Dear Imamku

Dear Imamku
Kejutan



Waktu berlalu begitu cepat mungkin sudah terhitung hampir 5 bulan usia pernikahan Aisha namun itu tak membuat keduanya semakin menjauh yang ada mereka semakin dekat dan menempel


Seperti sekarang inilah Naufal yang tidur selonjoran dengan paha Aisha sebagai bantalnya di tambah tangan mungil wanita itu mengusap rambut Naufal membuatnya ingin memejamkan mata


"Kok kamu sekarang jadi suka Upin Ipin sih?" tanya Naufal saat menyadari chanel tv nya sudah berganti


"Nggak tau, suka aja." jawab Aisha tangannya masih sibuk mengelus kepala suaminya


Naufal tersenyum lalu meraih tangan mungil milik istrinya lalu mengusapnya dan mengecupnya singkat


"Jangan pernah biarkan orang lain untuk melakukan ini ya." kata Naufal membuat Aisha mengerutkan dahinya


"Ya enggaklah, masa aku biarin." sahut Aisha


"Cuma aku yang boleh," kata Naufal


"Iya. Iya cuma suami aku yang boleh." timpal Aisha sambil tertawa


"Aku serius Aisha," kata Naufal sebal


"Iya aku juga serius kak Naufal," kata Aisha mengikuti nada bicara Naufal


"Dahlah aku males," rajuk Naufal membuat Aisha terkekeh


"Kamu lucu ihh," kata Aisha mencolek colek pipi Naufal


"Diem, kalau nggak aku gigit nanti." ancam Naufal


"Coba aja," tantang Aisha


Aisha ini sering sekali menantangnya meskipun tahu kalau Naufal tak pernah main-main dengan ancamannya


"Kamu mau nantangin suami kamu ini?" tanya Naufal tersenyum miring


"Nggak tuh." kata Aisha santai


Dengan cepat Naufal menggigit hidung Aisha membuat wanita itu terkejut sekaligus meringis pelan


"Ihh Kak Naufal nggak adil, masa hidung aku yang di gigit sih?" kesal Aisha


"Emang aku ada ngomong mau gigit apa?"


"Ya... Ya nggak sih," Aisha menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Hayoo siapa yang salah coba?"


"kakak lah!"


"Kak main ke rumah Mamah Rifa yuk," kata Aisha


"Pasti kangen Mamah kan?" tebak Naufal yang memang benar dugaannya ketika Aisha mengangguk


"Ya habis terakhir ke rumah Mamah sama Bunda itu satu bulan yang lalu," kata Aisha


Senyum Naufal mengambang kemudian mengacak ngacak hijab Aisha "Ayo, aku juga kangen Mamah,"


"Pakai jaket ya, anginnya dingin," Aisha mengangguk kemudian berdiri hendak ke kamarnya


Tapi tiba tiba saja perutnya terasa bergejolak seperti ingin memuntahkan sesuatu refleks Aisha berlari ke westafel


Hoek hoek


Ia berusaha mengeluarkan rasa yang mengganjal di perutnya tapi nihil hanya cairan yang keluar dari perutnya


Naufal yang mendengar hal itu membuatnya khawatir ia pun menyusul Aisha


"Kenapa?" Aisha menggeleng


"Muntah lagi?" tanya Naufal cemas pasalnya beberapa hari ini Aisha terus saja mengeluh mual dan pusing dan itu malah membuat Naufal semakin khawatir pada Aisha


"Kita tunda aja dulu ke rumah Bunda sama Mamahnya ya," kata Naufal namun Aisha menggeleng ia tak bisa menahan rindu pada Rifa dan Layla lebih lama lagi


"Tapi kamu lagi sakit gini, nggak mungkinkan aku bawa kamu pergi pergian," cemas Naufal


"Udah, kak Naufal jangan khawatir paling cuma masuk angin aja karena aku sempat pulang hujan-hujanan,"


