Dear Imamku

Dear Imamku
Rumah Bunda



"Mas, aku kira kamu udah berangkat ke rumah sakit," kata Aisha saat melihat Naufal ternyata malah berada di dapur untuk memasak


"Aku nggak ada jadwal, lagian nggak ada salahnya kan bantuin istri masak?" tanya Naufal sambil tersenyum


Aisha terdiam heran, ia merasa ada yang aneh hari ini, Naufal sepertinya sedang kesurupan atau apalah itu


Tapi Aisha sedikit bahagia, kala Naufal kembali berubah seperti dulu lagi


"Mas, kamu nggak lagi kesurupan kan?" tanya Aisha tiba-tiba


"Ya ampun Aisha, suami sendiri kamu bilang kesurupan," kata Naufal terkekeh


"Yaa, kali aja emang kesurupan kan aku nggak tahu," kata Aisha ikut tertawa kecil


"Bia udah bangun?" tanya Naufal tangannya dengan lihai memasukkan bumbu masakan


"Belum, dia masih tidur nyenyak banget kayaknya, semalam baru tidur lagi jam dua," Aisha berujar


"Yaudah mending kita sarapan, aku baru aja masak nasi goreng spesial pake udang," kata Naufal, Aisha menatap nasi goreng itu dengan berbinar


"Udang?" tanya Aisha, sebentar ia baru ingat jika Naufal memang suka udang bisa dibilang memang hewan laut itu adalah favoritnya


"Enak nggak?" tanya Aisha


"Di jamin, kalo nggak enak kamu boleh suruh mas habisin nanti," kata Naufal lagi


"Yaiyalah mau kan ada udangnya, favorit kamu." cibir Aisha membuat Naufal terkekeh geli


"Awas aja kalo nggak enak." kata Aisha ia mengambil nasi goreng itu


Kemudian memakannya sesendok, perpaduan yang pas, bahkan kayaknya lebih enak nasi goreng bauatan Naufal ketimbang buatannya


"Enak." puji Aisha melahirkan senyuman lebar Naufal


"Tapi kurang banyak." kata Aisha membuat Naufal tertawa


"Mau aku buatin lagi?" tanya Naufal dengan tersenyum tipis


"Nggak usah mas, aku udah kenyang kamu juga makan gih," kata Aisha, Naufal mengangguk


Hari ini sarapan Aisha terasa lebih bermakna dan berwarna daripada sebelumnya, ia bersyukur Naufal sudah kembali seperti semula


Ia tak akan bertanya perihal perubahan Naufal itu di sebabkan apa, Aisha takut jika Naufal akan berubah lagi kalau Aisha bertanya soal itu


"Mas, kamu mau ikut ke rumah Bunda nggak?" tanya Aisha


"Kasihan Bunda rindu sama cucunya," lanjut Aisha lagi


"Iya, mas juga mau silaturahmi sama Bunda, Ayah." Naufal menikmati sarapannya


"Yaudah kalo gitu nanti kalo mereka udah bangun, aku langsung siap-siap ya," Aisha tersenyum lebar, senyuman itu menular membuat Naufal ikut tersenyum


"Tetap tersenyum, jangan luntur." kata Naufal kemudian pergi dari sana membereskan piring kotor meninggalkan Aisha yang memandangnya sambil terdiam


***


"Assalamualaikum Mah," ucap Naufal saat bertamu ke rumah


"Wa'alaikumsalam, eh ada cucu Oma," kata Layla, ia sudah mengambil alih Bia dari dorongan kereta bayi


Aisha dan Naufal ikut masuk ke sana, ternyata di sini juga ada Azma dan Anna, sepertinya rumah akan terasa ramai saat ini, terlebih lagi Azka dan Azki juga ada di sini


"Dek Fariss!!" Aisha terlihat antusias saat melihat bocah itu


Ia bahkan melupakan Naufal yang sedang mendorong kereta bayi yang kosong, suaminya itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Aisha


"Yaampun makin unyu aja kamu ini," kata Aisha sambil mencubit-cubut pipi keponakannya


"Ihh, aunty lepasinn," Faris memberontak dalam pelukan Aisha, seperti biasa bocah itu tidak suka di peluk


"Ish, aunty kan kangen kamu masa kamu ngak kangen sama aunty?" tanya Aisha berpura-pura sedih


