
..."Izinkan aku memilikimu seutuhnya begitupun dengan kamu."...
***
Naufal semakin memperdalam ciumannya pada Aisha, ia menikmatinya begitupun dengan Aisha cukup lama setelahnya Naufal melepaskan tautan bibir mereka berdua
Ia menatap lamat Aisha ibu jarinya mengusap lembut bibir Aisha yang basah karenanya, ia pun mendekatkan dirinya pada Aisha lalu membisikkan sesuatu
"Bibir kamu manis. Aku suka." Seketika pipi Aisha merona karena malu
Jari jari Naufal beralih mengelus pipi Aisha kali ini sentuhannya sangat lembut bahkan Aisha sampai memejamkan matanya karena sentuhan dari Naufal
"Aku mau lagi." tanpa aba-aba Naufal kembali mencium bibir mungil itu sekilas
Lalu cowok itu merebahkan dirinya di sofa dengan paha Aisha sebagai bantalannya membuat kedua pasang manik mata indah itu saling bertatapan
"Kamu cerewet banget." ledek Naufal membuat Aisha yang tadinya malu-malu langsung berubah menjadi cemberut karena ulah Naufal
"Ya habis kamu ngapain coba sama dua cewek itu?!" seloroh Aisha kesal
"Kan aku udah bilang kamu salah paham," kata Naufal membuat Aisha semakin kesal
"Salah paham dari mana?! Jelas-jelas-"
Cup.
Aisha melorotkan matanya "Kalau kamu nggak bisa diam aku cium lagi nih," ancam Naufal. Aisha bungkam seketika hal itu malah membuat Naufal terkekeh
"Jadi yang tadi di ruangan itu Deana dia sepupu aku, dia memang nggak ada pas nikahan kita karena lagi di rawat di rumah sakit akibat kecelakaan," jelas Naufal "Dan yang satunya lagi Queen dia orang yang aku temui di supermarket kemarin," lanjutnya
Aisha membelalak ketika mendengar penjelasan dari Naufal, malu dan gugup pastinya karena sudah salah sangka
"Maaf." cicit Aisha pelan
Naufal terduduk sambil tersenyum menatap Aisha, tangannya teralih mengusap puncak kepala Aisha dengan sayang
"Udah di maafin, aku juga minta maaf kalau buat kamu nangis," kata Naufal tulus dan Aisha mengangguk
"Oh ya Sha, ngomong-ngomong malam ini mumpung lagi-ehm," Naufal tak melanjutkan kalimatnya namun Aisha paham apa yang Naufal mau setelah kejadian ciuman itu
"Ayo kita buat dedek bayi," kata Aisha berbisik
Naufal melotot pada Aisha, "Serius?" tanya Naufal memastikan. Aisha mengangguk malu
"Yaudah kita sholat sunah dulu ya," ajak Naufal dan Aisha mengangguk kayaknya anak yang patuh pada ibunya
Usai melaksanakan sholat sunah, Naufal duduk di depan Aisha dan menatap lekat wajahnya, "Kamu yakin?" tanya Naufal sekali lagi
"Iya Kak." jawab Aisha mantap membuat Naufal tersenyum
"Kalau gitu izinkan kakak memilikimu sutuhnya ya," kata Naufal meminta izin
"Aku istri kakak, apapun yang ada sama aku udah pasti punya kakak, dan kakak nggak perlu minta izin," tutur Aisha tersenyum
Lagi lagi Naufal tak kuasa menahan senyumannya saat mendengar penuturan istrinya itu
"Jadi bisa kita mulai sekarang?" tanya Naufal dan Aisha mengangguk malu
Perlahan tapi pasti. Naufal membaringkan Aisha di ranjang kemudian mencium bibir Aisha dengan lembut namun lama kelamaan ciuman itu berubah jadi panas "Aku suka bibir kamu sayang," ucap Naufal di sela sela ciumannya