"Kita berangkat ya kak," bujuk Aisha Naufal menghela napas panjang


"Yaudah, kita berangkat tapi kamu nginap aja ya," kata Naufal dan Aisha mengangguk senang


Mereka berdua berjalan menuju mobil dan berangkat ke rumah Rifa terlebih dahulu


***


"Assalamualaikum Mah..." ucap Aisha saat memasuki rumah bertingkat dua itu


"Eh Aisha?! Kapan kamu ke sini?" tanya Rifa saat melihat Aisha datang bersama dengan Naufal


Aisah mencium tangan Rifa begitupun dengan Naufal


"Baru aja sampai Mah," jawab Aisha sambil tersenyum "Ayah mana Mah?" tanya Aisha


"Ayah baru aja keluar emang nggak ke temu di luar tadi?" tanya Rifa refleks Aisha menggeleng


"Yaudah paling juga ntar lagi pulang tuh," kata Rifa "Yaudah makan dulu yuk pasti kalian lapar,"


"Baru aja makan Mah," kata Naufal datar membuat Aisha mencubit perut laki laki itu sedikit keras


"Aduhh... Sakit tau!"


"Nggak sopan,"  peringat Aisha membuat Naufal mendengus malas


Rifa terkekeh melihat Aisha dan Naufal yang terlihat semakin dekat saja "Udah, ayo masuk." kata Rifa membuat keduanya refleks mengangguk dan mengikuti Rifa yang berjalan masuk


"Eh Kak Fauzan," kata Aisha saat melihat Fauzan duduk di sofa dengan anteng memainkan ponselnya


"Kirain masih di rumah sakit." kekeh Aisha


Naufal yang melihat interaksi keduanya menatap sebal, ia menarik tangan Aisha yang hendak menghampiri Fauzan


"Ih kak Naufal mau ngapain narik narik aku?!" kesal Aisha


"Nggak sengaja." jawab Naufal cuek


"Ih kakak kira aku apaan? Di bilang nggak sengaja,"


"Ya kamu mau ngapain jalan ke arah Fauzan?!" tanya Naufal


"Nggak sengaja!" ketus Aisha lalu berjalan ke kamar Naufal dengan kesal seolah ini adalah rumahnya sendiri


"Lah di tinggal." gumam Naufal lalu menyusul Aisha


***


Meja makan di rumah keluarga Rifa sangat ricuh karena Fauzan yang sibuk membuat candaan untuk Aisha di saat makan malam


Naufal menatap Fauzan kesal mukanya merah padam sejak tadi telinga panas mendengar pujian pujian yang di lontarkan Fauzan untuk Aisha yang notabennya istrinya


Tiba tiba saja Aisha berhenti tertawa membuat yang lain ikut berhenti, ia merasakan mual kembali


"Mah, Aisha izin ke toilet dulu," kata Aisha lalu berlari ke kamar mandi


Hoek hoek


Lagi lagi Aisha kembali memudahkan isi perutnya, Naufal yang menyadarinya langsung menghampiri Aisha


Naufal membantu memijit tengkuk Aisha agar wanita itu bisa mengeluarkan semuanya dan merasa lega


Hoek


Tapi yang Naufal lihat hanya air saja yang di muntahkan Aisha


"Perutnya mual lagi?" kata Naufal dan Aisha mengangguk lemah


"Yaudah kamu istirahat aja di kamar aku ya," kata Naufal lalu Aisha mengangguk


Naufal pun segera menggendong tubuh Aisha ala bridal stay  dan membawa Aisha ke kamarnya yang berada di lantai atas


Fauzan, Rifa dan suaminya yang masih berada di meja makan refleks kaget melihat Aisha yang di berada di dalam gendongan Naufal


Naufal merebahkan tubuh Aisha dengan hati-hati "Bentar ya aku cari minyak angin dulu," kata Naufal


Lalu mencari barang yang di butuhkannya dalam laci setelah menemukannya Naufal dengan segera mengusapkan minyak angin itu pada perut Aisha


