Dear Imamku

Dear Imamku
Berusaha Serius



..."Mungkin kesalahanku sangat banyak tapi kali ini aku serius."...


***


"Kamu itu cantik." ucap Naufal membuat pipi Aisha memerah


"Pipi kamu merah." ucap Naufal lagi membuat Aisha melotot lalu menutupnya dengan kedua tangan


"Kak Naufal," tegur Aisha ketika menyadari tatapan pengunjung yang terarah pada mereka berdua


Padahal mereka sudah memilih duduk di pojokan agar tak terlihat pengunjung lain tapi dugaannya salah


"Aku mau ngomong sama kamu," Naufal semakin memajukan wajahnya


"Ap-apa?" tanya Aisha gugup karena jarak wajah keduanya hanya beberapa senti


Aisha mendorong bahu Naufal pelan agar sedikit mundur, "Kenapa?" tanya Naufal


"Diliatin orang." cicit Aisha


"Nggak papa biar orang lain tau kalau kamu milik aku." ucap Naufal membuat Aisha menganga


"Ish, kakak mau ngomong apa?" tanya Aisha mengalihkan pembicaraan


"Aku mau ngomong, kamu itu terlalu baik sama aku meskipun udah di cuekin berkali-kali," ucap Naufal


"Karena aku tau sebenarnya hati kakak baik hanya karena ada satu masalah yang bikin kakak kayak gitu," timpal Aisha membuat Naufal terdiam


"Aku minta maaf ya Sha," ucap Naufal tulus


Aisha menatap mata Naufal dalam berusaha mencari kebohongan namun nyatanya tidak ada yang di lihatnya hanya ada penyesalan dan ketulusan


"Apa kakak benar-benar serius?" tanya Aisha


"Aku serius Sha, aku minta maaf sama kamu ya, aku tau kesalahanku sangat banyak sama kamu," ucap Naufal sendu hal itu terlihat dari sorotnya yang benar benar sangat menyesal 


Aisha menghela napas lalu menatap kedua manik mata Naufal, "Aku udah maafin kakak kok sebelum kakak minta maaf," kata Aisha dengan tersenyum


"Aku nggak tau harus bilang apa tapi makasih Sha," ucap Naufal


"Iya Kak, aku berharap semoga ke depannya kakak bisa menjadi lebih baik lagi," kata Aisha penuh harap, Naufal mengangguk


"Yaudah sekarang boleh kita makan? Aku udah  lapar," tanya Aisha dengan cengiran


"Boleh, tapi ada syaratnya," kata Naufal membuat Aisha mengerutkan dahinya


"Apa?" tanya Aisha


"Suapin aku." pinta Naufal membuat Aisha melotot


"Kak Naufal," tegur Aisha


"Apa sayang?" tanya Naufal dengan lembut membuat Aisha melotot


Apa katanya barusan? Sayang? Please ini beneran atau telinga Aisha yang lagi salah denger


"Apaan sih," kesal Aisha


"Suapin," kata Naufal memaksa


"Nggak mau, nanti di liatin orang malu," kata Aisha menolak


Naufal cemberut hal itu malah membuat Aisha merasa gemas ingin mencubit pipi Naufal


"Suapin." keukeuh Naufal


"Nggak. Makan sendiri aja." kata Aisha namun Naufal tidak akan berhenti sebelum kemauannya terpenuhi


"Yaudah kalau gitu aku nggak mau balik ke ruangan Bunda," ancam Naufal


"Jangan dong, kasian Bunda lah," ujar Aisha


"Yaudah suapin." paksa Naufal menyerahkan piring berisi nasi goreng miliknya


"Tapi-"


"Nggak ada tapi-tapi atau aku tinggal aja kamu sendirian di sini," ucap Naufal


"Tega banget sama istri sendiri." sebal Aisha dengan bibir mengerucut


Naufal mencubit bibir itu gemas membuat si empu meringis sakit


"Kak Naufal ihh, kak Naufal sakit ya? Kok tiba-tiba jadi nyebelin gini sih?" tanya Aisha meraba dahi Naufal membuat pemuda itu terkekeh pelan


"Aku nggak sakit, aku sehat wal afiat kok." kata Naufal sambil tersenyum manis


Aisha merinding melihat senyuman Naufal, pasalnya suaminya itu jarang menampilkan senyumannya dan sekarang mendadak tersenyum manis di depan Aisha lagi


"Aku kan udah bilang kalau aku mau serius sama kamu, berusaha berubah seperti yang kamu minta sebelumnya." kata Naufal membuat Aisha memutar otaknya mengingat perkataannya malam tadi


"Aku kangen kakak yang dulu," kata Aisha "Kangen kakak yang hangat dan humble."


Ya Aisha ingat tapi setelah mengatakan itu Aisha langsung tidur karena matanya yang tak bisa di ajak berkompromi


"Ya-ya tapi nggak gini juga," cicit Aisha


"Harus gimana dong?" tanya Naufal


"Ya– udah ah, lanjut aja makan kasihan mamah sendirian," kata Aisha berusaha mengalihkan topik pembicaraan Naufal


"Kan Fauzan tadi udah bilang kalau bakalan datang buat nemenin mamah," tukas Naufal, Aisha sudah kehabisan kalimat untuk menjawab pertanyaan Naufal


"Kak Naufal udah ah," kata Aisha lalu melanjutkan makannya


Naufal tertawa pelan melihat tingkah Aisha yang lucu ketika merasa gugup


"Yaudah ayo habisin ini setelah itu kita harus ke ruangan mamah sama bunda terus pamit pulang," ucap Naufal Aisha mengangguk paham


