
Naufal kembali dengan beberapa kantong plastik berisi makanan warteg pesanan Aisha, 30 menit yang lalu
Saat ia akan memberikannya pada Aisha, pemuda itu mendapati Aisha tengah asik tertawa sendiri di depan tv
Azma sudah pulang dengan Layla sedangkan Fauzan hilang entah kemana
"Sha,"
"Eh, mas udah pulang?" tanya Aisha menghampiri Naufal
"Nih makanannya," kata Naufal
"Mas aja yang makan," kata Aisha lagi
"Loh kok malah mas sih, kan kamu yang mau."
"Aku udah nggak mau." kata Aisha kemudian ia kembali duduk di sofa
Naufal menghela napas lelah, capek-capek ia mencari warteg pinggir jalan demi memenuhi permintaan istrinya
Dan sekarang apa? Sudahlah Naufal tak ingin membahasnya
Naufal meletakkan bungkusan itu di atas meja makan, kemudian kembali mendekati Aisha
"Mamah kemana?"
"Ada di belakang tadi sama mbok Ila." jawab Aisha menatap Naufal sekilas
Naufal hanya berohria, ia ikut duduk di sebelah Aisha, di sofa yang masih kosong
Tangannya tergerak untuk mengelus perut buncit itu, mereka belum ada niat untuk melakuksn USG pada bayi
Aisha menyandarkan kepalanya di bahu Naufal, sambil terus menonton tv sedangkan Naufal sibuk berdialog dengan calon buah hati mereka
Tiba-tiba saja Aisha merasa haus "Mas, aku pengen minum."
Naufal mengangguk ia berdiri dan mengambilkan segelas air untuk Aisha
"Tadi di jalan mas kayak liat Zilia deh," ucap Naufal
Aisha menoleh sebentar kemuudian kembali fokus dengan acara tv, "Emang dia mau kemana?"
"Mas juga nggak tau, tapi kayaknya habis nangis tuh,"
"Kenapa nggak di samperin?"
"Mas takut salah orang, lagian juga liatnya dari jauh siapa tahu memang ada yang mirip dengan Zilia." jelas Naufal
Aisha manggut-manggut tak berkomentar lagi, tangannya sibuk memakan cemilan di depannya
"Aish, ini Mamah buatin kamu susu bumil." ucap Rifa yang entah sejak kapan datang
"Eh, bikin repot Mamah aja," kata Aisha tak enak hati
"Nggak kok, Mamah emang sengaja bikin buat kamu," kata Rifa "Habisin ya,"
Aisha menerima gelas berisi susu putih itu, kemudian meletakkannya di atas meja
"Iya Mah, nanti pasti Aish habisin,"
"Yaudah Mamah mau ke kamar dulu, kalian kalau mau makan minta tolong siapin sama Mbok Ila aja,"
"Nggak usah Mah, tadi Naufal habis beli nasi dari warteg sayang kalau nggak di makan,"
"Kok kamu beli di warteg? Kan Mamah udah masak sama Mbok Ila," kata Rifa membuat Naufal menghela napas
"Biasalah Mah, pesanan bumil yang lagi ngidam." kata Naufal membuat Rifa terkekeh
Sedangkan Aisha hanya nyengir tanpa dosa, kemudian meneguk segelas susu yang di buat Rifa
"Yaudah, Mamah masuk dulu," Naufal mengangguk membiarkan Rifa berlalu ke kamarnya
***
Ini sudah pukul 8 malam dan seharusnya mereka sudah pulang sejak sore tadi namun Aisha merengek minta untuk nginap di sini
Dan dengan senang hati Rifa memperbolehkannya, jadilah mereka berakhir masih di sini
Aisha tengah duduk lesehan di karpet bersama Rifa, tepatnya di ruang tamu depan tv sambil berbincang dengan Rifa
Sedangkan Naufal duduk dengan antengnya di depan laptop, Aisha merasa bosan sendiri melihat Naufal yang sibuk di depan laptop
Dan Fauzan yang tidur-tiduran tak jelas di sofa, dikit-dikit ubah posisi tidur kadang bermain hp
Tumben sekali Naufal dan Fauzan akur biasanya mereka ribut bahkan hal sekecil apapun itu
"Bunda, Papah kemana ya?" tanya Aisha
"Ohh, Papah mertua kamu itu lagi sibuk ngurusin Rumah sakit yang di Surabaya." jelas Rifa
Kening Aisha mengkerut, "Rumah sakit? Surabaya?"
