
"Lo siapa?" tanya Naufal dingin
"Gue Nazeef."
"Kenapa Lo megang ponsel istri gue?" tanya Naufal
"Istri Lo ketakutan dan gue di suruh datang sama dia." jelas Nazeef
Bukannya Naufal tak tahu siapa Nazeef, ia tahu kalau laki-laki itu adalah cinta pertamanya Aisha ya meski sekarang sudah tidak lagi namun Naufal tidak suka jika Nazeef kembali di kehidupan Aisha di saat perempuan itu sudah berumah tangga
Dan anehnya kenapa Aisha meminta Nazeef kenapa harus cowok itu
"Sekarang mending Lo pulang, istri Lo ketakutan banget." ucap Nazeef
"Ya." sahut Naufal dingin
Setelah sambungan terputus tangan Naufal mengeras, ia menyambar kunci mobil dengan kasar lalu segera pulang ke rumah
Sesampainya di depan apartemen Naufal mendorong pintu rumahnya dengan sangat keras hingga membuat orang dalam tersentak kaget
Ia menatap tajam Nazeef penuh amarah tanpa aba-aba Naufal menghajar Nazeef
Aisha memekik kaget saat suaminya memukul Nazeef, "Mas, udah ya." kata Aisha membujuk Naufal
Naufal menatap Aisha tajam, Aisha sadar akan tatapan itu ia meneguk ludahnya dengan susah payah
Tapi dengan sekuat hati ia membalas tatapan Naufal dengan tatapan teduh, Naufal menyadari ada ketakutan yang tersorot di mata indah itu
Naufal berusaha meredam amarahnya, ia mencoba mengontrol emosinya di depan Aisha
"Bangun Lo." kata Naufal pada Nazeef yang sudah terbaring di lantai
Nazeef bangun dengan sisa tenaganya, rahangnya terasa sakit akibat bogeman mentah yang di layangkan Naufal
"Sorry." ucap Naufal dengan malas
"Kenapa Lo ada di rumah gue?" tanya Naufal
"Istri Lo yang minta." Naufal menatap Aisha dengan tatapan tak bersahabat
"Lo jangan marah dulu." kata Nazeef dengan suara tertatih akibat rasa sakit di wajahnya
"Dia udah berusaha buat hubungin Lo, tapi Lo nggak susah di hubungi, dia juga udah nelpon keluarga yang lain tapi nggak ada yang angkat," jelas Nazeef, sudut bibirnya terasa perih saat berbicara panjang lebar
"Dia, di teror." jelas Nazeef hal itu sontak membuat Naufal membulatkan matanya dengan sempurna
Ia menatap Aisha dengan tatapan penuh tanda tanya, Nazeef menunjuk kotak yang berisi teroran dan kertas yang di lempar ke rumah Aisha
"Siapa yang ngelakuin ini?!" tanya Naufal marah
"Gue nggak tau." jawab Nazeef sedangkan Aisha masih ketakutan
Naufal khawatir pada Aisha ia takut jika Aisha dan kandungannya kenapa-napa, ia mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang
"Tolong cari siapa yang meneror istri saya, secepatnya."
Naufal membawa Aisha dalam pelukannya, "Maaf, aku nggak tahu."
Merasa Aisha sudah aman, Nazeef pamit pulang dan Naufal mengizinkannya
Naufal membawa Aisha duduk di sofa, "Udah ya jangan takut, ada aku."
