Dear Imamku

Dear Imamku
Bunda Sakit?



..."Mungkin sudah saatnya aku menerima takdir, karena sejauh apapun aku menjauh tetap jika kamu yang berada di takdirku maka kamu akan tetap ada bersamaku sampai kapanpun."...


***


Beberapa hari yang lalu Naufal sudah terlihat sehat hal itu membuat Aisha merasa lega


Sore ini mereka sedang bersantai di rumah karena jadwal mereka yang sama-sama berada di sift pagi


Hubungan keduanya juga terlihat sedikit membaik meski kadang Naufal selalu membuat Aisha sakit hati apalagi atas kejadian beberapa hari yang lalu di mana Naufal mengatakan bahwa ia merindukan Azizah namun Aisha sudah tak menanggapinya lagi


"Kak," panggil Aisha pada Naufal yang sedang duduk di sofa sambil menatap ponselnya


"Ya?" tanya Naufal tanpa mengalihkan pandangannya


"Aku kangen Bunda, lagian kita juga udah lama nggak ke rumah Bunda sama Mamah," ungkap Aisha


Naufal meletakkan benda itu di atas meja lantas ia menoleh ke Aisha, "Besok kita ke rumah Bunda pulang dari RS." kata Naufal membuat Aisha tersenyum


Setelah itu Naufal kembali sibuk dengan ponsel tersebut membuat Aisha merasa kesal sendiri


Dari pada Aisha merasa di duakan dengan ponsel lebih baik ia pergi ke dapur dan membuat kue kesukaannya


Lima belas menit Aisha berjalan dengan mulus saat membuat kue ia terlihat sibuk dengan adonan-adonan itu ya dia membuatnya sekalian untuk besok diri bawa


Tapi tiba-tiba saja Naufal memanggilnya dan menghampiri dirinya di dapur


"Aisha ayo kita pergi!" kata Naufal dengan raut wajah cemas


"Kemana kak?" tanya Aisha heran


"Udah ayo buruan, kita nggak punya banyak waktu nanti aja di jelasin!" desak Naufal dan Aisha mengangguk ia membiarkan adonan itu di sana


Aisha berlari ke kamarnya setelah mencuci tangan untuk mengambil slingbag dan menyusul Naufal yang sudah berada di mobil


Begitu Aisha masuk Naufal segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan menyalip kendaraan-kendaraan yang berada di depannya membuat Aisha ngeri sendiri


"Kak Naufal jangan ngebut-ngebut," kata Aisha "Aku takut." lanjutnya


Naufal melirik ke arah samping dan mendapati Aisha yang memejamkan matanya lantas Naufal menurunkan sedikit kecepatan mobilnya


Melihat raut wajah cemas Naufal membuat Aisha bertanya-tanya "Kak sebenarnya ada apa? Kenapa cemas banget?" tanya Aisha


"Mamah masuk rumah sakit." jawab Naufal membuat Aisha terkejut dan tak kalah cemasnya dengan Naufal


"Terus gimana keadaannya sekarang?" tanya Aisha khawatir


"Mamah masuk UGD." Aisha lagi lagi terkejut


"Kalau gitu ayo cepat ke rumah sakit," titah Aisha dan Naufal mengangguk mempercepat kembali laju mobilnya menuju rumah sakit tempat Rifa di rawat


Sesampainya di rumah sakit Naufal dan Aisha segera masuk dan berlari menuju UGD di sana ia melihat Papahnya dan juga Fauzan


"Kenapa Mamah bisa sampe masuk rumah sakit?!" tanya Naufal tak tenang


"Mamah kena serangan jantung mendadak," jawab Fauzan


Aisha mengusap pundak Naufal untuk menenangkannya, mereka semua menunggu hampir setengah jam tak lama setelah itu dokter yang menanganinya pun keluar


Lantas Naufal segera menghampuri dokter tersebut diikuti oleh Aisha


"Gimana kondisi mamah saya dok?" tanya Naufal cemas


"Bu Rifa baik-baik saja beruntung ia cepat di bawa ke sini jadi bisa segera di tangani," ujar dokter tersebut membuat Naufal mengusap dada lega


"Syukurlah," ucap Naufal dan Aisha


"Dia akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap," lanjut dokter tersebut


"Baik dok, terima kasih," ucap Aisha


Raut cemas Naufal tak luntur dari wajahnya Aisha yang menyadari hal itu berusaha membuat Naufal tenang


"Insya Allah semuanya baik-baik aja kak," ucap Aisha dengan mengusap pundak suaminya itu


Aisha tahu bahwa Naufal sangat-sangat menyayangi Rifa terlihat dari ia yang lebih dekat dengan Rifa dan selalu mendengarkan perkataan Rifa meski terkadang sifat dinginnya tak bisa lepas


Naufal menata lekat Aisha, "Aku takut." ucapnya lalu memeluk Aisha


Hal itu malah membuat Aisha terkejut dengan gerakan tiba-tiba Naufal namun ia tetap membalas pelukan Naufal menyalurkan kekuatan pada cowok itu


"Aku takut mamah kenapa-napa," ucap Naufal sembari melepas pelukannya pada Aisha bahkan matanya terlihat berkaca-kaca


"Insya Allah, percaya sama Allah mamah pasti baik-baik aja," kata Aisha dengan tersenyum


