
"Mas, mau kemana?" tanya Aisha yang melihat Naufal sudah rapi di malam-malam begini tidak malam amat sih masih sekitar jam 7 malam
"Mas mau ke rumah sakit, kamu mau ikut?" tanya Naufal
Aisha mengangguk semangat, ia ingin sekali pergi keluar menikmati angin dan pemandangan lainnya yang bisa di jadikan pemandangan
"Yaudah ayo, tapi pakai jaket ya udaranya dingin," ujar Naufal
Aisha bergegas ke kamar mengambil jaket dan juga tasnya, memang tidak akan terlalu melindungi tubuhnga karena perut buncitnya tapi setidaknya dapat mengurangi angin yang berhembus dingin
Keduanya pergi ke rumah sakit, bukan medical Qurtuby melainkan ke rumah sakit Kasih Bunda, entah apa yang Naufal cari di sana
"Mas kamu kesini mau ngapain? Aku kira ke medical Qurtuby," ujar Aisha
"Ada teman mas yang masuk rumah sakit, jadi mau di jenguk," Aisha membulatkan mulutnya membentuk huruf o
"Siapa?" tanya Aisha
"Revan, kamu ingat kan? Oh ya dia udah nikah sama Rifa." ucap Naufal
"Hah??!" hampir saja jantung Naufal copot mendengar suara Aisha
"Eh, maaf mas," kata Aisha sambil terkekeh
"Kamu ngagetin aja." kata Naufal masih mengusap dadanya
"Jadi mereka udah nikah?" tanya Aisha lagi kali ini ia mengontrol suaranya
Naufal mengangguk menjawab pertanyaan Aisha, "Kalo nggak salah aku, kayaknya bulan lalu deh, lupa." kata Naufal
"Kok aku nggak tau sih?!" kesal Aisha karena tak di beritahu
"Dasar pelupa. Kan kamu sakit waktu itu, mana sakitnya minta ke Surabaya lagi." kata Naufal, ia ingat sekarang kapan pernikahan temannya itu
Aisha mengerucutkan bibirnya sebal tapi ya mau gimana lagi
"Eh, sejak kapan kak Revan jadi teman mas? Bukannya dulu suka cemburu ya kalau aku senyumin kak Revan," kata Aisha terkekeh
Semenjak Aisha cuti dari rumah sakit, ia ketinggalan banyak berita soal rekan-rekannya di medical Qurtuby
"Kita emang udah lama temenan, udah ah ayo tuh ruangannya di depan," kata Naufal
Akhirnya mereka sampai di depan bangsal tempat Revan di rawat
"Assalamualaikum," ucap Naufal dan Aisha bersamaan
"Wa'alaikumsalam," jawab Rifa
"Aaa kak Rifa!" kata Aisha antusias saat melihat temannya sskaligus partner kerjanya dulu
"Hey, ada bumil," kata Rifa terkwkh melihat Aisha yang semakin gendut
"Happy wedding ya maaf telat ucapinnya," kata Aisha
"Nggak papa, yang penting kamu selamat, kemarin denger-denger katanya kamu hilang," kata Rifa
"Iya,"
Rifa manggut-manggut, kemudian ia menyuruh Aisha duduk kasihan kan kalau bumil di suruh berdiri terus
Naufal sibuk berbincang dengan Revan sementara Aisha dengan Rifa, "Oh ya kak, kok bisa ceritanya kakak nikah sama Kak Revan?" tanya Aisha penasaran
"Ah, panjang ceritanya Aish nggak akan cukup sejam," kata Rifa tertawa
"Nggak papa, intinya aja." Ia keukeuh pwnasaran dengan kisah cinta Rifa hingga berakhir di Revan
"Intinya karena aku nggak mau berurusan lagi dengan Azma soal hati," kata Rifa
"Dan berakhir aku jatuh cinta sama Revan," tambahnya lagi
"Ihh pendek amat ceritanya," kata Aisha cemberut
"Kan kamu yang bilang intinya aja, ya intinya emang begitu," kata Rifa terkekeh
"Iya juga sih," Aisha membenarkan kemudian ia ikut tertawa
"Sha, ayo pulang nanti kemalaman sampai rumah," kata Naufal membuat Aisha mengangguk
"Kak Rifa, aku duluan ya besok kalau ada kesempatan aku ke sini lagi," kata Aisha tersenyum
"Iya Sha, kalian hati-hati pulamgnya " kata Rifa lagi
Aisha dan Naufal berjalan di koridor rumah sakit dengan Aisha yang terus saja memegang lengannya dan bersikap manja, Naufal tak mempermasalahkan itu ia justru senang
"Mas, itu ada suara bayi nangis," kata Aisha pada Naufal
"Iya, tapi biarin aja ayo kita pulang nanti kamu sakit," kata Naufal namun Aisha menggeleng
