
Sudah hampir jam 12 malam, namun Naufal tak kunjung pulang ia masih sibuk mencari keberadaan Aisha
Bunda Layla memberitahu Fauzan untuk membantu mencari Aisha, hampir seluruh keluarga Aisha dan Naufal membantu mencari keberadaan Aisha
Masalahnya setiap Naufal atau Azma berusaha melacak keberadaan Aisha selalu saja gagal
Naufal memukul stir mobil frustasi, "Aisha, kamu dimana?!"
"Argh!!"
Setelah Naufal benar benar memastikan bahwa Aisha memang tak ada di rumah kedua orang tuanya maupun di apartemen
Pemuda itu langsung tancap gas mencari Aisha, ia mengendarai mobil dengan kalang kabut
Di sisi lain ada Fauzan dan Reza yang sedang membantu mencari keberadaan Aisha sementara Rifa tidak di perbolehkan ikut ia hanya menemani Layla di rumah
Fauzan berusaha mencari keberadaan adik iparnya itu, namun mau di cari kemana? Bahkan ia sendiri tak tahu Aisha kemana tadi
Sebenarnya sejak tadi Fauzan sudah menaruh curiga di suatu tempat, tapi entah itu benar atau tidak ia belum bisa memastikannya
Sedangkan Azma? Dia sendiri di mobil itu, untuk mencari Aisha
Ia mengumpati orang yang menculik Aisha masih saja mau berurusan dengan keluarganya
Begitupun dengan Radit, pria paruh baya itu bahkan sama halnya dengan Naufal yang kalang kabut mencari Aisha ketika mendapat kabar bahwa Aisha hilang
Sudah satu jam lebih, namun keberadaan Aisha masih belum di temukan membuat semuanya harus kembali ke rumah Layla
Di sana ada Layla yang menangis sesegukan karena kehilangan putrinya
"Argh! Siapa sih yang nyulik Aisha?!" kesal Naufal
Naufal mengacak rambutnya frustasi sejak tadi ia tak bisa tenang ini sudah lewat tengah malam
"Belum tentu Aisha di culik Fal," Azma tiba-tiba bersuara membuat Naufal menoleh dengan tatapan tajam
Bisa-bisanya Azma mengatakan bahwa Aisha tidak di culik? Kemana pemikirannya yang pintar itu
"Udah jelas-jelas Aisha hilang nggak ada di rumah, dan Lo bilang belum tentu di culik?" tanya Naufal dengan suara yang di tekankan
"Kalau seandainya emang benar Aisha di culik siapa yang nyuliknya hah?" tanya Azma balik membuat Naufal terdiam
Ia berfikir keras tentang siapa yang ada di balik kejadian ini, baru saja Naufal akan bersuara
Namun tiba-tiba suara Azma kembali mengintrupsi, "Kayaknya gue tau siapa yang berulah,"
Ia baru ingat dengan seseorang yang sudah lama menghilang dari kehidupan keluarganya
Seketika Naufal dan Fauzan langsung menoleh, "Siapa?!" tanya Naufal menuntut
"Tapi gue nggak bisa buktiin kalau dia yang benar-benar nyulik Aisha, soalnya dia udah lama nggak muncul,"
"Ya tinggal ngomong aja bego!" kesal Naufal ia sudah kelewat cemas dengan keadaan Aisha
"Hanya satu orang, Queen."
"Bangsat!" umpat Naufal "Perasaan tu anak nggak ada malu-malunya."
Seketika Naufal ingat dengan satu hal, ia sempat memakaikan GPS di cincin Aisha
Buru buru ia kembali melacak namun lagi-lagi ia di buat frustasi, keberadaannya tak bisa di ketahui
Pasti orang yang nyulik Aisha adalah orang cerdik, pintar sekali dia menghilangkan jejak
Cincin Aisha pasti di buang, dugaan Naufal
Naufal dan Azma kompak menoleh, "Gue bisa bantu." kata Fauzan
"Gimana?!"
"Gue tau kemana Queen pergi." kata Fauzan, Naufal menatapnya penuh selidik
"Gue sempat lacak keberadaan Queen sebelum benar-benar menghilang." jelas Fauzan, namun Naufal tak peduli akan hal itu ia tengah cemas memikirkan keadaan Aisha dimana dia? Dan apakah Aisha baik-baik saja?
Saat ini hanya itu yang bisa Naufal pikirkan, keadaan istri dan anaknya
"Mereka ada di hutan."
"Kenapa Lo bisa tau Queen ada di sana?" tanya Azma heran dan satu hal yang ingin Azma tanyakan, apakah Fauzan mengenal Queen?