***


Naufal duduk di kursi yang berada di samping ranjang Rifa, Aisha duduk di sofa sedangkan Reza baru saja pulang tadi dan Fauzan sedang keluar sebentar


"Maafin Naufal nggak bisa jagain mamah ya," kata Naufal lagi


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Fauzan masuk ke dalam membawa beberapa minuman hangat dan gorengan ia sengaja membelinya karena udara luar sedang dingin di tambah hujan deras yang mengguyur sejak tadi sore


"Nih aku beliin kopi sama Matcha kesukaan kamu," ucap Fauzan dengan senang hati Aisha menerimanya karena ia memang sedang membutuhkan minuman hangat


Aisha mengambil matcha miliknya lalu menyerahkan kopi milik Naufal


"Jadi Kak Fauzan keluar tadi buat nyari gorengan?" tanya Aisha membuat Fauzan mengangguk dan meneguk kopi miliknya


Aisha terkekeh pelan membuat Fauzan mengerinyitkan dahinya, "Kenapa?"


"Nggak papa, lucu aja gitu menurut aku," kata Aisha tanpa sadar membuat Naufal mengepalkan tangannya diam-diam


Sebahagia itu kah Aisha ketika bersama Fauzan? Dan naasnya lagi kenapa ia harus marah dan cemburu? Apa karena ia sudah mulai mencintai Aisha? Ah tidak-tidak


"Oh iya Azmi gimana kabarnya? Udah lama nggak lihat," kata Fauzan membuat Aisha memicingkan matanya


"Baik. Tumben nanya-nanya Kak Azmi biasanya juga nggak toh," kata Aisha


"Nggak, cuma nanya doang dia kan teman aku jadi ya wajar aja kalau nanya," kata Fauzan dengan santai seolah tak ada beban sedikitpun


"Oh." ucap Aisha singkat


Setelah itu tak ada lagi yang membuka suara hanya keheningan dan suara derasnya hujan yang mengguyur bumi malam itu


Sampai akhirnya Fauzan pun tertidur di sofa sedangkan Aisha masih menatap kosong ke depan


"Rindu." kata Aisha tiba-tiba


"Rindu siapa?" tanya Naufal


"Rindu Bunda." jawabnya dengan helaan napas


Naufal bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sofa lalu duduk di sebelah Aisha "Tidur." titah Naufal namun Aisha menggeleng


"Kangen," lirih Aisha sendu


Tangan Naufal bergerak merangkul pundak Aisha lalu memeluknya dari samping membuat Aisha merasa nyaman ia menyandarkan kepalanya di bahu Naufal tanpa ada penolakan dari empunya


"Kangen Bunda," ucap Aisha sekali lagi


"Syutt, ada aku." ucap Naufal membuat hati Aisha sedikit menghangat


Memang tak bisa di pungkiri padahal baru beberapa hari yang lalu Aisha bertemu Bundanya akan tetapi kali ini ia benar-benar rindu Layla hatinya tak tenang dan gelisah


"Kak, besok ke rumah Bunda ya," kata Aisha lirih


"Iya, besok." sahut Naufal setelah itu barulah Aisha sedikit tenang


"Kak," panggil Aisha pelan takut membangunkan Fauzan yang tengah tertidur


"Kenapa?" tanya Naufal


"Nggak jadi," kata Aisha lalu diam tak ada lagi yang berbicara


Namun beberapa saat kemudian Aisha kembali memanggilnya, "Kak,"


"Iya kenapa?" tanya Naufal lembut


"Aku kangen kakak yang dulu," kata Aisha "Kangen kakak yang hangat dan humble," lanjutnya


Naufal menghela napas pelan dan menatap lurus ke depan, ia tak bisa bergerak karena kepala Aisha yang menyandar di bahunya


"Maaf ya Sha, aku sering bikin kamu nangis ya aku sering bikin kamu kesal ya sama sikap aku?" tanya Naufal namun Aisha tak menyahutnya


Lantas Naufal terkekeh pelan, "Aku tahu kok, pasti kamu kesal kan karena sikap aku yang cuek, dingin dan bahkan sering marah-marah nggak jelas,"


"Tapi percayalah aku tengah berusaha saat ini meski belum sepenuhnya kamu ada dalam hati aku tetap aja aku akan berusaha," ucap Naufal lagi


"Sha, kamu tau nggak dulu waktu kamu ngejauh aku frustasi sendiri apalagi liat kamu deket-deket sama Fauzan rasanya aku pengen cekik dia, tapi aku sadar mungkin kehadiran aku bikin kamu risih," kata Naufal sendu


"Tapi tetap aja rasa sayang itu masih ada sampai sekarang hanya saja tertutupi oleh ego ku sendiri," lanjut Naufal


"Sha, aku sayang kamu," ucap Naufal lirih "Kamu mau maafin aku nggak?" tanya Naufal persetan dengan kepala Aisha yang bergerak menunduk dan terdengar dengkuran halusnya menandakan bahwa Aisha itu sudah tidur


Naufal menghela napas pelan, "Malah tidur."


"Dari tadi gue ngomong panjang-panjang berharap di dengarin eh tau taunya udah tidur aja nih," kata Naufal kesal sendiri


"Yaudahlah mau gimana lagi," gumamnya "Selamat tidur Ais," ucap Naufal lalu mengecup puncak kepala Aisha dengan sayang


"Good night my wife sweet dreams."