Dear Imamku

Dear Imamku
Pesta Pernikahan



Kejadian minggu lalu membuat Aisha benar-benar terluka, Ia ingin bersikap biasa saja saat berhadapan dengan Naufal, hanya saja hatinya terlalu lembut untuk bisa menghadapai sikap Naufal


Dan selama itu pula lah Aisha meminta izin untuk menginap di rumah Layla dengan alasan ingin lebih lama bersama Azma


Hari ini Aisha terlihat lebih cantik dan lebih baik dari sebelumnya, bahkan ia terlihat lebih bersemangat hari ini


Saat ini ia tengah berada di kamar Azma, cowok itu tengah memakai jas hitamnya


"Kakak Aish ganteng banget ya Allah," puji Aisha membuat Azma memutar mata jengah


"Mau berapa ratus kali kamu muji kakak hah?" tanya Azma membuat Aisha cemberut


"Puji kek suami kamu tuh, lihat dia natap kakak garang banget," Azma menunjuk Naufal di pantulan cermin, Aisha hanya melirik sekilas kemudian ia kembali menatap Azma 


Ya mereka bertiga saat ini berada di ruangan yang sama, Naufal menemani Aisha yang keras kepala ingin bertemu Azma yang sedang siap siap padahal Aisha sudah melarang Naufal untuk ikut


Hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi Azma dan tentunya juga bagi keluarganya, karena Azma akan menikah dengan Anna tepat di hari ini


Setalah semuanya siap rombongan keluarga Azma langsung menuju rumah Anna di mana tempat acara berlangsung


"Ah, Aish nggak sabar pengen lihat Kak Anna, pasti cantik banget," kata Aisha antusias


Naufal yang berada di sampingnya pun menoleh, "Tetap cantikan kamu sayang," kata Naufal


"Aaa makasih suami aku yang baik dan tampan," kata Aisha sambil memeluk Naufal kemudian melepaskannya begitu saja


Naufal terkekeh melihat tingkah Aisha yang lucu, ia tak sadar jika Aisha sedikit berubah untuknya


"Kak Azma, nanti jangan sampai salah nyebut namanya ya," kata Aisha menggoda Azma yang duduk di kursi depan


Aisha dan Naufal berada dalam mobil pengantin, karena permintaan keras kepala Aisha yang lagi lagi membuat pusing anggota keluarganya


Hingga akhirnya Ayah dan Bundanya pun mengalah untuk putri kesayangan mereka


"Nggak akan," kata Azma, jelas terlihat di wajah pria itu kegugupannya


"Kak Azma deg-degan ya?" tanya Aisha dengan terkekeh


"Nggak! Siapa juga yang deg-degan," kata Azma mengelak padahal aslinya ia memang sedang berusaha untuk tenang


"Udahlah jujur aja Kak, Aish juga gitu kok, Mas Naufal juga gitu waktu mau nikah sama Aish," kata Aisha tiba-tiba ia terdiam kemudian menatap Naufal


"Ya kan Mas?" tanya Aisha sambil tersenyum manis membuat Naufal mengangguk


"Tuh kan bener, wajar aja Kak kalau deg-degan tandanya Kakak normal," Aisha tertawa puas setelah menjahili Azma


Sedangkan Azma hanya menatap Aisha dengan lewat kaca depan mobil dengan tatapan kesal


Bisa-bisanya Aisha mengajaknya sesantai itu di saat ia sendiri sedang menyiapkan mentalnya


Setelah melewati perjalanan yang menghabiskan waktu dua puluh menit lebih untuk bisa sampai ke rumah Anna


Dan mereka di sambut dengan gembira oleh keluarga Anna


Acara ijab qobul pun akan segera berlangsung dan Aisha akan menyaksikan kakak tersayangnya itu menikah dengan wanita pilihannya


"Saya terima nikah Anna binti Hasan dengan emas dua puluh lima gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!"


Azma mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar dan sekali tarikan nafas


"Bagaimana saksi?"


"SAH!!!"


Aisha yang berteriak paling keras membuat anggota keluarganya menatap heran Aisha namun tidak dengan Azmi sebagai kakaknya merasa malu karena ulah adiknya itu


Beberapa tamu undangan terlihat memberikan ucapan selamat pada pengantin baru itu


Termasuk Aisha yang entah sejak kapan berada di sana, hal itu membaut Naufal yang tadinya bersebelahan dengan Aisha segera menatap ke samping dan tak menemukan istrinya di sana


Lantas ia kembali menatap ke depan dan melihat Aisha yang tengah ikut berdiri di depan sana bersama beberapa orang lainnya


Naufal menepuk jidatnya sendiri, "Untung istri gue," gumamnya


Sebelum akhirnya Naufal ikut menyusul Aisha kesana sekalian memberi selamat pada Azma dan Anna


"Hai Mr. Azma dan juga Mrs. Anna, HAPPY WEDDING BUAT KALIAN BERDUA!! JANGAN LUAP KASIH AISH PONAKAN YA!! KALAU BISA LANGSUNG TANCAP GAS MALAM INI!!"


