
..."Kita berjanji dan menepatinya maka aku berjanji untuk selalu menjagamu."...
***
Aisha kini tengah sibuk memeriksa beberapa pasien sampai sampai ia tak menyadari kedatangan Azma ke ruangannya
"Heh! Senyam senyum aja ada apa nih?" tanya Azma mengagetkan Aisha yang sibuk melamun di ruangannya
"Ih kak Azma bisa nggak dateng tuh ketuk pintu dulu?!" kesal Aisha
"Nggak." jawab Azma santai
"Ihh nyebelin banget sih!" kesal Aisha
"Kamu kan juga gitu nggak pernah ketuk pintu kalau masuk ruangan kakak," ujar Azma santai
"Ya-ya-"
"Ya ya apa?!" kini berbalik Azma yang kesal
"Ihh udah nggak usah di bahas!" kata Aisha
"Pasti nggak mau di salahain tuh!" ledek Azma
"Ih nggak juga!" elak Aisha, Azma mengedikkan bahunya acuh
"Mau apa ke sini?" tanya Aisha
"Nggak ada cuma mau ke sini aja mumpung lagi jam istirahat," kata Azma dan Aisha membulatkan bibirnya membentuk huruf o
"Eh iya Kak, menurut kakak cantikan Kak Anna cantikan Kak Rifa?" tanya Aisha dengan tersenyum jahil
"Dua-duanya nggak cantik." jawab Azma acuh
"Ih kan aku suruh bandingin di antara dua orang itu," gerutu Aisha
"Ya jelas dua-duanya cantiklah mereka kan cewek sama kayak kamu." jelas Asma
"Iya juga sih, tapi menurut kakak antara Kak Anna sama Kak Rifa mending yang mana?" tanya Aisha
"Nggak ada." jawab Azma seadanya
"Dih cuek amat sih!" kesal Aisha
"Ya lagian ngapain nanya yang begituan nggak jelas banget." ujar Azma membuat Aisha cemberut
"Kan aku cuma pengen tau doang," kata Aisha
"Kepo." tukas Azma
"Kalau nggak kepo aku nggak bakalan tau." jawab Aisha tak ingin kalah
"Nggak boleh kepo urusan orang lain." kata Azma
"Kak Azma kan bukan orang lain buat aku, kakak kan kakak aku." sahut Aisha lagi
Azma hanya bisa geleng-geleng kepala berdebat dengan Aisha itu nggak mudah jadi ia memilih mengabaikannya saja
"Sha," panggil seseorang sambil membuka pintu
"Eh Kak Naufal?" kata Aisha saat melihat Naufal di depan pintu ruangannya
"Eh ada Lo juga Ma," kata Naufal
"Hm." sahut Azma singkat dan tak minat
Emang dasarnya begitu jadi mau di gimana gimanain juga akan tetap begitu kecuali dengan orang orang terdekatnya beda dengan Naufal yang dasarnya memang humble hanya saja tertutupi oleh sikap dingin dan cueknya karena masalah
"Gue keluar dulu, kalian berdua jangan macem-macem ya gue pantau!" kata Azma memperingati membuat Aisha terkekeh
Naufal menepuk pundak Azma pelan, "Gue suaminya Ma, terserah gue mau apa-apain Aisha, ya nggak Sha?" tanya Naufal sembari melihat Aisha, senyuman jahil tercetak di bibirnya
Aisha melotot pipinya merona karena Naufal, "Apa-apan sih?!" kesal Aisha
"Tetep gue pantau!" kata Azma membuat Aisha tersenyum meledek pada Naufal yang sedang memberaut kesal "Kecuali kalau Lo siap bikinin keponakan buat gue," sambung Azma sembari terkekeh
Naufal tertawa puas dengan ucapan Azma sedangkan Aisha sudah menganga dengan apa yang di dengarnya barusan, bisa-bisanya Azma mengucapkan kalimat itu di depannya
Dan sekarang lihatlah pipi Aisha yang sudah seperti kepiting rebus, awas saja Azma itu
"Siap Ma, gue buatin Lo sepuluh keponakan kembar," timpal Naufal dan lagi-lagi Aisha menganga karena ucapan Naufal
Suami dan Kakaknya itu sama saja rasanya Aisha ingin mencubit keduanya dan melakban mulut mereka tapi untungnya sayang jadi Aisha tak tega
"Kalian kalau mau bahas begitu mending di tempat lain, aku mau kerja nggak fokus!" tutur Aisha sebal
Lantas Azma dan Naufal kompak tertawa melihat reaksi lucu Aisha
"Oke, sepuluh keponakan cewek cowok gue tunggu!" kata Azma sambil tertawa lalu berlari keluar dari sana sebelum amukan macan betina Aisha keluar
"Siap bos!" sahut Naufal dengan tertawa saat ia berbalik ternyata di belakangnya sudah ada Aisha yang tengah berkacak pinggang menatapnya dengan tatapan tajam
Naufal hanya menyengir saja sedetik kemudian tangan Aisha sudah berada di perut Naufal untuk di cubit
"Ngapain coba ngomongin uang begitu saja Kak Azma? Mana ngebahas bikin keponakan lagi!" gerutu Aisha kesal
Ia mendorong Naufal agar sedikit menjauh darinya, "Nggak! Aku nggak mau sepuluh." tolak Aisha
"Aku nggak bilang harus sepuluh." kata Naufal membuat Aisha melotot
"Ihh udah ah nggak usah bahas itu!" kesal Aisha lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya
"Kak Naufal mau ngapain ke sini?" tanya Aisha
"Mau ketemu kamu." jawab Naufal seadanya sambil duduk di depan Aisha dengan terhalang meja kerjanya
Kening Aisha mengerut, "Ketemu aku?" tanya Aisha sekali lagi dan Naufal mengangguk "Iya."
