
..."Dari sini kita mulai semuanya antara aku kamu dan waktu."...
***
"Kak Naufal Aish laper, makan siang yuk," ajak Aisha kebetulan ini jam istirahatnya
Naufal mengangguk "Ayo," sahut Naufal
Aisha berjalan beriringan dengan Naufal ke kantin rumah sakit, sejak tadi Aisha menahan laparnya padahal tadi pagi ia sudah makan
"Eh bentar, aku mau ketemu Azma dulu," kata Naufal "Kamu duluan aja ke kantin ya," lanjut Naufal
"Yaudah deh nanti nyusul ya," ucap Aisha dan Naufal mengangguk tiba-tiba ia melihat dua orang yang biasanya sering bersama Aisha
"Nah tuh bareng Anna sama Rifa aja tuh," kata Naufal membuat Aisha menoleh ke arah yang Naufal liat
"Anna! Rifa!" panggil Naufal dan keduanya pun berhenti lalu menoleh ke asal suara
"Kita? Iya kenapa?" tanya Rifa heran
"Lo berdua, temenin Aisha ya gue ada urusan bentar," kata Naufal
"Ohh itu urusan gampang, dia kan anak didik kita," kata Rifa terkekeh pelan membuat Aisha dan Anna ikut tertawa kecil
"Yaudah gue titip Aisha jangan sampai lecet kalau sampai itu terjadi pas gue datang, Lo berdua habis di tangan gue!" peringat Naufal membuat keduanya bergidik ngeri
Aisha melotot pada Naufal "Kak Naufal," tegur Aisha
"Iya deh, di jamin harta berharga Lo nggak akan kenapa-napa percaya deh," kata Anna
"Gue pergi dulu." kata Naufal hendak beranjak namun tidak jadi "Oh iya makasih." ucapnya kemudian berlalu dari sana membuat mereka bertiga kompak menggeleng pelan
Mereka bertiga pun pergi ke kantin
***
Jadwal sift pagi sudah selesai dan Aisha kelihatan sangat lelah ia ingin sekali segera menghirup udara segar di luar karena sejak tadi dia hanya bolak-balik ke kamar pasien
Saat ini ia tengah membereskan barang-barang miliknya lalu Aisha melepas jas putihnya dan menggantungnya di sana
"Astaghfirullah!" kaget Aisha saat berbalik ia mendapati Naufal yang berdiri di belakangnya dengan tersenyum manis
Naufal terkekeh "Ihh nyebelin banget tau!" kata Aisha kesal
"Ngapain berdiri di sana coba ngagetin aku aja?" tanya Aisha namun Naufal tak kunjung menjawab membuat Aisha bergidik bulu kuduknya mendadak merinding
"Ini kak Naufal kan? Bukan jin qorinnya kan?" tanya Aisha ngelantur membuat Naufal merubah air mukanya jadi cemberut
"Yaiyalah ini aku, nggak mungkin kan orang lain," kata Naufal membuat Aisha nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Ya kan kali aja itu bukan kak Naufal tapi jin qorinnya kakak," kekeh Aisha
Naufal mendekat ke wajah Aisha lalu menyentil keningnya pelan, "Aneh."
"Uhh sakit tau." kata Aisha sebal
"Habisnya kamu gemesin banget," kata Naufal namun tak di tanggapi lebih oleh Aisha ia malah sibuk membereskan berkas yang berserakan di mejanya lalu menyimpannya
"Yuk pulang." ajak Aisha dan diangguki oleh Naufal
Keduanya berjalan menuju parkiran dan segera masuk ke mobil setelah itu Naufal segera menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah sakit
Awalnya perjalanan baik-baik saja tapi kening Aisha mendadak mengerut saat jalan yang mereka tempuh bukan jalan yang biasa di lewati
"Kak Naufal mau kemana?" tanya Aisha penasaran
"Mumpung masih terang kita ke kafe dulu ya buat rehatin diri sekalian makan aku laper," kata Naufal dan Aisha hanya ber oh ria
"Tapi kan aku bisa masakin di rumah buat kakak," kata Aisha
"Sayang dengerin ya, kamu kan baru beres kerja sama kayak aku mending kita makan di luar aja biar kamu nggak capek-capek masak ya," jelas Naufal lalu menatap Aisha sekilas lalu kembali fokus pada jalanan di depannya
Lagi lagi Aisha terdiam mendengar Naufal memanggilnya dengan sebutan sayang, sepertinya Aisha harus membiasakan dirinya mendengar panggilan itu
"Kok diam sih?" tanya Naufal yang menyadari keterdiaman Aisha
"Nggak papa," jawab Aisha seadanya
"Aku kangen Zilia sama Farah," gumam Aisha sendu masih terdengar oleh Naufal
Aisha memandang Naufal lalu menatap keluar jendela, tiba tiba Naufal memanggilnya membuat Aisha menoleh padanya
"Kenapa kak?" tanya Aisha
"Nih," Naufal menyodorkan ponselnya namun Aisha tak paham
"Aisha!!" teriak seseorang dari dalam ponsel membuat Aisha membulatkan matanya sempurna
