
..."Jangan coba-coba lirik yang lain selain aku!"...
***
Seperti Janji Naufal tadi sore ia mengantar Aisha ke supermarket cukup jauh dari apartemen tempat mereka tinggal
Saat ini Aisha sibuk memilih cemilan yang akan ia beli sedangkan Naufal hanya mengikutinya dari belakang
"Sha, aku ke sana dulu ya," kata Naufal di sambut anggukan kecil dari Aisha
Ia kembali di sibukkan dengan keripik kentang di hadapannya mengambil beberapa bungkus, entahlah ia merasa ingin saja mengemil
Sedangkan Naufal mencari minuman botol kesukaannya seperti minuman yang berperisa jeruk, ia melihat seorang perempuan yang hendak menggapai barang namun tidak sampai ia pun membantu gadis itu
"Ini." kata Naufal memberikan barang tersebut
"Makasih kak," kata gadis itu sambil tersenyum manis
"Sama-sama." balas Naufal membalas senyuman gadis itu
"Oh iya nama kakak siapa?" tanya gadis tersebut
"Naufal," jawab Naufal seperti biasa
"Oh hai kak Naufal, aku Queen senang berkenalan dengan kakak," kata Queen tersenyum
"Sekali lagi makasih ya kak, semoga kita bertemu lain kali," kata Queen lagi lagi menampilkan senyumannya
"Iya, sama-sama," membalas senyuman itu, Queen pun pergi bertepatan dengan Aisha yang datang sambil berkacak pinggang
"Bagus ya, udah mulai berani sama aku," kata Aisha kesal
"Apanya?" tanya Naufal tak jelas
"Ah udah lah lupain, Kak Naufal emang nggak peka!" kesal Aisha "Ngapain tadi senyum-senyum sama tu perempuan?" tanya Aisha
"Sedekah." jawab Naufal seadanya
"Sedekah ya sedekah tapi nggak gitu juga kali," kata Aisha
"Kan senyum itu sedekah, dalam hadistnya juga ada," kata Naufal santai
"Ahh kak Naufal kenapa kamu nggak peka sama aku?" tanya Aisha sendu yang di buat buat
"Emang kenapa kalau aku senyum sama dia? Emang nggak boleh?" tanya Naufal
"Nggak boleh." jawab Aisha cepat
"Lah kenapa?"
"Senyuman kak Naufal itu terlalu manis, nggak baik kalau di umbar sana sini nanti yang ada kaum hawa pada baper sama kak Naufal." jelas Aisha secara tak langsung menunjukkan rasa cemburunya
"Oh jadi ceritanya cemburu gitu?" tanya Naufal menaik turunan alisnya
"Nggak, siapa juga yang cemburu aku cuma ngingetin doang," kata Aisha mengelak
"Oh yaudah, tapi aku bakal tetap kasih senyuman ke orang-orang termasuk perempuan," ucap Naufal dengan santainya membuat Aisha melotot tajam
"Jangan coba-coba!" kesal Aisha
"Terus kenapa marah coba?" tanya Naufal
"Ih dasar nggak peka! Au ah, aku mau bayar belanjaan," kesal Aisha menghentakkan kakinya lalu meninggalkan Naufal yang masih tertawa melihat tingkah Aisha
"Tungguin dong," kata Naufal sembari mengejar Aisha
Perempuan itu keluar dari sana masih dengan bibir yang cemberut lebih tepatnya merajuk pada Naufal
"Ututu sayangku, jangan ngambek dong ntar cantiknya hilang," kata Naufal terkekeh
"Nggak tau ah, males sama kak Naufal!" rajuk Aisha tanpa berniat melirik Naufal
"Ih kok jadi gini sih?" kata Naufal mengacak rambutnya sendiri
Tiba tiba saja Aisha tertawa membuat Naufal menoleh padanya "Ngapain tuh ketawa nggak jelas? Kesambet ya?" tanya Naufal. Aisha memukul tangan Naufal cukup kencang membuat Naufal meringis sambil mengusap tangannya
"Selamat anda terkena prank dari saya." ledek Aisha sambil tertawa
Naufal mengetuk kepala Aisha pelan. Aisha terkekeh. "Suka banget ngejailin suaminya, kayaknya seneng banget tuh."
