
Rabu pagi Naufal ada jadwal operasi dan Aisha memaksa untuk ikut ke Medical Qurtuby
Membuat Naufal mau tak mau membawa perempuan itu untuk ikut dengannya
Setibanya di sana ia membawa Aisha masuk dan jangan lupakan kedua tangan mereka yang saling menggenggam
Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang di sana
Sampai tiba di depan ruangan Naufal, Aisha bilang ia akan pergi ke toko perlengkapan bayi yang terletak tak jauh dari RS namun Naufal tak mengizinkannya hal itu membuat Aisha memaksa untuk kesana
Sampai akhirnya lelaki itu mengizinkan Aisha pergi ia ingin sekali membeli perlengkapan bayi
Aisha tersenyum ia sangat senang dan hal itu mampu menular pada Naufal, ia mengusap kepala Aisha
"Ehm! Ini rumah sakit jangan ngumbar kemesraan di sini." peringat Azma dengan nada datar
Aisha nyengir tanpa dosa, "Gimana keadaan kamu setelah seminggu yang lalu nyuruh aku buat makan mie pakai sedotan?"
Pertanyaan Azma membuat Aisha terkekeh, entahlah senang saja rasanya menistakan kakak-kakaknya itu
"Baik," jawabnya seadanya
"Yasudah aku banyak urusan." kata Azma lalu melengos pergi
"Yah masih ngambek rupanya," Aisha terkekeh sedangkan Naufal kebingungan semakin membuat Aisha terkekeh keras
"Dia kenapa?" tanya Naufal
"Ngambek kali, di suruh makan pakai sedotan," kata Aisha
"Yaudah atuh, aku izin pergi ya," Aisha meminta izin, Naufal mengangguk
Dia berjalan kaki dengan semangat menuju toko yang tidak jauh dari rumah sakit
Hitung-hitung sebagai olahraga mumpung masih pagi
"Baby twins nya Bunda ceneng ya? di ajak jalan-jalan?" Aisha mengobrol dengan bayinya yang belum lahir
Ia sempat terkekeh sebentar kemudian kembali berjalan menuju toko itu
Setibanya di toko Aisha dapat melihat macam-macam perlengkapan bayi, matanya berbinar terlebih saat melihat sebuah kupluk manis yang ada hiasan kupu-kupu menambah kesan lucu pada benda itu
Tangannya terulur untuk mengambil benda yang sejak awal menarik perhatiannya
"Lucu banget,"
Aisha tau, tak mungkin memakaikan kupluk itu pada bayi yang baru lahir tapi setidaknya keinginan Aisha untuk memilikinya terpenuhi
Sekembalinya dari toko ia berniat untuk mampir di kafe depan, setengah jam lebih ia berdiri di toko tadi cukup membuat pinggangnya sakit
Aisha duduk disalah satu meja kafe, ia hanya membaca menu itu tanpa niat untuk memesannya
Ah, dasar.
Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya lalu meletakkan sebuah minuman dan meninggalkan sebuah note untuk Aisha kemudian orang itu pergi dan Aisha berpikir mungkin itu pelayan kafe karena orang itu memakai seragam seperti karyawan lain
"Mbak! Mbak salah meja mungkin. Saya belum pesan apa-apa!" Aisha berteriak namun pelayan itu tidak menyahut
Aisha menatap gelas berisi minuman itu, "Dari kak Naufal kali ya?" tanya Aisha pada dirinya lantas mengambil sticky note di gelas itu
Teruntuk yang tamu yang diistimewakan. Semoga hari anda menyenangkan.
"So sweet banget sih," kata Aisha
Perempuan itu tersenyum membaca noted itu, lalu memandang minuman itu dan berniat meminumnya tanpa menaruh curiga sedikitpun
Saat Aisha baru saja akan menegak minuman itu, sebuah tangan menepis gelas itu dengan kasar
Prangg!!! Gelas itu pecah
Hal itu membuat Aisha tersentak kaget, ia memandang siapa pelakunya dan ternyata itu adalah Nazeef
"Kamu apa-apaan sih Naz?!" kesal Aisha
"Lo yang apa-apan!"
"Lo ngapain hah?!" bentak Nazeef membuat Aisha bingung
"Emang aku ngapain?" Aisha bertanya balik
"Lo bego ya?! Lo itu hampir aja ngebahayain anak Lo sendiri tolol!"
