
"Aisha!" panggil Naufal saat memasuki rumah
"Mas, kamu dari mana aja?" tanya Aisha khawatir
Paslanya sejak semalam Aisha menghubungi Naufal namun tak ada satu pun Naufal menjawab panggilannya yang membuag Aisha semakin risau
Di tambah anak-anak yang terus menangis membuat hati Aisha tak tenang
"Maaf membuatmu cemas," kata Naufal
"Nggak papa mas, yang penting kamu udah pulang." kata Aisha
"Aku juga minta maaf karena membuat kamu marah mas," kata Aisha menyesal
"Nggak papa," Naufal mengusap kepala Aisha dengan lembut
"Mas mau mandi dulu," kata Naufal kemudian pergi ke atas menuju kamar mereka
Beruntung Naufal karena hari ini jadwalnya libur, jadi Naufal tak perlu mencemaskan soal rumah sakit dan pekerjaan dokternya itu
"Mas kamu mau sarapan apa?" tanya Aisha
"Apa saja yang penting kamu yang masaknya," kata Naufal sembari tersenyum
Laki-laki itu kini tengah bermain dengan ketiga anaknya, merwka tertawa bersama lihatlah ketiga bayinya kompak tertawa melihat Naufal melucu
Aisha menatap Naufal heran, bukankah kemarin Naufal sedih atas pernikahan Azizah yang akan berlangsung sebentar lagi, tapi mengapa kini ia terlihat baik-baik saja
Apa benar Naufal memang sudah melupan Azizah? Tapi buku biru itu mengatakan hal lain, kepala Aisha pusing memikirkan hal itu
Lebih baik ia bergegas ke dapur dan memasak itu jauh lebih baik baginya
"Sha, mau ke rumah Bunda nggak?" tanya Naufal membuat Aisha yang sednag menikmati sarapannya menoleh begitu saja
"Emang kamu lagi free?" tanya Aisha
Naufal mengangguk, "Sekalian, soalnya Mamah katanya lagi di sana," kata Naufal membuat Aisha ber-oh-ria
"Yaudah ayo," kata Aisha
"Selesai sarapan kita kesana." kata Naufal membuat Aisha mengangguk
Seperti rencana mereka tadi, Naufal membantu Aisah meletakkan ketiga anaknya di belakang dengan benar
Kemudian mereka melaju menuju kediaman Layla, Aisha dengan sangat senang masuk ke rumah itu dan jangan lupakan ketiga anaknya yang berada dalam kereta dorong
"Assalamualaikum bundaa!" Aisha menghampiri Layla yang sedang bersantai menonton tv ia mengecup kedua pipi Bundanya itu
"Yaampun udah jadi ibu masih aja manja sama Bunda," kata Layla terkekh dengan tingkah Aisha
Aisha menyengir, ia duduk di samping Bundanya
"Bunda, rumah sepi ya." kata Aisha membuat Layla mengangguk membenarkan
"Kak Azma udah pindah rumah, kak Azmi nggak ada di sini dia tinggal di apartemennya, untung ada Ayah yang mau dengerin omongan aku," kata Aisha terkekeh kala mengingat pembahasannya dengan Radit waktu itu
"Iya, untungnya Ayah kamu mau dengerin putrinya yang cantik ini,"
"Cucu Oma udah pada makan belum nih?" tanya Layla pada ketiga bayi itu
"Udah Bun, mereka udah aku kasih makan sebelum ke sini." Aisha menjawab
"Oh iya mana Naufal?" tanya Layla
"Lagi ngobrol sama Ayah kali Bun," jawab Aisha asal
"Eh, Bunda kata mas Naufal, mamah mau ke sini ya?" tanya Aisha
"Iya, mau silaturahmi sama temen lama katanya," kata Layla ia sibuk bermain dengan ketiga cucunya
"Mana nih anak Ayah?" suara bariton itu bertanya dan Aisha sudah tau siapa itu
Siapa lagi kalau bukan Radit, ayahnya. Pria paruh baya itu merentangkan tangannya
Aisha menghampiri Radit kemudian memeluknya dnegan erat, "Aish, rindu Ayah." ucap Aisha
"Hahaha anak Ayah manja banget," kata Radit ia balas memeluk putrinya itu tak kalah erat seolah takut kehilangan
"Ayah," panggil Aisha
"Apa sayang?" sahut Radit
"Aku pengen kayak gini terus sama ayah, aku pengen selalu di samping ayah, aku pengen terus di peluk ayah." ucap Aisha
"Iya boleh nak, kamu bakalan terus begini sama ayah ya," kata Radit tersenyum membuat Aisha ikut tersenyum
Radit mengusap-usap kepala Aisha kemudian membawanya ke sofa
"Eh, mas Naufal kemana yah?" tanya Aisha saat menyadari Naufal tak ada bersama Radit
"Barusan dia bilang mau pergi sebentar, ada yang ketinggalan," jawab Radit
"Ohh, gitu ya yah? Yaudah deh biarin aja," kata Aisha kemudian ia meraih Debia
"Bun, Debia cantik ya," kata Aisha membuat Layla mengangguk
"Umur mereka berdekatan, Debia kamu temui seminggu sebelum melahirkan ya?" tanya Layla
"Iya Bun,"
"Eh ada telpon dari mas Naufal," kata Aisha saat melihat ponselnya berdering, "Bentar ya Bun, Yah," Aisha menyerahkan Debia pada Layla kemudian menjauh dari keduanya
"Halo mas,"
"Assalamualaikum Aisha,"
"Eh, iya lupa wa'alaikumsalam mas,"
"Mas lagi di luar, tadi pulang ke rumah bentar kamu mau nitip?"