Aisha hanya menikmati alur yang Naufal buat, namun semakin dibiarkan ciuman Naufal berubah jadi ganas. Naufal menghisap bibir Aisha yang menurutnya manis seperti cherry
Cukup lama hingga membuat bibir Aisha bengkak, Naufal tersenyum manis sepertinya bibir mungil Aisha itu akan menjadi candunya kali ini
"Kita baca doa dulu," kata Naufal
Keduanya membaca doa setelah itu Naufal perlahan membuka seluruh pakaian Aisha namun sebelum itu, "Boleh?"tanya Naufal berbisik
Aisha mengangguk malu, begitu semua pakaiannya terlepas Naufal meneguk ludahnya penuh hasrat ketika memandangi tubuh polos istrinya
Pipi Aisha merona malu ketika Naufal menatapnya dengan intens, apalagi sekarang wajah Naufal dengan dirinya sangat dekat hanya berjarak beberapa senti saja yang membuat Aisha dapat merasakan deru napas Naufal
"Kamu yakin Sha?" tanya Naufal sekali lagi
Ia hanya memastikan jika Aisha benar benar sudah siap berhubungan dengan dirinya, dan sekali lagi Aisha mengangguk
"Biarkan rahim aku di penuhi calon buah hati kita nanti," kata Aisha sambil tersenyum. Senyuman yang mampu menular pada Naufal
"Kalau gitu buka baju aku sayang," bisik Naufal lalu mencium bibir Aisha penuh kelembutan
Aisha akan melakukannya meski ia malu karena ini pertama kalinya setelah sekian lama menikah, perlahan jari jarinya yang lentik membuka kancing baju Naufal
Lagi lagi ia merona saat melihat Naufal bertelanjang dada, "Kenapa malu hm?" bisik Naufal membuat Aisha menahan degup jantungnya yang beritme cepat
"Kita mulai ya," kata Naufal dan Aisha mengangguk
Dan malam itu pun malam yang sangat-sangat Aisha tunggu, malam di mana ia menjadi istri seutuhnya bagi Naufal begitupun dengan Naufal
Malam yang sepi di temani suasana ruangan yang temaram, perlahan tapi pasti semuanya di mulai dari sifatnya yang dingin kini berubah jadi lembut dan manis
***
"Awh," ringis Aisha pelan ketika merasakan sakit
Naufal yang sayup sayup mendengar suara rintihan Aisha mulai membuka matanya dan mendapati wajah istrinya yang tengah menahan sakit sembari menggigit bibir bawahnya
"Sakit ya?" tanya Naufal cemas, ia tahu Aisha merasakan sakit di bagian mana. Naufal menggaruk tengkuknya yang tak gatal
Aisha mengangguk "Dikit," jawabnya pelan
"Maaf ya gara-gara aku kamu jadi kesakitan gini juga kerumah sakit gimana?" tanya Naufal khawatir
"Nggak kok kak, aku senang akhirnya kakak mau menerima aku," kata Aisha tersenyum "Nggak usah kak, lagian palingan cuma sehari dua hari habis itu nggak lagi," kata Aisha menenangkan Naufal
Meski Aisha seorang dokter ia tak suka di bawa ke dokter saat sedang sakit entah apa alasannya yang jelas ia benar benar tak suka
"Hari ini kamu nggak usah kerja dulu ya sampai bener-bener sembuh nanti biar aku bilangin sama Azma," ujar Naufal
Aisha hanya mengangguk saja, "Yaudah kalau gitu ayo kita mandi terus sholat," kata Naufal
"Kamu kuat jalan nggak?" tanya Naufal dan Aisha menggeleng "Pasti sakit banget ya? Maaf." lirih Naufal
Lagi lagi Aisha menggeleng "Nggak papa kak, aku seneng kok," kata Aisha
"Yaudah aku gendong kamu aja ke kamar mandi," kata Naufal lalu menyelipkan tangannya di tengkuk dan lutut Aisha kemudian mengangkatnya
