
"Makasih ya untuk kebahagiaan ini." kata Naufal "Aku sangat-sangat bahagia."
"Sama-sama kak,"
Aisha hanya mampu menatap Naufal yang sedang menundukkan kepalanya menatap perut Aisha
"Kak, jangan pernah berubah ya tetap jadi seperti ini," kata Aisha tiba-tiba
Naufal mendongak menatap lekat kedua manik mata itu lalu tersenyum, "Aku nggak akan berubah Sha,"
"Udah tidur ya istirahat, pasti kamu capek," kata Naufal namun Aisha menggeleng
"Nggak bisa tidur," cicit Aisha pelan
Naufal mengusap tangan Aisha dengan lembut, "Aku temanin kamu tidur ya,"
Aisha mengangguk, Naufal pun segera naik ke kasur dan merebahkan dirinya di sebelah Aisha lalu memeluknya
Pelukan itu menimbulkan kehangatan tersendiri buat Aisha, rasanya nyaman sekali
Naufal mengelus kepala Aisha agar perempuan itu tertidur dan benar saja tak lama kemudian terdengar suara napas yang teratur itu menandakan bahwa Aisha sudah tidur
Kedua sudut bibir Naufal terangkat, ia pun merapatkan tubuhnya pada Aisha agar lebih dekat lalu mencium kepala istrinya setelah itu ikut menyusul Aisha ke alam mimpi
***
Aisha mengerjakan matanya, ia terbangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi
Aisha segera bangkit dan pergi ke kamar mandi tak lupa ia membawa tes pack yang sempat ia beli beberapa hari yang lalu
Meski ia yakin dirinya hamil Aisha tetap ingin memeriksanya.
Sebenarnya Aisha sudah curiga bahwa dirinya sedang hamil karena ia sudah telat datang bulan selama seminggu jadilah ia berinisiatif untuk membeli benda tersebut
Namun saat hendak memakainya ia menghentikan niatnya, ia takut ekspektasinya tak sesuai kenyataan
Ia bukan takut sedang hamil melainkan Aisha takut jika di saat dia sudah senang akan punya anak tapi setelah di tes ternyata salah
Jadilah ia menyimpannya saja dan sekarang Aisha ingin membuktikan benar atau tidaknya
Begitu Aisha keluar dari kamar mandi ia tersenyum senang, bagimana tidak alat itu menunjukkan dua garis positif
Tentu saja Aisha sebahagia ini, itu artinya sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu seperti yang di damba-dambakannya selama ini
Aisha pun segera membangunkan Naufal "Kak bangun,"
Naufal melenguh pelan karena merasa tidurnya di ganggu
"Kenapa Sha?" tanya Naufal dengan mata yang sudah terbuka namun belum sepenuhnya
"Coba liat ini," kata Aisha sambil menunjukkan tes pack itu pada Naufal
Dengan malas Naufal membuka matanya dan ia langsung di hadapkan dengan benda tersebut
Ia pun langsung tersenyum meski baru bangun tidur, Naufal tetap terlihat tampan apalagi jika di tambah senyuman
Naufal menarik tangan Aisha agar naik ke kasur, dengan segera Naufal merengkuh Aisha
"Ihh Kak Naufal bau, belum mandi," kata Aisha melepaskan rengkuhan tersebut
Namun bukannya melepaskannya Naufal malah semakin mempererat rengkuhannya pada Aisha
Tak ada cara lain selain ini, Aisha mencubit hidung Naufal dengan kuat membuat cowok itu kehabisan napas
Naufal pun membuka matanya lalu menghirup napas dalam-dalam membuat Aisha terkekeh
"Bangun, terus mandi kita harus ke rumah sakit," kata Aisha hendak berjalan menuju kamar mandi
Namun tangannya di tahan oleh Naufal membuat Aisha menoleh, "Kenapa?"
"Untuk saat ini kamu jangan banyak kemana mana dulu, apalagi ke rumah sakit," kata Naufal
"Emang kenapa?"
"Aku nggak mau kandungan kamu kenapa napa, apalagi ini anak pertama,"
"Percaya deh, aku nggak akan kenapa Napa kok ya, aku mau ke rumah sakit,"
"Nggak, aku bilang nggak." kata Naufal tak terbantahkan
Namun bukan Aisha namanya jika tak keukeuh dengan keinginannya
"Tapi aku pengen ketemu kak Azma, aku kangen dia," kata Aisha dengan pupy eyesnya
Tidak. Kali ini Naufal tidak akan luluh dengan Aisha ini juga semua demi kebaikan Aisha dan calon buah hatinya
"Nanti aja pulang dari rumah sakit aku antar kamu ke Rumah mamah mertua," kata Naufal
"Tapi aku pengennya ketemu sekarang, boleh ya?" nego Aisha
"Nggak titik. Tetap nggak boleh." kata Naufal "Lagian kamu bilang kemarin sering pusing pusing kan? Gimana kalau nanti pas operasi pusing? Atau mual?"
"Ya tapi kan-"
"Aisha dengerin aku ya, semua demi kebaikan kita kamu nggak mau kan calon anak pertama kita kenapa-napa?"