Teriakan Aisha membuat Anna malu karena semua atensi tamu undangan menatap ke arah mereka termasuk kedua keluarga


Namun tidak dengan Azma yang sepertinya merasa kesal dengan perempuan satu itu


Ingin sekali ia membekap mulut itu namun apalah daya, jika saja Naufal tak ada di belakangn Aisha sudah ia habisi sejak tadi


"Ihh serem," ledek Aisha sambil terkekeh


"Sabar kak," kata Aisha lagi


"Sha, Lo tau golok nggak?" tanya Azma pelan penuh penekanan


"Saya tidak tahu kak, saya kan ayam," lagi lagi Aisha tertawa puas


Sepertinya hari ini kesabaran seorang Azma benar-benar di uji oleh sosok Aisha yang tengil


Tiba-tiba sosok yang sangat mereka kenal menghampiri mereka semua


"Selamat atas penikahannya kalian berdua," ucap orang itu pada Azma dan Anna


Seketika Aisha yang merasa familiar dengan suaranya pun menoleh ke orang itu termasuk Azma dan Anna


"Kak Fauzan?" tebak Aisha


Lantas laki-laki itu melepaskan maskernya lalu kembali memakainya, Aisha sampai membekap mulutnya sendiri saat melihat Fauzan benar benar nyata di hadapannya


"Ini seriusan kak Fauzan?" tanya Aisha


Fauzan tersenyum sambil mengangguk, Naufal yang baru kembali menatap tak percaya


"Lo? Seriusan ini Lo Zan?" tanya Naufal


"Iya ini gue,"


"Zan, Mamah nanyain Lo terus, gue harus kasih tau Mamah," baru saja Naufal akan pergi memberitahu keberadaan Fauzan pada Rifa


Namun segera di tahan oleh Fauzan, "Tolong jangan kasih tau siapa-siapa kalau gue ada di sini,"


"Gue kesini cuma sebentar," kata Fauzan


"Gue bakal balik lagi kesini setelah urusan gue selesai," kata Fauzan


"Jadi gue mohon jangan kasih tau siapa-siapa dulu tentang keberadaan gue," kata Fauzan lagi memohon membuat Naufal mau tak mau mengangguk saja


"Selamat ya bro, samawa pernikahan Lo," ucap Fauzan lagi


"An," panggil Fauzan membuat Anna menoleh padanya


"Makasih Zan," ucap Azma


"Gue yakin Lo juga belum tau kebenarannya, tapi terima kasih. Dan happy wedding ya An," ucap Fauzan meninggalkan tanda tanya di pikiran Anna 


"Kebenaran apa? Maksudnya apa?" tanya Anna pada Fauzan, Azma tidak terlalu mendengarkan percakapan mereka karena tengah berbincang dengan teman lamanya lagi suara Fauzan yang kecil hingga hanya terdengar oleh Anna


Fauzan hanya membalas dengan tersenyum, matanya menyipit "Gue harus buru-buru pergi." kata Fauzan lalu dengan gerakan cepat ia menghilang dari pandangan mereka semua


"Loh kak Fauzan tadi mana?" tanya Aisha yang mampu di dengar oleh Anna


"Dia udah pergi lagi Sha," kata Anna, ia masih bingung dengan ucapan Fauzan barusan


"Yahh, padahal kan aku niatnya mau foto bareng terus ajak makan sate sepuasnya nyicipin makanan ini itu, kenapa malah hilang lagi coba," gerutu Aisha pelan


Anna terkekeh melihat wajah cemberut Aisha, menyenangkan sekali melihat tingkah Aisha yang random


"Kamu ada-ada aja Sha, mungkin dia ada urusan kali," kata Anna, Aisha memanyunkan bibirnya


"Ish kenapa sih semua orang pada nyebelin." gerutu Aisha lagi


"Kamu habis makan apa? Kenapa jadi moodyan gini sih?" tanya Anna ia masih tertawa melihat Aisha


"Habis makan buah berry di fil princess peri jadi duyung," Aisha asal menyeletuk


Lagi, Anna tertawa puas mendengarnya membuat Azma menoleh seolah bertanya kenapa? Anna hanya menjawab dengan gelengan


"Aisha kamu random banget sih," kata Anna pada Aisha yang berada di sebelahnya


"Gatau, efek sakit hati kali." jawab Aisha lagi-lagi membuat Anna tertawa


Padahal Aisha mengatakan yang sesungguhnya, ia bisa serandom itu karena rasa sakit hatinya


"Kenapa ketawa?" tanya Aisha pada Anna


"Nggak tau, kamu itu lucu banget sih." Anna bahkan sudah mencubit pipi chubby Aisha


"Kak Anna, jangan cubit pipi aku," kata Aisha dengan sebal, mukanya tertekuk


"Udah ah, aku mau makan aja." kata Aisha kemudian pergi dari sana meninggalkan Anna yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kerandoman Aisha