Aisha yang menyadari mereka masih tidak memakai sehelai benang pun langsung merona, Naufal yang menyadarinya pun terkekeh pelan saat melihat raut wajah Aisha
"Kamu malu hm?" bisik Naufal membuat Aisha malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya
Naufal terkekeh lantas ia mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka kemudian masuk ke kamar mandi
Naufal membaringkan Aisha di bathup sedangkan ia mandi di shower keduanya terhalang oleh pintu yang tidak bisa menerawang
Usai mandi dan mengganti pakaiannya Naufal membereskan kamar itu lalu ia kembali ke kamar mandi untuk mengangkat tubuh Aisha tak lupa ia menutupnya dengan handuk agar ia tidak kembali menerkam gadisnya itu di pagi hari
Lalu Aisha di baringkan di atas kasur yang sudah Naufal rapihkan sejak tadi, kemudian ia mencarikan pakaian Aisha
"Aku pakaiin ya," kata Naufal dan Aisha menggeleng
"Kan kamu lagi sakit liat gerak aja susah," kata Naufal
Aisha memicingkan matanya, "Modus ya?" tebak Aisha sambil terkekeh
"Nggak. Siapa juga yang modus? Lagian aku udah tau sedetail detailnya tubuh kamu," ujar Naufal membuat Aisha malu
"Kak Naufal ih malu," kata Aisha saat Naufal kembali membujuknya
"Udah nggak usah banyak omong, atau mau aku suruh Bunda Layla aja yang pakaiin kamu? Nanti kalau di tanya gimana? Kan kamu juga yang malu kalau aku kan emang udah tau," ujar Naufal
Dan mau tidak mau Aisha pun mengangguk lalu Naufal mulai memasangkan baju tepatnya piyama agar lebih mudah memakaikannya pada Aisha
Tangan kekar itu mulai mengancingkan pakaian Aisha, Naufal meneguk salivanya saat melihat dada mulus Aisha
Namun Naufal berusaha menahannya agar tak terpancing, setelah selesai ia bangkit hendak turun ke bawah dan sarapan
"Mau kemana?" tanya Aisha saat melihat Naufal hendak pergi
"Mau kerja sayang," balas Naufal
"Yaudah hati-hati di jalan ya," kata Aisha membuat Naufal mengangguk paham
"Oh ya aku udah letakkin sarapan sama susunya disini sebelum berangkat, nanti jangan lupa di makan ya," kata Naufal membuat Aisha tersenyum dengan sikap pedulinya itu
"Iya kak udah sana gih, nanti terlambat," kata Aisha
"Iya iya, tapi sebelum berangkat aku utuh vitamin," kata Naufal menatap Aisha penuh arti
Aisha yang gak paham pun mengerinyitkan dahinya, "Vitamin apa?" tanya Aisha
Naufal mendekatkan wajahnya pada Aisha sedetik kemudian
Cup. Naufal mencium bibir yang menjadi candunya itu, Aisha membulatkan matanya sempurna, Vitamin macam apaan itu? Dasar modus.
"Yaudah aku berangkat ya By, makasih vitaminnya aku jadi semangat," kata Naufal terkekeh
"Iya iya udah sana nanti telat di marahin kak Azma loh, dia orangnya disiplin," kata Aisha
"Iya aku berangkat dulu jangan lupa sarapan jangan banyak gerak, nanti kalau butuh apa-apa bilang aja sama orang rumah kamu ya, Assalamualaikum." kata Naufal kemudian keluar dari kamar itu
"Waalaikumsalam." balas Aisha sambil geleng-geleng kepala
Dalam kesendiriannya itu Aisha malah teringat kejadian semalam yang membuatnya senyum-senyum sendiri
Ah, sudahlah daripada ia memikirkan hal itu lebih baik ia sarapan dulu mengisi perutnya yang kosong