Dear Imamku

Dear Imamku
Cemburu?



..."Cemburumu membuat ku paham bahwa di hati mu masih ada aku."...


***


Sepanjang jalan Aisha hanya terdiam dan tak berani menatap Naufal, cowok itu memang dingin tapi kali ini terasa berbeda bagi Aisha


Bahkan sampai di rumah Naufal tak ada bersuara sama sekali membuat Aisha semakin merasa bersalah


"Kak," panggil Aisha


"Hm?" sahut Naufal


"Kak Naufal marah?" tanya Aisha takut tak berani menatap mata Naufal


"Nggak." kata Naufal dingin


"Kalau kakak marah gara-gara aku pulang bareng Kak Fauzan, maaf." kata Aisha penuh penyesalan


"Hm." jawab Naufal hanya dengan berdehem tanpa berniat melirik Aisha sedikitpun


"Jangan marah lagi ya," kata Aisha membujuk suaminya itu


"Kenapa? Gue punya hak buat marah," kata Naufal mengangkat sebelah alisnya


"Bukannya Kakak yang bilang nggak bisa jemput aku? Kenapa jadi marah kalau aku pulang bareng Kak Fauzan?" tanya Aisha berharap dapat penjelasan


Namun Naufal tak menjawab pertanyaan Aisha ia lebih memilih diam dan membungkam suaranya


"Lagian Kak Fauzan kakak iparku, dia bisa membuat aku tersenyum, tertawa. Cuma dia yang bisa membuat aku tersenyum!" kesal Aisha


Lagi lagi Naufal hanya diam tak menjawab, membuat Aisha kesal setengah mati


Akhirnya ia memilih keluar dari sana membiarkan Naufal sendirian di kamar


Naufal menatap pintu kamar itu datar tetapi tatapannya itu penuh arti 


Aisha turun menuju lantai bawah ia berniat tidur di kamar tamu karena sedang kesal dengan Naufal


Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tak lama kemudian Aisha keluar dengan piyama dan berjalan menuju kasur


"Kenapa coba harus marah?! Padahal kan kakaknya sendiri!" gerutu Aisha sambil menghentakkan kakinya ke lantai


"Udah ah, males mikirin ya juga!" ucap Aisha lalu ia berbaring di atas kasur dan tidur


***


Naufal yang sedang sibuk dengan ponselnya sambil sesekali menatap pintu kamarnya karena Aisha belum juga masuk


"Ck. Kemana tu anak?!" decak Naufal kesal


Ia menaruh ponselnya lalu keluar dari kamar dan turun untuk mencari Aisha, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tak menemukan siapa-siapa


Kamar tamu. Satu-satunya ruangan yang terlintas di pikirannya saat ini karena tak menemukan Aisha di mana-mana dan hanya ruangan itu yang belum ia periksa lantas ia pun segera pergi ke kamar tamu untuk memastikan apakah Aisha memang ada di sana tau tidak tapi ia yakin bahwa Aisha memang ada di sana


Dan benar saja Naufal mendapati Aisha sudah tidur di atas kasur tanpa selimut, Naufal yang sedang berdiri di ambang pintu tergerak untuk masuk ke dalam


Ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Aisha yang sedang tidur, Naufal menatap wajah polos Aisha ketika sedang tidur, "Cantik." gumamnya tanpa sadar


Tangannya bergerak untuk menyelimuti istrinya membuat Aisha sedikit menggeliat, Naufal tertawa pelan melihatnya


Tanpa Naufal sadari ternyata Aisha belum tidur sepenuhnya, ia hanya pura-pura tidur ketika mendengar pintu kamar terbuka karena ia tahu itu pasti Naufal dan ia sedang malas berdebat dengan Naufal


Bagi Naufal, Aisha itu terlihat imut ketika tidur "Maaf." ucap Naufal


Aisha yang sedang pura-pura memejamkan matanya itu hanya bisa diam, jujurnya jantungnya berdebar kencang saat ia bisa merasakan wangi tubuh Naufal


