Dear Imamku

Dear Imamku
Senyuman Itu



..."Tersenyumlah selalu jangan pernah bersedih, karena aku takut jika pada akhirnya aku yang membuatmu menangis."...


***


"Yang barusan itu beneran?" tanya Naufal dan Aisha mengangguk sambil tersenyum manis


"Iya beneranlah masa boongan," kata Aisha


"Coba ulang lagi," kata Naufal


"Kak Naufal mau modus ya?" tebak Aisha sambil terkekeh


"Bukan modus, tapi beneran nggak kerasa tadi," kata Naufal


"Ah bilang aja mau modus!" ledek Aisha membuat Naufal memutar mata malas


Cup.


Apa? Aisha benar-benar mengulanginya membuat Naufal mengulum bibirnya menahan senyuman


"Udahkan," kata Aisha lalu menjauhkan dirinya dari posisi Naufal


Naufal menatapnya dengan teduh, "Sini deh," titah Naufal


"Ngapain?" tanya Aisha heran


"Udah sini aja, deketin dikit," kata Naufal lagi membuat Aisha memicingkan matanya


"Hmm aku mencium bau-bau kemodusan di sini," kata Aisha membuat Naufal menatapnya jengah


"Nggak usah bertingkah, sini aja!" titah Naufal kesal membuat Aisha tertawa


"Ih iya-iya." kata Aisha sebal "Lagian punya suami galak amat." gumam Aisha pelan namun masih bisa di dengar oleh Naufal yang berada di sampingnya


Naufal menatapnya tajam, "Bilang apa barusan?" tanya Naufal membuat Aisha menelan salivanya berkali kali


"Eng-enggak kok aku cuma bilang, Aisha sayang kak Naufal banyak-banyak!" kata Aisha dengan menyengir


Naufal memicingkan matanya menatap Aisha, "Yaudah sini buruan," kata Naufal


Aisha mengangguk lalu mendekat pada Naufal "Kenapa kak?" tanya Aisha


"Coba hadap ke depan," titah Naufal dengan polosnya Aisha mengangguk lalu menghadap ke depan


"Udah," kata Aisha


"Tutup mata!" titah Naufal


"Nggak mau," tolak Aisha


"Tutup,"


"Nggak. Nanti kak Naufal ninggalin aku," ujar Aisha menatap ke arah Naufal


"Nggak. Janji, sekarang tutup mata." titah Naufal lagi


Aisha pun kembali mengangguk dan mulai menutup matanya lalu Naufal mendekatkan wajahnya ke arah Aisha dan membisikkan sesuatu yang mampu membuat Aisha menahan napasnya


"I Love You." bisik Naufal lalu mencium pipi Aisha sekilas lalu kembali ke posisi semula seolah tak terjadi apa apa


Sedangkan Aisha ia mematung di tempatnya dan mencerna kejadian tadi kenapa ia jadi sepolos ini semenjak Naufal berubah jadi manis


"Kak Naufal," lirih Aisha sambil menoleh ke arah Naufal


Cowok itu mati-matian menahan dirinya untuk tidak menertawakan wajah Aisha yang amat sangat lucu baginya


Aisha menggigit bibirnya lalu memeluk Naufal dengan erat menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah karena malu


Naufal terkekeh lalu memeluk Aisha dan mengecup puncak kepala Aisha dengan sayang


Perlahan Aisha mengangkat wajahnya dan menatap wajahnya Naufal yang sedang tersenyum, senyuman itu membuat Aisha teringat akan seseorang


"Ah, Nazeef." gumam Aisha pelan sangat pelan masih dengan memandang wajah Naufal


"Hah? Kenapa Sha?" tanya Naufal tak mendengar perkataan Aisha barusan


"Hah? Apa? Enggak ada apa-apa," kata Aisha gugup


Tiba-tiba ponsel Naufal yang berada di atas meja berdering membuat atensi keduanya teralihkan pada benda tersebut


Di sana tertera nama "Mamah Tercinta" membuat Naufal segera mengangkatnya


"Halo? Kenapa mah?" tanya Naufal to the point


"Assalamualaikum sayang, ini angkat-angkat langsung halo kenapa tanyain kabar mamah kek," kata Rifa di sebrang sana membuat Aisha terkekeh melihat suaminya di omelin Rifa


"Hehe waalaikumsalam mah," kata Naufal tertawa kecil


"Mamah lagi kangen sama anak-anak mamah," kata Rifa tiba-tiba saja panggilannya beralih pada vidcall


Naufal segera mengangkatnya dan muncullah wajah Rifa dengan raut yang senang


"Mamah udah sehat?" tanya Naufal


"Alhamdulillah mamah udah baikan, eh ada Aisha juga ya," kata Rifa tersenyum


"Iya Mah," kata Aisha membalas senyuman itu


"Eh, mamah nggak lagi ganggu kalian kan?" tanya Rifa


"Enggak-"


"Enggak kok Mah, enggak ganggu," ralat Aisha tak enak pada Rifa


Rifa terkekeh melihat Naufal yang cemberut "Kayaknya Aisha berhasil merubah Naufal ya," kata Rifa


Aisha hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan Rifa "Sha," panggil Rifa


"Iya mah," kata Aisha


"Mamah titip Naufal ya dia itu orangnya keras kepala, susah di atur, jadi kamu harus sabar sama dia," kata Rifa terkekeh


"Ih mamah apa-apan coba, buka kartu Naufal aja," kesal Naufal lagi-lagi Rifa di buat tertawa karenanya


