Dear Imamku

Dear Imamku
Nazeef dengan segala Ceritanya



..."Mulut emang bisa berbohong tapi hati nggak pernah bisa berbohong dan perasaan enggak akan pernah bisa di bohongi."...


***


"Marah nggak, tapi kalau soal perasaan nggak


bisa di bohongin Sha," ujar Naufal ia menghela napas dalam 


"Dari cara kamu berbicara aku tau kamu pernah menyimpan rasa sama dia kan?"


Mendapati keterdiaman Aisha membuat Naufal tersenyum miring, "Nggak gitu juga kak. Dulu emang tapi sekarang di hati aku cuma ada Kak Naufal."


Naufal mengangguk, "Aku percaya. Karena sekarang kamu istri aku."


"Ohh jadi kalau belum jadi istri nggak percaya gitu?"


Naufal menggeleng, "Nggak." ucapnya dengan santai


"Jahat bener." rajuk Aisha Naufal tertawa lalu memeluk Aisha dari samping membuat perempuan itu sontak menyandarkan kepalanya di pundak tegar milik Naufal


"Sekarang aku pengen denger cerita kamu." ucap Naufal


Namun Aisha malah menggeleng, "Takut."


"Takut kenapa?"


"Takut kak Naufal marah, terus ninggalin aku," ujar Aisha membuat Naufal menahan tawanya


Ia mengecup singkat kepala Aisha, "Aku nggak akan pernah ninggalin kamu,"


Aisha masih terdiam dengan tatapannya yang lurus, "Dulu Aku emang suka sama Kak Nazeef karena dia emang orang baik, Aku, Azizah sama dia itu sahabat Yumna juga,"


"Yumna?" Naufal mengulang nama itu


"Ya. Kakak ingat perempuan yang manik matanya beda dari yang lain?" tanya Aisha


Naufal terlihat mengangguk, "Aku ingat, dia adiknya Hasan bukan?" tanya Naufal


"Iya. Jadi dulu Yumna juga pernah suka sama Kak Nazeef, dan bodohnya Kak Nazeef yang malah nembak aku di depan dia. Patah hati jadinya kan,"


"Dan kakak tau? Sejak saat itu aku mutusin buat pindah sekolah tanpa bilang siapa-siapa aku mau pindah kemana, bahkan Yumna sendiri nggak tau aku pindahnya kemana,"


"Dan jarak sehari setelah itu aku denger dari Bunda kalau Yumna pulang ke London, aku jadi merasa bersalah sama dia sejak saat itu aku udah nggak pernah ketemu sama dia lagi, tapi sekalinya ketemu suasananya malah canggung," Aisha memainkan ujung baju Naufal


"Kak Nazeef nggak pernah chat aku ataupun Yumna untuk sekedar minta maaf, Bahkan saat aku mau kuliah ke London, Kak Nazeef nggak pernah ngasih kabar ke aku, sampai akhirnya aku benar-benar mau ngelupain aja dan benar aku bisa lupa saat ketemu kakak,"


"Eh taunya Azizah juga suka sama Kakak," kata Aisha tenang beda halnya dengan Naufal yang terdiam mendengarnya


"Kak Naufal," kata Aisha


"Iya?"


"Aku haus." ujarnya


"Ohh bentar, aku turun dulu beliin air ya," kata Naufal membuat Aisha mengangguk


"Kamu jangan kemana-mana ya," kata Naufal dan Aisha menurut "Aku turun dulu."


"Jangan lama tapi,"


"Iya sayang," Naufal mengacak hijab Aisha lalu turun dari sana


Aisha menatap lurus ke depan, "Nyatanya orang yang pernah aku cintai malah menjadi orang terbodoh yang pernah aku temui."


Sekita sepuluh menit waktu Naufal terbuang untuk membeli air mineral dan juga beberapa cemilan


"Nih, airnya kamu haus kan," Naufal menyerahkan satu botol air mineral yang sudah di buka pada Aisha dan dengan sigap ia mengambilnya dan meminumnya hingga tersisa sedikit


"Haus banget ya?" tanya Naufal sambil terkekeh


"Iya kak, mungkin bayinya yang minta." kata Aisha


"Oh ya, Kak Nazeef itu benar-benar deket banget sama aku dan Azizah. Cuma Azizah yang tahu persis apa yang terjadi antara aku dan Kak Nazeef."


"Kalau kakak ketemu sama Azizah coba deh tanya pasti dia tahu semuanya," kata Aisha


"Sanggup. Aku nggak pernah marah saat ada orang yang pernah mengisi hati Kak Naufal datang, selagi masih ada batasannya." Aisha kembali meneguk air yang tersisa sedikit itu


"Dan aku sempat ketemu sama Kak Nazeef, beberapa hari sebelum pernikahan kita."