"Kenapa emangnya?" tanya Aisha heran
"Rindu." jawab Naufal santai tapi tatapan matanya pada Aisha sangat dalam membuat Aisha merona
"Aku juga." kata Aisha
"Aku rindu marah kamu. Bukan sama kamu." jelas Naufal membuat Aisha cemberut pipinya memerah bukan karena blushing melainkan karena kesal dan malu di satu waktu
Naufal emang hobi banget bikin orang baper terus habis itu di jatuhin gitu aja
Tiba-tiba Naufal tertawa membuat Aisha bingung, mati matian ia menahan tawanya agar tak kelepasan karena ingin melihat wajah malu Aisha karena geer duluan
"Kamu tuh lucu banget ya kalau malu." kata Naufal sambil tertawa
"Ih nyebelin banget sih! Jadi tadi tuh ngejailin aku?!" kesal Aisha menatap garang Naufal
"Habis kamu kalau malu lucu banget," kata Naufal bahkan ia sampai mencubit kedua pipi Aisha yang membuat gadis itu langsung terdiam di tempatnya
Menyadari raut wajah Aisha yang mendadak berubah Naufal menatap Aisha, "Kenapa? Sakit ya?" tanya Naufal "Aku nyubitnya terlalu keras ya?" tanya Naufal panik karena Aisha hanya diam saja
Ia bahkan mengusap dan mengelus pipi Aisha yang ia cubit tadi, hal itu malah membuat jantung Aisha semakin berdebar kencang
Aisha menatap Naufal dan pemuda itu malah balik menatap Aisha, "Huwaa!!! Aisha baper!!" jerit Aisha membuat Naufal terlonjak kaget
"Aisha, kamu nggak papa kan?" tanya Naufal mengusap dadanya karena kaget tadi
"Kak Naufal jangan gitu lagi ya? Aisha baper." jujur Aisha tak tahan ingin tersenyum
"Dasar baperan!" ledek Naufal
Tuh kan baru saja di omongin kalau Naufal itu hobi banget bawa terbang tinggi habis itu langsung di jatuhin gitu aja dari atas. Sakit. Marah. Oh iya dong.
"Kak Naufal, boleh nggak sekali aja jangan bikin aku marah?" tanya Aisha baik baik
"Lah emang aku ngapain?" tanya Naufal santai kelewat santai
"Kak Naufal itu kalau terbang jangan bawa bawa aku apalagi sampai nurunin aku dari ketinggian," jelas Aisha sebal
"Aku nggak paham." kata Naufal jujur
"Dasar nggak peka!" kini Aisha yang meledeknya
"Hahaha, nggak gitu kok sayang aku serius, aku ini sengaja mau ketemu kamu karena aku rindu." tutur Naufal
"Nggak. Aku nggak percaya nanti pasti ada ujungnya." kesal Aisha
Naufal berjalan ke samping Aisha dengan membawa kursi dan duduk di sana, ia mendekatkan wajahnya ke arah Aisha
"Sini deh." titah Naufal
"Nggak." tolak Aisha sembari memalingkan wajahnya dengan bibir yang cemberut
"Kata aku kesini," kata Naufal masih berusaha santai
Aisha mengehela napas lalu menuruti kemauan suaminya itu, "Apa?" tanya Aisha menatap Naufal
"Coba liat ke depan." titah Naufal dan Aisha pun menurut
Ia memutar kepalanya untuk menghadap ke depan, "Udah ap-" belum sempat Aisha bertanya Naufal sudah mendahuluinya
Cup.
Saat itu juga Aisha kembali mematung di depannya, ia mengalihkan pandangannya menatap Naufal yang kini tersenyum manis ke arahnya
Dan saat itu juga Aisha ingin sekali menjerit, apa itu tadi? Naufal mencium pipinya? Mungkin saat ini pipi Aisha benar-benar sudah memerah seperti tomat
Beruntung sekali di ruangan Aisha tak ada cctv karena Aisha memang tak ingin ruangannya di pasang cctv
Tapi tak urung, Aisha senang Naufal bisa kembali bersikap hangat, "Kalau waktu bisa di hentikan, aku berharap waktu berhenti sebentar saja. Aku takut kalau ini cuma sementara." batin Aisha dan Naufal bersamaan
"Sha, izinkan aku untuk membuka lembaran baru bersamamu, rasa ini tulus untukmu, dan menjagamu sampai nanti adalah janjiku. Maukah kamu berjuang bersamaku dan membuka lembaran kosong yang baru?" tanya Naufal menatap dalam Aisha
"Kita jalani sama-sama, aku berharap semua yang kakak ucapkan itu memang kenyataan. Kita buka sama-sama ya jalani kehidupan yang baru dengan keadaan yang baru." jawab Aisha dengan tersenyum
"Makasih ya Sha karena udah percaya dan ngasih kesempatan buat aku." ucap Naufal
"Kakak adalah bagian kehidupan aku, pernah ngisi hati aku, jadi jangan sia-siain kesempatan yang aku kasih ya Kak." kata Aisha penuh harap
"Kamu percayakan itu sama aku." ucap Naufal dengan tersenyum