
Di sisi lain...
Aisha merasakan pusing di kepalanya saat terbangun, ia bingung ada dimana
Tepukan tangan berhasil membuatnya terkejut, dan yang lebih terkejutnya lagi itu adalah Queen, dokter di medical Qurtuby yang sering sekali menggoda Naufal
Tunggu, ah seketika Aisha ingat bagaimana ia bisa berada di sini?
Jadi saat itu Aisha baru saja kembali dari supermarket setelah membeli beberapa cemilan
Niat hati ingin menonton drama kesukaannya sambil menunggu Naufal menjemputnya
Namun saat itu juga sebuah mobil berhenti dan tiba-tiba lima orang berbadan besar berpakaian serba hitam itu menangkapnya dan memberinya obat bius hingga akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri
Dan berakhirlah ia sekarang ada di ruangan ini, bau tak sedap yang menyeruak membuat Aisha tak bisa bernapas lega
"Sudah bangun tuan putri?" tanya Queen sinis
"Mau apa kamu?!" tanya Aisha tak tenang
Ia tak bisa banyak bergerak karena posisinya yang terikat di kursi membuat Aisha hanya bisa diam dan menjawab pertanyaan Queen
"Sedikit bermain-main saja." jawab Queen ia tertawa sinis
"Dasar penggoda." cibir Aisha membuat Queen menggeram marah
Queen merangsek maju mendekati Aisha, ia mengapit kedua pipi Aisha dengan kuat hingga membuat Aisha meringis
"Kalau Lo nggak tau gue, jangan sok-sok an menjudge gue." ucap Queen penuh penekanan
"Memang kenyataannya kan? Lo penggoda. Lo menggoda suami orang lain." ucap Aisha yang memancing emosi Queen
"Lo belum tau gue ya?" tanya Queen tersenyum sinis
"Siapa sebenarnya Lo hah?!" tanya Aisha tak tahan lagi, ia sangat-sangat kesal dengan Queen
Ia tak terlalu tahu perempuan ini, dan sepertinya tak punya masalah apapun, tapi tiba-tiba saja menangkapnya
"Hihi, sepertinya Lo lupa dengan gue," kata Queen tersenyum miring
Queen mendekat pada telinga Aisha kudian berbisik, "Masih ingat dengan Queenya Aeratasya, hm?"
Tubuh Aisha menegang kala mendengar nama itu, nama yang sudah lama menghilang bak di telan bumi
"Lo, mau apa Queen?!" geram Aisha, kedua matanya menatap tajam perempuan yang kini berdiri sambil bersedekap dada
"Terkejut ya mendengar nama gue?" Queen tertawa sinis
Bukannya Aisha tak tahu, Queen adalah orang yang pernah bersangkutan juga dengan keluarganya
Lebih tepatnya dulu Queen mengincar Azka, namun sepertinya Azka tak menyukainya
Saking terobsesinya pada kakaknya bahkan Queen tega menjebak Azka dengan perbuatan kotor, untungnya saat itu keluarga Aisha tepat waktu
Dan Aisha masih ingat jelas bagaimana Azma yang marah besar saat melihat Queen, saking marahnya Azma yang Aisha kenal tidak pernah memukul seorang perempuan pun dengan tidak kenal hati Azma berani memukul Queen dengan sangat keras bahkan menamparnya berkali-kali
Kejadian itu cukup menyisakan trauma di keluarga Qurtuby, bahkan Aisha sendiri cukup meringis melihat keadaan Queen yang mengenaskan bagaiman tidak muka perempuan itu di penuhi darah akibat Azma yang memukulnya membabi buta
Tak ada yang berani menghentikan Azma, termasuk Aisha sekali pun. Azma sempat memberinya pelajaran yang membuat Queen tak akan pernah melupakan itu
Bahkan wanita itu sempat menghilang beberapa tahun, dan kini dia kembali dengan wajah yang berbeda
Pantas saja Aisha tak mengenali Queen, "Mau apa Lo?! Belum puas di hajar sama kakak gue?!" maki Aisha
"Gue mau balas dendam sama Lo!"
"Kenapa harus sama gue bego!" Aisha semakin marah dibuatnya
"Pertama karena Lo adiknya Azma, kedua karena Lo nggak mau dengerin peringatan gue buat ninggalin Naufal," kata Queen
Mata Aisha membola kala mendengar nama suaminya, jadi selama ini yang menerornya adalah Queen
"Wania ular!" maki Aisha "Lo pikir gue mau ninggalin suami gue?! Oh tidak bisa."
"Gue kasih Lo dua pilihan, pergi dari Naufal dan bebas atau mati di sini?" Queen mengeluarkan pisau lipatnya
Lagi lagi Aisha terkejut saat melihat sebuah pisau di tangan Queen, takut? Sudah jelas Aisha takut
Dalam hati ia merapalkan doa-doa berharap ada bantuan yang datang
"Gue nggak akan pernah tinggalin suami gue!" tegas Aisha membuat Queen menggeram marah
Aisha bukan orang bodoh, mau dia pilih opsi keduapun dia akan tetap mati di sini, Queen itu licik
"Oke, pilihan yang bagus." Seringai iblis tercetak jelas di bibirnya
"Mau apa Lo hah?!"
