
..."Terima kasih sudah menjadi bagian dari jiwaku."...
***
Jam istirahat mereka lebih memilih makan di kantin berdua, karena Anna dan Rifa mereka lebih memilih berdua saja
"Kak, nanti pulang dari rumah sakit aku mau ke rumah bunda dulu," kata Aisha sambil memakan makanan yang sempat ia pesan tadi saat sampai di kantin
Setelah tiga hari di rumah gara gara sakit ia benar benar tidak bisa kemana mana selain makan tiduran main hp tidak banyak kegiatan yang bisa ia lakukan tidak hari kebelakang apalagi seminggu yang lalu Naufal membawanya pulang ke apartemen saat ia sedang tertidur tau tau sudah ada di apart aja jadinya ia tidak bisa bermain bersama Faras dan Faris
"Yaudah pergi aja," kata Naufal cuek
"Ihh kok cuma gitu doang sih?!" kesal Aisha sambil mengerucutkan bibirnya
Naufal menatap Aisha lalu meletakka sendoknya "Terus aku harus bilang apa?" tanya Naufal lembut
"Ya setidaknya apa kek, aku anterin gitu atau apalah itu nggak sweet banget sih," Aisha menyendokkan nasinya ke dalam mulutnya dengan raut wajah kesal
"Iya nanti aku anterin." kata Naufal tanpa melirik Aisha
"Nggak romantis banget sih." ucap Aisha membuat Naufal menghela napasnya
"Yaudah nanti aku anterin ya," kata Naufal dengan lembut dan tersenyum tepatnya senyum yang di paksakan
Aisha yang sadar menatap sebal Naufal, entah suaminya yang nyebelin atau dirinya yang sedang sensitif
"Udah ah, mau ke ruangan kak Azma aja, kak Naufal nggak asik!" setelah mengucapkan kalimatnya itu Aisha keluar dari kantin dengan raut wajah kesal dan meninggalkan Naufal sendirian di sana
Naufal hanya yang menatap kepergian Aisha yang sedang kesal padanya tanpa berniat mengejar dan membujuk perempuan itu ia lebih memilih menghabiskan makan siangnya tanpa terganggu oleh siapapun
Di sisi lain Aisha sendiri sedang berjalan di koridor rumah sakit menuju ruangan Azma, entah ada atau tidak dia di sana yang jelas Aisha hanya ingin pergi ke sana saja
Begitu sampai Aisha yang berdiri di depan pintunya langsung masuk ke dalam dan tidak mendapati Azma di sana ia hanya berjalan mendekati meja kakaknya itu dan melihat ada ponselnya
"Ih kebetulan banget nih, iseng buka ah." gumam Aisha terkekeh pelan ia pun meraih benda tersebut dan membuka kata sandinya
Aisha memang tau kata sandi ponsel Azma tidak ada yang tau selain dia, sebab Aisha yang sangat dekat dengan Azma
Ia tersenyum devil lalu membuka wa Azma "Duh maaf ya kak, aku nggak kepo kok cuma iseng doang," monolognya
Saat aplikasi itu terbuka mata Aisha membulat dengan sempurna saat melihat ada nama My sweet di bagian paling atas tapi tak ada fotonya membuat Aisha mendengus pelan
"Kayaknya nomor ini nggak asing deh, siapa ya?" tanya Aisha pada dirinya sendiri
Ia pun teringat sesuatu dan mengambil ponselnya di saku kemudian membuka aplikasi yang sama lalu mencari nomor seseorang
Setelah di dapat lagi lagi ia terkejut ini nomor yang sama, "What?! Ini seriusan?!" pekik Aisha namun ia langsung menutup mulutnya saat samar samar suara orang dari luar
Buru buru Aisha meletakkan ponsel Azma ke tempat semula ia pun duduk di sofa dan pura pura memainkan ponselnya
Begitu pintu terbuka terlihat lah Azma dan Fauzan yang masuk berbarengan, Azma menaikkan sebelah alisnya saat melihat Aisha yang duduk di sofa
"Apa?" tanya Aisha saat menyadari tatapan Azma mengarah padanya
"Ngapain disitu?" tanya Azma
"Tidur." jawab Aisha singkat
"Gue serius." ucap Azma dingin
"Cuma numpang duduk." sahut Aisha datar
"Disini bukan tempat nongkrong." ucap Azma lagi kali ini terkesan membentak membuat Aisha mengerjakan matanya beberapa kali karena terkejut
"Yaudah keluar. Ada urusan lain nggak? Kalau nggak ada silahkan keluar dari sini." kata Azma terdengar seperti mengusir Aisha dari sana
Aisha merasakan ada hawa yang berbeda di sini, "Nggak ada aku mau keluar aja." kata Aisha lalu keluar dari sana
Fauzan menatap Azma yang sedang melihat pintu ruangannya tertutup dengan sempurna lalu kembali ke mejanya
Aisha mengerucutkan bibirnya kesal daripada ia kesana kemari tak jelas mendingan ia pergi ke ruangannya saja
Tapi Aisha yang sedang melamun tak sengaja melewati jalan yang salah karena tidak fokus alhasil ia harus kembali lagi namun saat Aisha melewati ruang ingkubator tempat dimana para bayi di letakkan
Matanya berbinar saat melihat seorang bayi yang berada di dekat jendela, bayi itu berjenis kelamin laki-laki sangat lucu dan menggemaskan di mata Aisha
"Masya Allah, kamu lucu banget sih," kata Aisha sambil tersenyum ke arah bayi yang sedang tertidur pulas itu