Tak lama Rifa dan Fauzan ikut menyusul ke kamar Naufal, "Fal, Aisha kenapa?" tanya Rifa cemas terlihat dari raut wajah Rifa yang tak tenang melihat Aisha


"Nggak tau Bun, beberapa hari ini Aisha sering ngeluh ke Naufal kalau perutnya mual terus dia juga sering pusing," jelas Naufal


"Udah di periksa ke dokter?" tanya Rifa


Naufal menggeleng, "Belum, Aisha nggak mau di bawa ke rumah sakit," kata Naufal


"Katanya cuma masuk angin biasa karena hujan hujanan beberapa waktu yang lalu," ujar Naufal


Fauzan mengerinyitkan dahinya lalu menatap Aisha yang berada di atas kasur tengah menatap mereka


"Sha, bulan ini kamu udah datang bulan belum?" tanya Fauzan tiba-tiba membuat Naufal dan Rifa refleks menoleh padanya


"Emm, belum kayaknya kak ini juga udah menjelang akhir bulan," jawab Aisha


Fauzan manggut-manggut ia menatap Naufal, "Lo jadi dokter nggak peka banget sama keadaan, Lo pernah nanya nggak kayak gitu sama dia?" tanya Fauzan


Naufal menggeleng, "Ih ogeb banget Lo," cibir Fauzan membuat Naufal memutar mata jengah


"Lo itu jadi dokter tapi nggak tau ciri-ciri wanita yang lagi hamil," kata Fauzan santai beda dengan Naufal yang masih bingung karena di landa kecemasan


Melihat Naufal yang masih berfikir dan berusaha mencerna ucapannya membuat Fauzan jengah lama-lama


"Lo tuh lemot banget sih, heh! Istri Lo itu lagi hamil ogeb!" kesal Fauzan "Aisha hamil, dan Lo bakal jadi Ayah," tutur Fauzan


Naufal terkejut dengan pernyataan yang di ucapkan Fauzan begitupun dengan Rifa yang terkejut dan menatap putranya Fauzan


"Kamu serius nak? Aisha beneran hami? Wah berarti Bunda bakal punya cucu?" tanya Rifa dengan binar senang di matanya


"Iya Bunda, bunda bakal jadi nenek-nenek," kata Fauzan terkekeh


"Lo nggak bohong kan?" tanya Naufal, Fauzan memutar mata malas


"Kalau Lo nggak percaya Lo periksa deh ke dokter besok," kata Fauzan kemudian berlalu dari sana


"Masya Allah Aisha, Mamah bahagia banget dengarnya istirahat ya sayang jaga kandungan kamu," kata Rifa dan Aisha mengangguk Mamah tinggal dulu ya,"


Rifa berlalu dari sana menyisakan Naufal uang kini masih shock mendengarnya ia menatap Aisha yang sedang menertawainya


"Kamu ngetawain aku?" tanya Naufal, Aisha mengangguk


"Lucu." ucap Aisha masih dengan kekehan


Naufal mendekat pada Aisha ia duduk di samping ranjang dan menatap Aisha kedua mata itu saling bertemu


Apa yang Fauzan katakan itu ada benarnya Aisha mual dan pusing kemudian muntah hanya cairan saja ia tahu kalau ini adalah tanda tanda orang hamil


Naufal tersenyum lalu mendekatkan bibirnya paa perut Aisha yang masih datar


"Assalamualaikum sayang," sapa Naufal pelan


Aisha yang melihat suaminya seperti hanya bisa tersenyum, ia bahagia melihat Naufal yang bahagia akan menjadi seorang Ayah


"Sehat-sehat di sana ya, Ayah bakal tunggu kehadiran kamu di tengah tengah keluarga kita," ucap Naufal lalu mengecup perut itu lama


Setelahnya ia kembali menatap Aisha dan mengecup dahi istrinya penuh sayang


"Makasih ya untuk kebahagiaan ini." kata Naufal "Aku sangat-sangat bahagia."