Dear Imamku

Dear Imamku
Ancaman 1



Sepulangnya dari taman kedua pasangan itu tengah menuju ke arah Medical Qurtuby tempat di mana Aisha menemukan Azma


Sebenarnya bukan hanya Anna dan Rifa tetapi ia juga merindukan Azma, entahlah rasanya jauh dari Azma itu seperti ada yang hilang saja


Naufal menatap istrinya itu dengan teduh, "Serius nggak bakal mual?" tanya Naufal sembari menggenggam tangan Aisha


"Iya kak, tenang aja nggak bakal kok lagian aku udah pengen banget ke sana." kata Aisha


"Kalau mual kita langsung pulang aja ya," Aisha mengangguk ia memeluk tangan Naufal


Naufal tersenyum melihat hal itu, keadaan jalan tak begitu padat seperti hari biasanya membuat Naufal bisa mengemudikan mobilnya tanpa ada hambatan macet


Tak lama kemudian mereka tiba di depan gedung medical Qurtuby, Aisha sudah tak sabar ingin bertemu Azma


Jika ia main ke rumah Layla Azma selau tak ada di rumah, jadi Aisha memutuskan untuk datang sendiri ke rumah sakit


Naufal keluar dari mobil lalu menghampiri Aisha yang sudah duluan turun tangannya menggenggam tanga Aisha agar tak jauh darinya


Keduanya melangkah masuk, "Ingat nggak boleh lari-larian. Kebiasaan kamu itu suka lari-larian."  peringat Naufal


Aisha nyengir kuda, "Iya aku ingat kok."


Keduanya terus berjalan tana sengaja Aisha melihat Anna yang baru saja keluar dari salah satu ruangan pasien


Tanpa mendengarkan perkataan Naufal tadi perempuan itu berlari menghampiri Anna, sedangkan Naufal hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan khawatir saat Aisha hampir saja di tabrak orang lain


"Kak Anna!" sapa Aisha dengan tersenyum


"Wah ada bumil nih," ujar Anna saat menyadari ada Aisha di dekatnya


"Cieee yang bentar lagi jadi ibu." kata Anna membuat Aisha tersenyum manis


"Cieee yang bentar lagi jadi pengantin baruu." goda Aisha membuat Anna tersipu


"Udah diam jangan sebut-sebut disini bahaya." kata Anna membuat Aisha terkekeh


"Sama siapa ke sini?" tanya Anna


"Sama my husband dong." jawab Aisha terkikik geli


Dan benar saja Naufal terlihat mendekat dan menghampiri keduanya namun berhenti saat ponselnya berdering


"Tumben kesini nih ada apa nih?"


"Aish pengen main aja, sengaja pengen ketemu kak Azma sama yang lainnya." ujar Aisha


"Oh Azma tadi dia baru aja keluar tapi bentar lagi juga balik kok." kata Anna "Tungguin aja di ruangannya,"


"Yaudah kalau gitu aku ke ruangan Kak Azma aja kali ya," ucap Aisha


"Kalau gitu aku duluan ya, masih ada kerjaan." Aisha mengangguk, Anna pun berlalu dari sana


Naufal yang baru saja selesai mengangkat telepon langsung menghampiri Aisha, "Aku harus pergi ada urusan bentar," kata Naufal yang langsung melihat perubahan raut wajah Aisha


"Cuma sebentar aja kok, nggak lama." kata Naufal dengan tersenyum


"Iya deh, yaudah aku ke ruangan Kak Azma aja," kata Aisha akhirnya dengan senyuman


"Pinter." kata Naufal sembari terkekeh ia mengacak ngacak puncak kepala Aisha membuat hijabnya itu berantakan


"Kak Naufal kebiasaan deh, aku udah cantik gini hijabnya udah rapi malah diberantakin." kata Aisha cemberut


"Ulu ulu ngambek ya? Nanti deh di beliin martabak mau nggak?" tanya Naufal


"MAUUU!!"


"Yaudah aku pergi dulu ya," kata Naufal dan Aisha pun mengangguk


Setelah Naufal pergi Aisha berjalan menuju ruangan Azma yang letaknya di lantai dua, hari ini banyak orang yang berlalu lalang di rumah sakit


Aisha tak sengaja melihat seorang anak kecil yang membuatnya teringat pada sosok Elang, Bagaimana kabar anak itu sekarang?