Aisha takut saat Queen mulai mendekat ke arahnya, ia mengusap pipi Aisha yang mulus
Mata Aisha membelalak, "Queen Lo jangan coba-coba buat sentuh gue!" peringat Aisha
"Oh ya? Kalau gue sentuh apa gue akan mati?" wanita itu tertawa sumbang
"Diam Lo." titah Queen tajam, tatapannya menyorotkan kebencian pada keluarga Qurtuby
Queen tak akan pernah lupa bagaimana salah satu anggota keluarga Qurtuby memperlakukannya dengan sangat tidak manusiawi, dan dia kembali lagi hanya untuk bisa balas dendam pada keluarga Qurtuby
"Lo nggak akan pernah bisa mendapatkan apa yang Lo mau dengan cara busuk!" ucap Aisha dengan berteriak
"Apapun bisa gue dapatkan, selagi gue mau." kata Queen lalu tersenyum penuh arti
"Termasuk mendapatkan Naufal, setelah gue gagal dapat Azka."
"Jal*** Lo!" hina Aisha yang langsung mendapat tamparan keras dari Queen, pipinya berdenyut nyeri
Plak !
"Sekali lagi Lo ngomong!" Queen menatap tajam Aisha, tangannya mengepal
"Jal***! Wanita yang rela menjatuhkan harga dirinya hanya untuk seorang laki-laki yang sudah beristri!"
Queen menggeram marah, tangannya sudah bersiap dengan pisau lipatnya, jangan salahkan ia yang ingin sekali membunuh mangsanya
Satu hal yang harus Aisha tahu saat ini adalah bahwa Queen adalah pshycopat
"Lo jal- Akh!!" teriak Aisha dengan keras namun bungkam seketika
Saat satu goresan pisau berhasil menembus kulit putihnya, hingga membuat darah merembes perlahan melalui celah celah lukanya
Seringaian licik tercetak jelas di wajah manusia yang tak punya hati itu, ia tersenyum devil saat melihat pisaunya berhasil melukai korbannya
"Apa mau Lo hah?!" teriak Aisha dengan lantang, ia tak menghiraukan rasa sakit di pipi kanannya
Queen tersenyum miring ia mencengkram rahang Aisha dengan kuat membuat si empu meringis karena luka goresnya di tekan
"Lo tanya mau gue apa?!" tanya Queen marah, Aisha menatapnya penuh permusuhan
"Apa kalau gue jawab Lo mau ngasihnya?" tanya Queen tersenyum penuh arti
"Oke, gue jawab." kata Queen
"Karena menurut Lo, gue adalah jal*** maka gue mau suami Lo bersedia membiarkan sel sp*rm* nya berkembang di rahim gue,"
"Cih!! Jangan mimpi Lo!" maki Aisha sembari meludah tepat di wajah Queen
Plak !
"Apapun alasan Lo, gue tetap bakal ngelakuin apapun demi sel sp*rm* Naufal yang harusnya tumbuh di rahim gue bukan di rahim Lo!"
Lagi lagi Aisha berdecih dan saat itu juga Queen kembali menampar pipi Aisha membuat luka nya semakin lebar
"Wanita ular kayak Lo itu nggak pantas hidup!"
Lagi-lagi tawa jahat Queen terdengar dengan nyaring, "Yang harusnya ga pantas hidup itu Lo, Aisha, Aisha, bodoh."
"Lepasin gue sekarang!"
"Terus Lo teriak dan ngajak orang buat bunuh gue? Hh, jangan harap."
"Sekarang mending Lo diam, gue mau ngukir nama gue di kulit Lo," kata Queen membuat Aisha semakin ketakutan
Queen itu benar-benar manusia iblis, lihat lah ujung pisau sudah menempel di kaki Aisha bahkan sudah menembusnya
"Akh!! Queen hentikan!" teriak Aisha dengan ringisan akibat lukanya yang perih
Oke, Queen selesai. Ia tersenyum puas menatap ukiran namanya
"Kayaknya kalau di siram jeruk nipis bakal aesthetic kali ya?" monolog Queen dan jangan lupakan senyuman iblisnya
Aisha semakin di buat ketakutan, Queen itu terlalu jahat dia benar-benar membuat Aisha menderita
Tanpa sadar air mata Aisha luruh begitu saja, ia sangat takut
Tiba-tiba Queen kembali degan sebuah jeruk nipis, "Lo nangis?" tanya Queen
"Dasar lemah. Tapi ga papa, Lo nangis aja puas-puas karena bentar lagi Lo udah nggak akan bisa nangis lagi," Queen tertawa jahat
Ia meneteskan air perasan jeruk itu ke atas luka Aisha yang baru saja di buatnya
"Akh!! Perih!!" teriak Aisha dengan air mata yang semakin deras
Karena saat air itu jatuh saat itu pula Aisha merasakan perih yang luar biasa di lukanya, ia berharap Naufal segera datang menolongnya
"Mas Naufal tolongin Aisha," lirih Aisha pelan