Dengan cepat ia mengambil alih ponsel Naufal dan segera mengarahkan wajahnya ke kamera depan dan terlihatlah wajah Farah dan Zilia di sana dan dua orang lagi yang tak asing bagi Aisha
"Farah, Zilia!" pekik Aisha senang terlihat dari matanya yang memancarkan binar senang
"Haii Lia, Gita," sapa Aisha dengan senang ya dia adalah Lia sepupunya Naufal dan Gita adiknya Naufal
Naufal senang melihat Aisha tersenyum ia bahkan sampai tertawa melihat betapa gemasnya Aisha yang cemberut dan kesal karena Zilia dan Farah
***
Kafe itu lumayan ramai pengunjung hari ini, mereka pun segera mencari tempat duduk yang kosong setelah itu memesan pesanannya
"Kafenya rame banget," ujar Aisha di angguki Naufal
"Tiap hari emang rame, kamunya aja yang nggak pernah tau," timpal Naufal yang berada di sebelah Aisha
"Kan aku emang nggak pernah ke sini, baru pertama kali ke sini itu juga sama kakak," kata Aisha jujur
"Baguslah." kata Naufal membuat Aisha menerinyit tak paham
"Bagus kenapa?" tanya Aisha penasaran
"Baguslah karena aku orang pertama yang ngajak kamu ke sini," jawab Naufal
"Enggak juga sih," celetuk Aisha membuat Naufal menoleh ke samping dengan cepat
"Kok enggak? Katanya belum pernah kesini," kata Naufal
"Sebenarnya udah ada yang pernah bawa aku ke sini," kata Aisha menerawang lurus ke depan
"Hah? Siapa?" tanya Naufal kepo
"Suami aku." jawab Aisha membuat Naufal mencubit hidung Aisha gemas
"Sama aja sayang." kata Naufal menggeleng gelengkan kepalanya
Aisha mengusap usap hidungnya yang sakit akibat cubitan Naufal yang cukup kuat ia mengeluarkan cermin dari tasnya
"Tanggung jawab!" tuntut Aisha
"Buat apa? Aku kan nggak hamilin kamu," kata Naufal terkekeh
"Ih bukan itu! Lagian kakak udah tanggung jawab juga meski nggak ngapain-ngapain buktinya kita udah nikah! " kesal Aisha dengan bibir yang manyun
"Terus buat apa?" tanya Naufal
"Ih liat nih hidung aku merah gara-gara kakak," kesal Aisha
"Sini sini aku aku sembuhin," kata Naufal ia pun mendekatkan wajahnya pada Aisha dan mengecup singkat hidung yang ia cubit tadi
Cup.
"Udah sembuh kan?" tanya Naufal, Aisha yang tadinya mematung refleks mengangguk saja meski jantungnya sudah berdebar kencang gara-gara perlakuan Naufal
Naufal yang melihatnya terkekeh pelan melihat wajah terkejut Aisha, tak lama pesanan mereka pun datang
"Makasih ya." kata Naufal setelah pelayan itu meletakkan pesanannya, mereka pu segera memakannya
"Nih cobain deh," kata Naufal pada Aisha sembari menyodorkan kue miliknya
"Suapin." kata Aisha tersenyum manis
"Iya nih aku suapin sayang," kata Naufal lalu memotong kue tersebut
"Gimana enak nggak?" tanya Naufal yang menyuapi satu sendok kue pada Aisha
"Enak." jawab Aisha seadanya
"Tapi kata aku nggak enak," ujar Naufal
"Loh emang kenapa? Kata aku udah pas kok ini, enak banget malahan," sahut Aisha
"Nggaklah tetap enakan buatan aku," Aisha memutar mata malas
"Emang kakak pandai bikin kue?" tanya Aisha sambil tersenyum lebih tepatnya meledek
"Bisalah, kalau kamu nyobain kue buatan aku di jamin bakal ketagihan," kata Naufal sombong
"Palingan juga nanti gagal," ledek Aisha sambil tertawa
Naufal mencubit hidung Aisha membuat si empu meringis kesakitan, "Gemes." kekeh Naufal
"Ya gemesnya jangan di cubit juga dong, nanti kalau merah gimana?" tanya Aisha cemberut
"Nggak papa." jawab Naufal santai namun malah membuat Aisha semakin menekuk wajahnya
Naufal malah tertawa melihatnya, tingkah Aisha yang cemberut begitu lucu dan menjadi candu buatnya
"Kayaknya aku bakal sering-sering bikin kamu cemberut," ujar Naufal
"Kok gitu sih?!" kesal Aisha
"Soalnya kamu kalau lagi marah itu, lucu dan cantiknya itu muncul bersamaan plus imut banget," kata Naufal lagi sambil tertawa
"Ihh nggak lucu tau! Sebel aku!" kata Aisha merajuk
"Di bilang lucu malah marah," cibir Naufal
Aisha hanya memutar mata malas, tiba tiba ia melihat seseorang yang tak asing di pikirannya tapi sayangnya orang itu membelakangi Aisha jadi ia tak tahu pasti
Tapi Aisha tak ambil pusing yang penting sekarang ia bisa bersama Naufal terus dan bagusnya lagi sikap Naufal perlahan sudah mulai berubah dan itu membuat Aisha senang bukan main
Bertahannya Aisha selama ini tak sia-sia karena pada akhirnya hati Naufal luluh juga oleh kebaikan dan ketulusan Aisha