"Elang lagi ngapain ya? Apa dia udah sembuh?" gumam Aisha


Karena malas naik tangga Aisha memilih naik lift saja begitu sampai di depan lift bertepatan dengan pintu lift yang terbuka


Setibanya di lantai dua bersamaan dengan Aishah yang keluar seseorang masuk ke dalam lift dengan menggunakan masker dan topi hitam


Membuat dahi Aisha sedikit mengkerut, curiga? Bisa jadi. Tapi ia tak terlalu memikirkan hal itu ada banyak orang di rumah sakit yang memakai pakaian hitam


Aisha sedikit berlari saat hampir mendekati ruangan Azma namun ia malah tersandung dan untung seseorang dengan sigap menaham tubuhnya agar tidak jatuh


"Lain kali hati-hati, jangan suka lari lari apalagi kamu sedang hamil." ujar orang itu


Belum sempat Aisha mengucapkan terima kasih orang itu sudah pergi duluan, Aisha hanya mengucapkan terimakasih dalam hatinya


Perempuan itu segera masuk ke ruangan Azma dan mendapati ruangan itu kosong, Anna benar bahwa Azma sedang keluar


Aisha memutuskan untuk menunggu kakaknya itu kembali sambil duduk di sofa ia berniat mengganggu Azmi aja


Entah sedang apa kakak perempuan nya itu di butik kini, entahlah Aisha tak tahu pasti yang jelas pasti sedang bekerja


Aisha mengambil ponsel dalam tasnya tak sengaja sebuah kertas ikut keluar membuat Aisha penasaran dengan isinya


Lantas bumil itu membuka kertas tersebut


TINGGALKAN NAUFAL ATAU LO MATI!


Dahi Aisha mengkerut saat membaca isi dari surat itu, siapa yang berani mengancamnya seperti ini


Pikirannya langsung teralihkan pada dua sosok yang hari ini sangat misterius baginya. Tapi Aisha tak mau suudzon dulu pada orang lain


DIA NGGAK PANTAS BUAT LO!


Aisha membaca lanjutan dari kalimat tersebut, perempuan itu menggeleng gelengkan kepalanya tanda bahwa tidak ada yang perlu di takutkan


Ini hanya kertas ancaman bukan hal nyata yang bisa menyakiti dirinya dan keluarganya, tapi bukan berarti ia tak takut ia cemas jika ancaman itu nantinya akan berdampak pada calon buah hatinya


Tiba tiba pintu ruangan terbuka memperlihatkan sosok Azma yang kini menatap ke arahnya


Senyuman Aisha langsung mengambang kala mendapati orang itu adalah Azma dan melupakan kecemasannya tadi


"Sejak kapan di sini?" tanya Azma


"Baru aja aku datang, tapi Kak Azma nggak ada disini jadi aku tungguin aja." jelas Aisha sambil memeluk kakaknya itu


"Pelukannya udah nggak erat lagi ya," kata Azma "Sekarang udah ada dua badan yang memeluk satu raga." kata Azma


Aisha masih tersenyum, "Iya dong kan biar makin banyak yang meluk Kak Azma."


"Yaudah sini duduk, aku harus beresin kerjaan dikit lagi," Aisha mengangguk patuh ia mengikuti Azma dan duduk di kursi depan kakaknya


"Eh iya Naufal mana?"


"Tadi udah ke sini, cuman katanya ada urusan jadi harus pergi lagi." jawab Aisha


Aisha sempat teringat dengan secarik kertas ancaman tadi, apa itu benar? Tapi siapa yang berani memangnya? Apalagi sampai mengancam dirinya untuk menjauhi Naufal


Enak saja! Aisha dapatin susah-susah tiba tiba ada yang nyuruh ninggalin! Nggak! Nggak akan pernah!


"Kak, mau nanya."


"Tinggal nanya aja lah." sahut Azma yang tengah sibuk dengan layar komputer di depannya


"Menurut kakak, kalau udah susah payah buat dapatin dia terus tiba tina ada yang berusaha buat misahin." Aisha bercerita


Dahi Azma mengkerut, ia berhenti menatap komputer lalu menatap Aisha yang kini juga berada didepannya


"Kamu di ancam?" tanya Azma memastikan


"Nggak, cuma nanya doang." Azma memicingkan matanya tak percaya


"Serius cuma nanya doang. "


Aisha mengangkat kedua jarinya sambil nyengir kuda, Azma hanya mengedikkan bahunya acuh ia lalu kembali fokus dengan pekerjaannya


***


Naufal baru saja kembali. Kini ia berada di ruangan Azma bersama Aisha juga, mereka sudah berniat akan pulang


"Kak Azma aku pulang dulu ya," pamit Aisha


"Iya hati hati jangan lupa buat selalu makan vitamin sama jaga kandungan kamu ya." nasehat Azma


"Iya kakakku yang baik, makasih ya." ucap Aisha "Kalau gitu Aish pulang dulu."


"Gue balik dulu Ma," kata Naufal


"Iya, jagain adek gue ya, kandungan nya juga kalau sampai dia kenapa-napa-" Azma menggantung kalimatnya


"Lo yang habis di tangan gue." sambung Azma membuat Naufal bergidik


"Ya nggaklah, masa gue biarin istri sama anak gue kenapa-napa."


"Assalamualaikum." Naufal dan Aisha keluar dari ruangan itu


Azma menatap kepergian dua orang itu, ia tahu keduanya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, sesuatu yang sudah pasti Azma tahu