"Iya Mah, insya Allah aku bakal selalu jagain kak Naufal buat Mamah," kata Aisha tersenyum


"Yaudahlah mamah cuma pengen denger suara kalian berdua aja, habisnya mamah bosen di sini nggak ada teman, Fauzan juga lagi keluar," ujar Rifa


"Besok kita ke sana kok Mah, jangan sedih ya," kata Aisha menghibur Rifa


"Iya sayang makasih ya, yaudah mamah tutup dulu, oh iya jangan lupa mesra-mesraan nya di lanjutin aja kalau bisa sampai ke ranjang aja," kata Rifa membuat Aisha malu pasti pipinya memerah karena ucapan mertuanya itu


"Siap mah! pokoknya tunggu aja kabar gembira dari kita ya," kata Naufal dan Aisha malah menatap Naufal tajam


Rasanya Aisha ingin menghilang dari sini sekejap saja, "Yaudah mamah tutup assalamualaikum." ucap Rifa


"Waalaikumsalam." setelah itu panggilan keduanya terputus


Aisha melihat layar ponselnya Naufal dan mendapati satu nama di sana "Anak kucing?" gumam Aisha


Lalu matanya membelalak saat melihat foto nya yang ada di kontak itu, "Kok nama kontak aku anak kucing sih?!" kesal Aisha dengan bibirnya yang menekuk


"Karena kamu kayak anak kucing, imut gemas rasanya pengen aku terkam sekarang juga," kata Naufal tertawa kecil


"Ihh masa aku di samain sama anak kucing," kata Aisha sebal "Ganti nggak?!"


"Nggak." jawab Naufal santai


"Ih sebel banget deh!" ucap Aisha sambil menghentakkan kakinya ke lantai berkali kali


"Kak Naufal jadi nyebelin semenjak berubah!" tukas Aisha


"Yaudah aku berubah lagi aja gimana?" tanya Naufal membuat mata Aisha membola


"Yah!! Jangan dong!! Nggak! Nggak boleh, kakak nggak boleh berubah kayak dulu lagi!" tegas Aisha lebih tepatnya menuntut hal itu membuat Naufal ingin sekali mencubit pipi gadis itu


Enak saja Naufal ingin berubah seperti dulu lagi, cuek dingin, nggak! Aisha nggak akan rela kalau sampai Naufal berubah lagi jadi pribadi yang dingin dan ketus


Aisha capek-capek berjuang dari awal sampai saat ini dan sekarang ia sudah merasakan hasil dari perjuangan kemudian Naufal ingin berubah seperti dulu


Nggak! Sampai kapanpun Aisha nggak akan pernah rela dan ngebiarin itu terjadi!


"Yaudah mending nysbelin mending cuek?" tanya Naufal


"Nggak dua duanya!" kata Aisha, Naufal tertawa


"Yaudah yuk habisin kuenya sini aku suapin," kata Naufal lalu mengambil piring yang berisi cake coklat


"Buka mulutnya." kata Naufal layaknya anak kecil yang menurut pada ibunya Aisha pun menurut pada Naufal dan membuka mulutnya lalu Naufal segera menyuapi anak kucingnya itu


"Aku aus," kata Aisha pelan ia hendak bangkit tapi Naufal segera menahannya


"Mau kemana?" tanya Naufal


"Mau ambil minum, Aish haus," kata Aisha


"Duduk aja biar aku yang ambilin," kata Naufal membuat Aisha tersenyum senang


"Makasih." Naufal mengangguk lalu pergi ke dapur dan mengambilkan segelas air dan menyerahkannya pada Aisha


Dengan senang hati Aisha menerimanya dan meneguknya menyisakan setengah gelas lagi, ia pun meletakkan gelas tersebut di atas meja


Naufal meraih gelas yang baru saja Aisha letakkan lalu meminum di bekas bibir Aisha, membuag Aisha meringis "Kak itu bekas bibir aku," kata Aisha memperingatkan


"Its okay. Nggak papa aku suka minum di bekas bibir kamu." kata Naufal lantas ia meneguk setengah gelas air tersebut


"Senyuman kakak bikin aku pangling." ujar Aisha tiba-tiba


"Pangling kenapa? Pasti karena aku ganteng ya?" tebak Naufal dengan pedenya hal itu membuag Aisha memutar mata malas


"Kegeeran!" ledek Aisha namun Naufal masih tetapl melanjutkan minum airnya


"Oh iya aku lupa!!" pekik Aisha tiba tiba membuat Naufal yang sedang minum terlonjak kaget bahkan ia sampai tersedak air


Aisha meringis melihat Naufal yang batuk batuk karena tersedak air


"Apa? Kenapa?!" tanya Naufal panik


"Aku lupa beli cemilan," kata Aisha terkekeh membuat Naufal mencubit hidung gadis itu yang langsung di tepis sang empunya


"Di kirain apaan, eh taunya cuma lupa beli cemilan doang?!" kesal Naufal sembari menggeleng gelengkan kepalanya heran


"Tapi aku pengen keripik kentang," kata Aisha dengan wajah puppy eyesnya


Hal inilah yang tidak bisa membuat Naufal menolak permintaan Aisha "Oke, nanti malam kita ke minimarket ya," kata Naufal akhirnya


"Yes makasih!" pekik Aisha senang


Sepertinya sifat manja dan polosnya Aisha akan lebih sering keluar ketika bersama Naufal, dan Naufal harus banyak banyak bersabar dengan Aisha