( kira kira kayak begitu lah ya )
Setelah puas menatap bayi itu Aisha segera kembali ke ruangannya karena ia ada jadwal operasi hari ini
***
Aisha ke luar dari ruang operasi beberapa jam setelahnya bersama Rifa dan beberapa perawat lainnya
"Kak," panggil Aisha dan Rifa pun menoleh
"Iya kenapa dek?" tanya Rifa dengan tersenyum
"Aku mau nanya," kata Aisha membuat Rifa tertawa pelan
"Kamu ini ada ada aja, kalau mau nanya ya tinggal nanya aja," kata Rifa dengan sisa tawanya
"Ya siapa tau kan kakak lagi nggak mau di tanya tanya gitu," kata Aisha membuat Rifa mengerutkan dahinya
"Emang mau nanya apa?" tanya Rifa penasaran
"Kakak kalau suka sama orang biasanya si apain?" tanya Aisha
"Kenapa tiba-tiba nanya gitu Sha?" tanya Rifa dengan dahi mengkerut
"Aku cuma mau minta saran aja soalnya aku punya adek sepupu yang seperti aku ceritain inilah," tutur Aisha, Rifa hanya manggut manggut saja
"Ya kakak perjuanginlah nggak mungkin kakak diam aja tanpa bertindak," kata Rifa dengan tersenyum
"Kalau seandainya dia udah punya pilihan sendiri dan itu bukan kakak?" tanya Aisha lagi membuat Rifa terdiam
"Ya kalau itu pilihan dia, kakak bisa apa? Mungkin itu udah takdirnya aja lagian kakak nggak bisa mentang takdir juga kan," kata Rifa tersenyum
"Tapi kalau kakak berjuang bertahun tahun terus tiba tiba di ambil gitu aja, emang nggak ada niat buat ngerebut gitu?" tanya Aisha membuat Rifa semakin merasa aneh
"Kamu ngomongnya kemana aja Sha, ya nggak mungkinlah aku sebagai perempuan tau rasanya sakit hati dan juga sakitnya ketika orang yang di sayang di rebut," kata Rifa "Jadi aku gak mau ngerebut balik." Rifa kembali tersenyum
"Ih menyentuh banget." kata Aisha memekik pelan membuat Rifa terkekeh sambil geleng geleng kepala
Mereka pun terus melanjutkan langkahnya ke kantin dan membeli air minum
***
Aisha tengah membereskan barang barangnya termasuk berkas berkas yang berserakan di atas mejanya
Hari ini ia berniat ke rumah Bundanya entah kenapa ia sangat ingin ke rumah Layla padahal baru empat hari yang lalu ia berada di sana
Saat Aisha berjalan ke parkiran ia tak sengaja melihat Naufal tengah berjalan beriringan bersama seorang perempuan
Dan parahnya lagi perempuan itu terlihat senang sekali saat berada di dekat Naufal
"itu bukannya cewek yang pernah aku lihat sama Kak Naufal kemarin ya? mana senyam senyum lagi cari perhatian banget tuh anak!" kata Aisha tersenyum masam
"Udah ah mending ke mobil aja dari pada di sini liatin suami sama perempuan lain," gumam Aisha kesal lalu ia kembali melanjutkan langkahnya ke parkiran
Tanpa sadar Naufal yang melihat Aisha pergi hanya menatap sekilas kemudian kembali fokus pada Queen, ya perempuan itu adalah Queensya Anastasia seorang dokter baru di Medical Qurtuby
Naufal terlihat menanggapi pertanyaan pertanyaan Queen karena gadis itu bertanya tentang rumah sakit ini dan juga tentang kedokteran alasannya karena ia hanya kenal dengan Naufal padahal ada hal lain.
Naufal menjawab semua pertanyaan Queen yang justru membuat gadis itu semakin senang karena Naufal terus berada di dekatnya
Tapi Naufal tak sebodoh itu setiap kali Queen bertanya pasti ada saja nama Aisha yang di bawa ke dalam jawaban atas pertanyaan gadis tersebut
Hal itu juga membuat Queen kesal dan senang di satu waktu.
"Yaudah kalau gitu aku duluan pulang ya," kata Naufal lalu berjalan mendahului Queen
Cowok itu berjalan menuju mobilnya dan masuk, dan di sambut raut datar wajah Aisha
"Ke rumah Bunda?" tanya Naufal menatap Aisha
"Hm." sahut Aisha tanpa membalas tatapan Naufal
Naufal menghela napas lalu ia mengarahkan wajah Aisha agar menatapnya "Kenapa hm?" tanya Naufal
"Nggak papa." kata Aisha lalu melepaskan tangan Naufal dari dagunya
"Cemburu ya?" tebak Naufal tak ada jawaban, ia pun iseng mencolek colek pipi Aisha membuat perempuan itu menoleh pada Naufal
"Kenapa?" tanya Naufal lembut
"Nggak papa." balas Aisha
"Kamu cemburu sama Queen ya?" tanya Naufal
"Ya coba aja lah kamu pikir kak, kamu jalan sama perempuan lain di depan mata aku mana deket banget lagi," kata Aisha kesal
"Ohh jadi istri aku yang cantik ini cemburu," kata Naufal lalu menatap manik mata Aisha dengan lekat kemudian ia mengecup dahi Aisha dengan lembut
Aisha memejamkan matanya ketika benda kenyal itu menempel di dahinya lalu Naufal mengecup hidungnya lalu Naufal kembali menatap Aisha yang juga sedang menatapnya lalu Naufal kembali mendekatkan wajahnya pada Aisha dan Cup.