"Dia bilang, dia nyesel udah ninggalin aku, antara senang atau sedih karena saat itu posisi aku akan menikah, tapi akhirnya dia bilang lagi kalau ia bodoh dengan memperjuangkan aku." jelas Aisha panjang lebar


"Itu artinya saat kita mau menikah kamu masih berharap sama Nazeef?" tanya Naufal


Dan dengan entengnya Aisha mengangguk, "Karena saat itu posisi aku udah nggak bisa kemana-mana, mau mencintai Kak Naufal nanti aku jadi orang paling egois karena sahabat aku juga suka Kak Naufal, mau berharap orang yang dulu tapi nggak mungkin karena aku bakal nikah sama Kak Naufal."


"Jadi posisi aku serba salah. Tapi sekarang aku sadar kalau Kak Nazeef itu lebih cinta sama Yumna,"


"Karena dia orang kedua yang mengisi hati Kak Nazeef, bagi aku orang yang mencintai perempuan pertama itu cuma bullshit aja. Kalau mereka mencintai perempuan itu nggak akan mungkin laki-laki itu mencintai perempuan lain kan?"


Naufal terdiam dengan perkataan Aisha, ia merasa tertampar dengan kata-kata yang baru saja Aisha ucapkan


"Berarti kalau aku yang nyatain cinta itu ke kamu, berarti dianggap bullshit juga? Kan Azizah adalah orang kedua yang pernah aku cintai." kata Naufal membuat Aisha menggeleng


"Beda lagi konsepnya, Kak Nazeef mencintai dua orang sekaligus kalau Kak Naufal mencintai Azizah di saat aku emang mau menjauh." kata Aisha sembari menghela napas panjang


"Kak Nazeef orang terbodoh yang pernah aku temui, mencintai dua orang sekaligus dan sekarang harus di tinggalkan keduanya." lirih Aisha dengan tatapan kosong


Flashback on


"Kak, kakak itu laki-laki! Harus punya prinsip yang tegas kalau aku ya aku kalau Yumna ya Yumna!" kesal Aisha pada Nazeef


Saat ini posisi mereka berdua ada di depan kelas Aisha yang sudah kosong karena bel pulang memang sudah berbunyi sejak tadi namun Aisha dan Nazeef masih berada di sekolah karena ingin membahas sesuatu yang mampu membuat seorang Aisha kesal


Bagaimana ia tak kesal coba? Nazeef mengatakan padanya bahwa ia mencintai mereka berdua


"Aku pilih kamu!" putus Nazeef  tegas saat itu juga di depan Aisha bertepatan dengan seseorang yang baru saja melewati mereka


Yumna terdiam di tempatnya mendengar pernyataan Nazeef barusan, matanya memanas mendengar itu


Aisha dibuat menganga mendengarnya, "Sekarang di hati aku cuma satu orang yaitu cuma kamu doang." kata Nazeef


Aisha menatap Yumna yang sedang tertunduk ia tahu gadis itu sedang menahan tangisnya


Tiba-tiba Yumna berlari meninggalkan mereka membuat Aisha merutuki Nazeef yang dengan gampangnya mengatakan itu di depan gadis yang memiliki perasaan yang sama dengannya


"Dasar laki-laki bodoh! Ada yang tulus kenapa milihnya aku coba?!" kesal Aisha dalam hati


"Kak! Yumna itu lebih pantas sama Kakak, harusnya yang kakak perjuangin itu dia bukan aku!"


"Bukannya kamu yang suruh pilih?! Pilih kamu atau Yumna?! Yaudah pilihanku sekarang adalah kamu!"


"Terus kenapa sekarang kamu malah marah?!" tanya Nazeef kesal


Aisha terdiam apa yang Nazeef katakan benar ia yang menyuruhnya memilih dan Nazeef sudah memilih lalu kenapa ia harus marah pada cowok itu


Aisha memilih tak menjawab pertanyaan Nazeef, ia lebih memilih berlari pulang dari sana meninggalkan Nazeef yang masih mematung


Flashback off


"Aku juga seharusnya menjadi orang terbodoh yang pernah kamu temui." kata Naufal membuat Aisha menoleh padanya


"Kenapa gitu?"


"Karena dengan bodohnya aku menyia-nyiakan kamu." kata Naufal


Aisha tak tahu harus menjawab apa di saat seperti ini Aisha lebih memilih untuk diam daripada perkataannya menyakiti Naufal ia tak mau hubungannya retak lagi


"Yang terpenting sekarang kita bersama-sama. Aku, kakak dan anak kita nanti." kata Aisha tersenyum ia mengambil tangan Naufal dan meletakkannya di atas perut datar milik Aisha


"Ayah nggak tau kamu laki-laki atau perempuan, entah jagoan atau tuan putri Ayah nanti, Ayah janji bakal sayang sama kalian."


"Sesayang Ayah sama Bunda kalian." Naufal tersenyum menatap Aisha yang juga menengok padanya


"Pulang yuk kak, udaranya makin dingin aku juga udah mulai ngantuk nih," kata Aisha memang benar dia sudah menguap beberapa kali sejak tadi


"Ayo. Kita pulang sekarang."


Keduanya turun dari rooftop menuju mobil mereka, lalu mobil itu melesat dari sana menuju ke Rumah Layla