"Yaudah diam aja di rumah dengerin aku, nanti aku janji antar kamu ke rumah Bunda Layla,"
Aisha mengehela napas panjang akhirnya ia pun mengangguk saja dan menuruti perkataan Naufal
***
Setelah berdebat dengan Naufal soal Aisha akan tetap bekerja atau tidak, berakhir dengan Aisha yang tetap di rumah karena Naufal takut kandungan Aisha yang kenapa-napa
Terlebih lagi Aisha yang mengeluh pusing sejak tadi malam, jadilah dia tetap di rumah saat ini sedangkan Naufal berangkat ke RS sore ini suaminya itu berjanji akan membawanya ke Rumah Bunda Layla
"Aisha nih di minum dulu,"
Rifa Masuk ke kamar Naufal dengan membawa segelas susu bumil
"Ih Mah, padahal nggak usah jadinya ngerepotin Mamah,"
"Nggak kok, justru Mamah senang,"
"Makasih ya Mah," Aisha mengambil gelas yang berisi susu putih itu kemudian meneguknya setengah
"Di habisin ya sayang,"
"Makasih ya sayang, karena udah hadir di hidup Bunda,"
"Bunda harap kamu menjadi pelengkap kebahagiaan Bunda,"
Samar samar Aisha mendengar suara Naufal di bawah dengan segera ia menghampiri Naufal di bawah
Naufal yang melihat kedatangan Aisha segera merentangkan tangannya, Aisha pun memeluk Naufal
"Ih manja." cibir Aisha
"Bukan aku yang manja, tapi Naufal kecil yang manja." kata Aisha sambil terkekeh
Naufal pun tertawa ia pun mensejajarkan kepalanya dengan perut Aisha, "Halo anak ayah, kata Bunda kamu manja nih,"
"Jangan nakal nakal ya, nanti kasihan bunda kamu kewalahan,"
Naufal pun kembali berdiri, "Mamah kemana?" tanya Naufal
"Mamah lagi di halaman belakang, Ayah lagi pergi,"
"Yaudah yuk, katanya mau ke rumah Bunda Layla,"
Ah iya hampir lupa, ia kan ingin mengunjungi Bundanya rasanya rindu sekali ingin bertemu
Aisha pun mengangguk, mereka pun bersiap siap untuk pergi tak lupa pamitan pada Rifa
"Bun, kita pergi dulu ya," pamit Naufal
"Iya hati hati, jagain Aisha sama calon cucu Bunda ya,"
"Iya Bunda, pasti."
"Yaudah Mah, Aisha juga pamit ya,"
"Iya sayang, jaga kesehatan kamu ya, jangan lupa susunya di minum," Aisha mengangguk
Mereka pun masuk ke mobil dan pergi dari halaman rumah itu
***
Keduanya pun tiba di rumah Layla begitu mobil berhenti Aisha segera turun dan berlari masuk ke rumah
Naufal yang melihat Aisha berlari lari hanya bisa menggelengkan kepalanya padahal baru saja di ingatkan untuk tak lari lari tapi sepertinya nasehat Naufal itu di lupakan ya
"Bunda...."
"Aisha," sahut Layla yang melihat kedatangan putrinya
Aisha memeluk Layla dengan erat, "Aish kangen banget sama Bunda,"
"Kamu sama siapa kesini?" tanya Layla
"Sama Kak Naufal Bun,"
"Terus mana Naufalnya?" tanya Layla lagi
"Mungkin masih di mobil kali Bun," jawab Aisha membuat Layla ber oh ria
"Yaudah kita masuk aja yuk, ada Ayah di dalam kamu nggak kangen?" tanya Layla
"Ihh kangen banget apalagi sama Ayah," Aisha pun berjalan menuju belakang rumah di mana Ayahnya sedang membaca koran
Aisha sangat hapal kebiasaan Ayahnya sore-sore begini biasanya akan di habiskan Ayahnya untuk membaca koran di teras rumah kalau tak di halaman belakang rumah
Aisha pun memeluk Ayahnya dari belakang sambil mengecup pipi kanan Ayahnya
"Eh Aisha, kapan kamu ke sini nak?"
Aisha memeluk Ayahnya dengan erat, "Baru aja sampai Yah," jawabnya "Aisha kangen banget sama Ayah, tiap nelpon Ayah nggak pernah ada di rumah,"
"Iya, ayah kan lagi kerja,"
"Mana suami mu itu?"
"Sama Bunda kali ngobrol Yah,"
"Ohh, apa kabar nih anak Ayah?"
"Baik, baik banget Yah,"
"Syukurlah, kalau kamu baik-baik aja,"
"Ayah tau nggak aku punya berita bagus buat Ayah,"
Ayahnya mengerutkan dahi penasaran, "Berita apa?"
Aisha tak bisa berhenti tersenyum, "Ayah bakal jadi seorang kakek!" kata Aisha dengan senang
Seketika kedua mata yang mulai menua itu membulat sempurma, "Kamu serius Sha? Kamu hamil?"
Aisha mengangguk mantap, "Iya Ayah, aku lagi hamil Ayah senang nggak?"
Ayahnya memeluk Aisha dengan erat, "Masya Allah, Alhamdulillah Ayah senang banget dengarnya."
"Bunda kamu udah tau?"
"Belum. Sengaja mau kasih tau ayah dulu."
"Yaudah yuk kita ke dalam dan kasih tau Bunda mu berita bahagia ini,"
Anak dan Ayah itu berjalan masuk ke dalam, Layla yang melihat suami dan Anaknya masuk sambil senyum-senyum menuju ke arahnya membuatnya heran
"Kenapa nih? Kok senyum-senyum gitu?"
"Bunda tau nggak?" tanya suaminya "Aisha lagi hamil."
"Kita bakal gendong cucu."
Layla terkejut bahkan ia sampai menutup mulutnya, "Kamu serius nak?"
Aisha mengangguk ia pun mengeluarkan tes pack nya dari tas dan menunjukkannya pada Layla
"Masya Allah Bunda senang banget dengernya, jaga kandungan kamu baik baik ya," pesan Layla membuat Aisha mengangguk
Aisha bahagia sekali ketika semua orang terdekatnya merasa bahagia saat mengetahui kabar gembira ini. Sungguh Aisha sangat-sangat bahagia