"Kok Aisha nggak tau ya?"
"Iya, jadi sebenarnya Papah itu punya Rumah sakit swasta, dan di urus oleh beberapa orang kepercayaanmya Papah."
"Dan sekarang dia lagi di sana buat mastiin keadaan di sana baik-baik semua."
"Eh iya Bun, Gita kapan pulangnya ya?"
"Ah, anak itu palingan juga tahun depan baru pulang dia, mana ingat dia pulang kalau udah di luar negeri," gerutu Rifa yang menimbulkan gelak tawa Aisha
"Sabar Bun, namanya juga lagi nuntut ilmu pasti lama,"
Rifa mengangguk, "Bunda mau nanya anak kalian perempuan atau laki laki?"
"Nggak tau Bun, kita belum ada USG,"
"Bunda sih berharap cucu pertama Bunda itu laki-laki," kata Rifa "Tapi ya balik lagi semuanya tergantung takdir,"
Keduanya larut dalam obrolan-obrolan kecil, sesekali Fauzan dan Naufal ikut menyahut
"Mas," panggil Aisha "Aku ngantuk."
Naufal menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Aisha, benar saja perempuan itu memang sudah mengantuk terbukti dari matanya yang sudah memerah dan terus saja menguap
Padahal baru jam 9 malam tapi semenjak hamil Aisha tak bisa terjaga lebih lama ia akan mudah mengantuk
"Yaudah kamu bawa Aisha ke kamar aja Fal," kata Rifa
"Iya Bun,"
"Bun, aku pinjam kamar tamu ya, soalnya kasian kalau di bawa naik tangga," kata Naufal
Naufal menuntun Aisha ke kamar, kemudian membantu menidurkannya di kasur dmegan hati-hati dan menaikkan selimut itu hingga sebatas dada
Aisha memejamkan matanya setelah membaca do'a sedangkan Naufal kembali keluar untuk mengambil laptopnya
Tak lama Aisha merasakan ranjangnya bergerak dengan mata terpejam menandakan Naufal sudah berada di sampingnya. Ia tahu itu Naufal
Lima menit kemudian Aisha sudah pergi ke alam mimpi, Naufal tersenyum melihat istrinya tidur dengan pulas
Ia menatap lamat wajah cantik itu yang tampak lelah, Naufal bersyukur Aisha menjadi istrinya apalagi tengah mengandung buah hati mereka
Ia mengecup kepala itu dengan lembut, "Good night my wife." ucap Naufal membuat Aisha tersenyum meski sedang dalam keadaan tidak sadar
***
Aisha mengerjap pelan ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah 12 malam
Ia melihat ke samping dan mendapati Naufal masih sibuk berkutat dengan laptopnya
Aisha memeluk suaminya dari samping hal itu membuat Naufal tersentak kaget
"Lebih mentingin laptop dari pada aku." ucap Aisha dengan mata terpejam
Tak lama mata indah itu terbuka dan menatap wajah tampan Naufal
Merasa tak di tanggapi membuat Aisha kesal sendiri, ia terbangun lalu mensejajarkan dirinya dengan bahu Naufal
"Sibuk ngapain sih?" tanya Aisha
"Lagi beresin kerjaan sayang," jawab Naufal dengan lembut
Aisha membaca tulisan di laptop itu namun Naufal segera menutupnya, hal itu membuat Aisha memicingkan matanya curiga
"Lagi nyembunyiin apa?" tanya Aisha tepatnya mengintrogasi
"Nggak ada nyembunyiin apa-apa,"
"Bohong?"
"Beneran,"
"Yaudah biarin aku liat,"
"Seriusan nggak ada apa apa,"
Aisha semakin memicingkan matanya lalu memaksa untuk membuka laptop itu, kemudian membaca tulisan yang ada di sama
Aisha membekap mulutnya sendiri setelah membaca tulisan itu dengan jelas
"Ini serius?" tanyanya