"Karena gue-" Belum sempat Fauzan menjawab, Naufal sudah terlebih dahulu menginterupsi
"Nanti aja bahas itu! Gue harus nyelamatin nyawa Aisha dulu." Naufal baru aja akan bangkit dari posisinya namun di tahan oleh Azma
"Nggak boleh gegabah." ucap Azma membuat Naufal kesal
"Istri gue dalam bahaya bego!" peduli amat dengan bahasanya yang kasar yang jelas Naufal benar-benar tidak akan tenang sebelum ia menemukan Aisha
"Lo pikir gue juga nggak cemas?! Aisha adek gue Fal, kalo Lo lupa dia yang paling deket sama gue." kata Azma
"Dia ga akan berani ngelukain Aisha." ujar Azma lagi, "Kalaupun berani dia nggak akan sampai ngebunuh, karena gue tahu tujuan dia cuma satu-"
"Balas dendam." bukan Azma yang mengatakannya melainkan Fauzan
"Sebenarnya Lo kenal sama Queen apa nggak?" tanya Azma lagi
"Gue kenal dia, nggak terlalu kenal sih. Hanya masa lalu." ucap Fauzan membuat Naufal melotot
"Masa lalu?! Bisa-bisanya Lo punya masa lalu seburuk itu." cibir Naufal sejenak ia melupakan kecemasannya
Tapi tak berlangsung lama, "Gue harus nyelamatin Aisha."
Naufal menghela napas kasar, ia mendudukkan dirinya di sofa di ruangan itu kini hanya mereka bertiga
Naufal benar-benar gelisah, bahkan untuk sekedar istirahat memejamkan matanya
"Kita harus susun rencana," kata Fauzan dengan pandangan lurus penuh arti
Ini sudah sangat-sangat larut malam, Naufal tak bisa tidur ia sangat mengkhawatirkan keadaan Aisha dan anaknya
"Aisha, maafin mas," gumam Naufal
Fauzan menepuk pundak Naufal pelan, "Jangan sampe Lo nyakitin Aisha,"
Kemudian berlalu dari sana. Meninggalkan Naufal yang terdiam seribu bahasa
Pagi harinya Naufal dan yang lainnya mulai menjalankan rencana yang sempat di susun tadi malam
"Kita bagi-bagi tugas,"
"Azma, Bunda harus ikut." kata Layla yang tak berhenti terisak memikirkan putrinya yang belum juga kembali
"Fal, Mamah juga ikut ya," kata Rifa
"Nggak. Nggak ada yang boleh ikut. Cuma Azma, Fauzan dan Naufal aja yang pergi." putus Naufal dengan tegas tak terbantahkan
"Tapi-"
"Naufal nggak mau ada korban nantinya, biar Aisha jadi urusan Naufal." kata Naufal
"Pah, Yah kita titip Mamah sama Bunda, doain aja semoga Aisha cepat di temukan."
"Aamiin..." kompak mereka semua
"Ayah percaya sama kamu Fal, tolong selamatin putri Ayah," ucap Radit, wajahnya tak tenang sejak semalam ia kepikiran putri itu
Naufal mengangguk sebelum akhirnya mereka semua berangkat
Ketiga laki-laki itu memasuki mobilnya masing-masing, "Kita pergi Assalamualaikum,"
Ketiga mobil hitam itu melaju menuju hutan, Naufal mengendarai mobilnya dengan cepat
Semakin masuk ke dalam hutan semakin ia bisa merasakan hawa berbeda di sana
Matanya menangkap sebuah mansion yang sangat besar ada di tengah hutan, pasti itu tempat Aisha di sekap
Sebenarnya entah keyakinan dari mana yang Naufal dapatkan bahwa Aisha di culik
Namun hatinya benar-benar mengatakan bahwa gadisnya di culik, Naufal berhenti dengan jarak yang jauh dari mansion itu guna mencari aman supaya tak ada yang mengetahui bahwa mereka datang ke sini
Naufal bergerak masuk ke dalam dengan perlahan, namun saat ia masuk indera penciumannya menangkap bau tidak sedap, seperti bau busuk, amis dan di sini banyak darah yang berserakan di lantai, siappun pasti akan bergidik ngeri melihatnya
Positif thinking masih ia pertahankan, Naufal teringat dengan dua orang yang bersamanya
Dimana mereka kenapa lama sekali? Mereka sengaja mengambil jalur yang berbeda namun tetap mengarah pada hutan yang sama
"Akh!!" teriakan seseorang yang sangat sangat familiar membuat Naufal mematung
Hatinya semakin gelisah dan tak karuan, "Bangsat!" umpatnya pelan
Jantung Naufal berdebar tak karuan, hatinya cemas
Ia bergerak cepat untuk mencari ruangan tempat Aisha di sekap, ia sangat hapal teriakan itu
Naufal bergerak melewati ruangan demi ruangan yang gelap, "****! Kenapa ruangannya gelap semua!" umpatnya pelan, takut jika ada orang dan ketahuan
"Aisha dimana?" batin Naufal terus berkata ia berusaha menajamkan pendengarannya
Berharap agar suara Aisha kembali terdengar, dan benar saja suara teriakan kesakitan kembali terdengar
Dengan gerakan cepat ia melangkah dengan pelan menuju asal suara itu, takut jika ada yang menjaga ruangan demi ruangan yang di lewatinya
"Aisha, tungguin mas, mas akan nyelematin kamu,"
"Aisha pasti baik-baik saja." Naufal metakinkan dirinya sendiri lalu kembali melangkah