Astaga, lucunya anak ini ingin sekali Aisha memakannya, canda makan


"Gimana sekolah kamu?" tanya Aisha, kini dua manusia beda umur itu terlihat jauh lebih akrab dari sebelumnya


"Baik dan lancar." jawab Faris singkat padat dan jelas, ciri khas anak itu


"Aunty Aisha!!" teriak Faras yang baru bangun tidur, anak itu berlari menghampiri Aisha


"Falas kangen sama Aunty," kata Faras, masih sama anak itu masih cadel dengan huruf 'R'


"Tadi aja pas Falas tidur mimpiin aunty," kata Faras sungguh-sungguh


Aisha tertawa, "Kamu kangen aunty ya? Sampai mimpiin Aunty gitu," kata Aisha lagi


"Iya aunty, makanya Falas rindu sama aunty," kata Faras lagi


"Kenapa waktu itu pas Oma ke rumah aunty kamu nggak ikut, malah pulang ke Singapore." kata Aisha lagi, Faras menyengir lebar


"Kata Oma aunty udah punya dedek bayi ya?" tanya Faras membuat Aisha mengangguk


"Falas pengen lihat Dede bayi!" ucap Faras antusias, anak itu sudah berpindah pada Layla yang tengah menggendong Debia


Memang benar, saat itu Faras tengah pulang ke Singapore, ia merindukan Ami dan Appa nya, jadilah anak itu di terbangkan ke Singapore dengan diantar Azma


Padahal dia baru satu minggu di rumah Layla dengan alibi ingin bertemu Faris, katanya rindu Faris


Anak itu mengusap-usap pipi Bia dengan lembut, takut menyakiti adiknya


Aisha tersenyum melihat hal itu, begitupun dengan keluarganya yang lain


"Faris nggak mau lihat anaknya aunty?" tanya Aisha pada Faris yang masih setia di dekatnya


"Mau, tapi nanti, sekarang Faris rindunya sama aunty bukan anak aunty," ujar Faris dengan santainya


Aisha tergelak dengan tingkah Faris, "Uwwu so sweet banget sih Faris, sini-sini peluk aunty lagi," kata Aisha terkekeh


"Yaudah kamu main sama yang lain gih," kata Aisah membuat Faris mengangguk kemudian pergi


"Bun, Ayah mana?" tanya Aisha, sekarang ia sedang bebas dari siapa-siapa


Sementara Bundanya sibuk bermain dengan Debia, sedangkan Faris dan Faras sedang bermain dengan anggota keluarganya yang lain, "Ah, ayah kamu itu udah biasa hilang-hilangan, kalo nggak pergi ke Bandung pasti ke Surabaya," kata Layla


"Ah dasar Ayah, kapan mau berhenti kerja udah tua juga," kata Aisha


"Bukannya diam di rumah, main sama cucunya," gerutu Aisha lagi, Bunda Layla tertawa mendengar gerutuan Aisha


Meski sudah tua, Bunda Layla masih terlihat cantik dan bugar, hanya rambutnya saja yang berubah menjadi putih di beberapa helai rambut


"Namanya juga Ayah kamu, pekerja keras sih kalau katanya," Bunda Layla tertawa hal itu ikut membuat Aisha tertawa


"Oh iya, gimana kamu sama Naufal?" tanya Layla, kontan hal itu menjadikan Aisha terdiam seketika


"Kenapa?" tanya Layla


"Ah, nggak papa Bun, tadi Bunda nanya apa?" tanya Aisha lagi


"Bunda tanya, kamu sama Naufal gimana? Baik-baik aja kan?" tanya Layla lagi


"Ohh, iya baik Bun, mas Naufal juga sering bantuin Aisha jagain anak-anak, kadang suka bantuin bersih-bersih rumah," Aisha tersenyum lebar seolah memang begitu adanya


"Syukurlah kalau kalian baik-baik aja," Layla tersenyum begitupun dengan Aisha


"Bundaa, ada telpon dari Ayahhh!" teriak Azmi, astaga anak yang satu itu tidak bisa bersikap lembut kah dia? Layla menggelengkan kepalanya heran


"Yasudah Bunda mau terima telpon dari Ayah dulu, nih Bia nya," Layla menyerahkan Debia pada Aisha


"Ayah ya?" gumam Aisha pada dirinya sendiri, ia menatap putrinya yang tengah tersenyum menatapnya