
Naufal membawa Aisha untuk istirahat di sebuah tempat duduk yang tak jauh dari mereka berdiri tadi
Para pengguna jalan yang tadi mendekat sudah bubar setelah memastikan keduanya baik baik saja
Tak lupa Naufal mengucapkan terima kasih pada mereka semua
Seperti kejadian tadi sangat membuat Aisha syok, Naufal tak menyangkal bahwa dia juga syok
Bayangkan saja mereka sedang berada di ambang kematian jika saja tadi benar benar terjadi kecelakaan hebat
Tapi beruntungnya mereka masih bisa selamat, Naufal benar benar bersyukur
Namun yang membuat pria itu tak tenang adalah, ia takut setelah kejadian ini akan berpengaruh pada kandungan Aisha saat ini
"Kamu mau makan sesuatu biar rileks?" tanya Naufal
Aisha menggeleng, "Nggak ada,"
"Minum?"
"Nggak juga,"
Pria itu terlihat mengeluarkan ponselnya, dan menelpon seseorang
"Halo Zee,"
"Ya pak bos yang ganteng dan baik, butuh sesuatu kah?"
Naufal menjauhkan ponsel itu dari telinganya sedikit mendelik
"Lo kenapa? Habis kesurupan?"
"Enak aja Lo ngatain gue kesurupan, gue habis-"
"Lo bisa jemput gue?"
Naufal memotong perkataan Zee sebelum ia benar-benar bercerita panjang lebar yang akan membuat seorang Naufal jengah
"Gue lagi-"
"Gue sama Aisha habis kecelakaan," potong Naufal cepat
"Sharelock."
Sambungan terputus Naufal dengan cepat mengirimkan alamat tempat dia berdiri sekarang
Kemudian ia kembali menghampiri Aisha
"Kamu beneran ga mau apa-apa?" tanya Naufal kembali
"Mau minum air putih." pinta Aisha yamg sudah lebih sedikit tenang
Naufal meraih botol air yang masih tersisa setengahnya dan memberikannya pada Aisha
3 jam kemudian...
Naufal dan Aisha sudah berada di apartemen, setelah Zee datang dengan mobil cadangan Naufal
Naufal meminta Aisha untuk di bawa ke rumah sakit namun perempuan itu menolak
Dia hanya ingin pulang dan istirahat, setelah berdebat panjang akhirnya Naufal mengiyakan saja kemauan Aisha
Dan soal mobilnya tadi sudah di urus oleh Zee dan beberapa orang suruhannya juga masalah siapa yang mengendarai mobil ugal-ugalan itu
Naufal sadar jika kejadian tadi seperti sedang di sengaja ingin membuat keduanya kecelakaan namun beruntungnya Allah masih menyelamatkan mereka berdua
Naufal menatap Aisha yang tertidur dengan lelap di atas kasur, cowok itu sibuk menatap Aisha dengan lamat
Wajahnya yang damai saat tidur membuat Naufal semakin jatuh hati pada Aisha
"Cantik banget sih sayang," gumam Naufal dengan tersenyum tipis
Ponsel Aisha menyala satu notif pesan masuk, Naufal membukanya karena ponsel itu tidak ada sandi pengaman
Mati aja Lo Sha!
Naufal menatap marah pesan itu, siapa yang berani mengirimkan pesan seperti ini
Baru saja Naufal akan membalas pesan itu, ponselnya ikut berdering
Ia pun mengambilnya dan mengangkat panggilan itu,
"Katakan."
"Queen."
Tut.
Sambungan di putus sepihak, eaah Naufal memerah menahan marah. Namun sepertinya sebentar lagi akan meledak
"Emang dasar bangsat!" umpat Naufal pelan agar tidak membangunkan Aisha
Tunggu.
Naufal masih penasaran dengan pesan di ponsel Aisha, "Ini nomor siapa sih?!"
Selama Lo masih di dekatnya, jangan harap Lo bisa hidup tenang!
