya
"Ya ingat, aku pikir perempuan eh ternyata laki-laki." sinis Naufal membuat Aisha terkekeh
"Jadi-" Aisha belum meneruskan kalimatnya
"Jadi apa?"
Naufal penasaran dengan apa yang akan dikatakan Aisha
"Janji jangan marah?" kata Aisha
"Iya."
"Janji dulu." titah Aisha membuat Naufal memutar mata malas
"Iya janji sayang." kata Naufal dengan selembut mungkin dan sudah bisa di pastikan bahwa pipi Aisha sedang blushing sekarang namun karena keadaan yang gelap ia tak bisa melihat pipi merah itu
"Jadi aku mau cerita tentang dia." kata Aisha namun Naufal belum merespon ia masih ingin mendengarkan cerita selanjutnya dari Aisha
"Dia emang baik, bahkan saat Dia manggil Aish, aku langsung kenal. Suara dia emang lembut banget. Murah senyum." lanjut Aisha
"Kalau boleh jujur, aku kangen Dia. Cuma Dia yang pernah mewarnai kehidupan sekolah Aisha, kak." ungkap Aisha
"Kakak marah nggak kalau seandainya aku ketemu sama dia?" tanya Aisha sembari menatap manik mata Naufal
"Marah nggak, tapi kalau soal perasaan nggak bisa di bohongin Sha," ujar Naufal ia menghela napas dalam
"Dari cara kamu berbicara aku tau kamu pernah menyimpan rasa sama dia kan?"