"Entah kenapa gue nggak suka ketika ngeliat Lo dekat sama cowok lain termasuk kakak gue sendiri," ucap Naufal sambil mengusap kepala Aisha


"Ya Allah, kenapa harus begini sih," batin Aisha jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya apalagi ketika tangan kekar Naufal menyentuh kepalanya jujur ia benar benar deg-degan


"Apa Kak Naufal dengar ya? Plis jantung berhenti dong jangan sampai Kak Naufal dengar," batinnya cemas takut-takut jika Naufal mendengarnya


"Kalau gue gamblangin, gue cemburu Sha. Entahlah gue juga nggak tau kenapa bisa begitu," kata Naufal lagi tangannya beralih mengelus pipi putih itu


"Apa?! Cemburu?! Serius?! duh Kak Naufal pakai ngelus pipi segala, ya ampun Aish, plis jangan blushing oke, bisa malu aku nanti." Aisha benar-benar dibuat baper oleh Naufal malam ini, darahnya berdesir saat sebuah benda kenyal dan lembut menyentuh dahinya 


Aisha berusaha untuk tidak tersenyum saat itu juga, sebisa mungkin ia menahan senyuman itu sampai Naufal keluar dari sana


"Tidur yang nyenyak ya," kata Naufal sambil tersenyum lalu pergi keluar dari kamar itu tak lupa mematikan lampu kamar


Aisha terbangun dari posisinya sambil senyum senyum sendiri, ia pikir Naufal akan mengomelinya dan menyuruhnya bangun untuk pindah


Tapi ternyata ia malah terkejut dengan ucapan-ucapan Naufal ditambah apa tadi? Naufal mencium dahinya?! Ahhh, Aisha dibuat melayang karenanya dan seperti sekarang inilah Aisha tersenyum memandangi pintu kamar itu


Kalimat-kalimat Naufal tadi membuat dia senyum senyum sendiri, "Di luar kamu itu dingin, tapi nyatanya kamu punya pribadi yang hangat," kata Aisha


Ia pun memejamkan matanya sambil tersenyum, tak lama kemudian Aisha sudah menuju alam mimpi


***


"Pagi Kak," sapa Aisha ketika berada di meja makan


"Hm," sahut Naufal singkat


"Hari ini shift pagi?" tanya Aisha lagi


"Hm,"


Aisha menghela napa panjang butuh kesabaran banyak untuk bisa membuat Naufal lebih hangat dengannya


"Oh iya hari ini aku masih shift siang, kata Kak Fauzan nanti dia jemput aku berangkat bareng," kata Aisha membuat Naufal yang sedang mengunyah makanannya langsung berhenti


"Sekalian aku mau minta izin pulangnya juga bareng Kak Fauzan, soalnya kan Kakak nggak bisa jemput," jelas Aisha


"Oiya kak kemarin Kak Fauzan-"


"Ck. Bisa nggak jangan ngomongin dia depan gue?!" kesal Naufal membuat Aisha langsung terdiam


"Maaf." kata Aisha pelan


Naufal tak melanjutkan makannya ia malah berangkat tanpa mengucapkan apapun lagi pada Aisha, lagi-lagi hal itu membuat Aisha menghela napas panjang


***


Seperti yang sudah di katakan Aisha tadi bahwa Fauzan akan menjemputnya dan benar saja kakak iparnya itu sudah menjemputnya


Mereka pun segera berangkat ke rumah sakit bersama, "Sha," panggil Fauzan yang sibuk menyetir


"Apa?" sahut Aisha dengan tenang


"Aku mau nanya," kata Fauzan lagi membuat Aisha menaikkan alisnya


"Tanya apa?" kata Aisha penasaran


"Kalau seandainya aku suka sama kamu, apa reaksi kamu?" tanya Fauzan membuat Aisha mematung


"A-apa?" tanya Aisha sedikit ragu


"Aku suka kamu." kata Fauzan mengulangi kalimatnya


Aisha terdiam namun sedetik kemudian ia tertawa, "Kakak lagi bercanda ya?" Fauzan menatap kesal Aisha