"Serius?"
"Iya mas,"
"Yaudah kalo gitu aku lanjut lagi ya,"
"Iya hati-hati ya,"
"Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam,"
Aisha menatap layar ponselnya, "Kirain ada yang penting," gerutu Aisha pelan
Aisha memutuskan kembali ke dalam, ia ingin bermain dengan ketiga anaknya
"Bun, Faris ngagk di sini lagi?" tanya Aisha akhirnya
"Nggak, dia pindah lagi ke Singapore biasalah anak kecil," ujar Layla sembari tertawa
"Emang dasar Faris, ngakunya aja pengen mandiri dari Ami nya," Aisha terkekeh kala mengingat percakapannya dengan anak itu
***
Malam ini Naufal membawa Aisha pergi, dan Naufal menitipkan ketiga anaknya pada Layla dan Radit
"Mas kita mau kemana?" tanya Aisha, "Terus kenapa anak anak di tinggal?" tanya Aisha lagi namun Naufal tak menjawabnya
"Mas, jawab aku."
"Kamu diem dulu, nggak usah banyak tanya," kata Naufal
Aisha semakin di buat bingung oleh sikap Naufal, ia hanya bisa diam hingga mobil itu berhenti di depan sebuah tempat
"Kenapa kita ke sini mas? Kasihan anak-anak di rumah," kata Aisha
Naufal membawanya ke pasar malam, "Udah kamu bawel banget sih," kata Naufal
"Ya kami kenapa bawa aku ke sini? Anak-anak pasti nangis di rumah,"
Laki-laki itu mendengus sebal, ia menatap Aisha yang masih sebal dengannya
"Aku udah titipin Anak-anak sama Bunda jadi kamu bisa tenang," kata Naufal
"Waktu kamu sama anak-anak udah selesai, sekarang adalah waktu kamu sama aku ya," Naufal tersenyum menatap Aisha
"Yaudah yuk," Naufal mengajak Aisha keluar dari mobil
"Pokoknya hari ini kamu boleh puas main, anggap aja kita lagi liburan," kata Naufal terkekeh
Aisha menatap Naufal, "Kamu serius mas?" tanya Aisha tak percaya membuat Naufal mengangguk
"Udah nggak usah banyak tanya, ayo kita masuk," Naufal menarik tangan Aisha untuk ikut masuk ke sana
Ia mengajak Aisha menaiki wahana permainan di sana, memainkan permainan dan mendapatkan hadiah mencicipi makanan yang ada
Semua itu tentu saja membuat Aisha senang, "Mas ayo kita main itu!" tunjuk Aisha pada sebuah tempat yang berisi banyak boneka
"Pak, kita mau main." kata Aisha, ia mengambil panah yang di berikan bapak itu
"Mas kamu yang lempar, aku mau bonekanya," kata Aisha menyerahkan tiga anak panah pada Naufal
Naufal menerimanya, ia mulai melempar anak panah kecil itu hingga habis namun tak ada satu pun yang berhasil tepat sasaran
Aisha cemberut, "Sekali lagi ya," kata Naufal kemudian ia mulai melempar anak panah itu
Namun sama saja hasilnya, anak panah di tangan Naufal tinggal satu ia berusaha melemparnya agar tepat sasaran
Dan, Hap!
Anak panah itu berhasil menancap sempurna, Aisha yang melihatnya menjerit senang ia bahkan sudah memeluk Naufal dengan erat
Naufal tertawa melihat kelakuan Aisha, "Kamu pilih hadiahnya mau yang mana?" tanya Naufal
Aisha memilih boneka lumba-lumba berukuran sedang, "Makasih mas,"
Naufal tersenyum, "Sama-sama, sayang."
"Sekarang pulang yuk," ajak Naufal tak terasa sekarang sudah jam 10 itu artinya mereka sudah dua jam di sini
"Mas naik itu yuk, sebelum pulang," kata Aisha
Naufal mengiyakan permintaan Aisha, mereka pun menaiki kincir raksasa itu
Aisha menikmatinya, ia mengamati Naufal yang berada di hadapannya tengah menatap langit dari celah kurungan
"Mas kamu kenapa?" tanya Aisha ketika menyadari Naufal tengah melamun
"Hah? Nggak papa, mas nggak papa kok," kata Naufal ia menatap Aisha kemudian menatap lautan manusia di bawah yang berkunjung ke tempat ini
"Lihat deh Sha, dari atas kita bisa lihat betapa penuh dan berdesakannya di bawah sana," kata Naufal membuat Aisha mengangguk
"Tapi tetap aja kita datang untuk menikmati tempatnya,"
"Kamu seharian ini kayaknya bahagia banget deh, dari mulai ke tempat Bunda terus ngajak aku main ke sini," kata Aisha heran
"Emang nggak boleh bahagia kah?" tanya Naufal membuat Aisha tersentak
"Bukan gitu, maksud aku tumben aja biasanya kamu nggak seaktif ini," kata Aisha lagi Naufal tak terlalu menanggapinya ia hanya tertawa kecil
"Kamu bahagia Sha?" tanya Naufal membuat Aisha mengangguk antusias
"Syukurlah," gumam Naufal
Aisha menatap lekat wajah Naufal, "Harusnya aku yang tanya, kamu beneran bahagia? Atau hanya topeng?" batin Aisha