"Ayo cari dulu, kasihan bayinya pasti kedinginan," kata Aisha
Naufal mengehela napas, jika Aishabsudha berkata seperti itu artinya ia keukeuh ingin menemukan bayi itu
"Yaudah ayo,"
Keduanya menuju ke sumber suara, semakin dekat maka tangisan bayinya terdengar semakin jelas dan tangisan bayi itu sangat menyayat hati Aisha
"Astaghfirullah," ucap Aisha saat melihat seorang bayi yang di biarkan begitu saja di rumput
Tanpa di alas apapun tanpa di bungkus dengan kain sekedar menutupi dirinya dari rasa dingin
Tega sekali, itulah yang Aisha pikirkan
Naufal yang melihatnya ikut prihatin dnegan kondis bayinya, penuh darah seperti ya bayi itu baru lahir dan lihatlah tubuhnya di kerubungi banyak semut
Aisha mengambil bayi itu dan menghalau semut-semut yang mengerubunginya, lantas ia melepas jaketnya dan membungkus tubuh bayi itu agar lebih hangat
Aisha mendongak menatap Naufal, "Mas, kita periksa ke dokter," kata Aisha
Aisha melupakan jati dirinya yang memang seorang dokter, Naufal mengiyakan saja permintaan Aisha kemudian keduanya kembali masuk ke rumah sakit dengan membawa bayi itu untuk di periksa
"Dok gimana keadaanya?" tanya Aisha saat dokter itu selesai memeriksanya
"Kondisinya buruk, anak itu mengalami kelainan jantung dan harus segera di operasi," kata dokter Ilyz
"Astaghfirullah," ucap Aisha, ia menatap Naufal yang juga terkejut
"Mas, kita tolongin ya kasihan." kata Aisha
Melihat kekhawatiran Aisha sebesar itu terhadap anak orang lain yang jelas-jelas membuang anaknya sendiri membuat Naufal tak tega, akhirnya ia menyetujui ucapan Aisha
Lantas Aisha segera menyetujui untuk melakukan operasi terhadap anak itu
Operasi anak itu di mulai malam itu juga, Aisha gelisah menunggu nya di depan ruang operasi, Naufal yang melihatnya menjadi cemas sendiri terlebih Aisha sedang mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan
"Kamu duduk Sha, nggak baik berdiri sambil jalan-jalan terus udah setengah jam kamu kayak gitu," kata Naufal lagi
Aisha mengehela napas gusar, lantas ia duduk di kursi di samping Naufal
"Dia akan baik-baik saja, kamu memilih pilihan yang tepat." kata Naufal lagi sambil tersenyum
Aisha tak akan bisa tenang sebelum melihat kondisi bayi itu, lampu di atas ruangan itu mati tanda operasinya sudah selesai
Keduanya bergegas menghampiri dokter yang baru saja keluar dari sana
"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar," kata dokter tersebut membuat Aisha dan Naufal ikut mengucap syukur
"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat," ucap dokter tersebut kemudian berlalu pergi
Usai di pindah ke ruang rawat, Aisha menemani anak itu dia terlihat jauh lebih baik saat ini daripada saat pertama di temukan Aisha
"Dia kayaknya baru lahir ya?" tanya Naufal menatap bayi yang sedang tertidur itu
Aisha mengangguk, "Ibunya jahat banget, tega ngebiarin anaknya gitu aja," kata Aisha lagi, ia marah
"Kasihan kamu nak," kata Aisha sendu menatap bayi itu
Naufal merasakan udara semakin dingin, jam menunjukkan pukul 9 malam pantas saja
Naufal menatap Aisha yang tidak memakai jaket, lantas ia pergi dari sana menuju mobil
"Eh mas? Dari mana? Kok bawa selimut?" tanya Aisha heran
"Buat kamu pakai, udaranya makin dingin jaket kamu juga kotor," kata Naufal ia membantu menyelimuti tubuh Aisha
Aisha tersenyum kala mendapati perhatian kecil dari suaminya
"Makasih mas," ucap Aisha tersenyum
"Sama-sama." Naufal balas tersenyum
"Mas, jangan kemana-mana ya? Tetap di sini sama Aish," pinta Aisha
Naufal tersenyum teduh, ia mengusap kepala Aisha dnegan lembut
"Iya mas, nggak akan kemana-mana," ucapnya kemudian mengecup puncak kepala Aisha dengan penuh sayang