Nazeef tak tahan ingin meneriaki perempuan di depannya ini dengan kata-kata kasar
Aisha semakin dibuat pening dengan pernyataan yang di lontarkan Nazeef
"Emang salah?! Aku cuma mau minum doang!" kesal Aisha
"Lo sadar nggak sih sama apa yang baru aja mau Lo minum?!"
Aisha terdiam
"Lo tau itu apa?!" tanya Nazeef membentak
Aisha menggelengkan kepalanya, yang ia tahu itu hanya minuman dari seseorang
"Itu wine Sha! wine!" bentak Nazeef kontan Aisha membulatkan matanya
"Kalau sampe Lo minum itu, kandungan Lo bakal kenapa-napa! Sadar nggak sih?!"
Aisha menatap Nazeef yang sedari tadi terus membentaknya bahkan sampai mengeluarkan kata kasar
Aisha itu juga perempuan hatinya lembut dan lemah
Terdengar isakan kecil keluar dari bibir Aisha, perempuan itu menangis
"Tapi kan nggak harus ngebentak juga hiks,"
"Hiks, Aku nggak tau kalo itu wine,"
"Kamu terus aja nyalahin aku hiks, kalau aku tau juga nggak akan aku minum hiks,"
Nazeef menghela napas, ia tak berniat membentak perempuan di depannya ituÂ
Ia hanya terlalu terbawa suasana, "Siapa yang ngasih Lo minuman itu?"
Aisha menggeleng dengan bibir yang terus terisak lirih, "Gue minta maaf."
"Gue nggak ada niatan buat ngebentak Lo, serius."
"Gue cuma kaget aja dan refleks." jelas Nazeef
Aisha masih terus terisak namun tidak seperti tadi, membuat Nazeef bingung sampai akhirnya laki laki itu berniat mengantarkan Aisha pulang
"Sekarang gue antar Lo pulang aja ya?" tawar Nazeef
Aisha menggeleng, "Aku mau ke kak Naufal aja," kata Aisha
"Dimana?"
"Rumah sakit."
"Gue anter."
"Nggak usah, cuma di depan doang." kata Aisha sambil tersenyum
"Beneran?" tanya Nazeef
"Iya, aku udah nggak papa kok,"
Aisha pamit pergi meninggalkan Nazeef yang masih dibuk dengan pikirannya
Perempuan itu sedang berada di ruangan Naufal, satu kata yang mampu Aisha sebut untuk menilainya adalah rapi
Ia belum pernah masuk ke ruangan Naufal, lebih tepatnya memang belum ada satu orang pun yang masuk ke ruangan itu
Aisha berjalan mengelilingi ruangan itu mumpung Naufal belum kembali dari ruang operasi ia ingin melihat ruangan itu
Satu buku berwarna pastel menarik perhatian Aisha
Ia berjalan mendekat lalu meraih buku itu, lalu membuka halaman pertama
Manusia punya pilihan. Mau atau tidak. Iya atau tidak. Maka jawabanku adalah tidak.
Tulisannya sangat rapi, Aisha membuka lembaran berikutnya
Ini tentang percaya atau tidaknya pada sebuah pernyataan
Aisha sedikit mengkerutkan dahinya dengan tulisan yang membuatnya tak paham sama sekali
Tiba tiba pintu terbuka membuat Aisha buru-buru meletakkan kembali buku itu
Ternyata itu adalah Naufal.
"Mas, bukannya kamu ada jadwal operasi?" tanya Aisha
"Nggak jadi, pihak keluarga minta operasinya di undur." jawab Naufal
Aisha hanya manggut-manggut tak mempermasalahkan hal itu, ia berjalan ke arah Naufal
"Kangen," kata Aisha
"Manjanya." Naufal terkekeh
"Udah ya aku masih banyak kerjaan," kata Naufal
"Ih baru juga kesini," Aisha memberengut sebal
Naufal terkekeh, "Aku kesini cuma mau ngambil sesuatu aja."
"Kamu kenapa?" tanya Naufal
"Hah? Kenapa? Emangnya aku kenapa?" tanya Aisha balik
"Kamu keliatan kayak yang panik," kata Naufal serius membuat Aisha panik
Lebih tepatnya sengaja menyembunyikan sesuatu
Tiba-tiba Naufal tertawa membuat Aisha kebingungan, "Aku cuma bercanda, serius amat."
Aisha menatap Naufal kesal, "Ish, mas jangan bercanda gitulah,"