***


Aisha dan Naufal tengah berjalan di koridor rumah sakit setelah kembali dari kafe keduanya berada di sana sampai sore, kini mereka berjalan beriringan dengan Naufal yang merangkul Aisha hal itu membuat para perawat yang melihatnya ada yang iri karena kelakuan mesra keduanya tidak seberapa namun cukup membuat jiwa jomblo menjerit


Namun rupanya Naufal tak mengindahkan ucapan Aisha ia malah merangkul Aisha agar lebih dekat dengannya


Aisha hanya tersenyum kecil ketika berpapasan dengan beberapa perawat rumah sakit


Setibanya di ruangan Rifa, wanita paruh baya itu mengulum senyum ketika melihat Naufal dan Aisha yang datang, kedua orang itu segera berpamitan pada Rifa karena harus bekerja besok


Rifa yang paham situasinya membiarkan anak dan menantunya itu pulang


"Mah kita pulang dulu ya, mamah jaga kesehatan ya," kata Naufal tersenyum


"Mamah kalau ada apa-apa kasih tau kak Fauzan aja ya," timpal Aisha


"Iya sayang, kalian berdua hati-hati di jalan ya," kata Rifa memperingatkan


"Iya Mah," sahut Aisha


"Naufal, jagain menantu kesayangan mamah ya," kata Rifa berniat menggoda Naufal


"Pasti mah, tenang aja menantu mamah nggak akan lecet sedikitpun," sahut Naufal membuat Aisha menatap garang Naufal


"Yaudah sana gih, nanti keburu kemaleman," kata Rifa


"Kak Fauzan kita pulang dulu ya," kata Aisha dengan tersenyum manis hingga matanya menyipit


Hal itu membuat Naufal kesal ia menarik tangan Aisha agar lebih dekat dengannya


"Iya Sha, kamu hati-hati di jalan ya," balas Fauzan dengan ikut tersenyum pada Aisha


"Nggak usah pakai acara senyum-senyum!" kesal Naufal


"Iya-iya nggak usah cemburuan Lo!" timpal Fauzan


"Eh– siapa juga yang cemburu?!" tanya Naufal


"Udah kak Naufal, ayo pulang Aisha capek pengen tidur," kata Aisha melerai keduanya agar tak terjadi perdebatan yang lebih besar


"Iya say–" baru saja Naufal hendak menjawab tiba-tiba Aisha langsung menarik Naufal keluar dari ruangan itu


"Hehe maaf ya Mah, kita bikin gaduh kita pulang dulu Mah, Assalamualaikum." ucap Aisha terkekeh


Begitu pintu ruangannya tertutup Rifa dan Fauzan kompak tertawa


"Kita berhasil." ucap mereka bersamaan


***


Aisha melepaskan tangannya dari Naufal dan menatap tajam Naufal yang di balas kekehan kecil dari cowok itu


"Kak Naufal lain kali jangan gitu, nggak enak sama mamah," kata Aisha memperingati Naufal


"Di enak-enakin aja." jawab Naufal santai terlalu santai


"Ihh aku serius!" kesal Aisha


"Aku juga serius sayang," sahut Naufal lembut membuat pipi Aisha memerah


Nggak! Bisa-bisanya dia baper pada Naufal di saat sedang marah


"Apaan sih?! Udah ayo pulang!" kata Aisha galak


"Jangan galak-galak nanti cantiknya hilang," kata Naufal, Aisha semakin mempertajam tatapannya


"Nggak usah gombal!" kesal Aisha lalu pergi dari sana meninggalkan Naufal yang terkekeh melihatnya


Lalu Naufal mengejar Aisha yang sudah duluan pergi ke mobil setelah itu mereka segera pulang


***


"Mau mampir ke minimarket dulu nggak?" tanya Naufal


"Emm boleh sekalian pengen beli barang-barang keperluan rumah," kata Aisha


Naufal mengangguk lalu menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket yang mereka lewati


Aisha turun dari mobil itu diikuti oleh Naufal kemudian mereka berdua masuk ke sana


Aisha sibuk memilih barang barang yang di perlukan sedangkan Naufal hanya menjaganya dari belakang kalau-kalau Aisha tidak dapat mengambil barang yang tinggi


Begitu selesai mereka segera membawa belanjaan itu ke kasir untuk di bayar


"Kak Naufal nggak mau beli apa-apa?" tanya Aisha sebelum pulang


"Nggak, kamu aja udah cukup kok," kata Naufal membuat Aisha melotot


Bisa-bisanya Naufal gombal di depan perempuan penjaga kasir, Aisha hanya tersenyum kecil pada perempuan itu merasa tak enak hati


"Kalian pengantin baru ya?" tanya perempuan tersebut


"Eng-"


"Iya, kita baru nikah satu bulan lebih." jawab Naufal membuat Aisha mencubit perutnya membuat sang empu meringis kesakitan


"Ohh, pantesan kalian mesra banget." kata perempuan itu dengan tersenyum kecil dan Aisha hanya terkekeh menanggapinya


"Tapi ngomong-ngomong kalian berdua cocok ya, yang satu cantik dan yang satunya ganteng," pujinya membuat Aisha malu


"Makasih," ucap Aisha dengan tersenyum kikuk


"Oiya belanjaannya semua delapan puluh lima ribu dua ratus." kata penjaga tersebut menyebutkan harganya


Naufal menyerahkan satu lembar kertas seratusan lalu mengambil kembaliannya dan segera keluar bersama Aisha


Aisha langsung menatap tajam Naufal ketika sudah berada di dalam mobil, "Lain kali jangan gitu lagi, aku malu." kata Aisha akhirnya


"Nggak mau, aku bakal tetep gitu terus," kata Naufal menolak membuat Aisha cemberut


"Udah ah, ayo pulang." kata Aisha lalu Naufal segera menjalankan mobilnya untuk pulang ke apart