"Hahaha iya dong," kata Aisha tertawa puas
"Tapi gimana kalau seandainya aku kepincut sama cewek lain?" tanya Naufal
"Aku percaya kak Naufal itu nggak akan pernah nyakitin perasaan orang yang kakak sayang kan? Termasuk aku." kata Aisha menatap lurus ke depan
"Beruntungnya aku punya istri kayak kamu, udah cantik, baik, pengertian-"
"Apa? Pasti ada maunya tuh," Aisha memotong perkataan Naufal
"Nggak ada cuma mau muji aja." jawab Naufal seadanya
"Yaudah kalau nggak ada ayo pulang," kata Aisha. Naufal mengangguk
Keduanya masuk ke mobil dan segera berlalu dari area parkir supermarket dan pulang ke apartemen
***
"Kak Naufal! Ayo bangun jangan jadi dokter pemalas!" kesal Aisha karena Naufal tak kunjung membuka matanya
Bagaimana tidak sudah 30 menit lebih Aisha membangunkan Naufal yang menurutnya kebo itu
"Mmm iya." lirih Naufal matanya masih terpejam tapi tangannya bergerak menarik Aisha agar tidur di sebelahnya
Aisha yang semakin kesal malah menjepit hidung Naufal dengan jari jempol dan telunjuknya membuat Naufal ngap-ngapan karena tidak bisa menghirup oksigen
Akhirnya kedua mata itu terbuka membuat Aisha terkikik senang, "Bangun juga." kata Aisha lalu berdiri
"Tega banget." desis Naufal
"Kalau nggak di gituin kakak nggak bangun-bangun," Aisha berujar
"Ya banguninnya nggak gitu juga kali, kalau aku kehabisan napas terus mati gimana?" tanya Naufal cemberut
"Jangan bilang kamu mau cari orang lain buat gantiin aku ya," kata Naufal mewanti wanti
"Iya. Aku mau cari suami yang taman dan kaya." kata Aisha membuat Naufal memelototkan matanya tajam pada Aisha
"Jangan berani dan jangan pernah coba-coba!" kata Naufal tajam
"Yaudahlah buruan sana mandi, terus sarapan aku mau berangkat ke Rumah sakit," kata Aisha
"Ayo bareng." kata Naufal
"Lah emang Kak Naufal masuk pagi?" tanya Aisha heran. Dahinya mengerut. Pasalnya kan hari ini Naufal harusnya sift malam
"Iya. Aku masuk pagi." Aisha mengangguk saja. Lalu keluar dari sana namun sebelum keluar ia pesan pada Naufal "Buruan, nanti telat aku mau ketemu Kak Azma dulu,"
***
Usai sarapan pagi tadi mereka berdua berangkat sesekali candaan kecil menghiasi ruang mobil tersebut sampai ke rumah sakit
Aisha sibuk menatap kertas yang berada di tangannya yang ia ambil dari Azma tadi sebelum pergi ke ruangannya
Sejenak ia terkekeh saat mengingat bagaimana lucunya Naufal yang cemburu pada kakak iparnya sendiri
Flashback on
"Kak, aku mau ke ruangannya kak Azma dulu kakak duluan aja," kata Aisha pada Naufal yang langsung di balas gelengan kecil dari cowok itu
"Ayo aku anterin kamu aja," kata Naufal
Mau tak mau Aisha hanya mengiyakan saja dan mereka berdua pergi ke ruangan Azma untuk mengambil sesuatu
"Kak Azma," panggil Aisha yang langsung masuk saja
"Apa?" tanya Azma yang melihat Aisha dan Naufal masuk bersamaan
Sejenak ia teringat sesuatu lalu terkekeh pelan sambil keluar, hal itu membuat Azma dan Naufal saling memandang dengan kening mengkerut