"Pasti lagi ngeprank aku ya? Eumm pasti ada kamera tersembunyi ya?" tebak Aisha sambil tertawa


Memilih tak menjawab Fauzan mempercepat laju mobilnya ke rumah sakit


Setibanya di rumah sakit mereka keluar bersamaan "Makasih ya Kak, udah mau nganterin Aisha," kata Aisha dengan tersenyum


"Sama-sama." jawab Fauzan


"Oh iya nanti pulang mau bareng?" tanya Fauzan


"Eumm, nggak tau kak," jawab Aisha dan Fauzan hanya manggut manggut


"Eh iya besok kamu nggak ada jadwal ya? Rencana mau ngapain?" tanya Fauzan


"Iya kak, rencana sih aku besok mau ke rumah Bunda sekalian mau ketemu Kak Azmi," kata Aisha


"Yaudah aku anter ya," kata Fauzan


"Ihh nggak usah, lagian ada Kak Naufal juga dia pasti mau nganterin," ujar Aisha


"Yaudah."


"Mau di antar sampai ke ruangan nggak?" tanya Fauzan


"Ngapain? Nggak usahlah deket juga lagian aku bukan anak kecil yang harus di antar kemana pun," kekeh Aisha


"Kan sekalian ngelewat," kata Fauzan "Jadi gimana?" tanyanya lagi


"Eum boleh," kata Aisha dengan tersenyum


Tanpa mereka berdua sadari Naufal menatap keduanya tajam dengan tangan mengepal erat ia pun menghampiri Aisha dengan wajah dinginnya


Aisha yang melihat kehadiran Naufal dengan wajah yang dingin mendadak merinding karenanya


"Kamu ikut aku." kata Naufal dingin membuat Aisha sedikit takut


Naufal menarik Aisha menjauh dari Fauzan menuju tempat yang tak banyak di lewati orang dan juga nggak ada cctv, "Kamu kenapa sih Kak? Sampai narik-narik aku segala?!" kesal Aisha karena Naufal menariknya dengan kuat dan tanpa alasan yang jelas


"Kamu yang kenapa?! Ngapain coba berangkat sama Fauzan?!" tanya Naufal kesal


"Lah bukannya aku udah izin juga tadi pagi?" tanya Aisha wajahnya sedikit berubah jadi tenang


"Emang gue izinin?!" kesal Naufal membuat Aisha terdiam


Ucapan Naufal ada benarnya ia tadi memang meminta izin tapi Naufal belum memberinya izin untuk hal itu tapi apa salah jika di antar saudaranya sendiri


"Emang salah ya aku berangkat bareng Kak Fauzan?! Lagian dia kakak kamu juga!" kesal Aisha


"Lo punya saingan sama gue." kalimat itulah yang selalu teringat di pikiran Naufal


"Iya! Salah!" kesal Naufal membuat Aisha menaikkan alisnya


"Emang apa salahnya? Dia kakak ipar aku, dia bisa buat aku ketawa, bahagia, ceria emang kamu bisa?! Nggak kan?!" kesal Aisha


"Lo tau nggak?! Dia itu punya perasaan sama Lo!" cetus Naufal langsung membuat Aisha terdiam


"Dan Lo tau?! Gue cemburu saat Lo bisa bahagia sama dia! Sedangkan sama gue nggak!" lanjutnya dan lagi-lagi Aisha masih terdiam tanpa bisa bersuara


"Kak-"


"Kita bahas di rumah! Lo pulang sama gue! Nggak ada penolakan!" tegas Naufal lalu pergi dari sana


Aisha mendadak lemas saat mendengarkan pernyataan Naufal tadi apa benar Fauzan punya perasaan padanya


Ia kembali ke ruangannya dengan pikiran yang berkecamuk karena masih teringat-ingat perkataan Naufal


Tunggu tunggu tadi Naufal bilang apa? Dia cemburu? Cemburu saat lihat Aisha bareng Fauzan?


"Apa Kak Naufal beneran cemburu? Atau cuma pura-pura doang?" gumam Aisha