"Maaf,"
Aisha memeluk Naufal semakin erat, ia takut jika tiba-tiba ada teror lagi
Naufal mengusap-ngusap ngusap punggung Aisha, berusaha menenangkan istrinya
"Kita ke kamar aja ya," kata Naufal lalu membawa Aisha masuk ke kamarnya
Sebelumnya ia menelpon dokter Lee bahwa ia tidak bisa ikut operasi hari ini, masa bodo dengan dirinya yang akan di sanksi ataupun apalah itu
Yang terpenting saat ini adalah keselamatan istri dan calon anaknya
Di kamar Aisha masih sesegukan, Naufal hendak mengambilkan makanan untuk Aisha
Namun tangannya di tahan oleh Aisha, "Jangan pergi," lirih Aisha
"Aku nggak pergi, cuma ke dapur buat ngambil makanan aja," kata Naufal berusaha memberi pemgertian istrinya
Pada akhirnya Aisha melepaskan tangannya yang menahan Naufal, pemuda itu segera pergi ke dapur untuk mengambil nasi tak lupa membawa susu bumil
"Nih kamu makan dulu ya," kata Naufal namun Aisha menggeleng
"Kamu harus makan kasian nanti bayinya kalau nggak dapat nutrisi," kata Naufal
Ia mengarahkan sendok itu pada Aisha, wanita itu membuka mulut dan memakannya
Entah memang ia terlalu lama di dapur atau Aisha yang memang sedang mengantuk
Ia mencium kening Aisha, lalu memperbaiki posisi tidur Aisha dan menarik selimut itu hingga ke lehernya
"Aku takut." lirih Aisha dalam tidurnya
Naufal terdiam, sampai segitunya Aisha trauma dengan teror. Ia berjanji akan menemukan pelaku itu secepatnya dan di hukum dengan hukuman yang setimpal
Sebelumnya ia harus membereskan kaca yang berserakan dan juga membuang bangkai kelinci itu agar Aisha tak kepikiran soal itu lagi
Ia juga tak mau hal itu malah berdampak pada calon buah hatinya nanti
***
Pukul dua siang Aisha terbangun dan tak mendapati Naufal di sampinnya dan malah mendapati Naufal di sofa dengan laptop yang masih menyala entah apa yang sedang dilakukan suaminya itu
Yang jelas Aisha tahu bahwa Naufal sedang lelah saat ini, buktinya sampai tertidur
Astaga, berapa lama ia tertidur hingga lupa ibadah Dzuhur? Buru-buru Aisha berwudhu dan melaksanakan kewajibannya pada Allah
Selepas Sholat Aisha segera membangunkan Naufal, "Mas, udah sholat dzuhur belum?"
Naufal sedikit terganggu, matanya mengerjap pelan
"Masya Allah cantiknya istri Mas," gumam Naufal yang dapat di dengar Aisha
"Mas, jangan sekarang." kata Aisha "Udah sholat belum?" tanya Aisha
"Emang sekarang jam berapa?"
"Jam 2 mas,"
"Astagfirullah!" Naufal langsung terduduk
"Buruan gih sholat, aku mau masak mas pasti laper,"
Naufal mengangguk kemudian ngacir ke kamar mandi sedangkan Aisha turun ke bawah, lebih tepatnya ke dapur
Aisha mulai berkutat di dapur, ia akan memasak sayur lodeh saja
Ia mengambil beberapa bahan dari kulkas, ia mulai mengiris beberapa sayuran, dengan telaten Aisha memasak
Ia sangat sibuk di dapur sampai-sampai ia tak menyadari kehadiran Naufal di sana
Naufal memeluknya dari belakang membuat Aisha terkejut, "Mass, bikin kaget aja," Aisha geram
Naufal terkikik geli melihat wajah lucu Aisha
"Lagi masak apa hm?"
Naufal memperhatikan Aisha yang sibuk memasukkan beberapa bumbu ke dalam masakan
"Lagi masak sayur lodeh, kesukaan Mas,"
Aisha menjawab tanpa melihat Naufal ia sibuk dengan wajan dan kompor di depannya
"Mas, tolongin aku ambil mangkuk yang besar."
Naufal mengangguk kemudian mengambil mangkuk dan menyerahkan pada Aisha
"Nih,"
Tak lama mangkuk itu sudah berisi dengan sayur lodeh, Aisha membawanya ke meja makan
Aisha mulai mengambil nasi untuk Naufal, "Segini mas?"
Ia mengangguk kemudian Aisha menuangkan sayur lodehnya
"Enak banget," puji Naufal saat memakan masakan tersebut
"Masakan aku kan emang enak," ucap Aisha dengan percaya dirinya
Naufal menanggapinya dengan tersenyum, ia mengacak puncak kepala Aisha
"Ke rumah Bunda mau?" tanya Naufal
"Mauu!!"
"Yaudah siap-siap ya, habis makan kita berangkat." Aisha mengangguk dengan patuh
"Oh iya bentar, nih makan," Naufal menyodorkan sendok berisi nasi
Dengan senang hati Aisha melahapnya, lalu ia segera ngacir ke kamar untuk bersiap siap