Tak lama Aisha kembali masuk dengan mengetuk pintu dahulu "Assalamu'alaikum." kata Aisha lalu masuk ke dalam
"Wa'alaikumsalam, pinter." kata Azma hal itu membuat Aisha memamerkan cengirannya
"Mau apa?" tanya Azma to the point
"Mau ambil sesuatu," jawab Aisha berbisik. Azma yang mengerti langsung saja memberikan sesuatu yang di minta Aisha
"Nih." Aisha tersenyum "Okey, Maacih." kata Aisha
"Hm." balas Azma singkat
"Oh iya Sha, besok Kak Azka pulang sama istrinya," Azma memberitahu. Mata Aisha berbinar
"Serius?" tanya Aisha antusias dan Azma mengangguk membenarkan pertanyaan Aisha
"Aaaa!! seneng banget deh, pengen liat keponakan aku!" kata Aisha senang bahkan tanpa sadar ia sudah memeluk Azma yang berada di sampingnya
Naufal yang melihatnya hanya bisa mendengus kesal, sekarang ia nyesal ikut dengan Aisha bisa-bisanya gadis itu memeluk laki laki lain di depannya. Padahal itu kakaknya Aisha dan iparnya sendiri
"Iya dek," kata Azma sambil tersenyum "Kakak juga nggak sabar, mau liat jagoan kecil,"
"Ihh seneng banget deh," kata Aisha ikut tersenyum manisĀ
Lama lama Naufal tak tahan melihat Aisha yang bersikap manis dan manja pada Azma di depannya bukannya tak boleh hanya saja ia... Cemburu
"Ekhmm!" dehem Naufal sedikit keras
"Sha, ayo pergi kamu harus meriksa pasien," peringat Naufal
"Ih iya iya aku tau, lagian kan aku pengen sama kak Azma dulu," kata Aisha cemberut
"Kak Azma, aku pergi dulu ya," kata Aisha tersenyum manis dan hal itu membuat Azma membalas senyuman Aisha
Ah, Naufal merasa udara sekitarnya mendadak panas dengan cepat Naufal memutar badan Aisha agar membelakangi Azma
Dahi Aisha mengerut heran "Kenapa?" tanya Aisha
"Nggak papa." kata Naufal lalu menarik Aisha keluar dari sana
"Kak Naufal cemburu ya?" goda Aisha sambil tertawa pelan
"Nggak." jawab Naufal singkat
"Dih cuek dia." kekeh Aisha
"Hai Sha," sapa Revan dia adalah salah satu dokter spesialis di rumah sakit ini ia orang yang humble dan friendly, humoris dan satu lagi cukup tampan
Aisha yang mendengar sapaan tersebut segera menyahut, "Oh hai Kak Revan," sapa Aisha dengan tersenyum
"Mau periksa pasien ya?" tebak Revan
"Hehe iya kak," jawab Aisha
"Ekhm! Ada gue juga," kata Naufal kesal
Revan menatap ke arah Naufal "Eh maaf Fal, yaudah deh gue duluan ya Sha pawang Lo galak gue takut," kekeh Revan lalu pergi dari sana
"Mulai sekarang kemana mana pakai masker!" titah Naufal membuar Aisha menoleh pada cowok itu dengan segera
"Kok gitu?" Aisha cemberut
"Aku nggak mau ada yang lihat kamu senyum," kata Naufal
"Ntar aku di bilang sombong lah,"
"Pokoknya aku nggak mau liat kamu senyum sama laki laki lain!" tegas Naufal
"Termasuk Kakak aku sendiri?" tanya Aisha
"Iya." Aisha di buat melongo dengan jawaban Naufal
"Kakak cemburu sama Kak Azma dan Kak Revan ya?" tebak Aisha dengan mata memicing
"Iya." jawab Naufal lalu ia menatap wajah Aisha lamat, "Senyuman kamu terlalu manis untuk di lihat orang lain."