Kembali. Satu pesan kembali masuk Naufal membacanya dengan segera
Matanya melebar kala selesai membacanya, ingin sekali ia mengumpati orang yang berani mengirim pesan itu pada istrinya
Dan tentu butuh bantuan Zee, hanya dia yang bisa membantu Naufal saat ini
***
Sore sore begini enaknya itu minum teh anget di temenin istri tercinta seperti apa yang Naufal lakukan sekarang
Laki-laki itu memeluk tubuh Aisha dari samping, menyalurkan kehangatan karena memang sedang sangat dingin ditambah hujan yang turun dengan sangat deras
Saking protektif nya Naufal, ia membalut tubuh Aisha dengan berbuntel buntel selimut
"Mas ihh, aku gerah," protes Aisha karena Naufal memakaikan selimut di tubuhnya itu berlapis lapis
Di tambah pakai jaket, juga kaos kaki juga sarung tangan
"Udah diam, ga usah banyak protes," sergah Naufal
"Lagian ngapain sih pakaiin banyak selimut gini," kesal Aisha dengan wajah masam
"Biar kamu nggak kedinginan," jawabnya santai
"Tapi aku engapp," Aisha berpura-pura engap agar Naufal bersedia melepaskan selimut yang menjeratnya
"Udah nggak usah bohong, kalau beneran tau rasa," kata Naufal membuat Aisha cemberut
"Tapi aku mau ke dapur, mau masak." Aisha kembali memberikan alasan
"Aku udah pesan go-food."
"Ish, aku mau ke toilet."
"Nggak usah banyak alasan deh, Istriku yang manisnya nggak ketulungan." kata Naufal dengan tersenyum
"Ish, sebel aku." kata Aisha akhirnya mengalah
Ia menghela napas panmjang kemudian diam saja sambil menatap siaran televisi di depannya
Lima menit berlalu Aisha masih santai namun di menit ke tujuh ia mengamuk saat melihat salah satu pemeran drama itu menjahati protagonis
Hal itu membuat Naufal yang berada di sebelahnya mendelik pelan, "Sha, kamu kenapa?" tanya Naufal heran
"Lagian itu kenapa sih?! Malah milih cewek gila itu! Udah bagus dapat yang baik, mulus lagi. Bego banget jadi orang!"
Naufal terdiam, ia mengerjap pelan membayangkan jika yang di sampingnya ini memang benar istrinya atau bukan
"Lagian itu kan cuma drama Sha, udahlah jangan ngamuk-ngamuk gitu." Naufal berusaha bersabar
"Tetap aja masss,"
Aiha menatap Naufal dengan mata memicing, "Ngapain lihatin aku kayak gitu?" tanya Naufal heran
"Aku nggak mau kamu kayak cowok yang di drama itu ya," kata Aisha
"Kalau sampe beneran terjadi, awas aja kamu, mas." Naufal meneguk salivanya kasar
"Ya nggak akanlah, mana mungkin aku kayak begitu istriku yang baik." Naufal mengecup pipi Aisha
Aisha mendengus pelan, "Mas aku pengen main sama Faras, Faris ih." adu Aisha tiba-tiba
Naufal kembali mendelik heran, "Sha, kamu kok akhir-akhir ini sering banget minta yang aneh tiba-tiba."
"Ih emangnya mau main sama keponakan aku, permintaan aneh?" Aisha kesal sendiri
"Ya nggak, tapi tadi kamu habis marah-marah terus tiba-tiba bilang mau main sama Faras Faris." jelas Naufal
"Au ah, Aku kesel!" kata Aisha merajuk
Tiba-tiba saja Aisha terisak hal itu membuat Naufal panik, "Eh kenapa malah nangis?"
Bukannya mereda malah makin menjadi, "Kok makin nangis sih, udah dong," bujuk Naufal "Ntar beli balon deh,"
"Ihh mas pikir aku anak kecil apa? Yang bisa di hujuk pakai balon?" kata Aisha sambil terisak
"Ya terus harus apa dong?" tanya Naufal polos
"Huwaa kak Naufal jahat!!" tangisan Aisha semakin kencang membuat Naufal makin panik
Aisha berusaha memukul Naufal tapi ia lupa kalau ternyata tangannya ikut di gulung dengan tubuhnya bersama selimut
"Huwaa!! Bundaa!! Kak Naufal jahatt!!" teriak Aisha
Semakin Aisha menangis semakin Naufal panik dan bingung harus ngapain
"Allahula Illa haiila huwal hayyul qoyyum-"
"Ihh mas pikir aku kesurupan setan?!" kesal Aisha
"Ihh jahat banget sih!! Huwaa! Aku aduin mas sama kak Azma! Huwaa! Kak azmaa!! Kak Naufal jahat banget sama Aish!!"
Sudahlah, Naufal sudah kehabisan akal. Ia mengusap wajahnya frustasi dengan Aisha
Satu-satunya pilihan adalah meninggalkan Aisha dengan segala moodnya yang sedang berubah-ubah
"Istri gue habis kerasukan apa ya Allah?" kata Naufal
Aisha yang melihat Naufal pergi langsung menatap lebar suaminya
"Ihh kok di tinggal sihhh?!" Sebal Aisha dengan sesegukan
"Au ah! Aku lanjut nangis aja! Huwaa!!"